Anda di halaman 1dari 3

MEAD

(Macro Ergonomic Analysis & Design)

1. Pembuatan Diagram Pohon Permasalahan (Problem Factor Tree)


Diagram pohon permasalahan dapat dilihat pada Gambar 1.

2. Identifikasi Data Varians


Setelah pembuatan diagram pohon permasalahan, langkah selanjutnya adalah
identifikasi data varians. Berikut adalah data varians penelitiannya:
a. Kurangnya jumlah material yang ada
b. Tidak tersedianya tim pengawasan pada lantai produksi
c. Belum adanya kejelasan mengenai pembagian kerja
d. Tidak terdapat peraturan yang berlaku dalam sistem kerja
e. Penentuan jam kerja yang terlalu panjang
f. Pengoperasian mesin atau peralatan hanya dapat dilakukan secara manual
g. Keterbatasan kompetensi karyawan atau operator dalam melakukan pekerjaan
h. Tidak adanya reward untuk pekerja
i. Karyawan atau operator merasa tidak berperan penting
j. Karyawan atau operator belum memiliki rasa kepedulian antar pekerja
k. Tidak adanya sirkulasi udara dilantai produksi
l. Sistem pengganjian karyawan yang terlalu rendah
m. Tidak adanya APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai.
3. Penyusunan Matriks Varians
Varian kunci pada tugas ini adalah 13 (tiga belas) buah data varians yang telah
diidentifikasi.
4. Penyusunan Tabel Kontrol Varians dan Analisis Peran
Setelah penyusunan matriks varians, maka dilakukan penyusunan tabel kontrol
varians dan analisis peran. Penyusunan tabel ini berdasarkan matriks varians. Tabel
kontrol varians dan analisis peran terdiri dari unit operasi yang terdapat pengaturan
varians, siapa orang yang bertanggung jawab, apa pengaturan aktivitas yang harus
dilakukan, peralatan atau teknologi yang mendukung, komunikasi, dan keterampilan
serta pengetahuan khusus yang diperlukan untuk mendukung sistem kontrol.
5. Penyusunan Function Allocation dan Joint Design
Penyusunan function allocation dan joint design adalah membuat fungsi alokasi yang
sesuai dan rancangan aternatif dari tabel kontrol varians dan diagram pohon
permasalahan yang ada. Perbaikan yang dibutuhkan perusahaan dapat memperoduksi
produk sesuai dengan target yang direncanakan.
6. Evaluasi Peran dan Persepsi Tanggung Jawab
a. Evaluasi Bobot Skor Alternatif
b. Evaluasi Peran dan Tanggung Jawab
7. Perancangan Ulang Subsistem Pendukung
Perancangan subsistem dari permasalahan yang ada meliputi:
1. Permasalahan: Kurangnya jumlah material yang ada
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Menambah jumlah material
2. Tidak tersedianya tim pengawasan pada lantai produksi
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Menyediakan tim pengawas pada lantai produksi
3. Belum adanya kejelasan mengenai pembagian kerja
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. M
4. Tidak terdapat peraturan yang berlaku dalam sistem kerja
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Membuat peraturan atau kebijakan baru
5. Penentuan jam kerja yang terlalu panjang
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Membuat shift kerja
6. Pengoperasian mesin atau peralatan hanya dapat dilakukan secara manual
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Mengganti mesin atau peralatan menjadi semi-otomatis
7. Keterbatasan kompetensi karyawan atau operator dalam melakukan pekerjaan
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Membuat pelatihan guna mengembangkan softskill atau potensi karyawan atau
operator yang menunjang pada penyelesaian pekerjaan
8. Tidak adanya reward untuk pekerja
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Memberikan reward apabila mencapai target yang direncanakan
9. Karyawan atau operator merasa tidak berperan penting
10. Karyawan atau operator belum memiliki rasa kepedulian antar pekerja
11. Tidak adanya sirkulasi udara di lantai produksi
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Membuat sirkulasi udara di lantai produksi
12. Sistem pengganjian karyawan yang terlalu rendah
13. Tidak adanya APD (Alat Pelindung Diri) yang memadai
Upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu:
a. Menambah jumlah APD
8. Implementasi, Iterasi, dan Improvisasi