Anda di halaman 1dari 3

PENGGUNAAN PEMBERIAN OBAT DAN

ATAU
CAIRAN INTRAVENA
No.Dokumen : 440.449/ /SOP/STT/III/2017
No.Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/3

PUSKESMAS AFRINA F. SITOHANG, SKM


SITIOTIO NIP. 19810408 200502 2 001

1. Pengertian • Injeksi intravena adalah cara pemberian obat melalui vena secara langsung,
diantaranya pembuluh darah vena di lengan, tungkai, leher dan kepala
2. Tujuan • Sebagai acuan bagi petugas untuk melakukan pemberian obat dana tau cairan
intravea

3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sitiotio Nomor 440.449/ /SK KAPUS/III/2017

4. Referensi • Pedoman Praktik Kebutuhan Dasar Manusia II Kementerian Kesehatan RI Tahun


2013
5. Prosedur 1. Alat :
- Bak Instrumen Steril
- Torniquet / Karet pembendung
2. Bahan :
- Kapas alkohol
- Obat injeksi
- Spuit injeksi 1 cc

6. Langkah-langkah 1. Petugas memberikan informasi maksud dan tujuan tindakan kepada pasien
(informed consent)
2. Petugas mencuci tangan
3. Petugas memakai handscoon
4. Petugas menyiapkan alat – alat dan bahan dalam bak instrumen steril,
5. Petugas mengambil obat dengan spuit sesuai dosis, apabila dalam bentuk bubuk,
maka dilarutkan dulu dengan aquades
6. Petugas mengatur posisi pasien
7. Petugas memilih area penusukan yang bebas dari lesi dan peradangan
8. Petugas membersihkan area suntikan menggunakan kapas alkohol
9. Petugas melakukan pengikatan dengan torniquet (lakukan pembendungan) pada
bagian atas daerah yang akan disuntikkan
10. Petugas membuka tutup jarum/spuit
11. Petugas menusukkan jarum/spuit dengan lubang menghadap ke atas dengan

1
memasukkan ke pembuluh darah
12. Petugas melakukan aspirasi spuit,
13. Petugas mengobservasi ada tidak darah dalam spuit ,jika ada darah lepaskan
torniquet,masukkan obat perlahan – lahan hingga habis
14. Petugas mencabut spuit
15. Petugas menekan tempat penusukan dengan kapas alkohol
16. Petugas memberitahu kepada pasien bahwa tindakan sudah selesai
17. Petugas membuang sampah medis pada tempatnya
18. Petugas mencatat tindakan (reaksi pemberian, jumlah, dosis dan waktu
pemeberian obat) dalam rekam medis
19. Petugas merapikan alat dan bahan
20. Petugas melepaskan handscoon dan mencuci tangan

7. Diagram alir
Petugas memberikan
informasi maksud dan Mencuci Memakai Handscoon
tujuan tindakan kepada tangan
pasien (informed consent)

Mengambil obat dengan spuit Menyiapkan alat – alat


Mengatur posisi
sesuai dosis, apabila dalam bentuk dan bahan dalam bak
pasien
bubuk, maka dilarutkan dulu instrumen steril,
dengan aquades

Melakukan pengikatan
Memilih area Membersihkan area dengan torniquet (lakukan
penusukan yang bebas penusukan dengan kapas pembendungan) pada
alkohol bagian atas daerah yang
dari lesi
akan disuntikkan

Melakukan Menusukkan jarum/spuit


aspirasi spuit, dengan lubang menghadap Membuka tutup
ke atas dengan memasukkan jarum/spuit
ke pembuluh darah

Ya

Observasi Masukkan obat perlahan Cabut spuit


Ada tidak
darah dalam hingga habis
spuit ?

Memberitahu kepada pasien Menekan tempat


Membuang sampah bahwa tindakan sudah penusukkan dengan
medis pada tempatnya selesai kapas alkohol
selesai

Merapikan alat dan bahan


Mencatat tindakan (reaksi pemberian,
jumlah, dosis dan waktu pemeberian
obat) dalam rekam medis

Melepaskan handscoon
dan mencuci tangan

2
8. Hal-hal yang • Petugas kesehatan haus teliti dan berhati-hati dalam pemberian obat dengan
perlu menerapkan prinsip 6 tepat : tepat obat, tepat dosis, tepat pasien, tepat cara
diperhatikan pemberian obat, tepat waktu dan tepat pendokumentasian
• Observasi pasien antara 5 sampai dengan 15 menit terhadap reaksi obat

9. Unit terkait 1. Poliklinik Umum


2. Poliklinik Gigi
3. Ruang UGD
4. Ruang KIA-KB
5. Ruang Imunisasi
6. Fasilitas Kesehatan Jejaring
10.Dokumen terkait • Buku Register pasien
• Rekam medis pasien
• Lembar informed consent
• Lembar penolakan tindakan medis

11.Rekaman historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan


perubahan