Anda di halaman 1dari 3

KONSELING VCT

No. Dokumen :
s No. Revisi :
o
p TanggalTerbit :
Halaman :

UPTD dr. Sugitto, M.M. Kes


PuskesmasSukarahayu NIP.19681227 200212 1 004

1.1. Hubungan kerjasama yang bersifat menolong antar dua orang


1. Pengertian
(konselor dank lien)
2. Tujuan 2.1. Klien mendapat pelayanan konseling di ruangan /tempat
nyaman dan aman
2.2. Klien mendapat pelayanan konseling pre-test yang terjaga
kerahasiaan
2.3. Klien mendapat pelayanan konseling pre-test sesuai setandar
2.4. Klien dapat mengambil keputusan untuk melakukan tes HIV
dengan bantuan konselor
2.5. Klien mendapat bantuan untuk dilakukan tes HIV
3. Kebijakan 3.1. SK Kepala Puskesmas No. / Konseling VCT
3.2. Konseling VCT
4. Referensi 4.1. Buku Klinik IMS & VCT 2007
5. Prosedur 5.1 Alat dan Bahan
5.1.1. Ruangan Sesuai standar (lihat standar ruangan
konseling)
5.1.2. 1 meja dan 2 kursi yang diatur menurut uruf L
5.1.3. Almari file yang dapat dikunci
5.1.4. Lampu /penerangan cukup
5.1.5. Sirkulasi udara yang baik dan sejuk
5.1.6. Alat peraga yang minimal terdiri dari :
5.1.1.1. Leaflet kesehatan tentang IMS dan HIV-AIDS
5.1.1.2. Dildo
5.1.1.3. Kondom
5.1.1.4. Poster
5.1.1.5. Stiker
5.1.1.6. Alat peraga jarum suntik
5.1.1. Ruangan Sesuai standar (lihat standar ruangan
5.1.2. Form Informed consent
5.1.3. Formulir permintaan dan hasil testing
5.1.4. Formulir rujukan ke manajer kasus
5.1.5. Bukti pembayaran
5.1.6. Dokumen klien
5.1.7. Ceklis konseling pre-test
5.1.8. Alat tulis
5.1.9. Tissue
5.1.10. Kalender
5.1.11. Tempat sampah
5.1.12. Konselor memeriksa untuk konseling

5.2 Prosedur
5.2.1. Konselor memanggil klien (dengan menyebutkan
nomer registrasi) dan mempersilahkan masuk
ruangan
5.2.2. Konselor memanggil klien (dengan menyebutkan
nomer registrasi) dan mempersilahkan masuk
ruangan
5.2.3. Konselor mempersilahkan klien duduk dengan
nyaman di kursi yang telah tersedia
5.2.4. Konselor memberi salam dan memperkenalkan diri
5.2.5. Konselor memeriksa ulang nomer kode klien dalam
formulir dokumen klien
5.2.6. Konselor menanyakan latar belakang kunjungan dan
alas an kunjungan
5.2.7. Konselor memberikan informasi tentang HIV-
AIDSsesuai dengan ceklis
5.2.8. Konselor membantu klien untuk menilai resiko pada
klien
5.2.9. Konselor membantu klien untuk membuat keputusan
untuk dilakukan tes HIV, antara lain dengan
menjelaskan keuntungan dan keterbatasan
melakukan tes HIV.
5.2.10. Konselor mendiskusikan prosedur tes HIV-AIDS,
waktu untuk mendapatkan hasil dan arti dari hasil tes.
5.2.11. Konselor mendiskusikan kemungkinan tindak lanjut
setelah ada hasil test
5.2.12. Konselor menjelaskan implikasi terinfeksi atau tidak
terinfeksi HIV dan memfasilitasi diskusi tentang cara
menyesuaikan diri dengan status HIV.
5.2.13. Konselor VCT menjajaki kemampuan klien dalam
mengatasi masalah.
5.2.14. Konselor VCT melakukan system dukungan.
5.2.15. Konselor VCT memberi waktu untuk berikir.
5.2.16. Bila klien menyetujui untuk ditest, konselor
memberikan form informedconsent kepada klien dan
meminta tanda tangannya setelah klien membaca isi
form HIV-AIDS.
5.2.17. Konselor menjelaskan bahwa sesudah mendapat hasil
test, klien akan mendapat dukungan dari manajer
kasus.
5.2.18. Konselor mengisi dokumen klien dengan lengkap.
5.2.19. Konselor meminta klien untuk menunggu hasil dan
menjelaskan bahwa selama menunggu ada petugas
manajemen kasus yang akan mendampingi (waktu
testing antara 30-60 menit)
5.2.20. Konselor mengantar klien ke tempat pengembilan
darah dan menyerahkan form labolatorium kepada
petugas labolatorium.
5.2.21. Sesudah dilakukan pengambilan darah klien
menunggu hasil, konselor memperkenalkan klien
pada manajer kasus.
5.2.22. Bila klien tidak menyetujui untuk di test, konselor
menawarkan pada klien untuk dating kembali
sewaktu-waktu bila masih memerlukan dukungan dan
/atau untuk dilakukan tes.
5.2.23. Konselor mengucapkan salam.
6. Unit Terkait 6.1. Ruang IMS
6.2. Laboratorium
7. Tgl.mulaidiberlak
No Yang dirubah Isi Perubahan
Rekamanhistorisperubah ukan
an