Anda di halaman 1dari 8

I.

TUJUAN PERCOBAAN

 Mengetahui tingkat kesadahan yang terdapat dalam sampling air

II. ALAT YANG DIPAKAI

 Alat instrumen Dosimat 1 Set

 Gelas Kimia 250 ml 2 Buah

 Pipet Gondok 100 ml 1 Buah

 Magnet Stirer kecil 1 Buah

 Bola hisap 1 Buah

 Labu semprot 1 Buah

III. BAHAN YANG DIGUNAKAN

 Larutan Buffer pH 7

 Larutan Buffer pH 4,5

 Sampling Air Kolam

 Sampling air sumur

 Aquadest

IV. DASAR TEORI

Kita ketahui bahwa air alam berisi garam-garam yang larut dalam jumlah

yang berbeda tergantung pada daerah dimana air itu berada (pegunungan
atau pantai). Garam-garam yang larut ini berisi sebagian besar Cs, mg, dan

sebagian kecil Fe serta anion HCO3, SO4=, Cl .

Kesadahan air secara umum didefinisikan sebagai jumlah sabun yang

dibutuhkan oleh air, karena adanya ion Ca++ dan Mg++ yang bereaksi dengan

sabun membentuk benda yang tak larut, sedang ion-ion logam yang lain

seperti besi, Barium, ada di dalam air dalam jumlah yang kecil, dan ion-ion

tersebut tidak dapat diketahui dengan metode analisa biasa. Sehingga

praktis tingkat kesadahan ditentukan oleh jumlah Mg dan Ca yang ada.

Air dapat menjadi sadah karena adanya senyawa yang berbeda-beda.

Sebagai contoh yang satu sebagian besar berisi Calsium Carbonat dan yang

lain berisi Magnesium Sulfat. Kesadahan air secara umum dinyatakan dengan

banyaknya (konsentrasi) Calsium Carbonat yang ada didalam air.

Tingkat kesadahan sementara biasanya dapat diturunkan dengan pemanasan,

untuk derajat kesadahan biasanya diukur dalam ppm (parts per million), atau

derajat kesadahan Jerman, Derajat kesadahan Prancis dan Inggris.

Klasifikasi air sadah dapat dinyatakan sebagai berikut :

NO JENIS AIR JUMLAH


1 Air lunak < 100 PPM
2 Air Sedang 100  200 PPM
3 Air Agak Keras 200  300 PPM
4 Air Keras > 300 PPM

Penggolongan air atas dasar kesadahan Prancis :

Air Kesadahan ( F) Contoh


Sangat Lunak 04 Hujan
Lunak 48 Air yang mengandung mineral
Sedang 8  12 Toleransi air minum menurut WHO
Agak Sadah 12  18 Air danau dan sungai
Sadah 18  30 Air dari batuan gamping
Sangat Sadah > 30 Air kapur dalam bawah tanah

Satuan-satuan yang biasanya digunakan dalam menyatakan analisis air

adalah ppm, gram per gallon (gr/gal), miligram per liter (mg/L), dimana

kaitan antara setiap satuan kesadahan dapat dilihat sebagai berikut :

Derajat F D  Br  USA Meq/L PPM CaCO3


Prancis 1,00 0,56 0,70 0,58 0,20 10,00
Jerman 1,79 1,00 1,25 1,05 0,36 17,85
Inggris 1,43 0,80 1,00 0,84 0,29 14,30
USA 1,71 0,96 1,20 1,00 0,34 17,1

Proses pertukaran ion Natrium merupakan proses yang paling banyak

digunakan untuk melunakkan air. Dalam proses ini ion-ion calsium dan

magnesium disingkirkan dari air berkesadahan tinggi dengan jalan

pertukaran kation dengan natrium. Bila resin penukaran itu sudah selesai

menyingkirkan sebagian besar ion calsium dan magnesium sampai batas

kapasitasnya, resin itu diregenerasi ulang kedalam bentuk natriumnya

dengan menggunakan larutan garam pH antara 6  8.

 Kesadahan kalsium bicarbonat (dinyatakan sebagai CaCO 3), 62,4 kg

gamping

 Kesadahan magnesium bicarbonat (dinyatakan sebagai CaCO 3), 124,7

kg gamping

 Kesadahan kalsium noncarbonat (dinyatakan sebagai CaCO 3), 103,1 kg

soda abu

 Kesadahan magnesium noncarbonat (dinyatakan sebagai CaCO 3),

105,6 kg soda abu


Reaksi pelunakan air sadah dapat dilihat seperti berikut :

(HCO3)2 (HCO3)2
Ca Ca
Mg SO4 + 2 Na Mg R2 + Na 2 SO4

Cl2 Cl2

Penukar Kation Bikarbonat,


Kalsium Bicarbonat, Penukar Kalsium Sulfat
dan/atau Sulfat Kation dan/atau Natrium dan/atau
Magnesium dan/atau Natrium Magnesium Klorida
Klorida (larut)
(larut) (tak larut) (tak larut)

V. PROSEDUR PENGERJAAN

 Alat dosimat dikalibrasi dengan jalan mencelupkan

elektroda kaca kombinasi kedalam larutan Buffer pH 7 dan diset, lalu

dikalibrasi sekali lagi dengan menggunakan larutan Buffer pH 4,5

kemudian diset.

 Dimasukkan sampel air kolam sebanyak 100 ml

kedalam erlenmeyer 250 ml lalu diadakan pemeriksaan pH dengan alat

dosimat, kemudian dilakukan penambahan HCl secara bertahap sampai

didapatkan pH 3,40 dan volume HCl yang digunakan dicatat.

 Percobaan ini dilakukan duplo dengan sampel dan cara

pengerjaan yang sama.

 Sampel diganti dengan 100 ml air sumur dan

dimasukkan ke dalam erlenmeyer 250 ml lalu diadakan pemeriksaan pH

dengan alat dosimat, kemudian dilakukan penambahan HCl secara


bertahap sampai didapatkan pH 3,40 dan volume HCl yang digunakan

dicatat.

 Percobaan ini dilakukan duplo dengan sampel dan cara

pengerjaan yang sama.

VI. DATA PENGAMATAN

 Untuk sampel air kolam I


 pH awal sampel = 8,32

 pH akhir sampel = 4,30

 Volume HCl yang habis bereaksi = 0,714 ml

 Untuk sampel air kolam II


 pH awal sampel = 8,02

 pH akhir sampel = 4,30

 Volume HCl yang habis bereaksi = 0,694 ml

 Untuk sampel air sumur I


 pH awal sampel = 7,02

 pH akhir sampel = 4,30

 Volume HCl yang habis bereaksi = 1,030 ml

 Untuk sampel air Sumur II


 pH awal sampel = 7,01

 pH akhir sampel = 4,30

 Volume HCl yang habis bereaksi = 1,028 ml


VII.PERHITUNGAN

rata-rata Ml HCl 0,1 M =

1 mmol
x rata  rata ml HCl x BM Ca( HCO3 )2
2 L

 Penentuan Sampel Air kolam


( 0,714 ml  0,694 ml )
 Volume rata-rata HCl = = 0,704
2
ml
1 mmol
Ml HCl 0,1 M = x 0 ,704 ml HCl x 162 mg =57,024
2 L mmol

mg . Ml
L
1 mmol
HCl 0,1 M = x 0 ,704 ml HCl x 162 mg =57,024
2 L mmol

mg
L

 Penentuan Sampel air Sumur


( 1,030 ml  1,028 ml )
 Volume rata-rata HCl = = 1,029
2
ml
1 mmol
Ml HCl 0,1 M = x 1,029 ml HCl x 162 mg = 83,349
2 L mmol

mg .Ml
L
1 mmol
HCl 0,1 M = x 1,029 ml HCl x 162 mg = 83,349
2 L mmol

mg
L
VIII.PEMBAHASAN HASIL PERCOBAAN

Dari percobaan yang dilakukan kita sudah dapat mengetahui bahwa air

sumur memiliki tingkat kesadahan yang lebih besar jika kita bandingkan dengan

air kolam, karena lebih banyak menghabiskan HCl (1,209 ml) dibandingkan dengan

air kolam yang hanya menghabiskan 0,704 ml. Akan tetapi jika kita merujuk

kepada tabel tingkat kesadahan dalam ppm, ternyata air kolam dan air sumur

yang diteliti masih tergolong sebagai air sadah yang lunak dikarenana tidak

mencapai batas toleransi air sadah lunak yaitu maks 100 ppm.

IX. KESIMPULAN

 Penentuan Sampel Air Kolam


 Ternyata air kolam yang ada di POLTEK mempunyai tingkat kesadahan

yang relatif rendah yaitu 57,024


mg .
L
 Penentuan Sampel Air Sumur
 Ternyata air sumur yang ada di POLTEK mempunyai tingkat kesadahan

yang cukup rendah yaitu 83,349


mg .
L

X. DAFTAR PUSTAKA

 Buku “ Industri Proses Kimia “ bab 3, jilid 1, edisi ke 5, oleh George


T.Austin dan E. Jasjifi, Erlangga, 1996.

 Buku penuntun “ Praktikum Kimia analisis II “ Politeknik Negeri Ujung


Pandang semester II dari file PEDC Bandung