Anda di halaman 1dari 10

ISBN 978-602-6428-00-4

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DITINJAU DARI ASPEK


ABIOTIC DAN BIOTIC ENVIRONTMENT DI KAWASAN WISATA TOYA
BUNGKAH, BANGLI

Nyoman Wijana

Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA Undiksha Singaraja

Email: wijana_1960@yahoo.com

Abstrak
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kualitas lingkungan hidup ditinjau
dari aspek Abiotic and Biotic (AB) Environment di kawasan wisata Toya
Bungkah.Penelitian ini dilakukan pada kawasan hutan wisata dan Galian C. Jenis
penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh komponen lingkungan hidup yang meliputi komponen abiotic dan komponen
biotic. Komponen abiotic pada kawasan wisata alam hutan meliputi tekstur tanah dan
kemiringan lahan, sedangkan komponen biotic meliputi crown cover, densitas, dan
stratifikasi. Untuk kualitas air danau Batur Kualitas air dari faktor abiotic (A) yaitu
fisik dan kimia meliputi pH, suhu. DO, BOD, COD, Konduktivitas, Turbiditas,
Salinitas, total pospat sebagai P, NO 3 sebagai N, Cr, dan komponenbiotic (B) meliputi
NVC ikan dan Total Coliform.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara
sistematiik sampling.Data dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas lingkungan hidup ditinjau dari aspek
Abiotc dan Biotic Environment di kawasan wisata Toya Bungkahpada kawasan hutan
alam secara umum tergolong ke dalam kualitas yang sangat buruk, dan untuk kawasan
wisata Danau Batur tergolong ke dalam kualitas baik. Dari 12 parameter air Danau
Batur yang diteliti, ada 4 parameter telah mengalami pencemaran yakni pH, DO, NVC
ikan, dan Total Coliform, sedangkan 8 parameter lagi yakni suhu, BOD, COD,
konduktivitas, salinitas, fosfat, nitrat, dan klorin belum tercemar.

Kata-kata Kunci: Abiotic dan Biotic Environment,Kualitas Lingkungan Hidup, Toya


Bungkah

1. Pendahuluan Khusus pada isu lingkungan telah


Seiring dengan perkembangan industri banyak diamati tentang kerusakan
pariwisata di Bali yang begitu pesat, lingkungan akibat langsung ataupun tidak
menuntut perluasan area wisata, langsung dari aktivitas pariwisata tersebut
pemukiman, hotel, restoran, ruko, dan di antaranya (1) untuk di kawasan wisata
lain-lain, baik di kawasan pantai, danau, Kuta dan Sanur telah terjadi Abrasi
hutan, dan bahkan areal pertanian.Hal ini sepanjang pantai kawasan wisata. (2) Di
berdampak pada lingkungan yakni kawasan wisata Bedugul telah terjadi
terjadinya alih fungsi lahan.Akibatnya, pendangkalan danau, diduga karena
terjadi perubahan lingkungan yang cukup penebangan hutan secara liar, perubahan
signifikan pada kawasan wisata tersebut fungsi lahan sekitar danau dan bukit, (3)
yang umumnya berakhir pada penurunan Kekuarangan air, diduga disebabkan
kualitas lingkungan. kurangnya pepohonan di sekitar bukit dan
Banyak objek-objek wisata di danau akibat penebangan liar dan
Bali masuk ke dalam isu-isu negatif akibat perubahan fungsi lahan.
dampak langsung ataupun tidak langsung Bali Post, Sabtu, 7 April 2012
dari kegiatan pariwisata. Isu-isu tersebut memuat berita bahwa telah terjadi
dapat digolongkan ke dalam lima kategori pencemaran laut oleh aktivitas
yaitu isu lingkungan, budaya, sosial, penggunaan boat yang berbahan bakar
kesehatan dan isu kemacetan lalu lintas. minyak sebagai transportasi dari Sanur
menuju objek wisata Jungut Batu,

FMIPA Undiksha 277


Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016

Lembongan-Nusa Penida, menimbulkan 2. Metode Penelitian


dampak pada pembusukan rumput laut. Jenis penelitian yang dilakukan
Hasil penelitian Wijana (2004, ini adalah jenis penelitian ekploratif.
2005, 2006), yang menganalisis tentang Penelitian ini bertujuan untuk menggali
kualitas air Danau Batur, dan penelitian informasi atau mengeksplorasi tentang
kualitas air Danau Buyan yang dilakukan kualitas lingkungan hidup ditinjau dari AB
tahun 2009 dan 2010, kedua danau Environtment di kawasan wisata Provinsi
tersebut menunjukkan adanya beban Bali dan penyusunan dokumen UKL dan
pencemaran. UPL.
Hasil penelitian yang dilakukan di Populasi dalam penelitian ini
kawasan wisata di luar Bali, seperti yang adalah seluruh komponen lingkungan
dilakukan di pantai Nongsan, Batam hidup yang meliputi komponen Abiotic
menunjukkan bahwa dari hasil (A) danBiotic (B) yang ada pada kawasan
pengukuran parameter fisika-kimia wisata Toya Bungkah, Bangli. Kategori
perairan laut telah menunjukkan adanya kawasan wisata Toya Bungkah, Bangli
degradasi (Feliatra, 1999).Hasil penelitian disajikan pada Tabel 1.
yang dilakukan oleh Sudaryono (2000)
menyimpulkan bahwa kondisi air Tabel 1.Populasi Kawasan Wisata Toya
permukaan (air sungai) di wilayah Bungkah
Kotamadya Yogyakarta teridentifikasi
telah mengalami pencemaran. NO KAWASAN KARAKTER LOKASI *)
WISATA WISATA
Sebagaimana sudah disampaikan
Wisata Alam Danau
di atas bahwa hasil penelitian penulis
Danau Batur
tentang kualitas air Danau Batur pada Hutan
tahun 2004, 2005, dan 2006 menunjukkan Gunung
bahwa kualitas air danau Batur tersebut Wisata Alam Batur,
dalam kondisi tergejala adanya Wisata
1 Hutan Hutan
Alam
pencemaran pada parameter lingkungan Bukit
tertentu. Di sisi lain dari hasil penelitian di Abang
tahun 2006 menunjukkan pula bahwa di Pertanian
Wisata Alam
dadam darah petani sudah terpapar Desa
Pertanian
pestisida dalam kategori rendah. Songan
Demikian pula tentang penggunaan Wisata
Budaya Kuburan
pestisida untuk pemberantasan hama
Wisata Etnik
penyakit terhadap tanaman budidaya 2
Budaya Wisata
seperti bawang merah, bawang putih, Penguburan
Upacara
tomat, cabai, kol, dan lain-lain tidak Mayat
Upakara
mengikuti aturan yang ada pada petunjuk *) Diambil kawasan wisata yang sudah cukup
penggunaan pestisida. dikenal
Berdasarkan uraian di atas tampak
bahwa telah terjadi berbagai isukerusakan a. Vegetasi Hutan
lingkungan hidup baik pada ekosistem Untuk kategori wisata alam
darat atau hutan, air tawar atau danau, hutan, faktor abiotic dan biotic adalah
pertanian, dan sosial.Lebih lanjut kualitas komponen edafik dan parameter
lingkungan hidup pada berbagai vegetasi.Komponen abiotic (A) berupa
ekosistem yang ada di kawasan wisata edafik dari hutan tersebut yaitu tektur
Toya Bungkah, Bangli, dapat dikaji tanah dan kemiringan lahan.Parameter
melalui aspek Abiotic dan Biotic vegetasi adalah kriteria kuantitatif
Environtment.Berdasarkan latar belakang maupun kualitatif yang dimiliki oleh
diatas, masalah yang akan dikaji dalam vegetasi tersebut. Parameter vegetasi
penelitian ini adalah bagaimanakah dalam penelitian ini adalah crown cover,
kualitas lingkungan hidup ditinjau dari densitas, dan stratifikasi.
aspek Abiotic dan Biotic Environtmentdi
kawasan wisata Toya Bungkah, Bangli?

278 FMIPA Undiksha


ISBN 978-602-6428-00-4

Pengambilan sampel dari


kualitas lingkungan hidup ini dilakukan Tabel 4. Kualitas Vegetasi Sesuai Jumlah
secara sistematik sampling.Masing- Strata
masing kawasan penelitian diambil 2 No. Jumlah Skor Kualitas
Strata
lokasi yang selanjutnya disebut dengan
1 3 strata 3 1
Stasiun yaitu Stasiun I dan Stasiun
2 2 strata 2 2
II.Masing-masing stasiun diambil sampel
3 1 strata 1 3
10 kwadrat sehingga setiap kawasan
wisata berjumlah 20 kwadrat dengan
4) Tekstur Tanah(Poerwowidodo, 1992)
ukuran kwadrat 10 x 10 meter (Barbour et
Dalam penentuan kelas tekstur dan
al, 1987; Cox, 1976; Mueller-Dombois,
struktur tanah di lokasi penelitian
1974).
dilakukan dengan metode rabaan,
Teknik analisis data dilakukan sebagai kemudian menentapkan kelas tektur
berikut: tanah dengan kategori seperti pada
1) Penentuan Kualitas Lingkungan pada tabel berikut.
Masing-masing Parameter Vegetasi
Crown Cover (Barbour et al, 1987; Tabel 5. Panduan Pemberian Kelas Tekstur
Tanah dengan Metode Rabaan
Cox, 1976; Mueller-Dombois, 1974).
Kelas Kua
Untuk menganalisis Crown Cover Karakteristik Tanah
Tektur litas
digunakan acuan sebagai berikut. - alir berwujud butir-butir
tunggal yang dapat
Tabel 2.Kualitas Crown CoverVegetasi dikenali dan dipisahkan
No. Persentase Skor Kualitas segera
Crown Cover - erepihan massa tanah
1 70-100 % 3 1 kering menyebabkan
2 50-70 % 2 2 pisahan pasirnya mudah
3 < 50 % 1 3 Pasiran 1
runtuh
- erepihan massa tanah
2) Densitas (Barbour et al, 1987; Cox, lembab merangsang
1976; Mueller-Dombois, 1974). terbentuknya panduan
Untuk menganalisis densitas vegetasi tanah yang lemah dan jika
dikenai tekanan ringan
digunakan rumus:
akan tercerai berai
Total individu suatu spesis - assa tanahnya
Densitas
Luas area cuplikan mengandung campuran
pisahan pasir, debu, dan
lempung yang
Densitas relatif = memberikan sensasi rasa
x 100% agak kasar, cukup halus,
dan agak plastis Geluh 2
- erepihan massa tanah
Untuk kriteria kualitas densitas kering merangsang
vegetasi digunakan acuan berikut. terbentuknya paduan tanah
cukup mantap dan jika
Tabel 3.Kualitas vegetasi Sesuai Dengan diuli tidak menyebabkan
Densitas kehancuran
No. Densitas Skor Kualitas - assa tanah kering
1 67-100 3 1 membentuk
2 34-66 2 2 bungkah/gumpal sangat
3 0-33 1 3 keras
- engulian massa tanah Lempung 3
3) Stratifikasi (Barbour et al, 1987; Cox, lembab akan membentuk
pita tanah lentur dan
1984; Mueller-Dombois, 1974).
panjang
Untuk menganalisis stratifikasi - engulian massa tanah
vegetasi digunakan acuan berikut

FMIPA Undiksha 279


Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016

basah akan agak plastis Noerkencana (2004) maka kualitas


5) Kemiringan Lahan (Poerwowidodo, lingkungan terdiri atas 5 kategori yaitu :
1992) 1. Skor 1-48 merupakan lingkungan
Tingkat klasifikasi kemiringan lahan digunakan dengan kualitas sangat buruk
acuan berikut.
2. Skor 49-96 merupakan lingkungan
Tabel 6. Kualitas Klasifikasi Kemiringan dengan kualitas buruk
Lahan 3. Skor 97-157 merupakan lingkungan
Kelereng dengan kualitas sedang
Kelerengan Keterang Kua 4. Skor 158-205 merupakan
o an
(derajat ) an litas
(%) lingkungan dengan kualitas baik
0–8 0–5 Datar 1 5. Skor 205-243 merupakan
20 – 55 8 – 25 Landai- 2 lingkungan dengan kualitas sangat
Agak baik
curam
56 – 100 >25 Curam- 3 Kawasan Wisata Danau Batur
Sangat
Populasi dari penelitian ini adalah
Curam
air yang ada dalam badan air danau.
Sampel penelitian ini adalah air danau
Penentuan kualitas lingkungan hidup pada
yang diambil dari dalam badan air dengan
kawasan wisata alam hutan, digunakan
menggunakan metode sistematik sampling
analisis sintesis dari 5 parameter yang
(Canter, 1996; dan Keith, 1991).
digunakan yaitu crown cover, densitas,
Pengambilan sampel dilakukan satu kali
stratifikasi, tekstur tanah dan kemiringan
yakni pada siang hari. Lihat Tabel 8.
lahan. Dari parameter tersebut selanjutnya
diberikan skor, seperti tampak pada Tabel Tabel 8. Jumlah Sampel dari Masing-masing
7. Stasiun pada Setiap Lokasi
Penelitian
Tabel 7. Pemberian Skor pada Masing-masing
Parameter No Aspek Besaran Sampel Total
No Parameter Skor yang Masing-masing Stasiun Sampel
1 Crown Cover 1 (C1): > 70 % 3 Dikaji (dalam jerigen)
2 Crown Cover 2 (C2): 50-70 % 2
3 Crown Cover 3 (C3): < 50 % 1 A B C D E
4 Densitas 1 (D1): 67-100 3 1 Air 2 2 2 2 2 10
5 Densitas 2 (D2): 34-66 2 Danau
6 Densitas 3 (D3): 0-33 1
7 Stratifikasi 1 (S1): 3 strata 3 Dalam penelitian ini parameter air yang
8 Stratifikasi 2 (S2): 2 strata 2 diukur adalah:
9 Stratifikasi 3 (S3): 1 strata 1 Parameter I: Kualitas air dari faktor
10 Tekstur Tanah 1 (T1): tanah 3 abiotic (A) yaitu fisik dan kimia meliputi
lempung pH, suhu. DO, BOD, COD,
11 Tekstur Tanah 2 (T2)tanah 2
Konduktivitas, Turbiditas, Salinitas, total
geluh
12 Tekstur Tanah 3 (T3): tanah 1
pospat sebagai P, NO3 sebagai N, Cr
pasiran Parameter II: Kualitas air dari sisi biotic
13 Kemiringan 1 (R1): lahan 3 (B) meliputi NVC ikan dan Total
datar (0-8o) Coliform.
14 Kemiringan 2 (R2): lahan 2 Data penelitian yang telah
landai - agak curam (20-55o) diperoleh selanjutnya dianalisis dengan
15 Kemiringan 3 (R3): lahan 1 cara:
curam - sangat curam (56- 1) Standarisasi kualitas air. Data tentang
140o) kualitas air yang meliputi pH,
temperatur, DO, BOD, COD,
Dari kelima parameter yang Konduktivitas, Turbiditas, Salinitas,
diukur, diperoleh 243 kombinasi. P, dan N, Cr dianalisis secara
Selanjutnya, dengan mengacu pada deskriptif dengan membandingkan

280 FMIPA Undiksha


ISBN 978-602-6428-00-4

rata-rata hasil pengukuran kualitas air pada Tabel 11. Berdasarkan Tabel 11
danau dengan kualitas air standar yang diketahui bahwa kualitas lingkungan
terdapat pada Baku Mutu Lingkungan. pada Stasiun I memiliki skor 4 dengan
2) Sebagai indikator lain tentang kualitas sangat buruk dan Stasiun II
kualitas air danau dapat dilihat dari
memiliki skor 1 dengan kualitas sangat
NVC ikan. Untuk mengetahui
buruk.Dari kedua data tersebut
kondisi kesehatan ikan dapat
dianalisis dengan mengacu pada diperoleh rerata dengan skor 4, yang
rumus yang disampaikan oleh Fulton termasuk ke dalam kualitas
(dalam Jalal, 2004)yaitu: lingkungan dengan kategori kualitas
sangat buruk.
W 100
NVC Kualitas Air Danau
( L) 3
Dari hasil pengukuran komponen abiotik
di Danau Batur, diperbandingan dengan
Keterangan
standar kualitas air yang termuat dalam
NVC = Nutrition Value Coeffecient
W = Berat ikan dalam gram Peraturan Gubernur Bali No 8 Tahun
L = Panjang ikan dalam cm 2007, Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No
Dari rumus tersebut dapat 416/MENKES/PER/IX/1990 tanggal 3
diinterpretasikan hasil akhir yang September 1990 dan Keputusan Gubernur
diperoleh adalah bahwa kondisi ikan Bali No 515 Tahun 2000 Tentang Baku
dianggap sehat apabila NVC 1,7. Mutu Lingkungan.
3) Data lain yang masih berkaitan Dari Tabel 12 dapat dilihat
dengan kualitas air adalah tentang perbandingan kualitas air hasil pengkuran
bakteri Coliform. Data ini dianalisis dengan kualitas air standar berdasarkan
secara kuantitatif dengan baku mutu air. Penentuan kualitas air
menggunakan metode Most Probable standar yang digunakan mengacu pada
Number (MPN) atau Jumlah baku mutu air Peraturan Gubernur Bali
Perkiraan Terdekat (JPT). No.8 Tahun 2007.
Dari hasil perbandingan kualitas air hasil
Dari beberapa parameter yang diukur, pengukuran dengan kualitas air standar
selanjutnya dikelompokkan dengan dibuatkan Tabel kriteria tingkat
mengacu pada Noerkencana (2004) maka pencemaran air pada masing-masing
kualitas lingkungan terdiri atas 5 kategori lokasi pengambilan sampel pada Tabel 13
sebagai berikut: Dari kondisi air danau seperti
yang sudah disajikan pada Tabel13, dapat
Tabel 9. Kriteria Kategori Kualitas Air Danau dikatakan bahwa kualitas air Danau Batur
No Klasifikasi Jumlah Parameter sudah terjadi pencemaran.Dari dua belas
Tercemar komponen yang di ujikan terdapat empat
1 Sangat Baik 2 komponen yang sudah tercemar yaitu pH,
2 Baik 4 DO, NVC ikan, dan total
3 Sedang 6 coliform.Sedangkan delapan komponen
4 Buruk 8 lainnya tidak tercemar.
5 Sangat Buruk >8 Berdasarkan acuan klasifikasi,
kualitas air termasuk dalam kategori
3. Hasil Penelitian Dan Pembahasan baik.Namun walau termasuk dalam
3.1 Hasil Penelitian kategori baik perlu dicermati komponen-
Data kualitas lingkungan masing- komponen atau parameter-parameter ini
masing parameter selanjutnya sangat berkaitan erat dengan
direkapitulasi ke dalam masing-masing kelangsungan organisme dari berbagai
sub stasiun seperti Tabel 10. Selanjutnya spesies termasuk manusia di dalamnya.
dibuatkan rekapitulasi data kualitas
lingkungan masing-masing stasiun seperti

FMIPA Undiksha 281


Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016

Tabel 10.Rekapitulasi Data Kualitas Lingkungan Masing-masing Sub Stasiun


Crown Densitas Stratifikasi T. Tanah Kemiringan
Stasiun Sub cover Rekapitulasi Skor Kualitas
Stasiun S Kode S Kode S Kode S Kode S Kode

1 1 1 C3 2 D2 2 S2 1 T3 2 R2 C3 D2 S2 T3 R2 8 Sangat
buruk
2 1 C3 1 D3 2 S2 1 T3 2 R2 C3 D3 S2 T3 R2 4 Sangat
buruk
3 1 C3 1 D3 2 S2 1 T3 2 R2 C3 D3 S2 T3 R2 4 Sangat
buruk
2 1 1 C3 2 D2 1 S3 1 T3 1 R3 C3 D2 S3 T3 R3 2 Sangat
buruk
2 1 C3 1 D3 1 S3 1 T3 1 R3 C3 D3 S3 T3 R3 1 Sangat
buruk
3 1 C3 1 D3 1 S3 1 T3 1 R3 C3 D3 S3 T3 R3 1 Sangat
buruk
Keterangan:S = Skor

Tabel 11.Rekapitulasi Data Kualitas Lingkungan Kedua Stasiun

Stasiun Crown cover Densitas Stratifikasi T.Tanah Kemiringan Rekapitulasi Skor Kualitas
S Kode S Kode S Kode S Kode S Kode
1 Sangat
1 C3 1 D3 2 S2 1 T3 2 R2 C3 D3 S2 T3 R2 4 buruk

2
1 C3 1 D3 1 S3 1 T3 1 R3 C3 D3 S3 T3 R3 1 Sangat
buruk
Rerata 1 C3 1 D3 2 S2 1 T3 2 R2 C3 D3 S2 T3 R2 4 Sangat
buruk

Tabel 12.Perbandingan Kualitas Air Hasil Pengukuran dengan Kualitas Standar

Lokasi Pengambilan Sampel Kualitas Standar/Kelas


No Parameter Songan Toya Kedisan Trunyan Tengah Rerata I II III IV
Bungkah
1 pH 9.1 9.1 9.2 9.1 9.1 9.1 6-9 6-9 6-9 5-9
2 Suhu (0) 27 28 28 30 28 28 ±3 ±3 ±3 ±5
3 DO (mg/l) 5.9 7.8 10.5 4 4 5.4 6 4 3 1
4 BOD 1.69 2.84 1.24 8.86 8.86 4.7 2 3 6 12
(mg/l)
5 COD 9.96 9.96 9.96 59.76 59.76 29.2 10 25 50 100
(mg/l)
6 Konduktivi 0.6 0.6 0.8 0.3 0.3 0.5 3
tas (ms/cm)
7 Salinitas 0.7 0.8 0.8 0.8 0.8 0.8 0.6-
(permil) 1.0
8 Phospat 0.3180 0.2738 0.1804 0.1674 0.1674 0.22 0.2 0.2 1 5
9 Nitrat 0.1537 0.0330 0.2654 0.3249 0.3249 0.22 10 10 20 20
10 Klorin <0.01 <0.01 <0.01 <0.01 <0.01 <0.01 <0.01
11 NVC Ikan 1.61 NVC
> 1.7
12 Total 2.4x103 2.3x101 0.6x10 1 1.4x101 2.4x103 9.7x10 2 5x102 5x103 1x104 1x104
Coliform/
100 ml

282 FMIPA Undiksha


ISBN 978-602-6428-00-4

Tabel13. Kriteria Tingkat Pencemaran Air pada Masing-Masing Lokasi Pengambilan Sampel
No. Parameter Lokasi Pengambilan Sampel Umum

Songan Toya Kedisan Trunyan Tengah


Bungkah
1 pH Tercemar Tercemar Tercemar Tercemar Tercemar

2 Suhu ( 0) Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


tercemar tercemar tercemar tercemar tercemar
3 DO (mg/l) Tercemar Tercemar Tercemar Tercemar Tercemar
untuk kelas untuk kelas I, untuk kelas untuk kelas untuk
II, III, dan II, III, dan IV I, II, III, III dan IV kelas III
IV dan IV dan IV
4 BOD Tidak Tercemar Tidak Tercemar Tercemar
(mg/l) tercemar untuk kelas I tercemar untuk kelas untuk
I, II, dan III kelas I, II,
dan III
5 COD Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
(mg/l) tercemar tercemar tercemar tercemar tercemar
6 Konduktivi Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
tas (ms/cm) tercemar tercemar tercemar tercemar tercemar
7 Salinitas Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
(permil) tercemar tercemar tercemar tercemar tercemar
8 Fosfat Tercemar Tidak Tidak Tidak Tidak
untuk kelas tercemar tercemar tercemar tercemar
I
9 Nitrat Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
tercemar tercemar tercemar tercemar tercemar
10 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Klorin tercemar tercemar tercemar tercemar tercemar
11 60%
NVC Ikan tidak
sehat
12 Total Tercemar Tercemar Tercemar Tercemar Tercemar
Coliform/ untuk kelas untuk kelas untuk kelas untuk kelas untuk
100 ml III dan IV III dan IV III dan IV III dan IV kelas III
dan IV

3.2 Pembahasan tersebut berlangsung proses suksesi pada


Data penelitian menunjukkan tahap awal.
kualitas lingkungan di kawasan wisata Hubungan antara parameter
Toya Bungkah secara umum tergolong ke vegetasi dan edafik saling terkait dan
dalam kategori sangat buruk.Pada mempengaruhi satu dengan yang lainnya
komponen abiotic (edafik) yaitu tekstur dalam menentukan kualitas suatu
tanah dan kemiringan lahan memiliki lingkungan.Dalam metode ABC
kualitas sangat buruk.Pada komponen Environment juga mengandung parameter
biotic (vegetasi) yaitu stratifikasi vegetasi dan parameter edafik.Parameter
menunjukkan kualitas sedang, dan crown vegetasi dalam metode ABC Environment
cover dan densitas menunjukkan kualitas termasuk ke dalam komponen biotic
buruk.Hal ini dikarenakan hutan di (lingkungan hayati), sedangkan parameter
kawasan tersebut merupakan daerah edafik dalam metode AB Environment
kaldera, sehingga dari segi parameter termasuk ke dalam komponen abiotic
vegetasi dan edafiknya memiliki kualitas (lingkungan fisik).Keberadaan vegetasi
rendah. Disamping itu, pada kawasan yang seimbang, dapat membantu
mengurangi resiko terhadap penurunan

FMIPA Undiksha 283


Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016

kualitas lingkungan. Hal ini sejalan tanah. kondisi ini diperparah dengan lahan
dengan pendapat Tivy dan O’Hare (1981) di kawasan penelitian yang tergolong
yang mengungkapkan bahwa vegetasi dalam kategori agak curam pada Stasiun I,
membantu mengurangi beban tanah dalam sehingga akan mudah terjadi run off
menyerap air hujan melalui proses sehingga beresiko terjadi longsor pada
transpirasi dan evaporasi, sehingga kawasan tersebut.
mengurangi run off atau limpasan Dari hasil analisis terhadap
permukaan oleh air, yang dapat kualitas air Danau Batur, terdapat empat
menyebabkan erosi dan longsor, parameter yang memberikan indikasi telah
khususnya pada lahan miring. tercemar seperti parameter abiotic yaitu
Pada lokasi penelitian, ditemukan pH dan DO, sedangkan parameter biotic
crown cover dengan persentase 80%, yaitu NVC ikan, dan total colifom.
namun densitasnya sedang, hanya Disamping itu parameter yang
tersusun atas dua strata, tekstur tanah menunjukkan belum terjadinya
pasiran, dan kemiringan agak curam. pencemaran adalah suhu, BOD, COD,
Intensitas hujan yang tinggi akan konduktivitas, salinitas, fosfat, nitrat, dan
menghasilkan energi kinetik yang besar klorin.
sehingga dapat beresiko tinggi terjadi run Nilai pH yang cukup tinggi pada
off yang menyebabkan longsor. Danau Batur dikarenakan adanya aktivitas
Crown coverpada kawasan manusia seperti aktivitas pertanian yang
penelitiantergolong ke dalam kualitas memanfaatkan penggunaan pestisida yang
buruk. Dikarenakan terdapat dua faktor berlebihan, aktivitas rumah tangga dan
yang mempengaruhi antara lain (1) pariwisata dengan membuang limbah cair
adanya seleksi alam, dan (2) pengaruh (deterjen) ke danau sehingga
dari arsitektur tumbuhan yaitu arsitektur menimbulkan efek bagi air
model Rauh. Crown cover berfungsi danau.Penggunaan deterjen dapat
dalam menahan air hujan yang jatuh meningkatkan senyawa fosfat pada air
sehingga air tidak langsung menyentuh danau.senyawa fosfat ini dapat
tanah. perancrown cover juga berkaitan merangsang pertumbuhan ganggang dan
dengan stratifikasi dan densitas yang eceng gondok, sehingga akan
menyusun suatu vegetasi. Strata yang menimbulkan eutrofikasi pada danau.
berlapis-lapis, akan membantu Parameter bioticyang telah
mengurangi energi kinetik air hujan mengalami pencemaran yaitu NVC ikan
sehingga ketika air sampai di tanah tidak dan total coliform. Tidak sehatnya ikan
sampai memecah partikel tanah. Karena terkait dengan kondisi air Danau Batur
pada lokasi penelitian hanya tersusun atas yang telah sudahtercemar. Penggunaan
1 strata, maka energi kinetik air hujan pestisida yang berkelebihan, pemberian
yang sampai ke tanah sangat besar. Selain pakan ikan yang ada di dalam keramba
itu, densitas pada kawasan penelitian jaring apung (KJA), penggunaan obat-
tergolong ke dalam kualitas obatan untuk pemeliharaan ikan di dalam
sedang.Kerapatan vegetasi ini juga KJA, semuanya itu terakumulasi di dalam
membantu menahan air hujan agar tidak fitoplankton. Melalui sistem jaring-jaring
langsung membentur tanah melalui proses makanan, maka semuanya itu akan
presipitasi. Dengan kerapatan yang tidak terakumulasi di dalam ikan yang hidup di
terlalu tinggi, resiko air hujan jatuh dalam danau tersebut. Dari kondisi di atas
langsung mengenai tanah akan semakin dapatlah dikatakan bahwa kualitas air
tinggi. yang ada di Danau Batur tersebut sudah
Faktor lainnya yaitu tekstur tanah tercemar.Hal ini sangat terkait dengan
pada kawasan penelitian yang di dominasi aktivitas pertanian, perikanan, pariwisata,
oleh pasiran. Ikatan partikel tanah pasiran aktivitas rumah tangga dan sumber
cenderung renggang, sehingga akan pencemar alami.
mudah terlepas ketika terjadi tumbukan
dengan air hujan. Hal ini akan beresiko
menimbulkan erosi bahkan gerakan pada

284 FMIPA Undiksha


ISBN 978-602-6428-00-4

4. Simplan
Dari hasil penelitian ini dapat Jalal, Tanjung Salihuddin. 2004. Ekologi
disimpulkan bahwa Kualitas lingkungan dan Pengantar Lingkungan Hidup.
hidup ditinjau dari aspek Abiotic dan Yogyakarta: Program Studi Ilmu
Biotic Environment di kawasan wisata Lingkungan Program
Toya Bungkah khususnya pada kawasan Pascasarjana UGM.
wisata hutan secara umum tergolong ke
dalam kualitas yang sangat buruk. Keith, Lawrence H. 1991. Environemental
Sedangkan untuk kawasan wisata danau Sampling and analysis: a Practical
tergolong ke dalam kualitas baik. Dari 12 Guide. Florida: Lewis Publishers.
parameter air danau batur yang diteliti,
ada 4 parameter telah mengalami Mueller-Dombois, D., H. Ellenberg. 1974.
pencemaran yakni pH, DO, NVC ikan, Aims and Methods of Vegetation
dan Total Coliform,sedangkan 8 Ecology. Sanfransisco : W. H.
parameter lagi yakni suhu, BOD, COD, Freeman and Company.
konduktivitas, salinitas, fosfat, nitrat, dan
klorin belum tercemar. Nurkencana, Wayan. 2004. Evaluasi
Pendidikan. Surabaya : Penebar
5. Daftar Pustaka Ilmu.
Bali Post. 2011. Air Danau Buyan Capai
Tepi Jalan. Selasa Kliwon, 12 Purwowidodo. 2003. Panduan Praktikum
April 2011 hal. 12. Ilmu Tanah Hutan : Mengenal
Tanah. Laboratorium Pengaruh.
Bali Post. 2011. Air Danau Buyan dan Jakarta.
Tamblingan Terus Meluap. Senin
Wage, 11 April 2011 hal. 12. Sudaryono. 2000. Tingkat Pencemaran
Air Permukaan di Kodya
Bali Post. 2011. Air Danau Meluap Warga Yogyakarta. Jurnal Teknolog
Harus Pindah. Rabu Umanis, 13
April 2011 hal. 11. Tivy, Joy and Greg O”hare.1985.Human
Impact on the Ecosystem. New
Bali Post. 2011. Obok-Obok Hutan York: Oliver & Boyd.
Sepang Polhut hanya Temukan
Balok Kayu. Senin Wage, 7 Wijana, Nyoman dan I Nengah
Maret 2011 hal. 12. Sumardika. 2004. Penentuan
Kualitas Air Danau Batur (Kajian
Bali Post.Terbitan tanggal 12 November dari Sisi ABC Envirotment). Hasil
2012. Danau di Bali Telah Tercemar. Penelitian. Tidak Diterbitkan.

Barbour, M. G; J. H. Burk and W. D. Wijana, Nyoman dan I Nengah


Pitts. 1987. Terrestrial Plant Sumardika. 2005. Analsis
Ecology. Inc. California : The Vegetasi Hutan Bukit Kangin
Benjamin/ cummings Publishing Desa Adat Tenganan
Company. Pengringsingan, Kabupaten
Karangasem. Laporan Hasil
Canter, Larry W. 1996. Environmental Penelitian. Tidak Diterbitkan.
Impact Assessment. New York:
McGraw-Hill. Wijana, Nyoman. 2006. Penentuan
Kualitas Air Batur Melalui Indeks
Feliatra.1999. Identifikasi Bakteri Patogen Pencemaran Algae. Laporan Hasil
(Vibrio sp) di Perairan Nongsa Penelitian. Tidak Diterbitkan.
Batam Propinsi Riau. Jurnal
Natur Indonesia II (1): p.28-33 Wijana, Nyoman. 2009. Analisis Kualitas
(1999) Air Danau Buyan di Desa

FMIPA Undiksha 285


Prosiding Seminar Nasional MIPA 2016

Pancasari Kecamatan Sukasada Kecamatan Sukasada Kabupaten


Kabupaten Buleleng. Hasil Buleleng. Hasil Penelitian. Tidak
Penelitian. Tidak Diterbitkan. Diterbitkan.

Wijana, Nyoman. 2010. Analisis Kualitas Wijana, Nyoman. 2014. Metode Analisis
Air pada Ekosistem Tumpang Vegetasi. Singaraja:
Tindih (Overlap Ecosystem) pada Universitas Pendidikan
Danau Buyan di Desa Pancasari Ganesha Press.

286 FMIPA Undiksha