Anda di halaman 1dari 36

SKENARIO SIDANG I

PRAKTEK PERADILAN PIDANA


AGENDA PEMBACAAN SURAT DAKWAAN

Panitera : Pada hari ini Senin Tanggal 19 Februari 2018, Sidang Perkara Pidana NO. REG.
PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
Kerto siap dimulai.
Majelis Hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !!
(Majelis Hakim masuk ruang sidang dan duduk di Kursi Majelis Hakim)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap.
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap.
Hakim Ketua : PADA HARI INI, SENIN TANGGAL 19 FEBRUARI 2018, SIDANG
PENGADILAN NEGERI MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI
PERKARA PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN.
PID / 2018 / PN. MLG, DENGAN TERDAKWA RIDO bin
Kerto, SAYA NYATAKAN DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK
UMUM (Ketuk Palu 3x)
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan Terdakwa di ruang
sidang.
JPU :Baik.. Majelis Hakim.. Kepada Terdakwa RIDO bin KERTO dipersilahkan
memasuki ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa duduk). Apakah Saudara bisa berbahasa Indonesia
dengan baik ?
Terdakwa : Bisa, Pak Hakim.
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Terdakwa : Sehat, Pak Hakim.
Hakim Ketua : Kepada Penasehat hukum, Apakah saudari benar Penasehat Hukum dari
Terdakwa ?
PH : Iya, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Silahkan perlihatkan Surat Kuasa dan Surat Ijin Praktek Saudara ?
PH : Baik, Yang Mulia. (Maju menyerahkan surat kuasa dan surat ijin praktek).
Hakim Ketua :Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah Saudara ingin memeriksa Surat Kuasa dan
Surat Ijin Praktek dari Penasehat hukum Terdakwa ?
JPU : Iya, Majelis Hakim.
(Maju melihat keaslian Surat Kuasa dan surat Ijin Praktek kuasa hukum Terdakwa).
Hakim Ketua :Sebelumnya saya akan menanyakan identitas Saudara. Bisakah Saudara
memperlihatkan Kartu Identitas Saudara ?
Terdakwa : Bisa, Pak Hakim. (Maju menyerahkan kartu identitas).
Hakim Ketua : apakah benar nama anda RIDO BIN KERTO ?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar saudara bertempat lahir di Malang?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Tanggal lahir saudara 2 Maret 1990?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua :apa benar Tempat tinggal saudara Jl.Melati No.15 RT/RW:002/003, Kel.
Karangploso, Kec. Dau, Kota.Malang?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar agama anda Agama islam ?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar anda tidak bekerja ?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Pendidikan terakhir anda SLTA ?
Terdakwa : benar yang mulia
Hakim Ketua : Apakah saudara siap mengikuti persidangan ?
Terdakwa : siap, Pak hakim.
Hakim Ketua : Baiklah, sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan Surat Dakwaan oleh
Jaksa Penuntut Umum. Apakah saudari Penasehat Hukum sudah menerima
salinan surat dakwaan ?
PH : Sudah, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Silahkan Jaksa Penuntut Umum untuk membacakan surat dakwaannya.
JPU : (membacakan surat dakwaan).
Hakim Ketua : Saudara terdakwa, apakah sudah mengerti dengan surat dakwaan yang dibacakan
oleh Jaksa Penuntut Umum tadi ?
Terdakwa : Sudah, Pak hakim.
Hakim Ketua : Saudara terdakwa, apakah saudara akan mengajukan keberatan terhadap surat
dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum ?
Terdakwa : Iya Pak hakim dan saya serahkan sepenuhnya kepada kuasa hukum saya.
Hakim Ketua : Saudari Penasehat Hukum, apakah akan mengajukan eksepsi atas surat dakwaan
yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum ?
PH : Iya, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Apakah saudari sudah siap untuk membacakan eksepsi atas surat dakwaan Jaksa
Penuntut Umum ?
PH : Belum, Yang Mulia dan kami minta waktu 1 minggu untuk membuat eksepsi atas
surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut.
Hakim Anggota 1 : Panitera, 1 minggu dari sekarang jatuh pada tanggal berapa ?
Panitera : 26 Februari 2018, Majelis hakim.
Hakim Ketua : Baik. Kepada saudara terdakwa silahkan mengambil kembali kartu identitas
saudara !!!( Terdakwa Maju kemudian duduk kembali ).
Baiklah., karena Penasehat Hukum Terdakwa belum siap dengan eksepsinya,
maka sidang hari ini ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada hari SENIN, 26
Februari 2018 pukul 07.00 WIB di tempat yang sama yaitu Pengadilan
Negeri Malang dengan agenda sidang PEMBACAAN EKSEPSI OLEH
PENASEHAT HUKUM, dan kepada para pihak diperintahkan agar datang
menghadap sidang tanpa dipanggil kembali, dan pemberitahuan ini dianggap
sebagai pemberitahuan resmi. Demikian sidang hari ini dinyatakan DITUNDA
dan DITUTUP. (Ketok palu 1x)
Panitera : Majelis Hakim akan meninggalkan ruangan sidang, hadirin dimohon berdiri.

PREMEMORI
(Terdakwa dibawa keluar dari ruang sidang oleh Petugas Keamanan)
SKENARIO SIDANG II
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA PEMBACAAN EKSEPSI

Panitera : Pada hari ini SENIN, 26 Februari 2018 Sidang Perkara Pidana NO. REG.
PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KERTO siap dimulai.
Majelis Hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !!
( PREMEMORI)
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap.
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap.
Hakim Ketua : PADA HARI INI SENIN, 26 FEBRUARI 2018, SIDANG PENGADILAN
NEGERIPA MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA
PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : NO. REG. PERKARA
: 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG DENGAN TERDAKWA RIDO bin
KERTO, SAYA NYATAKAN DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK
UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan Terdakwa di ruang
sidang.
JPU : Baik, Majelis Hakim.. Kepada Terdakwa RIDO bin KERTO dipersilahkan
memasuki ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa duduk) Apakah Saudara dalam keadaan sehat
jasmani dan rohani ?
Terdakwa : Sehat, Pak Hakim.
Hakim Ketua : Apakah Saudara sudah siap mengikuti persidangan pada hari ini?
Terdakwa : Siap, Pak Hakim.
Hakim Ketua : Baiklah, sesuai dengan catatan pada persidangan terdahulu, sidang hari ini akan
dilanjutkan dengan agenda pembacaan eksepsi oleh Penasehat Hukum.
Hakim Ketua : Kepada Penasehat Hukum, silahkan dibacakan eksepsi Saudari !
PH : Baik Yang Mulia .,.(Membacakan eksepsi).
Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah sudah mengerti dengan eksepsi dari
Penasehat Hukum ?
JPU : Mengerti, Majelis hakim.
Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah saudara akan mengajukan tanggapan atas
eksepsi Penasehat Hukum ?
JPU : Iya Majelis Hakim, namun kami minta waktu 1 minggu untuk membuat tanggapan
eksepsi.
Hakim Anggota 1 : Panitera, 1 minggu dari sekarang jatuh pada tanggal berapa ?
Panitera : Tanggal 5 Maret 2018, Majelis hakim.
Hakim Ketua : Terima kasih. Baiklah, karena Jaksa Penuntut Umum belum siap dengan
tanggapannya, maka sidang hari ini ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada
hari SENIN, TANGGAL 5 Maret 2018 pukul 07.00 WIB di tempat yang sama
yaitu Pengadilan Negeri Malang dengan agenda sidang PEMBACAAN
TANGGAPAN EKSEPSI OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM, dan kepada para
pihak diperintahkan agar datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali, dan
pemberitahuan ini dianggap sebagai pemberitahuan resmi. Demikian sidang hari
ini dinyatakan DITUNDA dan DITUTUP. (Ketok palu 1x)
Panitera : Majelis Hakim akan meninggalkan ruangan sidang, hadirin dimohon berdiri.

( PREMEMORI )
(Terdakwa dibawa keluar dari ruang sidang oleh Petugas Keamanan)
SKENARIO SIDANG III
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA TANGGAPAN JAKSA TERHADAP EKSEPSI

Panitera : Pada hari ini SENIN, TANGGAL 5 Maret 2018 Sidang perkara pidana NO. REG.
PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KERTO siap dimulai. Majelis Hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin
dimohon berdiri !! (PREMEMORI)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap Yang Mulia
Hakim Ketua : PADA HARI INI SENIN, TANGGAL 5 MARET 2018, SIDANG
PENGADILAN NEGERI PAMEKASAN YANG MEMERIKSA DAN
MENGADILI PERKARA PIDANA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN. PID /
2018 / PN. MLG, DENGAN TERDAKWA RIDO bin
KERTO, SAYA NYATAKAN DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK
UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan Terdakwa di ruang
sidang.
JPU I : Baik..... Kepada Terdakwa RIDO bin KERTO dipersilahkan memasuki ruang
sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : Apakah Saudara dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Terdakwa : Sehat, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Apakah saudara sudah siap mengikuti persidangan ?
Terdakwa : Siap, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Baiklah, sesuai dengan catatan pada persidangan terdahulu, maka sidang akan
dilanjutkan dengan PEMBACAAN TANGGAPAN EKSEPSI OLEH JAKSA
PENUNTUT UMUM
Hakim Ketua : Baiklah. Saudara Jaksa, silahkan untuk membacakan tanggapan eksepsi yang
Saudara ajukan, dan kepada Saudari Penasehat Hukum dan Terdakwa untuk
menyimak dan mendengarkan dengan baik.
JPU I : (Membacakan tanggapan eksepsi. Setelah selesai membacakan tanggapan
eksepsi, salinan tanggapan eksepsi diserahkan kepada Majelis Hakim dan
Penasehat Hukum).
Hakim Ketua : Saudara Terdakwa, apakah Saudara sudah mengerti dengan isi tanggapan eksepsi
dari Jaksa Penuntut Umum ?
Terdakwa : Mengerti, Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Apakah Saudara akan mengajukan keberatan terhadap tanggapan eksepsi dari
Jaksa Penuntut Umum ?
Terdakwa : Saya serahkan sepenuhnya kepada Penasihat Hukum Saya, Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Saudari Penasihat Hukum, apakah Saudari akan mengajukan keberatan ?
PH : Iya, Majelis Hakim.
JPU : (mengangkat tangan minta ijin kepada Majelis Hakim untuk berbicara).
Mohon kepada Majelis Hakim untuk mempertimbangkan pasal 156 KUHAP,
setelah Penuntut Umum membacakan tanggapan atas eksepsi. Selanjutnya Majelis
hakim dapat membacakan putusan sela. Terima kasih.
( Majelis Hakim berunding)
Hakim Ketua : Baik, berdasarkan pasal 156 KUHAP dan berdasarkan asas peradilan cepat,
sederhana, dan biaya ringan maka pada saat ini majelis hakim akan melakukan
musyawarah diruang hakim untuk membuat putusan sela dan sidang di skors 2
jam. (ketuk palu 1x)
Panitera : Majelis hakim akan meninggalkan ruang sidang. Hadirin dimohon berdiri !!
(PREMEMORI)
Majelis hakim akan memasuki ruang sidang, seluruh hadirin diharapkan berdiri !!
(PREMEMORI)
Hakim Ketua : Skors di cabut sidang Dinyatakan dibuka kembali (ketok palu 1x). Baiklah,
sesuai hasil musyawarah hakim, maka sidang akan dilanjutkan dengan
PEMBACAAN PUTUSAN SELA oleh Majelis Hakim.
Kepada para pihak untuk mendengarkan baik-baik isi putusan sela ini.
(PEMBACAAN PUTUSAN SELA)
Hakim Ketua : Saudari Penasihat Hukum, apakah sudah mengerti dengan isi putusan sela ?
PH : Mengerti, Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah menerima putusan sela yang telah
dibacakan ?
JPU : Kami menerima putusan sela tersebut, Majelis Hakim yang Terhormat.
Hakim Ketua : Saudari Penasehat Hukum, apakah menerima putusan sela yang telah dibacakan ?
PH : Saya akan mengajukan keberatan, Majelis Hakim yang Terhormat
Hakim Ketua : Kepada Panitera untuk dicatat keberatan saudara Penasehat Hukum.
Panitera : Baik Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Baiklah sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Saudara Jaksa
Penuntut Umum apakah sudah siap untuk menghadirkan saksi?
JPU : Belum Majelis hakim, kami minta 1 Minggu
Hakim Ketua : Panitera, 1 Minggu dari sekarang jatuh pada tanggal berapa ?
Panitera : Tanggal 12 Maret 2018, Majelis hakim.
Hakim Ketua : Terima kasih. Baiklah, karena Jaksa Penuntut Umum dan belum siap untuk
menghadirkan para saksi, maka sidang hari ini ditunda dan akan dilanjutkan
kembali pada hari SENIN 12 Maret 2018 pukul 07.00 WIB di tempat yang sama
yaitu Pengadilan Negeri Malang dengan agenda sidang PEMERIKSAAN
SAKSI, dan kepada para pihak diperintahkan agar datang menghadap sidang
tanpa dipanggil kembali, dan pemberitahuan ini dianggap sebagai pemberitahuan
resmi. Demikian sidang hari ini dinyatakan DITUNDA dan DITUTUP. (Ketok
palu 1x)
Panitera : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang.. Hadirin dimohon berdiri.
(PREMEMORI)
SKENARIO SIDANG IV
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA PEMERIKSAAN SAKSI

Panitera : Pada hari ini SENIN, TANGGAL 12 MARET 2018 Sidang perkara pidana NO.
REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KERTO siap dimulai. Majelis Hakim akan memasuki ruang sidang, hadirin
dimohon berdiri !! (PREMEMORI)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap Yang Mulia.
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap Yang Mulia.
Hakim Ketua : PADA HARI INI SENIN, TANGGAL 12 MARET 2018, SIDANG
PENGADILAN NEGERI MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI
PERKARA PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN.
PID / 2018 / PN. MLG, DENGAN TERDAKWA RIDO bin
KERTO, SAYA NYATAKAN DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK
UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan Terdakwa di muka
sidang.
JPU : Baik Majelis Hakim... Terdakwa RIDO bin KERTO dipersilahkan memasuki
ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa untuk duduk)... Silahkan duduk!!
Saudara Terdakwa, apakah Saudara dalam keadaan sehat ?
Terdakwa : Sehat, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Apakah saudara sudah siap mengikuti persidangan ?
Terdakwa : Siap, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Kepada terdakwa, silahkan saudara duduk disamping Penasehat hukum.
Terdakwa : Baik Yang Mulia.
Hakim Ketua : Baiklah sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi. Saudara Jaksa
Penuntut Umum apakah sudah siap untuk menghadirkan saksi?
JPU : Siap, Majelis hakim dengan 2 orang saksi
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi pertama
kedalam ruang sidang.
JPU : Baik, kepada saudara saksi harap memasuki ruang sidang
(Saksi memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (Silahkan duduk). Selamat pagi, saudari saksi.
Saksi JPU 1 : Selamat pagi Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari bisa berbahasa Indonesia ?
Saksi JPU 1 : bisa Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Saksi JPU 1 : sehat Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari siap mengikuti persidangan ?
Saksi JPU 1 : siap, Yang Mulia
Hakim Ketua : Saudari saksi, sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudari terlebih dahulu.
Saudari saksi, silahkan maju untuk memperlihatkan kartu identitas saudari.
Saksi JPU 1 : baik Yang Mulia (maju menyerahkan kartu identitas).
Hakim : apakah benar nama anda Nurudin bin Munif ?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim : apa benar saudara bertempat lahir di malang?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim : apa benar Tanggal lahir saudara 14 januari 1984?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim :apa benar Tempat tinggal saudara Jl.Tlogomas No.14 RT/RW:
004/005,Kel.Karangploso, Kec. Dau, Kota.Malang?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim : apa benar agama anda Agama Islam ?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim : apa benar anda seorang wiraswasta ?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim : apa benar Pendidikan terakhir anda SLTA ?
Saksi JPU 1 : benar yang mulia
Hakim Ketua : Apakah saudara siap mengikuti persidangan ?
Saksi JPU 1 : siap, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Sebelum memberikan kesaksian, apakah saudara saksi bersedia untuk diambil
sumpah ?
Saksi JPU 1 : Bersedia, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Silahkan kepada Hakim Anggota 1 untuk mengambil sumpah dari saudara saksi ?
HA 1 : Saksi silahkan berdiri dan ikuti kata-kata saya.
(saksi berdiri kemudian melakukan sumpah dengan dibantu oleh Juru
Sumpah).
“Bissmillahirrohmanirrohim, Demi Allah, saya bersumpah akan mengatakan
yang sebenarnya tidak lain daripada yang sebenarnya.”(kata-kata diikuti oleh
saksi)
HA 1 : baik perlu saya ingatkan bahwa saudara harus memberikan keterangan sesuai
dengan yang anda lihat, dengar dan alami sendiri. Jika tidak saudara bisa dikenai
sanksi pidana berupa pemberian sumpah palsu, saudara bisa dimengerti?
Saksi JPU 1 : mengerti Yang Mulia.
Hakim Ketua : Kepada saudara Nurudin dalam memberikan kesaksian pada persidangan
ini, saudara harus dengan tenang ya, berikan kesaksian dengan sejelas-jelasnya
dan tidak usah takut. Serta saudara harus memberikan keterangan tentang apa
yang saudara alami, dengar, dan lihat sendiri, tanpa ada tekanan. Baiklah, proses
pemeriksaan saya serahkan kepada Hakim Anggota 1.
HA 1 : Ya, Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan.
HA 1 : Apakah saudara mengenal terdakwa ?
Saksi JPU 1 : Ya saya kenal, dia sering di panggil RIDO Yang Mulia.
HA 1 : Saudara sudah berapa lamakah saudara mengenal Terdakwa ?
Saksi JPU 1 : Sudah lama Yang Mulia, Terdakwa merupakan tetangga saya Yang Mulia
HA 1 : Kapan saudara melihat terdakwa keluar rumah korban ?
Saksi JPU 1 : Hari Senin, Tanggal 1 Januari 2018 Yang Mulia.
HA 1 : Apakah saudara mengingat sekitar jam berapa saudara melihat terdakwa keluar
dari rumah korban ?
Saksi JPU 1 : Sekitar pukul 12.13 WIB Yang Mulia.
HA 1 : Apakah saudara melihat Terdakwa keluar dari pintu yang mana ?
Saksi JPU 1 : Terdakwa keluar dengan cara melompati pagar milik korban Yang Mulia.
HA 1 : Baik, terimakasih atas keterangannya, cukup dari saya Hakim ketua.
Hakim Ketua : Pada hakim anggota 2 apakah akan mengajukan pertanyaan ?
HA 2 : Cukup hakim ketua
Hakim Ketua : Baik, kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah ingin mengajukan
pertanyaan?
JPU : Iya, saya ingin mengajukan pertanyaan majelis hakim.
Hakim Ketua : Baik Silahkan.
JPU : Apakah benar pada tanggal 1 Januari 2018 sekitar pukul 12.13 WIB, saudara
sedang melintas di depan rumah korban (Pak Andi)?
Saksi JPU 1 : Ya pak.
JPU : Bagaimana kronologis atau cerita terjadinya peristiwa ketika Terdakwa mencuri
dirumah korban (Pak Andi) ?
Saksi JPU 1 : Saat itu saya dan saksi JPU 2 sedang melintas di depan rumah korban sepulang
dari mushola, kemudian kami melihat seorang laki-laki berlari keluar dari rumah
korban dengan cara melompati pagar milik korban. Pada saat itu saya langsung
meneriaki laki-laki tersebut namun ia semakin berlari kencang, ketika laki-laki
tersebut berlari sarung yang digunakan untuk menutupi wajahnya tidak lagi
menutupi wajahnya dan saya pun sempat melihat wajahnya dengan jelas bahwa
laki-laki tersebut adalah terdakwa RIDO.
JPU : Lalu apa yang saudara lakukan saat itu ?
Saksi JPU 1 : kami memutuskan untuk berhenti mengejar dan kami pun kembali ke rumah korban
(Pak Andi) untuk memberitahu korban tentang kejadian tersebut.
JPU : Baik, terima kasih saudara saksi, dari saya cukup hakim ketua.
Hakim Ketua : Kepada Saudari Penasehat Hukum, apakah ingin mengajukan pertanyaan ?
PH : Tidak Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Apakah ada yang ingin ditambahkan oleh saudara saksi?
Saksi JPU 1 : Cukup Majelis Hakim
Hakim Ketua : Kalau begitu Saudara dapat meninggalkan ruang sidang dan silahkan mengambil
kembali kartu identitas.
Saksi JPU 1 : Baik, Yang Mulia.
(Saksi JPU 1 keluar dari ruang sidang dengan dikawal oleh petugas
keamanan).
Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah masih akan mengajukan saksi lagi ?
JPU : Masih ada 1 saksi lagi Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Baik, saudara Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi di muka
sidang. Tapi Sebelumnya sidang di SKORS 10 Menit dan kepada perangkat
sidang untuk mengenakan Toga atau Atribut Kedinasan. (KETOK PALU 1x )
Panitera : Majelis hakim diikuti oleh perangkat sidang untuk meninggalkan ruang sidang.
( Majelis Hakim dan Perangkat sidang Meninggalkan Ruang Sidang )
Panitera : Majelis hakim diikuti oleh perangkat sidang dipersilahkan memasuki ruang sidang.
Para hadirin dimohon berdiri !!
( Majelis Hakim dan perangkat sidang memasuki ruang sidang )
Hadirin dipersilahkan duduk kembali.
Hakim ketua : Skors di cabut, dan Sidang dinyatakan DIBUKA dan TERBUKA untuk umum
(KETOK PALU 1X )
Hakim Ketua : Kepada saudara Jaksa Penuntut Umum harap memanggil saksi selanjutnya ke
muka sidang.
JPU : Baik majelis hakim, kepada saudari saksi Syamsul untuk memasuki ruang sidang.
(Saksi memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (Silahkan duduk). Selamat pagi, saudari saksi.
Saksi JPU 2 : Selamat pagi, Yang Mulia .
Hakim Ketua : Apakah saudari bisa berbahasa Indonesia ?
Saksi JPU 2 : bisa, Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Saksi JPU 2 : sehat Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari siap mengikuti persidangan ?
Saksi JPU 2 : siap, Yang Mulia
Hakim Ketua : Saudari saksi, sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudari terlebih dahulu.
Saudari saksi, silahkan maju untuk memperlihatkan kartu identitas saudari.
Saksi JPU 2 : baik Yang Mulia (maju menyerahkan kartu identitas).
Hakim Ketua : apakah benar nama anda Syamsul bin Narto?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar saudara bertempat lahir di Kediri?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Tanggal lahir saudara 19 Oktober 1990?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Tempat tinggal saudara Jl. MT Haryono No. 19 RT/RW: 006/007,
Kel.Karangploso, Kec. Dau, Kota.Malang?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar agama anda Agama Islam ?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar anda seorang wiraswasta ?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Pendidikan terakhir anda SLTA ?
Saksi JPU 2 : benar yang mulia
Hakim Ketua : Apakah Saudari saksi mempunyai hubungan keluarga atau hubungan darah dengan
terdakwa?
Saksi JPU 2 : Tidak Yang Mulia
Hakim Ketua :Sebelum memberikan kesaksian, apakah saudari saksi bersedia untuk diambil
sumpah ?
Saksi JPU 2 : Bersedia Yang Mulia
Hakim Ketua : Silahkan kepada Hakim Anggota 2 untuk mengambil sumpah dari saudari saksi ?
HA 2 : Saudari saksi silahkan berdiri dan ikuti kata-kata saya.
(saksi berdiri kemudian melakukan sumpah dengan dibantu oleh Juru
Sumpah).
“Bissmillahirrohmanirrohim, Demi Allah, saya bersumpah akan mengatakan
yang sebenarnya tidak lain daripada yang sebenarnya.” (kata-kata diikuti oleh
saksi)
HA 2 : baik perlu saya ingatkan bahwa saudara harus memberikan keterangan sesuai
dengan yang anda lihat, dengar dan alami sendiri. Jika tidak saudara akan dikenai
sanksi pidana berupa pemberian sumpah palsu, saudara bisa dimengerti?
Saksi JPU 2 : Mengerti Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah Saudara saksi mengenal terdakwa ?
Saksi JPU 2 : Saya kenal Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah Saudari tahu dan mengerti mengapa dihadirkan dalam persidangan ini ?
Saksi JPU 2 :Tahu Yang Mulia, untuk memberikan kesaksian tentang pencurian yang
dilakukan oleh RIDO bin KERTO.
Hakim Ketua : Saudari saksi dalam memberikan kesaksian pada persidangan ini, saudari dapat
melakukannya dengan tenang, dapat memberikan kesaksian dengan sejelas-
jelasnya dan tidak usah takut. Serta saudari harus memberikan keterangan tentang
apa yang saudari alami, dengar, dan lihat sendiri, tanpa ada tekanan. Baiklah,
proses pemeriksaan saya serahkan kepada Hakim Anggota 2.
HA 2 : Baik, Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
HA 2 : Kapan dan dimana pencurian dilakukan?
Saksi JPU 2 : Tanggal 1 Januari 2018 sekitar pukul 12.13 WIB, dirumah tetangga saya yaitu
pak Andi Yang Mulia.
HA 2 : Dimana keberadaan saudari saksi saat pencurian terjadi ?
Saksi JPU 2 :Waktu itu saya bersama dengan saksi JPU 1 sedang melintas di depan rumah pak
Andi sepulang dari mushola yang Mulia.
HA 2 : Bisa saudari. jelaskan kronologi terjadinya pencurian ?
Saksi JPU 2 : Bisa pak hakim, namun saya tidak tahu pasti awal mula pencurian dirumah pak
Andi, sebab saya hanya melihat pada saat terdakwa keluar dari halaman rumah
korban Yang Mulia. Pada saat itu saya dan saksi JPU 2 sedang melintas di depan
rumah korban sepulang dari mushola, kemudian kami melihat seorang laki-laki
berlari keluar dari rumah korban dengan cara melompati pagar milik korban. Pada
saat itu saksi JPU 1 langsung meneriaki laki-laki tersebut namun ia semakin
berlari kencang, ketika laki-laki tersebut berlari sarung yang digunakan untuk
menutupi wajahnya tidak lagi menutupi wajahnya dan saksi JPU 1 pun sempat
melihat wajahnya dengan jelas bahwa laki-laki tersebut adalah terdakwa RIDO.
JPU : Lalu apa yang saudara lakukan saat itu ?
Saksi JPU 2 : kami memutuskan untuk berhenti mengejar dan kami pun kembali ke rumah
korban (Pak Andi) untuk memberitahu korban tentang kejadian tersebut.
HA 2 : Cukup, Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Pada hakim anggota 1 apakah akan mengajukan pertanyaan ?
HA 1 : ya, hakim ketua
Hakim Ketua : silahkan.
HA 1 : Saudara Syamsul, apakah sebelumnya saudari sudah pernah melihat terdakwa
RIDO bin KERTO berkeliaran di sekitar tempat tinggal saudara?
Saksi JPU 2 : Sudah Yang Mulia, karena terdakwa merupakan tetangga saya Yang Mulia.
HA 1 : Baik saudari saksi kalau begitu. Saya rasa cukup Hakim Ketua
Hakim Ketua : Baiklah. Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah ingin mengajukan pertanyaan?
JPU : Cukup Yang Mulia.
Hakim Ketua : Saudara Penasehat Hukum, apakah ingin mengajukan pertanyaan ?
PH : Iya, ada beberapa hal yang ingin kami tanyakan, Majelis Hakim.
Hakim Ketua : Silahkan..
PH : Tadi dalam penjelasan saudari tentang kronologis peristiwa terjadinya perbuatan
pencurian, saudari tidak melihat langsung bahwa Terdakwa RIDO melakukan
pencurian, tapi hanya melihat laki-laki melompat dari pagar halaman korban,
apakah anda yakin orang tersebut adalah RIDO ?
Saksi JPU 2 : Iya, saya yakin sekali. Karena saat seperti yang saya katakan tadi Saksi JPU 1
melihat sendiri saat sarung terdakwa tidak lagi menutupi wajahnya.
PH : Apakah saudari yakin sekali dengan kesaksian saksi JPU 1 bahwa ia melihat
wajah terdakwa saat sarung di kepalanya terlepas padahal anda sendiri tidak
melihat dengan mata kepala anda sendiri wajah pencuri ayam tersebut?
Saksi JPU 2 : Saya yakin seratus persen karena pencuri itu juga memiliki proporsi tubuh yang
sama persis dengan terdakwa
PH : Jika anda memang yakin bahwa RIDO telah mengambil ayam milik korban,
apakah tidak ada saksi lain yang melihat kejadian itu?
Saksi JPU 2 : Kalau yang itu saya tidak tahu ! !
PH : Tadi Anda mengatakan yakin, lalu baru saja Anda bilang bahwa Anda tidak
tahu. Berarti Anda tidak yakin bahwa RIDO adalah laki-laki yang masuk ke
dalam halaman rumah korban. Karena di kesaksian anda yang sebelumnya bahwa
anda sangat yakin dengan kesaksian saksi JPU 1 yang melihat wajah pencurinya,
namun anda sendiri tidak yakin apakah ada orang lain yang melihat kejadian itu
selain anda dan saksi JPU 1. Jadi, Saya ulangi pertanyaan Saya. apakah tidak ada
saksi lain yang melihat kejadian itu ?
JPU : Keberatan, Majelis Hakim. Pertanyaan Saudari Penasehat Hukum memojokkan
Saksi. Sebab dalam kesaksian sebelumnya saksi telah mengatakan bahwa dia
hanya kebetulan melintas dan bisa saja kedua saksi tidak memperhatikan
lingkungan sekitar saat kejadian kecuali melihat bahwa seorang laki-laki baru saja
melompat dari halaman rumah korban. Mohon dipertimbangkan.
Hakim Ketua : Keberatan diterima. Kepada Penasehat Hukum untuk melanjutkan dengan
pertanyaan yang lain.
PH : Cukup, majelis hakim.
Hakim Ketua : Baik, sebelum mengakhiri pemeriksaan, apakah ada sanggahan dari terdakwa
Terdakwa : Tidak ada, Bapak hakim.
Hakim Ketua : Kalau begitu saudari saksi dapat meninggalkan ruang sidang dan silahkan
mengambil kembali kartu identitas saudara
Saksi JPU 2 : Baik, Bapak hakim.
(saksi lalu keluar dari ruang sidang dengan dikawal oleh petugas keamanan).
Hakim Ketua : Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah masih akan mengajukan saksi lagi.
JPU : Tidak, majelis hakim. Dari kami hanya 2 saksi.
H. Ketua : Baik, lalu sdri Penasehat Hukum, Apakah sdri akan mengajukan saksi ?
PH : Iya, Yang Mulia. Dari kami mengajukan 2 orang saksi dan telah hadir pada hari
ini.
H. Ketua : Baik.. kepada saudari Penasehat Hukum harap memanggil kedua saksi
PH : Baik Majelis Hakim. Kepada para saksi dipersilahkan masuk ke ruang sidang.
(Saksi memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (Silahkan duduk). Selamat pagi, saudara saksi.
Saksi Terdakwa 1: Selamat pagi, Pak hakim.
Saksi Terdakwa 2: Selamat pagi, pak hakim.
Hakim Ketua : Apakah saudara bisa berbahasa Indonesia ?
Saksi Terdakwa 1: bisa, Pak hakim
Saksi Terdakwa 2: bisa, pak..
Hakim Ketua : Apakah saudari dalam keadaan sehat jasmani dan rohani ?
Saksi Terdakwa 1: sehat Pak hakim
Saksi Terdakwa 2 : sehat pak..
Hakim Ketua : Apakah saudara siap mengikuti persidangan ?
Saksi Terdakwa 1: siap, Pak hakim
Saksi Terdakwa 2: Iya pak, saya siap..
Hakim Ketua : Apakah para saudari saksi mempunyai hubungan keluarga atau hubungan darah
dengan terdakwa?
Saksi Terdakwa 1&2 : Tidak ada pak hakim.
Hakim Ketua : Sebelum memberikan kesaksian, apakah saudara saksi bersedia untuk diambil
sumpah ?
Saksi Terdakwa 1 : Bersedia, Bpk. Hakim
Saksi Terdakwa 2 : Iya pak hakim, saya bersedia..
Hakim Ketua : Silahkan kepada Hakim Anggota 2 untuk mengambil sumpah dari kedua saksi!!
HA 2 : Saudari saksi Kerta dan Saudara saksi Kerta dan Arifah silahkan berdiri dan
ikuti kata-kata saya.
(saksi berdiri kemudian melakukan sumpah dengan dibantu oleh Juru Sumpah).
“Bissmillahirrohmanirrohim, Demi Allah, saya bersumpah akan mengatakan
yang sebenarnya tidak lain daripada yang sebenarnya.”(kata-kata diikuti oleh
saksi)
HA 2 : baik perlu saya ingatkan bahwa saudara harus memberikan keterangan sesuai
dengan yang anda lihat, dengar dan alami sendiri. Jika tidak saudara akan dikenai
sanksi pidana berupa pemberian sumpah palsu, saudara bisa dimengerti?
Saksi Terdakwa 1 & 2 : mengerti pak hakim.
Hakim Ketua : Baik.. Terima kasih. Dan kepada saudara Arifah dipersilahkan untuk kembali ke
tempat yang telah disediakan. Dan untuk saudari saksi Kerta dipersilahkan untuk
menempati tempat yang telah disediakan ( Arifah kembali ke tempat duduk
penonton dan Kerta duduk di kursi tengah)
Hakim Ketua : Saudari saksi, sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudari terlebih dahulu.
Saudari saksi, silahkan maju untuk memperlihatkan kartu identitas saudari.
Saksi Terdakwa 1 : baik pak hakim (maju menyerahkan kartu identitas).
Hakim Ketua : apakah benar nama anda Kerta bin Imam?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar saudara bertempat lahir di malang?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Tanggal lahir saudari 27 November 1994?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim Ketua :apa benar Tempat tinggal saudara Jl.Melati Nomor 29 Kelurahan Karangploso,
Kecamatan Dau, Malang?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim : apa benar agama anda Agama Islam ?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim : apa benar anda seorang Ibu Rumah Tangga ?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim : apa benar Pendidikan terakhir anda SLTA ?
Saksi Terdakwa 1: benar yang mulia
Hakim Ketua : Apakah Saudari saksi mengenal terdakwa ?
Saksi Terdakwa 1: Ya saya kenal
Hakim Ketua : Apakah Saudari tahu dan mengerti mengapa dihadirkan dalam persidangan ini ?
Saksi Terdakwa 1: Tahu Pak Hakim, untuk memberikan kesaksian tentang pencurian yang
dilakukan oleh RIDO bin KERTO.
Hakim Ketua : Seberapa kenal saudari dengan terdakwa ?
Saksi Terdakwa 1: saya adalah teman dan tetangga dari RIDO sejak lama.
Hakim Ketua : Saudari saksi dalam memberikan kesaksian pada persidangan ini, saudari dapat
melakukannya dengan tenang, dapat memberikan kesaksian dengan sejelas-
jelasnya dan tidak usah takut. Serta saudari harus memberikan keterangan tentang
apa yang saudari alami, dengar, dan lihat sendiri, tanpa ada tekanan. Baiklah,
proses pemeriksaan saya serahkan kepada Hakim Anggota 1.
HA 1 : Saudari saksi, jika anda adalah tetangga dan teman lama RIDO, apakah anda tahu
bahwa RIDO pernah mencuri barang ?
Saksi Terdakwa 1: saya tidak pernah tahu pak hakim kalo RIDO mencuri. Karena saya juga baru
dengar sekarang kalau dia mencuri dan langsung dipenjara begini.
HA 1 : Apakah anda tahu bagaimana tingkah laku RIDO jika di lingkungan rumahnya ?
Saksi Terdakwa 1: RIDO sebenarnya itu anak yang rajin pak hakim. Sering bantu-bantu orang
tuanya dirumahnya juga menjaga adik-adiknya, apalagi dia itu anak sulung pak
hakim, adiknya ada 6 dan masih kecil-kecil.
HA 1 : Berarti anda sangat mengenal terdakwa RIDO sekali ya ? Lalu apalagi yang anda
ketahui ?
Saksi Terdakwa 1:RIDO itu kasihan pak hakim sebenarnya. Ndak tega saya sebenarnya. RIDO itu
putus sekolah gara-gara tidak punya biaya, ayahnya sakit paru-paru dan harus
dibawa ke rumah sakit sebulan sekali. Bapaknya pernah bekerja di pabrik rokok
tapi akhirnya berhenti karena sakit tadi dan ibunya juga hanya ibu rumah tangga
biasa. Yang saya tahu RIDO dan keluarganya hanya mengandalkan makan dari
tetangga sekitar.
HA 1 : Ohh begitu ya.. Baik kalau begitu. Dari saya cukup hakim ketua.
Hakim ketua : Baiklah, apakah hakim anggota 2 ada pertanyaan?
HA 2 : tidak ada hakim ketua.
Hakim Ketua : Baiklah. Saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah ingin mengajukan pertanyaan?
JPU : Iya, kami ingin mengajukan pertanyaan.
Hakim Ketua : Silahkan.
JPU : Saudari Saksi, apakah RIDO sering masuk ke rumah saudara tanpa izin ?
Saksi Terdakwa 1: Ya biasa sih pak. Kan kami sudah lama berteman jadi ya sering dia main ke rumah
langsung masuk begitu. Tapi pasti dia ‘assalamualaikum’ dulu baru masuk.
JPU : Lalu bagaimana gerak-geriknya ? apakah RIDO pernah melakukan hal yang
mencurigakan ?
Saksi Terdakwa 1: Kayaknya ndak pernah ya pak. Soalnya saya ya jarang memperhatikan gerakan
orang.
JPU : Saudari saksi, tadi anda katakan bahwa ayah RIDO sakit paru-paru dan sebulan
sekali di bawa ke rumah sakit, apakah anda pernah melihat secara langsung RIDO
membawa adiknya ke rumah sakit ?
Saksi Terdakwa 1: Ya pernah pak. Wong waktu ayah RIDO kumat juga saya sama bapak saya yang
bantuin.
JPU : Saudari saksi, apakah RIDO rutin membawa ayahnya berobat ? dan apakah anda
tahu dari mana asal usul uang yang digunakan RIDO untuk berobat adiknya ?
Saksi Terdakwa 1:Hmmmm… (mikir) Ya saya nggak tahu pasti rutin atau nggaknya. Tapi ya
beberapa kali kayaknya. Wah.. kalau urusan uangnya dari mana ya saya tidak tahu
pak. Saya kan juga tidak mungkin bertanya-tanya dapat uang dari mana.
JPU : Apakah anda tahu kan bahwa terdakwa RIDO seorang yang tidak memiliki
pekerjaan?
PH : Interupsi yang mulia majelis hakim.
Hakim Ketua : Ya, silahkan..
PH : Saya rasa pertanyaan yang diajukan JPU barusan adalah hal-hal yang bersifat
pribadi dan tidak mungkin dapat dijawab oleh Saudari Saksi Kerta. Mohon
dipertimbangkan..
Hakim Ketua : Keberatan diterima. Kepada Saudara JPU silahkan ajukan pertanyaan yang lain.
JPU : Saudari saksi, apakah selama ini anda pernah melihat atau mengetahui RIDO
mempunyai barang mewah seperti hp atau yang lain ?
Saksi Terdakwa 1: saya kurang tahu pak. Saya tidak pernah bertanya-tanya ke RIDO. Tapi kalau hp
memang RIDO punya HP.
JPU : Baik, terima kasih saudara saksi. Saya rasa cukup majelis hakim pertanyaan saya.
Hakim Ketua : Kepada saudari PH, apakah anda ingin mengajukan pertanyaan ?
PH : Iya, Yang Mulia.
Hakim Ketua : Baik, Silahkan !
PH : Saudari saksi, tadi saudari mengatakan bahwa RIDO putus sekolah karena tidak
ada biaya, berarti jika dikategorikan, RIDO termasuk sebagai orang yang kurang
mampu atau sangat tidak mampu ?
Saksi Terdakwa 1: Yaa.. Kalau menurut saya sangat tidak mampu, bu.
PH : Baik. Saudari Kerta, Apakah RIDO satu-satunya pencari nafkah di keluarganya ?
Saksi Terdakwa 1:iya yang mulia, namun RIDO belum memiliki pekerjaan tetap yang mulia dia
hanya bekerja jika ada tawaran dari tetangga yang membutuhkan pertolongannya.
PH :Tadi, anda mengatakan RIDO mempunyai HP. Apakah HP yang dimiliki El Loco
tersebut adalah HP merk Nokia atau Samsung?
Saksi Terdakwa 1: Bukan bu. Kalau tidak salah HP RIDO itu merknya Evercoss.
PH : Pertanyaan saya cukup Yang Mulia. Dan kepada panitera dimohon untuk
mencatat kesaksian yang telah diberikan oleh Saksi Kerta dengan seksama.
Hakim Ketua : Baiklah kalau begitu. Terima kasih saudari Kerta atas kesaksian yang anda
berikan.
H. Ketua : Sdri Kerta, sdri boleh meninggalkan ruang sidang, tapi sebelum itu dimohon sdr
mengambil identitas saudari terlebih dahulu (saksi Kerta mengambil identitas lalu
meninggalkan sidang)
Hakim Ketua : Kepada saudari Penasehat Hukum harap memanggil saksi selanjutnya ke muka
sidang.
PH : Baik majelis hakim, kepada saudara saksi Arifah untuk memasuki ruang sidang.
(Saksi memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (Silahkan duduk). Selamat pagi, saudara saksi.
Saksi Terdakwa 2: Selamat pagi, Pak hakim.
Hakim ketua : Apakah saudara sudah siap mengikuti persidangan?
Saksi Terdakwa 2: Siap pak hakim.
Hakim ketua : Kepada saudara saksi, silahkan duduk ditempat yang telah disediakan
Saksi Terdakwa 2: Baik pak hakim.
Hakim Ketua : Saudara saksi, sebelumnya saya akan memeriksa identitas saudara terlebih
dahulu. Saudara saksi, silahkan maju untuk memperlihatkan kartu identitas
saudara.
Saksi Terdakwa 2: baik pak hakim (maju menyerahkan kartu identitas).
Hakim Ketua : apakah benar nama anda Siti Arifah?
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar saudara bertempat lahir di Pasuruan?
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
HakimKetua : apa benar Tanggal lahir saudari 16 Oktober 1991
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
Hakim Ketua :apa benar Tempat tinggal saudara Jl.Melati Nomor 75 Kelurahan Karangploso,
Kecamatan Dau, Malang?
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar agama anda Agama Islam ?
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar anda seorang Pekerja Swasta?
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
Hakim Ketua : apa benar Pendidikan terakhir anda SMK ?
Saksi Terdakwa 2: benar yang mulia
Hakim Ketua : Apakah Saudara saksi mengenal terdakwa ?
Saksi Terdakwa 2: Ya saya kenal
Hakim Ketua : Apakah Saudara tahu dan mengerti mengapa dihadirkan dalam persidangan ini ?
Saksi Terdakwa 2: Tahu Pak Hakim, untuk memberikan kesaksian tentang pencurian yang
dilakukan oleh RIDO bin KERTO.
Hakim Ketua : Saudara saksi, apakah saudara mengenal RIDO bin KERTO ?
Saksi Terdakwa 2: Kenal pak hakim.
Hakim Ketua : Saudara saksi dalam memberikan kesaksian pada persidangan ini, saudari dapat
melakukannya dengan tenang, dapat memberikan kesaksian dengan sejelas-
jelasnya dan tidak usah takut. Serta saudari harus memberikan keterangan tentang
apa yang saudari alami, dengar, dan lihat sendiri, tanpa ada tekanan. Baiklah,
proses pemeriksaan saya serahkan kepada Hakim Anggota 2.
HA 2 : Baik, Hakim Ketua
Hakim Ketua : Silahkan
HA 2 : Saudara saksi, apakah anda tahu jika RIDO telah melakukan pencurian ?
Saksi Terdakwa 2: Awalnya saya tidak tahu pak hakim. Saya baru di kasih tahu sama bapaknya
kalau RIDO ditangkap polisi karena mencuri ayam pak Andi kata bapaknya.
HA 2 : Apakah anda setiap hari selalu bertemu dengan terdakwa EL LOCO ?
Saksi Terdakwa 2: Ya hampir setiap hari pak. Kadang ada juga sehari dua hari juga tidak bertemu.
Kadang ya dia keluar rumah kadang ya tidak. Nah kebanyakan ketemunya ya pas
papasan di luar yang mulia.
HA 2 : Saudara saksi, apakah selama ini terdakwa RIDO pernah bercerita kepada anda
tentang masalah pribadinya ?
Saksi Terdakwa 2: Ya kalau masalah dia ambil barang orang gitu gitu dia tidak pernah cerita pak.
Paling ya cerita tentang pacarnya atau cerita tidak punya uang gitu. Jadi mau
pinjam uang.
HA 2 : Saudara saksi dari pernyataan anda barusan, apakah terdakwa RIDO pernah
meminjam uang kepada anda ?
Saksi Terdakwa 2: Ya pernah pak hakim. Kadang-kadang ya dia kalau butuh uang pinjam ke saya.
HA 2 : Berapa biasanya uang yang dipinjam terdakwa RIDO ?
Saksi Terdakwa 2: Ya tergantung pak. Saya kan juga sama-sama orang miskin jadi ya saya pinjami
seadanya saya saja. kalau saya ada 50 ribu ya saya pinjami 50 ribu, kalau ada 100
ribu ya saya pinjami 100 ribu.
HA 2 : Lalu, biasanya berapa hari uang pinjaman tersebut dikembalikan kepada anda ?
Saksi Terdakwa 2: Ya tergantung RIDO punya uangnya kapan. Kadang ya seminggu, dua minggu,
atau pas dia habis dapat dapat upah dari kerja serabutan.
HA 2 : Saya rasa pertanyaan saya cukup, Hakim Ketua.
Hakim Ketua : Baik. Kepada saudara JPU, apakah anda akan mengajukan pertanyaan ?
JPU : Ya, Hakim Ketua.
Hakim Ketua : silahkan
JPU : Saudara saksi, tadi anda mengatakan bahwa terdakwa RIDO beberapa kali
meminjam uang kepada anda. Selain kepada anda, biasanya kepada siapa lagi
RIDO meminjam uang ?
Saksi Terdakwa 2: Ya kadang pinjam uang ke Syafi’i temannya di desa yang sama dengan kami tapi
ya tidak banyak.
JPU : Selain Syafi’i ?
Saksi Terdakwa 2: Siapa yaaa.. (berpikir mengingat-ingat). Saya tidak tahu lagi pak.
JPU : Apakah saudara pernah melihat terdakwa memakai atau mempunyai barang
mewah dan mahal ? seperti HP atau jam tangan ?
Saksi Terdakwa 2: Saya rasa tidak pernah lihat RIDO punya barang mahal pak. Saya tidak pernah
lihat RIDO memakai jam tangan. HPnya RIDO juga cuma HP Cina kecil warna
hijau.
JPU : Pertanyaan saya cukup majelis hakim.
Hakim Ketua :Baik. Kepada saudari penasehat hukum, apakah saudari akan mengajukan
pertanyaan ?
PH : Iya, Yang Mulia. Saya memiliki beberapa pertanyaan untuk Saksi Arifah.
Hakim Ketua : Kalau begitu, silahkan !
PH : Saudara Arifah, apakah selama berteman dengan saudara RIDO, saudara pernah
kehilangan barang milik saudara ?
Saksi Terdakwa 2: Saya rasa tidak pernah bu.
PH : Saudara Arifah, berdasarkan dari pernyataan anda sebelumnya, apakah RIDO
sering terlibat masalah utang piutang ?
Saksi Terdakwa 2: Memang RIDO sering hutang tapi nanti dibayar sama dia. Kalau masalah hutang
piutang yang saya tidak tahu pasti bu.
PH : Tadi anda mengatakan, RIDO pinjam uang untuk digunakan berobat bapaknya
yang sakit jantung lemah. Sekarang, pada saat keadaan seperti ini RIDO
ditangkap polisi dan di penjara, siapa yang membiayai pengobatan bapak RIDO?
Saksi Terdakwa 2: Setahu saya, setelah RIDO di penjara ini, bapaknya belum pergi berobat lagi.
Karena kan bapaknya juga sudah tua bu. Mungkin tidak ada yang mengantarkan
dan membiayai. Makanya bapaknya tidak pergi berobat.
PH : Terima kasih, saudara Arifah. Dari saya cukup Yang Mulia. Dan kepada panitera,
dimohon untuk mencatat kesaksian yang telah diberikan oleh Saksi Arifah dengan
seksama.
Hakim Ketua : Baiklah kalau begitu. Terima kasih saudara Arifah atas kesaksian yang anda
berikan.
PH : Interupsi Yang Mulia. Dari pernyataan kedua saksi yakni Saksi Kerta dan Saksi
Arifah, jelas bahwa terdakwa RIDO melakukan pencurian karena adanya desakan
kebutuhan ekonomi sehingga menjadi beban pikiran dan tekanan batin yang
membuat terdakwa RIDO tidak berpikir panjang dan kemudian melakukan
perbuatan Pencurian. Selain itu, pertimbangan lainnya adalah karena terdakwa
RIDO melakukan pencurian bukan untuk dirinya sendiri. Melainkan untuk
memberi makan dirinya dan keluarganya. Oleh karena itu, saya mohon
pertimbangan dari Yang Mulia majelis hakim.
Hakim Ketua : Baik saudari Penasehat Hukum. Terima kasih atas pernyataannya. Pernyataan
saudari akan kami jadikan dasar pertimbangan.
Hakim Ketua : kepada Saudara Arifah, saudara boleh meninggalkan ruang sidang, tapi sebelum
itu dimohon sdr mengambil identitas saudara terlebih dahulu (saksi
Arifah mengambil identitas lalu meninggalkan sidang).
Baiklah sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa (lalu Terdakwa
duduk di kursi tengah). Apakah saudara terdakwa siap untuk diperiksa akan
keterangannya.
Terdakwa : Siap, pak hakim, tapi saya butuh 1 minggu untuk berunding dengan penasihat
hukum saya dan mempersiapkannya.
HA 1 : Panitera 1 minggu dari sekarang tanggal berapa?
Panitera : tanggal 19 Maret 2018 majelis hakim.
H. Ketua : Baiklah, karena terdakwa belum siap dengan keterangan yang akan diberikan,
maka sidang hari ini ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada
hari SENIN,TANGGAL 19 Maret 2018 pukul 07.00 WIB di tempat yang sama,
yaitu PN Malang dengan agenda sidang pemeriksaan terdakwa. Dan kepada para
pihak diperintahkan datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali, dan
pemberitahuan ini dianggap sebagai pemberitahuan resmi. Demikian sidang pada
hari ini DITUNDA dan DITUTP. (Ketok Palu 1X).
Panitera : Majelis Hakim akan meninggalkan ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !
(PREMEMORI)
(Terdakwa meninggalkan ruang sidang dengan di jemput petugas keamanan)
SKENARIO SIDANG V
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA LANJUTAN PEMERIKSAAN TERDAKWA

Panitera : Pada hari ini SENIN TANGGAL 19 Maret 2018 Sidang perkara pidana NO.
REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KARTO siap dimulai.
Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !!
(PREMEMORI)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU 1 : Siap.
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap.
Hakim Ketua : PADA HARI INI SENIN TANGGAL 19 Maret 2018, SIDANG PENGADILAN
NEGERI MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA
PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 /
PN. MLG, DENGAN TERDAKWA RIDO bin KARTO, SAYA NYATAKAN
DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum Harap menghadirkan Terdakwa di muka
sidang.
JPU 2 : Baik Majelis Hakim... Terdakwa RIDO bin KERTO dipersilahkan memasuki
ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa untuk duduk)... Silahkan duduk!!
Saudara Terdakwa, apakah Saudara dalam keadaan sehat?
Terdakwa : Sehat, bapak Hakim.
Hakim Ketua : Apakah saudara sudah siap mengikuti persidangan ?
Terdakwa : Siap, bapak Hakim.
Hakim Ketua : Baiklah sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan TERDAKWA. Saudara
Terdakwa apakah sudah siap untuk diperiksa keterangan saudara?
Terdakwa : Siap Bapak hakim !
Hakim ketua : Baik pemeriksaan terdakwa akan saya serahkan pada hakim anggota 2.
H. Anggota 2 : Iya, pak hakim
H. Ketua : Silahkan..
H. Anggota 2 : Bisa saudara jelaskan secara singkat dan jelas awal mula terjadinya perbuatan
pencurian tersebut?
Terdakwa : Pada tanggal 1 Januari 2018, saat itu saya tidak kuat lagi menahan lapar karena
sudah 3 hari saya dan keluarga saya belum makan sama sekali, sehingga saya
pergi keluar rumah dengan maksud mencari sesuatu untuk di makan dari sisa-sisa
makanan di tempat sampah tetangga. Namun ketika saya berjalan melewati rumah
saudara Andi saya mendengar suara ayam dan seketika itu juga saya terbesit
ingin makan ayam tersebut. Awalnya saya mencoba untuk meminta dengan baik-
baik kepada saudara Andi. Karena sudah terlalu lapar saya pun gelap mata dan
langsung mengambil ayam tersebut.
H. Anggota 2 : Tadi saudarar mengatakan bahwa saudara berniat meminta baik-baik , Tolong
saudara jelaskan dengan cara baik-baik bagaimana?
Terdakwa : Saya sudah mencoba memanggil-manggil pak Andi dari depan rumah tetapi tidak
ada balasan dari pak andi Andi dan saya pikir tidak ada orang di dalam rumah
tersebut.
H. Anggota 2 : Bersama siapakah saudara melakukan perbuatan pencurian terhadap saudara Andi?
Terdakwa : Hanya saya seorang diri yang mulia.
H. Anggota 2 : Kalo begitu apa sebenarnya motif saudara melakukan pencurian tersebut?
Terdakwa : Saya hanya kepepet pak hakim, saya dan keluarga saya sangat lapar karena 3 hari
belum makan apapun, ayah saya menderita penyakit radang paru-paru tidak bisa
menafkahi kami lagi dan keluarga kami saat ini sedang pengalami krisis ekonomi
untuk makan sehari-hari kami bergantung pada pemberian tetangga sekitar
sedangkan saya belum mempunyai pekerjaan, jadi ketika kemarin ada kesempatan
saya melakukan perbuatan tersebut pak hakim.
H. Anggota 2 : ohh begitu, baik saya rasa cukup ketua majelis
H. Ketua : Baik, H. Anggota 1, apakah ada pertanyaan untuk terdakwa ?
H. Anggota 1 : Tidak ada pak hakim !
H. Ketua : Kepada saudara Jaksa Penuntut Umum, apakah saudara ada pertanyaan untuk
terdakwa ?
JPU : Iya pak hakim, kami ada beberapa pertanyaan untuk terdakwa
H. Ketua : Silahkan
JPU : Terimakasih, majelis hakim, saudara RIDO bin KARTO, dengan cara bagaimana
saudara melakukan perbuatan pencurian di rumah saudara Andi ?
Terdakwa : Pertama saya memanjati pagar rumah saudara Andi, dan saya langsung menuju
halaman depan.
JPU : Tadi saudara mengatakan bahwa saudara menuju arah halaman depan, alasan
saudara?
Terdakwa : Saat itu siang hari, saya mendengar suara ayam dan saya langsung mengambilnya
dan waktu itu saya beranggapan tidak ada tetangga sekitar.
JPU : Kami kira sudah cukup majalis hakim. Terimakasih
H.Ketua : Saudara Penasehat Hukum, apakah saudara mempunyai pertanyaan
untuk terdakwa ?
PH : Tidak, Bapak Hakim, kami tidak mempunyai pertanyaan !
H. Ketua : Baiklah Saudara RIDO bin KARTO, apakah ada tambahan atau sanggahan dari
saudara?
Terdakwa : tidak ada pak hakim.
Hakim ketua : apakah saudara bersedia untuk dipanggil kembali ke persidangan jika kami masih
membutuhkan keterangan anda?
Terdakwa : Saya bersedia bapak hakim.
H. Ketua : Baik, Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan barang bukti, untuk itu mohon
kepada Petugas keamanan untuk membawa barang bukti di hadapan persidangan.
Hakim ketua : Silahkan, kepada JPU, terdakwa dan PH untuk memeriksa barang bukti.
(JPU, terdakwa dan PH, maju untuk memeriksa barang bukti)
H. Ketua : Kepada Saudara JPU, apakah sudah siap dengan Surat tuntutan?
JPU : Belum Majelis Hakim, Kami meminta waktu 7 hari untuk menyusun surat tuntutan.
HA 1 : 7 hari dari sekarang tanggal berapa panitera ?
Panitera : Tanggal 26 Maret 2018 majelis hakim.
H. Ketua : Baiklah, karena JPU belum siap dengan surat tuntutannya, maka sidang hari ini
ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada SENIN TANGGAL 26 Maret 2018
pukul 07.00 WIB di tempat yang sama, yaitu Pengadilan Negeri Malang dengan
agenda sidang PEMBACAAN SURAT TUNTUTAN OLEH JPU. Dan kepada
para pihak diperintahkan datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali,
dan pemberitahuan ini dianggap sebagai pemberitahuan resmi. Demikian sidang
pada hari ini DITUNDA DAN DITUTUP. (Ketok Palu 1X).
Panitera : Majelis hakim akan meninggalkan ruang sidang.. hadirin dimohon berdiri
(PREMEMORI)
SKENARIO SIDANG VI
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA PEMBACAAN TUNTUTAN

Panitera : Pada hari ini SENIN TANGGAL 26 MARET 2018 Sidang perkara pidana NO.
REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KARTO siap dimulai.
Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !!
(Majelis Hakim masuk ruang sidang dan duduk di Kursi Majelis Hakim)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap.
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap.
Hakim Ketua : PADA HARI INI SENIN TANGGAL 26 MARET 2018, SIDANG PENGADILAN
NEGERI MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA
PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 /
PN. MLG, DENGAN TERDAKWA RIDO bin KARTO, SAYA NYATAKAN
DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut harap menghadirkan Terdakwa di muka sidang.
JPU : Baik Majelis Hakim... Terdakwa RIDO bin KARTO dipersilahkan memasuki
ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa untuk duduk)... Silahkan duduk!!
Saudara Terdakwa, apakah Saudara dalam keadaan sehat ?
Terdakwa : Sehat, Majelis Hakim.
Hakim ketua : Apakah saudara siap mengikuti persidangan ?
Terdakwa : Siap.
Hakim Ketua : Baik, sesuai dengan agenda, agenda sidang hari ini adalah PEMBACAAN SURAT
TUNTUTAN, sdra JPU Apakah saudara sudah siap dengan surat Tuntutan ?
JPU : Siap Majelis Hakim
Hakim Ketua : Saya persilahkan Saudara. JPU untuk membacakan surat tuntutannya.
JPU : Terima kasih Majelis Hakim (JPU membacakan tuntutannya).
(Setelah membacakan menyerahkan salinan surat tuntutan kepada Majelis
Hakim dan PH)
Hakim Ketua : Apakah Saudara. Terdakwa telah mengerti isi tuntutan tersebut?
Terdakwa : Mengerti, Bapak Hakim.
Hakim Ketua : Apakah Saudara keberatan atau tidak terhadap surat tuntutan tersebut?
Terdakwa : Saya serahkan semuanya kepada Penasihat Hukum saya, Majelis Hakim yang
terhormat.
Hakim Ketua : Bagaimana Saudara. Penasihat Hukum?
Penasihat Hukum : baik yang mulia, Kami sebagai Penasihat Hukum Terdakwa menyatakan keberatan
atas surat tuntutan tersebut dan Kami meminta waktu 1 minggu untuk membuat
pembelaan (Pledoi) atas surat tuntutan dari JPU.
HA 1 : Saudara panitera 1 minggu dari sekarang tanggal berapa panitera?
Panitera : Tanggal 2 APRIL 2018 majelis hakim.
H. Ketua : Baiklah, karena PH belum siap dengan pembelaan atas surat tuntutan (pledoi),
maka sidang hari ini ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada hari
Senin TANGGAL 2 APRIL 2018 pukul 07.00 WIB di tempat yang sama, yaitu
PN pamekasan dengan agenda sidang PEMBACAAN PEMBELAAN ATAS
SURAT TUNTUTAN OLEH PH (PLEDOI). Dan kepada para pihak
diperintahkan datang menghadap sidang tanpa dipanggil kembali, dan
pemberitahuan ini dianggap sebagai pemberitahuan resmi. Demikian sidang pada
hari ini ditunda dan ditutup. (Ketok Palu 1X).
Panitera : Majelis hakim akan meninggalkan ruang sidang... hadirin dimohon berdiri
(PREMEMORI)
SKENARIO SIDANG VII
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA PEMBACAAN PEMBELAAN ATAS SURAT TUNTUTAN
OLEH PH (PLEDOI).

Panitera : Pada hari ini SENIN TANGGAL 2 April 2018 Sidang perkara pidana NO. REG.
PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KARTO siap dimulai.
Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !!
( PREMEMORI)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap.
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap.
Hakim Ketua : PADA HARI INI SENIN TANGGAL 2 APRIL2018,SIDANG PENGADILAN
NEGERI MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA
PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 /
PN. MLG DENGAN TERDAKWA RIDO bin KARTO,SAYA NYATAKAN
DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan Terdakwa di muka
sidang.
JPU : Baik Majelis Hakim... Terdakwa RIDO bin KARTO dipersilahkan memasuki
ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa untuk duduk)... Silahkan duduk!!
Saudara Terdakwa, apakah Saudara dalam keadaan sehat ?
Terdakwa : Sehat, bapak Hakim.
Hakim ketua : Apakah saudara sudah siap melaksanakan persidangan?
Terdakwa : Siap pak hakim.
H. Ketua : Baik, sesuai dengan agenda, sidang hari ini PEMBACAAN PEMBELAAN ATAS
SURAT TUNTUTAN (PLEDOI).
H. Ketua : Saudari PH Apakah anda sudah siap dengan surat Pembelaan atas Surat Tuntutan ?
PH : Siap Majelis Hakim
Hakim Ketu : Saya persilahkan Saudari PH untuk membacakannya.
PH : Terima kasih Majelis Hakim (PH membacakan PLEDOINYA).
(Setelah membacakan menyerahkan salinan PLEDOINYA kepada Majelis
Hakim dan JPU)
H. Ketua : Bagaimana, saudara JPU, apakah anda mengerti dengan surat Pembelaan (Pledoi)
yang telah dibacakan oleh PH.
JPU : Saya mengerti.
H. Ketua :Baiklah, sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada hari SENIN
TANGGAL 9 APRIL 2018 pukul 07.00 WIB di tempat yang sama,
yaitu PN MALANG dengan agenda sidang PEMBACAAN PUTUSAN. Dan
kepada para pihak diperintahkan datang menghadap sidang tanpa dipanggil
kembali, dan pemberitahuan ini dianggap sebagai pemberitahuan resmi. Demikian
sidang pada hari ini ditunda dan ditutup. (Ketok Palu 1X).
Panitera : Majelis hakim akan meninggalkan ruang sidang.. hadirin dimohon berdiri
(PREMEMORI)
SKENARIO SIDANG VIII
PRAKTEK PERADILAN PIDANA
AGENDA PEMBACAAN PUTUSAN

Panitera : Pada hari ini RABU TANGGAL 9 April 2018 Sidang perkara pidana NO. REG.
PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 / PN. MLG dengan Terdakwa RIDO bin
KERTO siap dimulai.
Majelis Hakim memasuki ruang sidang, hadirin dimohon berdiri !!
( PREMEMORI)...
Hadirin dipersilahkan duduk kembali !!!
Hakim Ketua : Apakah saudara jaksa penuntut umum sudah siap mengikuti persidangan ?
JPU : Siap Yang Mulia
Hakim Ketua : Apakah saudari penasehat hukum sudah siap mengikuti persidangan ?
PH : Siap Yang Mulia
Hakim Ketua : PADA HARI INI RABU TANGGAL 9 APRIL 2018, SIDANG PENGADILAN
NEGERI MALANG YANG MEMERIKSA DAN MENGADILI PERKARA
PIDANA TINGKAT PERTAMA NO. REG. PERKARA : 30 / PEN. PID / 2018 /
PN. MLG, DENGAN TERDAKWA RIDO bin KERTO, SAYA NYATAKAN
DIBUKA DAN TERBUKA UNTUK UMUM (Ketuk Palu 1x).
Hakim Ketua : Kepada Saudara Jaksa Penuntut Umum harap menghadirkan Terdakwa di muka
sidang.
JPU : Baik Majelis Hakim... Terdakwa RIDO bin KERTO dipersilahkan memasuki
ruang sidang.
(Terdakwa memasuki ruang sidang sambil memberi hormat kepada Majelis
Hakim dengan menganggukkan kepala).
Hakim Ketua : (mempersilahkan Terdakwa untuk duduk)... Silahkan duduk!!
Saudara Terdakwa, apakah Saudara dalam keadaan sehat ?
Terdakwa : Sehat, bapak Hakim.
Hakim Ketua : Apakah saudara sudah siap mengikuti persidangan ?
Terdakwa : Siap pak hakim.
Hakim ketua : Baik, sesuai dengan agenda, sidang hari ini adalah PEMBACAAN PUTUSAN dan
Kepada saudara terdakwa, JPU dan PH agar menyimak dan mendengarkan
putusan ini.
(MEMBACAKAN PUTUSAN AKHIR). KETUK PALU 3X
Hakim ketua : Apakah saudara terdakwa, JPU dan PH, sudah mengerti dengan putusan ini?
Terdakwa : Mengerti. bapak Hakim
JPU : Mengerti. Majelis Hakim yang terhormat.
PH : Mengerti. Yang mulia
H. Ketua : Baik.. Kepada para pihak yang merasa berkeberatan terhadap isi putusan ini dapat
mengajukan upaya hukum banding dalam waktu 14 hari sejak putusan ini
dibacakan. Demikian sidang pada hari ini dinyatakan ditutup! (Ketok Palu 3X)
Panitera : Majelis hakim akan meninggalkan ruang sidang.. hadirin dimohon berdiri
(PREMEMORI)

Anda mungkin juga menyukai