Anda di halaman 1dari 20

PRE PLANNING DAN SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

“HIPERTENSI DAN REMATIK”

OLEH:
KELOMPOK 1

SAMRANAH, S.Kep 70900117012


MAGFIRAH MAHARANI, S.Kep 70900117008
IIS MEYLANI NURJANAH , S.Kep 70900117002
WAHYUDI, S.Kep 70900117020
ABDUL HARIS HAERY, S.Kep 70900117024
MUH. WAHID SANGRAH, S.Kep 70900117018

PROGRAM PROFESI NERS ANGKATAN XIII


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN ALAUDDIN MAKASSAR
2018
PRE PLANNING PENYULUHAN KESEHATAN
HIPERTENSI DAN REMATIK

A. Latar Belakang
Berbicara tentang kesehatan manusia tentunya tidak dapat dilepaskan
dengan penyakit yang mungkin diderita. Dikutip dari laporan World Health
Organization (WHO), penyakit degeneratif telah menambah peliknya kondisi
kesehatan sebagian Negara di dunia, yang selama ini didera permasalahan
banyaknya kasus penyakit menular dan infeksi yang tergolong non generatif.
Banyak Negara mengalami kerugian hingga milliaran dolar akibat penyakit
degeneratif. Hingga akhir tahun 2005 saja penyakit degeneratif telah
menyebabkan kematian hampir 17 juta orang di seluruh dunia. Jumlah ini
menempatkan penyakit degeneratif menjadi penyakit pembunuh manusia
terbesar. (Suiraoka, 2012).
Hipertensi dan rematik juga merupakan contoh diantara penyakit proses
degeneratif yang menjadi masalah masyarakat dunia terutama di daerah maju
dimana masyarakat mempunyai umur harapan panjang, begitu pula di Negara
berkembang seperti Indonesia. (Abidin & Nawi, 2011). Hipertensi dapat
didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya di
atas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya di atas 90 mmHg (Brunner &
Suddarth, 2001).
Hipertensi atau darah tinggi merupakan penyakit kelainan jantung dan
pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Tidak ada
tanda-tanda yang dapat dirasakan pasien. Darah tinggi seakan menjadi
ancaman karena dengan tiba-tiba seseorang dapat divonis menderita darah
tinggi. Dan penyakit hipertensi lah yang menduduki peringkat pertama
penyebab stoke dan jantung. (Dewi & Familia, 2010). Hipertensi merupakan
masalah kesehatan yang cukup domonian di Negara-negara maju. Di
Indonesia, ancaman hipertensi tidak boleh diabaikan. Hal ini dapat di
buktikan dengan kian hari penderita hipertensi di Indonesia semakin
meningkat. Namun sayangnya dari jumlah total penderita hipertensi tersebut,
baru sekitar 50 % yang terdeteksi. Dan diantara penderita tersebut hanya
setengahnya yang berobat secara teratur. (Suiraoka, 2012).
Selain Hipertensi, rematik boleh jadi tidak terlampau menakutkan., namun
jumlah penduduk lansia yang tinggi kemungkinan besar membuat rematik
jadi keluhan favorit. Penyakit otot dan persendian ini memang sering
menyerang lansia, melebihi hipertensi dan jantung, gangguan pendengaran
dan penglihatan, serta diabetes. Meski tidak memberikan dampak spontan,
rematik pada lansia akan memberikan dampak penting terhadap fungsi tubuh
sehari-hari. Di antaranya masalah ketergantungan kepada orang lain dan
kualitas hidup penderitanya.
Jenis penyakit rematik ini kronis, ditandai nyeri dan pembengkakan sendi
yang simetris. Umumnya mengenai sendi-sendi kecil seperti persendian
tangan dan kaki, tetapi juga dapat menyerang otot, paru-paru, kulit, pembuluh
darah, saraf, dan mata. Gejala khas Rematik adalah rasa kaku dan lemah di
pagi hari yang berlangsung lebih dari satu jam. Proses penyakit ini dimulai
akibat reaksi imun karena kelainan sistem pertahanan tubuh. Jika sudah
sampai tahap ini, konsultasi ke dokter ahli adalah jalan terbaik dan hindari
melakukan pengobatan sendiri karena bisa berakibat fatal.
Kesehatan terkadang menjadi hal yang penting dan utama dalam hidup.
Namun seringkali dalam kondisi sehat dan tidak ada keluhan, banyak orang
yang justru tidak peduli dengan kesehatan mereka. Bentuk ketidak
peduliannya adalah dilakukannya perilaku-perilaku yang beresiko
menimbulkan penyakit seperti konsumsi yang tidak seimbang dan cenderung
kurang atau berlebihan, kebiasaan merokok, membiarkan kondisi lingkungan
yang kumuh dan menjadi sumber penularan penyakit, tidak melakukan
aktifitas fisik, bekerja tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) yang
sesuai dengan kebutuhan dan lain-lain. (Suiraoka, 2012 : 1 - 2). Disebutkan
hampir 17 juta orang meninggal lebih awal tiap tahunnya sebagai akibat
epidemic global penyakit degeneratif. Peningkatan penyakit tidak menular
(PTM) disebabkan salah satunya karena gaya hidup yang tidak sehat. Perilaku
yang tidak sehat tersebut yaitu perilaku merokok, pola makan yang tidak
seimbang, rendahnya asupan buah dan sayur, kebiasaan meminum alkohol
dan rendahnya aktivitas fisik. Semua perilaku itu sebenarnya bisa dirubah
guna mencegah terjadinya sebagian besar penyakit tidak menular. (Indrawati,
dkk, 2009).
Berdasarkan hasil pendataan, jumlah anggota keluarga dengan keluhan
penyakit 1 tahun terakhir di lingkungan Dusun Buka dengan frekuensi 55
(27%).
B. Tujuan Umum :
Setelah proses penyuluhan diharapkan masyarakat dapat mengetahui tentang
penyakit hipertensi dan rematik
C. Tujuan Khusus :
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu dan keluarga dapat :
1. Menyebutkan pengertian dari penyakit hipertensi dan rematik
2. Menyebutkan penyebab dari penyakit hipertensi dan rematik
3. Menyebutkan tanda dan gejala penyakit hipertensi dan rematik
4. Menyebutkan cara penatalaksanaan terjadinya hipertensi dan rematik
5. Menyebutkan cara pencegahan terjadinya hipertensi dan rematik
6. Mengetahui obat tradisional untuk penyakit hipertensi
7. Mengetahui cara perawatan penyakit rematik
D. Pelaksanaan Kegiatan
Cabang Ilmu : Keperawatan Komunitas
Topik : Penyuluhan penyakit hipertensi dan penyakit
rematik
Hari/ tanggal : Jumat/ 25 Mei 2018
Waktu : 10.00 sampai selesai
Tempat : Rumah Warga Dusun Bone
Sasaran : Masyarakat dan lansia di Dusun Buka Desa Bone
Kec. Bajeng Kab. Gowa
Metode : Ceramah dan Tanya jawab.
Media : Leaflet, Power Point presentation
Materi : Terlampir
Setting

Keterangan :
1
1 : Penyaji
2 3
2 : Sekretaris
3 : Moderator
4 4 4 : Fasilitator
5
5 : Peserta
6 : Observer
6

Susunan Acara
Waktu Acara

10.00 – 10.05 Pembukaan


10.05 – 10.30 Penyajian materi
10.30 – 10.50 Diskusi dan Tanya jawab
10.50 – 11.00 Penutup

E. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Acara berlangsung sesuai dengan waktu yang ditentukan selama 30
menit.
b. Mahasiswa dapat menyiapkan alat dan media sesuai dengan yang
diperlukan.
2. Evaluasi Proses
a. 70 % dari peserta yang hadir dapat berperan serta secara aktif.
b. Selama acara berlangsung sesuai dengan tujuan yang ditetapkan
c. Peserta dapat mengikuti sesuai dengan susunan acara.
3. Evaluasi Hasil
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan peserta dapat :
a. Menyebutkan pengertian hipertensi dan rematik
b. Menyebutkan 3 penyebab terjadinya hipertensi dan rematik
c. Menyebutkan 3 tanda dan gejala dari hipertensi dan rematik
d. Menyebutkan 3 akibat dari penyakit hipertensi dan rematik
e. Menyebutkan 3 cara mencegah hipertensi dan rematik
f. Menyebutkan 3 cara perawatan diri penyakit hipertensi dan rematik
F. Pengorganisasian
1. Preseptor Institusi : Hasnah, S.SiT., M.Kes
2. Moderator : Abdul Haris Haery, S.Kep
3. Pemateri : Muh.Wahid Sangrah, S.Kep
Wahyudi, S.Kep
4. Observer : Magfirah Maharani, S. Kep
5. Fasilitator : Samranah, S. Kep
Iis Meylani Nurjanna, S. Kep
G. Uraian Tugas
1. Penanggung jawab
Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan.
2. Moderator
a. Membuka acara.
b. Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing.
c. Menjelaskan tujuan dan topik.
d. Menjelaskan kontrak waktu.
e. Menyerahkan jalannya penyuluhan kepada pemateri.
f. Mengarahkan alur diskusi.
g. Memimpin jalannya diskusi.
h. Menutup acara.
3. Pemateri
Mempersiapkan materi untuk penyuluhan.
4. Observer
Mengamati proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir.
5. Fasilitator
a. Memotifasi peserta untuk berperan aktif dalam jalannya penyuluhan.
b. Membantu dalam menanggapi pertanyaan dari peserta
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
HIPERTENSI DAN REMATIK

Pokok Bahasan : Hipertensi dan Rematik


Penyuluh : Mahasiswa Profesi Ners Angkatan XIII UIN Alauddin
Makasssar
Hari/Tanggal : Jumat, 25 Mei 2018
Waktu : 60 Menit
Tempat : Rumah Warga
Sasaran :Masyarakat Dusun Buka Desa Bone Kec.Bajeng
Kab.Gowa
Materi : Terlampir

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada Warga Dusun Buka
Desa Bone Kec. Bajeng Kab.Gowa, diharapkan masyarakat lebih mengerti
tentang penyakit Hipertensi dan rematik.
B. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan ini, Warga Dusun Buka Desa
Bone Kec. Bajeng Kab.Gowa diharapkan mampu untuk:
1. Mengetahui pengertian hipertensi dan rematik
2. Menyebutkan penyebab hipertensi dan rematik
3. Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi dan rematik
4. Menyebutkan cara mencegah hipertensi dan rematik
5. Menyebutkan jenis obat tradisional untuk hipertensi
6. Menyebutkan cara perawatan dari penyakit rematik
C. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
D. Media
1. Leaflet
E. Setting Tempat

1
2 3 Keterangan :
1 : Penyaji
2 : Sekretaris
4 4
5 3 : Moderator
4 : Fasilitator

6 5 : Peserta
6 : Observer

F. Materi
1. Pengertian hipertensi dan rematik
2. Penyebab hipertensi dan rematik
3. Tanda dan gejala hipertensi dan rematik
4. Cara pencegahan hipertensi dan rematik
5. Jenis obat tradisional untuk hipertensi
6. Perawatan dari penyakit rematik

G. Pelaksanaan
No. Tahap Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
1 Pembukaan 5 menit 1. Memberi salam dan 1. Menjawab
terima kasih atas salam
kedatangan para peserta 2. Mendengarkan
2. Memperkenalkan diri dengan seksama
3. Menjelaskantujuan
4. Kontrakwaktu
2. Penyajian 35 menit 1. Menjelaskan pengertian Mendengarkan dan
hipertensi dan rematik memperhatikan
2. Menyebutkan penyebab
hipertensi dan rematik
3. Menyebutkan tanda dan
gejala hipertensi dan
rematik
4. Menyebutkan cara
mencegah hipertensi dan
rematik
5. Menyebutkan jenis obat
tradisional untuk
hipertensi
6. Menyebutkan cara
pengobatan rematik secara
tradisional
3 Penutup 20 menit 1. Memberikan kesempatan 1. Mengajukan
pada peserta untuk pertanyaan
bertanya jika terdapat 2. Menyimak
hal-hal yang belum jelas jawaban dari
2. Menjawab pertanyaan pemateri
para peserta 3. Menjawab
3. Menyimpulkan hasil salam
penyuluhan
4. Memberi salam

H. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Rencana kegiatan penyuluhan sudah direncanakan beberapa hari
sebelumnya melalui penyampaian informasi melalui undangan kepada
tokoh masyarkat dan lansia
b. Acara berlangsung sesuai dengan waktu yang direncanakan ± 35 menit
c. Mahasiswa menyiapkan materi dan media sesuai dengan yang
diperlukan dalam penyuluhan, yakni leaflet dan power point
presentation
2. Evaluasi proses
a. 85% dari peserta yang hadir dapat berperan secara aktif dengan
mengikuti penyuluhan dan berdiskusi tentang materi yang telah
disampaikan
b. Selama acara berlangsung tidak ada penyimpangan dari tujuan yang
telah ditetapkan
c. Selama acara berlangsung peserta tidak meninggalkan tempat
penyuluhan dengan mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga
akhir kegiatan
3. Evaluasi hasil
Setelah mengikuti penyuluhan ini diharapkan peserta dapat :
a. Menyebutkan pengertian hipertensi dan rematik
b. Menyebutkan 3 dari 6 penyebab terjadinya hipertensi dan rematik
c. Menyebutkan 3 dari 9 tanda dan gejala dari hipertensi dan rematik
d. Menyebutkan 3 dari 5 penatalaksanaan hipertensi dan rematik
e. Menyebutkan 5 dari 10 cara pencegahan hipertensi dan rematik
f. Mengetahui 2 dari 4 jenis obat tradisional untuk penderita hipertensi
g. Mengetahui perawatan penyakit rematik
ISI MATERI

a. Pengertian Hipertensi
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana
tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg. Pada
populasi lansia, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan sistolik 160 mmHg
dan tekanan diastolik 90 mmHg (Smeltzer, 2001).
Menurut WHO tekanan darah sama dengan atau diatas 160/95 mmHg
dinyatakan sebagai hipertensi.
Hipertensi dimana tekanan sistolik sama atau lebih besar dari 140
mmHg dan/atau tekanan diastolik sama atau lebih besar dari 90 mmHg.
(Darmojo, 1999).
b. Penyebab
1. Stress
2. Merokok
3. Obesitas (Kegemukan)
4. Minum alkohol
5. Faktor keturunan
6. Faktor Lingkungan: Bising, gaduh
c. Tanda dan Gejala
1. Sakit kepala
2. Kepala terasa pusing
3. Kelelahan
4. Sesak napas
5. Rasa berkunang-kunang
6. Rasa pegal di bahu
7. Rasa berat di tengkuk leher
8. Gangguan penglihatan
9. Kesemutan pada kaki dan tangan
d. Penatalaksanaan Hipertensi
1. Kontrol tekanan darah
Dilakukan setiap satu minggu sekali ke pusat pelayanan terdekat
2. Berobat secara berkala atau teratur
Apabila sudah didiagnosa Hipertensi, pengobatan secara berkala
gunamenghindari komplikasi
3. Diet
Diet pada pasien hipertensi
Diet yang diberikan : rendah garam (RG)
Tujuan diet : membantu menghilangkan retensi garam/air dalam tubuh,
menurunkan tekanan darah.
Syarat diet : cukup energi, protein, mineral dan vitamin, bentuk
makanan sesuai keadaan penyakit, jumlah Natrium disesuaikan dengan
hipertensi.
e. Makanan yang dianjurkan
1. Sumber karbohidrat : beras, kentang, singkong, terigu, gula, dll
2. Sumber Protein hewani : daging ayam (tidak bagian kulit karena banyak
mengandung lemak), ikan, putih telur (karena kuning telur dapat
meningkatkan kadar kolesterol dalam darah) maksimal 1 butir/hari.
3. Sumber protein nabati : Kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti
tahu, tempe, oncom dan sebagainya.
4. Sayuran : Sayuran hijau seperti sawi hijau, kacang panjang
5. Buah :Semua macam buah
6. Susu dan produk susu yang sudah diolah seperti keju, yoghurt, mentega,
margarine. Tapi hati-hati pada lansia yang tidak toleransi tehadap produk
susu.
7. Bumbu : kunyit, bawang, jahe, dll.
Makanan yang perlu dihindari :
1. Kopi, teh kental, minuman yang mengandung soda dan alcohol
2. Makanan yang diawetkan: Chicken Nugets, mie, minuman kaleng, dll
3. Daging-daging warna merah segar seperti hati ayam, sosis sapi, daging
kambing.
Adapun cara memasak bahan makanan yang baik :
1. Cara-cara memasak yang baik adalah dengan cara merebus, mengukus,
mengungkep, menumis, memanggang atau membakar
2. Hindarkan makanan yang diolah dengan cara menggoreng.
3. Olahraga teratur
Olah raga disesuaikan dengan kemampuan beraktifitas dan fisik.Contoh:
lari untuk dewasa, jalan santai dan senam pada lansia, dan dilakukan
setiap hari, kurang lebih 15 – 20 menit.
4. Hindari stres
Melaksanakan pola hidup secara sehat, apa adanya dan teratur.akan
menghindari gangguan fisik dan psikologis
f. Cara Mencegah Hipertensi
Pencegahan penyakit hipertensi ada 2, yaitu:
1. Pencegahan primer.
a. Mengatur diet agar berat badan tetap ideal, juga untuk menjaga agar
tidak terjadi komplikasi seperti penyakit DM, Stroke dsb.
b. Tidak merokok.
c. Mengubah kebiasaan makan sehari-hari dan mengkonsumsi rendah
garam.
d. Melakukan olahraga setiap hari
2. Pencegahan sekunder
a. Menurunkan berat badan pada penderita gemuk.
b. Diet rendah garam dan diet lunak.
c. Mengubah kebiasaan hidup.
d. Olahraga secara teratur.
e. Kontrol tekanan darah secara teratur.
f. Obat-obatan anti hipertensi.
g. Jenis-jenis Obat Tradisional untuk Penderita Hipertensi
1. Bawang Putih
Bawang putih termasuk dalam Familli Lilyacea. Tanaman ini
berbentuk rumput dan mempunyai suing tunas yang timbul pada pangkal
batang bentuknya lebih menyerupai umbi-umbi kecil yang telah berubah
bentuk dan fungsinya. Umbi-umbi kecil tersebut disebut
suing.Kandungan Kimia dan Kegunaannya Senyawa yang ada pada
bawang putih adalah alisin. Ketika bawang putih
dimemarkan/dihaluskan, zat aliin yang sebenarnya tidak berbau akan
terurai. Dengan dorongan enzim alinase, aliin terpecah menjadi alisin,
amonia, dan asam piruvat.Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan
zat belerang.Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang
(sulfur) dalam alisin diterbangkan ammonia ke udara, sebab ammonia
mudah menguap.
Senyawa alisin berkhasiat menghancurkan pembentukan
pembekuan darah dalam arteri, mengurangi gejala diabetes dan
mengurangi tekanan darah. Selain alisin, bawang putih juga memiliki
senyawa lain yang berkhasiat obat, yaitu alil. Senyawa alil paling banyak
terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang berkhasiat memerangi
penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-sel
baru. Manfaat bawang putih untuk terapi antara lain :
a. Obat batuk
1 siung bawang putih + buah belimbing manis diblender dengan air
secukupnya, lalu tambahkan 2 sendok makan madu, aduk rata lalu
minum.
b. Sakit gigi
Umbi bawang putih secukupnya dihancurkan terlebih dahulu lalu
sisipkan kedalam gigi yang sakit kemudian angkat setelah 15
menit.Bila terasa panas membakar jangan diulangi ramuan ini.

c. Mengurangi gejala pilek dan flu


2 batang daun bawang putih + 10 gram jahe + 2 buah mengkudu/
pace yang matang dicuci bersih lalu dipotong-potong.Semua bahan
diblender dengan air secukupnya, lalu direbus hingga mendidih
kemudian airnya diminum selagi hangat.
d. Disentri
10 gram bawang putih dikupas kulitnya tumbuk halus rendam
selama 6 jam dalam air hangat yang matang dan tambahkan gula
secukupnya. Bagi menjadi 3 bagin kemudian minum 3x sehari. .
e. menurunkan takanan darah tinggi
1 siung bawang putih + 1 buah pisang + `5 gram jamur hioko yang
telah direndam samaoilebut, lalu dikukus hingga matang.Semua
bahan diblender dengan air secukupnya, tambahkan 2 sendok
makan madu aduk rata kemudian diminum.
f. meningkatkan system kekebalan tubuh
g. antimikroba(antibakteri, anti jamur, anthelmintic)
h. pengobatan cacing kremi
3 butir bawang putih dikunyah sampai, kemuadian minum air
hangat. Dilakukan 1-2x sehari
Bawang putih memang memiliki banyak khasiat, namun bila di
konsumsi berlebihan akan menimbulkan efek samping seperti bau badan
yang menyengat, kembung, mual dan diare. Karena bersifat
antikoagulan, pengonsumsian bawang putihbersamaan dengan
pengonsumsian wafarin, antritrombin, antihipertensi, obat hipoglikemik
ataupun pada ibu pasca melahirkan, perdarahan dan menstruasim
disarankan untuk menghentikan, karenan dapat menyebabkan
perdarahan.
2. Jahe
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat
populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat.Rimpangnya berbentuk
jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah.Rasa dominan pedas
disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Manfaat jahe, berdasar sejumlah penelitian, antara lain:
merangsang pelepasan hormon adrenalin, memperlebar pembuluh darah,
sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Tubuh pun menjadi lebih
hangat, kerja jantun memompa darah lebih ringan.Akibatnya, tekanan
darah menjadi turun.Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang
penting.Jahe mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek
merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.Jahe
merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri
rematik, sakit kepala, dan migren.Caranya, minum wedang jahe 3 kali
sehari. Bisa juga minum wedang ronde, mengulum permen jahe, atau
menambahkan jahe saat Anda membuat soto, semur, atau rendang.
3. Belimbing (Averrhoa carambola)
Belimbing merupakan sumber utama antioksidan polifenol primer
dan sekunder yang berfungsi mencegah kerusakan akibat radikal bebas
serta memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.A mengandung vitamin
C yang merupakan substansi yang dibutuhkan tubuh dalam meregnerasi
sel serta imunitas.
Manfaat belimbing
a. Sebagi obat antihipertensi: 2 buah belimbing manis yang masih
muda, di parut kemudian peras dan saring. Minum air saringan
sampai habis. Lakukan 1x sehari.
b. Membantu dalam penyebuhan sariawan; cuci bersih kemudian
konsumsi buah blimbing manis yang sudah matang
c. Obat cacingan
d. Obat dermatitis
Pengonsumsian belimbing diharapkan sesuai dengan kebutuhan,
tidak berlebihan karena belimbing memiliki sifat isoform cytochrome
P450, dimana enzim ini dibutuhkan dalam fase metabolism obat tertentu
sepeerti satin dan benzodiazepines. Jika dikonsumsi bersamaan maka
akan menyebabkan keracunan.
4. Seledri (Apium graveolens L.)
Seledri mengandung androstenon , glikosida apiin (glikosida
flavon), isoquersetin, umbeliferon, asparagin, glutamine, provitamin A, B
dan C, minyat atsiri, senyawa kumarin. Manfaat seledri antara lain:
a. Penambah nafsu makan
b. Peluruh urine
c. Analgetik pada rematik
d. Penurun tekannan darah.
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Rematik
Rematik adalah suatu penyakit yang menyerang sendi maupun jaringan
di sekitar sendi yang menyebabkan rasa nyeri dan kaku di daerah tersebut.
(Doenges E Marilynn, 2000)

B. Penyebab Rematik
Penyebabnya belum diketahui secara pasti tapi dicurigai karena adanya
infeksi, tumor atau benjolan pada tulang. Penyakit ini biasanya banyak terjadi
akibat :
1. Usia lebih dari 40 tahun
2. Faktor genetik
3. Kegemukan
4. Penyakit metabolic
5. Cidera sendi (Kalim, Handono, 1996)
C. Tanda dan Gejala Rematik
1. Rasa keram-keram, kesemutan pada sendi Sakit pada tulang
2. Lutut gemetar dan terkadang sampai membengkak Berat badan menurun
3. Bengkak, merah dan terasa hangat pada sendi
4. Sakit pada sendi-sendi
5. Sendi-sendi terasa kaku dan sulit digerakkan (Doenges E Marilynn,
2000)
D. Akibat yang ditimbulkan dari Rematik
1. Perubahan bentuk tulang
2. Kelumpuhan/ cacat permanen sehingga tidak dapat melakukan
kegiatan sehari-hari. (Mansjoer, Arif, 2000.)
E. Upaya mencegah Rematik
1. Rajin berolahraga dengan teratur
2. Makan makanan bergizi,
a) Kurangi makanan yang banyak mengandung purin, seperti kerang,
hati sapi, kacang kedelai.
b) Banyak makan yang mengandung Ca, seperti susu, ikan mairo.
3. Hindari melakukan pekerjaan yang berat-berat, misanya :
a) Mengangkat barang berat
b) Mencangkul
4. Mandi air hangat (Mansjoer, Arif, 2000.)

F. Cara Perawatan Rematik


a) Kompres dengan air hangat bagian yang teras nyeri atau digosok denga
nminyak.
b) Menghindari makanan yang berwarna hijau seperti; daun singkong, daun
bayam, daun katun, tangkil dan kacang-kacangan
c) Pemberian obat anti reumatik
d) Bila nyeri timbul istirahat total (Mansjoer, Arif, 2000.,)

G. Cara Perawatan penyakit rematik dengan Kompres hangat


a. Persiapan alat
1) Baskom kecil
2) Waslap atau handuk kecil
3) air hangat atau minyak gosok
4) perlak atau alas
b. Langkah-langkah :
1) Pasang alas atau perlak
2) Celupkan waslap kedalam air hangat lalu diperas
3) Letakkan waslap pada bagian yang nyeri, biarkan selama beberapa
menit atau digosok dengan minyak (Kalim, Handono, 1996.)
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, U.W, dan Rasdi Nawi, Arsin, A.A. 2011."Faktor Risiko yang
Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di RSUD Polewali Kabupaten
Polewali Mandar Tahun 2011".http://118.97.33.150 /jurnal/files/
09179210095eb1ed1e1ea316c2cfab06.pdf. Diakses tanggal 26 September
2016

Brunner dan Suddarth.2002.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Vol.2.


Jakarta: EGC 2002.

Dewi dan Familia.2010. Hidup Bahagia Dengan Hipertensi. Jakarta:Pustaka


Nasional

Doenges E Marilynn, 2000., Rencana Asuhan Keperawatan, EGC, Jakarta

Indrawati. Lely, Werdbasari. Asri, Yudi. Antonius. 2009. Hubungan Pola


Kebiasaan Konsumsi Makanan Masyarakat Miskin dengan Kejadian
Hipertensi di Indonesia. http : // ejourna l.litbang . depkes . go .
id/index. php /MPK/article/download/771/1713. Diakses tanggal 22 Mer
2018

Jafar, Nurhaedar. 2010. “Hipertensi”. http:// repository .unhas .ac.id /handle/


123456789 /2686. Diakses tanggal 22 Mei 2018

Kalim, Handono, 1996., Ilmu Penyakit Dalam, Balai Penerbit FKUI, Jakarta.

Mansjoer, Arif, 2000., Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculaapius FKUI,


Jakarta.

Prince, Sylvia Anderson, 1999., Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses


Penyakit., Ed. 4, EGC, Jakarta
.
SuiraokaI.P. 2012.Penyakit Degeneratif. Yogyakarta: Numedmedika.