Anda di halaman 1dari 2

KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Organisasi profesi akuntan di Indonesia telah memiliki Kode Etik Akuntan Indonesia yang terakhir
ditetapkan dalam Kongres VIII Ikatan Akuntan Indonesia Pada tahun 1998 (berlaku efektif bulan
Mei tahun 2000). Kode etik tersebut bersumber dai Kode Etik AICPA. Edisi Juni 1998, dan berlaku
bagi semua akuntan anggota IAI yang tidak hanya terdiri dari akuntan publik, tetapi juga meliputi
akuntan manajemen, akuntan pendidik, dan akuntan pemerintah. Sejak terbentuknya Institut
Akuntan Publik Indonesia (IAPI) pada tahun 2007 kode etik tersebut masih tetap berlakuuntuk
seluruh anggota IAI, Namun khusus bagi para akuntan public anggota IAPI diberlakukan kode etik
baru yang disebut Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2010.
Kode etik inin disusun IAPI dengan mengacu pada Code of Ethics or Professional Accountants
yang diterbitkan oleh The International Ethics Standard Board for Accountants (IESBA-IFAC)
Edisi tahun 2008. Pada teks aslinya, Codeof Ethics yang diterbitkan IFAC terdiri dari 3 bagian,
masing-masing : Bagian A-General Application of the Code, Bagian B-Professional Accountants
Accountants in Public Practice dan Bagian C-Professional Accountants in Bussiness. Namun
karena Bagian C dipandang belum relevan untuk diadopsi oleh IAPI, maka hanya bagian A dan B
yang diadopsi setelah diterjemahkan dan dimodifikasi.

Dibandingkan dengan kode etik yang lama, sebenarnya kode etik baru ini substansinya
tidak berbeda tetapi pendekatan dan terminology yang digunakan banyak berbeda. Kode etik lama
lebih bersifat rule base, sedangkan yang baru memuat banyak hal yang bersifat principle base.
Sifat principle base ini selalu menjadi ciri dari pernyataan (pronouncements) standar yang
diterbitkan IFAC. Sifat yang sama juga dijumpai pada teks IFRS maupun ISA.

Kode Etik tersebut menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang harus diterapkan
oleh setiap individu dalam kantor akuntan public (KAP atau Jaringan KAP), baik yang merupakan
anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI, yang memberikan jasa professional yang meliputi
jasa ansuran dan jasa selain ansuran seperti yang tercantum dalam standar profesi dank ode etik
profesi. Dalam Kode Etik ini individu tersebut disebut “Praktisi”. Anggota IAPI yang tidak berada
dalam KAP atau Jaringan KAP dan tidak memberikan jasa professional seperti tersebut di atas
tetap harus mematuhi dan menerapkan Bagian A dari Kode Etik tersebut. Suatu KAP atau Jaringan
KAP tidak boleh mnetapkan kode etik profesi dengan ketentuan yang lebih ringan daripada
ketentuan yang diatur dalam Kode Etik ini.
Setiap Praktisi wajib mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika
profesi yang diatur dalam Kode Etik, kecuali bila prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur
oleh perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku ternyata berbeda
dari Kode Etik. Dalam kondisi tersebut, seluruh prinsip dasar dan hukum, atau peraturan lainnya
yang berlaku tersebut wajib dipatuhi, selain tetap mematuhi prisip dasar dan aturan etika profesi
lainnya yang diatur dalam Kode Etik.