Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lithopone merupakan campuran dari seng sulfida dan barium sulfat.


Lithopone diperoleh dari hasil reaksi antara barium sulfida dan seng sulfat.
Lithopone baik digunakan sebagai bahan pewarna dasar (pigmen) untuk cat,
tinta dan beragam produk kosmetika. Saat ini lithopone telah diproduksi oleh
beberapa negara seperti Jepang, China dan Korea Selatan.

Kegunaan dasar dari lithopone adalah bahan pewarna (pigmen) dalam


cat, tinta dan produk-produk kosmetika. Lithopone juga dipergunakan sebagai
bahan pemutih kertas dan tekstil, dimana lithopone bertindak sebagai agen
pewarna utama. Lithopone juga digunakan sebagai bahan pewarna sekaligus
penyusun produk-produk yang terbuat dari gipsum, misalnya untuk peralatan
kedokteran.

Untuk menjamin kelangsungan penyediaan air, maka di lokasi


pengambilan air dibangun fasilitas penampungan air (water intake) yang juga
merupakan tempat pengolahan awal air sungai. Pengolahan ini meliputi
penyaringan sampah dan kotoran yang terbawa bersama air. Selanjutnya air
dipompakan ke lokasi pabrik untuk diolah dan digunakan sesuai dengan
keperluannya. Pengolahan air di pabrik terdiri dari beberapa tahap, yaitu:
1.Screening
2.Klarifikasi
3.Filtrasi
4.Demineralisasi
5.Deaerasi

Didasari luasnya penggunaan lithopone dalam berbagai industri, maka


pendirian pabrik lithopone di Indonesia perlu dilakukan.