Anda di halaman 1dari 5

PEKERJAAN REHABILITASI SALURAN

Metode kerja pekerjaan rehabilitasi saluran dibedakan berdasarkan jenis saluran dan tingkat
kerusakannya. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah jenis tanah disekitar lokasi pekerjaan
termasuk jenis tanah ekspansif. Sehingga sebelum penentuan bentuk penanganannya harus
dibuat peta nilai SwP (swelling pressure) untuk selanjutnya dipergunakan dalam menentukan
ketebalan lapisan CNS (Cohesive Non-Swelling Soils) yang dalam pekerjaan ini mempergunakan
material limestone.
a. Saluran Trapesium
- Bentuk tipikal saluran adalah sebagai berikut :

- Ketebalan timbunan limestone dipadatkan didasarkan pada besar debit yang melewati
saluran dan nilai SwP sebagai berikut :
- Penanganan rehabilitasi saluran bentuk trapesium :
1. Jika nilai SwP dibawah 0.05 kg/cm2 dan kondisi kerusakan termasuk kategori rusak
ringan maka saluran dikembalikan kedalam bentuk semula.
a. Linning Eksisiting Pasangan Batu Kali
- Sebelum dilakukan pembongkaran pasangan batu kali eksisting,
Kontraktor harus melakukan pengukuran yang dihadiri oleh Direksi dan
Konsultan Pengawas
- Untuk menghindari kerusakan pada bagian disekitarnya, pembongkaran
dilaksanakan secara hati-hati dengan menggunakan alat pemotong yang
memadai
- Mengurug dan memadatkannya rongga-rongga (lubang) akibat
pembongkaran
- Material batu yang masih dipakai diletakkan pada tempat terpisah dan
dipergunakan lagi sebagai material perbaikan
b. Linning Eksisiting Beton Slab
- Sebelum dilakukan pembongkaran beton slab eksisting, Kontraktor harus
melakukan pengukuran yang dihadiri oleh Direksi dan Konsultan Pengawas
- Untuk menghindari kerusakan pada bagian disekitarnya, pembongkaran
dilaksanakan secara hati-hati dengan menggunakan alat pemotong yang
memadai
- Mengurug dan memadatkannya rongga-rongga (lubang) akibat
pembongkaran
- Memasang kembali beton slab
2. Jika nilai SwP dibawah 0.05 kg/cm2, tingkat kerusakan berat, linning saluran
dibongkar dan diganti dengan linning beton (sesuai gambar tipikal tipe 1) tanpa
lapisan CNS.
3. Jika nilai SwP diatas 0.05 kg/cm2, baik tingkat kerusakan ringan maupun berat,
linning saluran dibongkar dan dipasang linning beton baru (sesuai dengan gambar
tipikal tipe 1) dengan sebelumnya mangganti lapisan dibawahnya. Ketebalan
lapisan CNS menyesuaikan nilai SwP. Material lapisan CNS yang dipergunakan dan
banyak tersedia di sekitar lokasi adalah limestone.
b. Saluran Bentuk U (tegak)
Saluran beton dengan bentuk U memiliki batas ambang nilai SwP yang lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan saluran berbentuk trapesium. Gambar tipikal untuk saluran dengan
bentuk U adalah sebagai berikut :
Setelah galian lining dan timbunan limestone (jika diperlukan, sesuai tabel hubungan Swp dan
CNS) telah mencapai elevasi desain, maka dilanjutkan dengan pekerjaan lining beton dengan
rincian sebagai berikut :
- Pemasangan bekisting setiap segmen, panjang tiap segmen adalah 12 m.
- Lantai kerja (beton K100) dihamparkan di lokasi setebal 3 cm dibentuk sedemikian rupa
mengikuti bentuk seperti gambar detail saluran sehingga memfasilitasi kebutuhan untuk
penempatan ring balok, frame, sloof dan skoor.
- Pemasangan besi tulangan
- Pada garis tengah bagian tepi segmen yang merupakan deletasi dengan segemen
sebelahnya, dipasang dowel bar dan waterstop 15 cm.
- Pengecoran beton K175
- Concrete mixer diposisikan sedekat mungkin dengan segmen yang sedang dikerjakan
- Ketebalan lining dan dimensi balok-balok pengaku sesuai dengan gambar rencana
- Lining yang sudah dicor kemudian diratakan dengan mistar