Anda di halaman 1dari 8

Tugas Pengujian Material & Metalografi

“Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy”

Disusun Oleh:

Adetha Regica Carla L 3334160049

Dea Nabila 3334160020

Gerry Izzuddin R 3334160022

Jody Nur K 3334160079

Khoerozadi Faizal I 3334160063

Salma Diasty A 3334160082

Teknik Metalurgi

Fakultas Teknik

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Cilegon, Banten

2018
Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy

a. Pengertian Spectroscopy
Studi tentang penyerapan dan emisi cahaya dan radiasi lainnya oleh materi, yang
terkait dengan ketergantungan proses ini pada panjang gelombang radiasi. Baru-
baru ini, definisi telah diperluas untuk memasukkan studi tentang interaksi antara
partikel seperti elektron, proton, dan ion, serta interaksi mereka dengan partikel
lain sebagai fungsi energi tabrakan mereka. Analisis spektroskopi sangat penting
dalam pengembangan teori paling mendasar dalam fisika, termasuk mekanika
kuantum, teori relativitas khusus dan umum, dan elektrodinamika kuantum.
Spektroskopi, seperti yang diterapkan pada tabrakan berenergi tinggi, telah
menjadi alat kunci dalam mengembangkan pemahaman ilmiah tidak hanya dari
kekuatan elektromagnetik tetapi juga kekuatan nuklir yang kuat dan lemah.

b. Macam-macam Spectroscopy

 Spektrofotometer UV-Vis

Spektrofotometer merupakan alat atau instrument yang dilengkapi dengan sumber cahaya
(gelombang elektromagnetik), baik cahaya UV (ultra violet) ataupun cahaya tampak
(visible). Masing-masing cahaya pada spektrofotometer berguna untuk menangkap objek
dengan panjang gelombang yang berbeda.

Gabungan antara prinsip spektrofotometri UV dan Visible menghasilkan jenis


spektrofotometer UV-Vis. Alat ini menggunakan dua buah sumber cahaya yang berbeda,
yaitu sumber cahaya UV dan sumber cahaya Visible. Larutan yang dianalisis diukur
serapan sinar ultra violet atau sinar tampaknya. Konsentrasi larutan yang dianalisis akan
sebanding dengan jumlah sinar yang diserap oleh zat yang terdapat dalam larutan
tersebut.
Jenis Spektrofotometer UV-VIS adalah salah satu alat analisis yang sering digunakan dan
paling banyak tersedia. LabSatu juga menjual Spektrofotometer UV-VIS dengan harga
yang kompetitif. Kelebihan metode ini adalah dapat digunakan untuk sampel berwarna
maupun untuk sampel tak berwarna.

 Spektrofotometer Infra Merah

Tahun 1800, Sir William Herschel pertama kali memperkenalkan konsep radiasi infra
merah melalui percobaan dispersi radiasi matahari dengan suatu prisma. Spektrofotometri
Infra Red (Infra Merah) merupakan suatu metode dalam mengamati interaksi molekul
dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada panjang gelombang 0,75 – 1.000 µm
atau pada bilangan gelombang (Nu bar) 13.000-10 cm-1.

Aplikasi spektrofotometri infra merah sangat luas, baik untuk analisis kualitatif maupun
kuantitatif. Fungsi utama spekstrofotometer infra merah adalah untuk identifikasi
senyawa organik karena spektrumnya sangat kompleks, terdiri dari banyak puncak-
puncak.

Selain itu, spektrum infra merah dari senyawa organik mempunyai sifat fisik yang
karakteristik. Hal tesebut berarti bahwa sangat kecil kemungkinan dua senyawa
mempunyai spektrum yang sama. Ketika molekul terkena radiasi elektromagnetik, maka
daerah infra merah akan bervibrasi atau berputar dengan vibrasi yang berbeda antara
molekul satu dengan lainnya.

Komponen jenis spektrofotometer infra merah (IR) terdiri dari lima bagian pokok yaitu
sumber radiasi, wadah sampel, monokromator, detektor, dan rekoder. Spektrofotometer
infra merah dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu spektrofotometer IR dengan berkas
tunggal (single-beam) dan berkas ganda (double-beam).
 Spektrofotometer Serapan Atom (SSA)

Salah satu alat yang dapat digunakan dalam metode analisis penentuan unsur-unsur logam
adalah jenis Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Jenis spektrofotometer ini pertama
kali dikembangkan dan diperkenalkan pada tahun 1955 oleh tim peneliti kimia Australia
yang dipimpin Alan Walsh di CSIRO (Commonwealth Science and Industry Research
Organization), Australia. Dia bersama dua rekannya, Alkemade dan Milatz (1955)
mempublikasikan beberapa jenis nyala yang dapat digunakan sebagai sarana untuk
atomisasi sejumlah unsur. Atas jasanya inilah, para ilmuwan tersebut dinobatkan sebagai
“Bapak Spektrofotometer Serapan Atom“.

Alat ini terbilang relatif sederhana, selektif, dan sangat sensitif. Prinsip kerja SSA adalah
penyerapan sinar dari sumbernya oleh atom-atom yang dibebaskan oleh nyala dengan
panjang gelombang tertentu. Spektrometri Serapan Atom (SSA) dalam kimia analitik
dapat diartikan sebagai suatu teknik untuk menentukan konsentrasi unsue logam tertentu
dalam suatu cuplikan. Teknik pengukuran ini dapat digunakan untuk menganalisis
konsentrasi lebih dari 62 jenis unsur logam.

 Spektrofotometer Resonansi Magnetik Inti (NMR)

Resonansi Magnetik Inti (RMI) atau Nuclear Magnetic Resonance (NMR) adalah salah
satu metode analisis untuk menentukan struktur molekul dari komponen alami dan
sintetik, kemurnian dari komponen, dan arah reaksi kimia. Jenis spektrofotometer ini
merupakan metode analisis yang paling mudah digunakan pada kimia modern.
Spektrokopi NMR khususnya digunakan pada studi molekul organik karena biasanya
membentuk atom hidrogen dengan jumlah yang sangat besar dan mengetahui inti atom
yang spesifik.

Fenomena Resonansi Magnetik Inti (RMI) atau Nucleic Magnetic Resonance (NMR)
pertama kali diperkenalkan oleh dua kelompok fisikawan asal USA yang bekerja secara
terpisah, yaitu Edward Purcell dari Harvard University dan Felix Bloch dari Standford
University.
Pada tahun 1946, Blonch dan Purcell menemukan bahwa inti atom berorientasi terhadap
medan magnet. Setiap proton di dalam molekul yang sifat kimianya berbeda akan
memberikan garis-garis resonansi orientasi magnet yang berbeda. Penggunaan jenis
spektrofotometer NMR berkembang dengan cepat. Pada tahun 1960, teknik ini sudah
menjadi metode yang penting untuk elusidasi struktur.

 Spektrofotometer Pendar Molecular (pendar fluor/fosfor)

Jenis spektofotometer pendar molekular menggunakan metode fluoresensi dan


fosforesensi yang melibatkan penyerapan radiasi dan pengemisian radiasi. Umumnya
memiliki rentang radiasi yang lebih panjang gelombangnya atau lebih rendah energinya.
Prinsip kerja dari elektroforesisi jenis ini adalah memanfaatkan energi radiasi yang tidak
teremisikan dalam bentuk radiasi kemudian diubah menjadi energi termal.

Itu dia beberapa jenis spektrofotometer yang LabSatu rangkumkan dari berbagai sumber
untuk Anda. Ingin mendapatkan info harga spektrofotometer? LabSatu jual berbagai jenis
spektrofotometer dengan harga yang kompetitif.

c. Pengertian EDS Spectroscopy


Energi-dispersif spektroskopi sinar-X (EDS atau EDX) adalah sebuah teknik
analisis yang digunakan untuk elemen analisis atau karakterisasi kimia sampel.
Ini adalah salah satu varian dari fluoresensi sinar-X spektroskopi yang
bergantung pada penyelidikan sampel melalui interaksi antara radiasi
elektromagnetik dan materi, menganalisis sinar-X yang dipancarkan oleh materi
dalam menanggapi pukulan dengan partikel bermuatan. Kemampuan
karakterisasi karena sebagian besar prinsip dasar bahwa setiap elemen memiliki
unit struktur atom yang memungkinkan sinar-X yang merupakan ciri khas dari
struktur atom suatu unsure untuk didefinisikan secara unik dari satu sama lain.
Untuk merangsang emisi sinar-X karakterisasi dari spesimen, sinar energi tinggi
partikel bermuatan seperti elektron atau proton, atau sinar – X, difokuskan ke
dalam sampel yang sedang dipelajari.

d. Bagian-bagian EDS Spectroscopy

EDXRF relatif sederhana dan murah dibandingkan dengan teknik lain. Alat ini
membutuhkan x-ray source, yang pada instrumen laboratorium adalah 50-60 kV
50-300 tabung sinar-x W. Komponen utama kedua adalah detektor, yang harus
dirancang untuk menghasilkan charge pulse yang bervariasi dari energi insiden
sinar- X

Setelah sumber dan detektor, komponen kritis berikutnya adalah filter Tabung
sinar-x, yang tersedia di banyak instrumen EDXRF. Fungsinya untuk menyerap
transmisi energi beberapa sumber sinar-x lebih dari dalam rangka mengurangi
jumlah di wilayah penting ketika menghasilkan puncak yang cocok untuk
menarik unsur-unsur penting. target sekunder adalah alternatif untuk filter.

e. Persyaratan Sampel EDS Spectroscopy


Sampel dengan diameter sampai dengan 8 in (200 mm), dapat dianalisis dalam
SEM. Sampel lebih besar, diameternya sampai kira-kira 12 in (300 mm), dapat
dimasukkan pada limited stage movement. Sampel harus tinggi paling maksimum
sekitar 2 in (50 mm) Sampel juga harus kompatibel dengan suasana vakum
ukuran sedang (tekanan dari 2 Torr atau kurang). Material yang digunakan dalam
penelitian metalurgi saalah satunya adalah baja AISI 410 berbentuk plat dengan
tebal 2 mm, panjang 20 mm dan lebar 20 mm.
f. Mekanisme Kerja EDS Spectroscopy
Detektor EDS x-ray mengukur emisi abudance relatif sinar-x versus energinya.
Untuk merangsang emisi sinar-X karakteristik dari spesimen, sebuah balok energi
tinggi partikel-partikel bermuatan seperti elektron atauproton, atau sinar X-ray,
difokuskan ke sampel yang sedang dipelajari. EDXRF bergantung pada detektor
dan detektor elektronik untuk menghasilkan puncak spektrum karena perbedaan
energi x-ray. Detektor biasanya sebuah lithium-drifted silikon, perangkat solid-
state. Ketika x-ray menumbuk detektor, sehingga menciptakan sebuah Charge
pulse yang sebanding dengan energi sinar-x.

Charge Pulse tadi dikonversi menjadi sebuah tegangan (yang tetap proporsional
dengan energi X-ray) oleh charge-sensitive preamplifier. Sinyal tersebut
kemudian dikirim ke multichannel analyzer di mana pulse disortir oleh tegangan.
Energi, seperti yang ditetapkan dari pengukuran tegangan, untuk setiap tumbukan
akan dikirim ke komputer untuk ditampilkan dan dievaluasi datanya lebih lanjut.
Energi spektrum sinar x vs jumlah lalu akan dievaluasi untuk menentukan
komposisi unsur dari volume sampel.

g. Kegunaan EDS Spectroscopy


Energy-Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDS) merupakan alat yang memiliki
kemampuan memberikan informasi secara langsung tentang topografi (teksture
permukaan sampel), morfologi (bentuk dan ukuran), komposisi (unsur penyusun
sampel), serta Informasi kristalografi (susunan atom penyusunan sampel).

h. Kekurangan dan Kelebihan EDS Spectroscopy


Kelebihan dari teknik EDS dirangkum sebagai berikut:
1. Topografi: Menganalisa permukaan dan teksture (kekerasan, reflektivitas dsb)
2. Morfologi: Menganalisa bentuk dan ukuran dari benda sampel
3. Komposisi: Menganalisa komposisi dari permukaan benda secara kuantitatif
dan kualitatif.
Sedangkan kelemahan dari teknik EDS antara lain:
1.Memerlukan kondisi vakum
2.Hanya menganalisa permukaan
3.Resolusi lebih rendah dari TEM
4. Sampel harus bahan yang konduktif, jika tidak konduktor maka perlu dilapis
logam seperti emas.