Anda di halaman 1dari 3

Cara Pengambilan Sputum

Cara Pengambilan dan Persiapan

 Sebaiknya dilakukan pada pagi hari dimana kemungkinan untuk mendapatkan sputum yang
dalam lebih besar, atau bisa juga diambil sewaktu-waktu yang disebut sputum sewaktu.

 Pengambilan sputum dilakukan sebelum menyikat gigi

 Agar sputum mudah dikeluarkan, pasien dianjurkan untuk mengonsumsi banyak air pada
malam sebelum pengambilan sputum

 Jelaskan kepada pasien apa yang dimaksud sputum, agar pasien benar-benar mengeluarkan
sputum, bukan saliva/ air liur

 Pasien diminta berkumur-kumur dengan air dan harus melepas gigi palsu (bila ada)

 Sputum diambil dari batukan pertama (first cough)

 Cara membatukkan:

o Tarik napas yang dalam dengan pernapasan yang dalam

o Batukkan secara kuat dari bronkus ke trakhea, mulut, lalu ke wadah penampung

o Wadah penampung berupa pot steril bermulut besar dan berpenutup (Screw Cap
Medium)

 Bila sputum susah keluar, lakukan perawatan mulut dengan obat glyseril guayakelat
(expectorant) 200mg, atau dengan mengonsumsi air teh manis saat malam sebelum
pengambilan sputum

 Apabila sputum tidak bisa didahakkan, sputum dapat diambil dengan cara:

o Operasi transtrakheal

o Bronchial lavage

o Lung biopsy

 Volume yang diperlukan minimal 1 ml, biasanya 2-3 ml

 Dalam pengambilan sputum untuk bakteri biasa  cukup 1x pengambilan pada pagi hari

 Dalam pengambilan sputum untuk Bakteri Tahan Asam (BTA)  perlu 3x pengambilan yang
disebut Sputum SPS (sewaktu-pagi-sewaktu)
Cara Penyimpanan
 Penyimpanan < 24 jam pada suhu ruang

 Pada pot steril berpenutup

Cara Pengiriman
 Pengiriman harus < 2 jam pada suhu ruang

 Bila tidak memungkinkan, simpan dalam media transpor :

 Amies transport medium  anaerob fakultatif

 Stuart transport medium  swab

Jenis- Jenis Pemeriksaan Sputum


Makroskopis
 Banyak/jumlah  bisa >500ml pada edema pulmonum, abses paru, TBC paru

 Warna  ada berbagai macam:

 Putih disebabkan oleh virus

 Kuning atau hijau disebabkan infeksi bakteri

 Berdarah atau gelap bisa berupa kanker atau TBC

 Konsistensi  apakah seperti air atau sedikit kental

 Bau  bila normal tidak berbau, jika sudah lama akan berbau busuk

 Unsur-unsur khusus :

 bulir keju (potongan kecil warna kuning);

 uliran cruschmann (benang kuning berulir);

 tuangan bronkhi;

 sumbat dittrich (benda kuning putih yang dibentuk dalam bronchi atau bronchiolus)
Mikroskopis
 Sediaan natif

 Pilihlah sebagian dari sputum yang mengandung unsur-unsur

 Lalu letakkan di atas object glass, tutup dengan deck glass

 Periksa di bawah mikroskop dengan objectif 10x, 40x

 Perhatikan adanya:

leukosit, eritrosit, heart failure cells, uliran cruschmann, kristal, fungi, sel epitel

 Pengecatan Zeel Neelson (ZN)

Prinsip :

 BTA (+)  bakteri mengikat kuat zat utama (ZN A), tidak luntur oleh peluntur (ZN
B) dan tidak mengikat kuat cat lawan (ZN C)  bakteri berwarna MERAH

 BTA (-)  bakteri tidak mengikat kuat zat utama (ZN A), luntur oleh peluntur (ZN
B) dan mengikat kuat cat lawan (ZN C)  bakteri berwarna BIRU

Cara Kerja :

1. Genangi preparat yang sudah difiksasi dengan ZN A

2. Panaskan preparat tersebut sampai menguap 3x

3. Tunggu 5-10 menit

4. Buang sisa cat dan cuci pada air mengalir

5. Dekolorisasi dengan ZN B sampai luntur

6. Cuci dengan air mengalir

7. Genangi dengan ZN C selama 2-5 menit, cuci pada air mengalir

8. Keringkan dan periksa di bawah mikroskop dengan obyektif 100x dengan minyak
emersi