Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

BIOLOGI

Disusun oleh :
Nama : Yanuar Triesnu Basyudha
NIM : 08 / 12787 / THP
Fakultas : Teknologi Pertanian
Jurusan : Teknologi Hasil Pertanian
Gol/Kel : III ( tiga ) / XIV ( empat belas )
Acara : I ( satu )
Co. Ass : Hana Christine Shinthya

INSTITUT PERTANIAN STIPER


YOGYAKARTA
2008
I. ACARA : I. PENGENALAN MIKROSKOP DAN MELIHAT SEL
MATI JARINGAN TUMBUHAN DAN JARINGAN HEWAN
II. TUJUAN :
A. Mengenal bagian-bagian mikroskop, memahami kegunaannya dan
terampil menggunakannya.
B. Melihat sel mati yang terdapat pada jaringan tumbuhan maupun jaringan
hewan.
III. DASAR TEORI :
A. Mikroskop
Mikroskop merupakan alat dasar yang sangat sering digunakan dalam
pengamatan, terutama dalam bidang biologi. Adapun bagian- bagian dari
mikroskop sendiri yaitu terdiri dari:
1. Kaki / basis, dapat berbentuk persegi, tapal kuda atau
bentuk yang lain.
2. Tangkai, merupakan penyokong teropong yang menjadi
penghubung antara kaki dengan teropong.
3. Meja benda, merupakan tempat untuk meletakan preparat.
4. Sekrup-sekrup penggerak meja preparat, terdapat dua buah
sekrup, salah satu sekrup dapat diputar untuk menggerakkan preparat.
Kekiri atau kekanan, sedang sekrup-sekrup yang lain menggerakkan
preparat kemuka / kebelakang. Sebelum digunakan, preparat dijepit
dulu dengan alat penjepit sehingga preparat tidak bergeser tempatnya.
5. Sekrup-sekrup pengatur jarak antara teropong dengan
preparat. Sebagai pengatur/ penggerak kasar disebut makrometer dan
sebagai penggerak halus disebut mikrometer.
6. Teropong terdiri dari:
a. Lensa obyektif, yaitu lensa yang dekat dengan obyek / preparat
yang diamati. Lensa obyektif ini biasanya berjumlah 2 atau 3,
mempunyai perbesaran 10x, 45x, 100x, yang dipasang sekaligus
pada revolver yang dapat diputar.
b. Lensa okuler, yaitu lensa yang letaknya menghadap ke mata kita,
dipasang pada tabung okuler, lensa ini sangat mudah dilepaskan
dari tabung okuler. Oleh karenanya bila membawa mikroskop
janganlah dibalik, karena bila dibalik lensa okuler dapat jatuh.
Perbesarannya 5x, 10x, dan 12x.
7. Diafragma, ialah bagian yang berfungsi untuk mengatur
banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur tangkainya.
8. Kondensor, ialah bagian yang terdiri atas lensa, berguna
untuk mengatur pemusatan lensa.
9. Filter, berupa gelas bundar yang berwarna biru, hijau /
warna lain yang berguna untuk mengurangi silau, atau untuk
penegasan gambar.
10. Cermin, alat untuk menangkap cahaya. Biasanya terdiri dua macam,
yaitu cermin datar dan cermin cekung. Untuk keadaan terang
digunakan cermin datar, serta dalam keadaan gelap digunakan
cermin cekung.
B. Sel
Istilah sel pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuwan bangsa
Inggris Robert Hooke pada tahun 1665. Hooke melakukan penelitian pada
sayatan gabus Quercus suber di mikroskop dan ia menemukan ruang-ruang
kecil kosong yang tersusun rapi didalamnya. Ruang- ruang kecil itulah
yang kemudian dinamakan sebagai sel, sesuai dengan istilah asalnya Cella
yang berarti rongga kecil. Dan sejak itu pula unit terkecil dari setiap
makhluk hidup diberi nama sel.
Secara umum sel suatu makhluk hidup terdiri dari 3 bagian utama:
1. Dinding sel yang tersusun dari selulosa, lignin, khitin, dsb.
2. Komponen Protoplasmik.
Komponen protoplasmik dapat ditemukan didalam protoplasma. Komponen
protoplasmik diantarnya terdiri dari:
1. Membran Sitoplasma, yaitu lapisan yang membatasi sitoplasma sel.
2. Sitoplasma, berupa campuran material yang kompleks yang mengisi
ruang di dalam sel. Sitoplasma terbungkus lapisan tipis yang bersifat
semipermeabel bernama membran sel. Didalam sitoplasma ditemukan
berbagai struktur organella,yaitu: mitokondria, plastida, ribosoma,
retikulum endoplasma, nukleus (inti sel), anak inti sel, vakuola, dsb.
3. Komponen Non Protoplasmik ( Benda Ergastik )
Komponen non protoplasmik di dalam sel,berupa Ca Oksalat, aleuron,
minyak, dll. Komponen non ptotoplasmik di dalam plastida berupa
amilum & lemak.
IV. ALAT DAN BAHAN :
A. Alat :
1. Mikroskop.
2. Gelas benda.
3. Gelas penutup.
B. Bahan :
1. Preparat awetan sel gabus Quercus suber (awetan) fam fagaccae.
2. Awetan kulit reptil yang mengelupas (Ecdysis).
V. CARA KERJA :
A. Skematis
1. Mikroskop
a. Mencari bayangan pengamatan.
- Ditempatkan lensa obyektif pada perbesaran lemah dengan
memutar revolver sampai terdengar bunyi klik.
- Ditarik tangkai diafragma kebelakang. Berarti diarfagma
terbuka sempurna.
- Diarahkan cermin kearah cahaya.

- Diamati pada bidang penglihatan sampai terang dengan mata


membidik kearah lensa okuler.
b. Mencari bayangan preparat/sediaan
- Diletakkan preparat pada meja benda, dan jepit dengan penjepit
samping.
- Diputar makrometer kebelakang sampai nol, tempatkan noda
sediaan tepat dibawah lensa obyektif.
- Dibidikkan mata ke lensa okuler sambil memutar makrometer
kedepan kearah jarum jam perlahan hingga tampak bayangan
yang jelas. Jika ingin dengan perbesaran kuat, putar
obyektifnya lalu mainkan fungsi dari makrometer sangat
pelan. Bila lensa obyektifnya 100x maka diatas preparat
ditetesi minyak imersi.
2. Melihat sel mati jaringan tumbuhan dan hewan.
a. Melihat sel mati jaringan tumbuhan.
- Disediakan sayatan (penampang tangensial) gabus kulit batang
Quercus suber kemudian letakkan pada mikroskop dengan
cermin diarahkan kearah cahaya dan amati..
- Diperiksa dengan perbesaran lemah terlebih dahulu, setelah itu
dengan perbesaran kuat.
- Digambar sel yang tampak kemudian diberi keterangan.

b. Melihat sel mati jaringan hewan.


- Diletakkan awetan Ecdysis pada mikroskop.

- Diarahkan cermin pada mikroskop kearah cahaya.

- Diamati dengan perbesaran lemah dahulu, setelah itu baru


pembesaran kuat.
- Digambar bentuk selnya dan beri keterangan bagian-bagianya.
B. Teoritis
1. Melihat sel mati jaringan tumbuhan.
2. Mempersiapkan mikroskop.
3. Mengambil kulit batang Quercus suber yang berupa awetan dan
meletakkannya pada mikroskop.
4. Mengamati pembesaran dan menggambar bentuk sel dan bagian-
bagiannya.
5. Melihat sel mati jaringan hewan.
a. Menyiapkan mikroskop.
b. Mengambil awetan Ecdysis dan meletakkannya di mikroskop.
c. Mengamati dan menggambar bentuk sel dan bagian- bagiannya.
VI. HASIL PENGAMATAN:
A. Mikroskop

Keterangan:
1. Lensa okuler
2. Tabung lensa.
3. Makrometer.
4. Mikrometer.
5. Revolver.
6. Lensa objektif
7. Lengan Penyangga.
8. Meja preparat.
9. Pengatur diafragma
lensa diarfagma.
10. Cermin.
11. Engsel.
12. Penngerak diafragma.
13. Kaki Mikroskop.
B. Sel mati jaringan hewan dan sel mati jaringan tumbuhan.
1. Sel mati jaringan hewan
Sisik Ular (Ecdysis).

Keterangan:
1. Membran sel.
2. Ruang antar sel.
3. Ruang dalam sel.

2. Sel mati jaringan tumbuhan


Gabus kulit batang ( Quercus suber ).

Keterangan:
1. Dinding Sel.
2. Membran Sel.
3. Ruang dalam Sel.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008, Buku Petunjuk Praktikum Biologi Institut Pertanian STIPER


Yogyakarta.
Kimball, J. W. 1993. Biologi, Jilid 1, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Pelezar, J. Michael ,Jr dan Chan, E.C.S 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi 1.
Jakarta: Universitas Indonesia.
Tim Penyusun Biologi. 2002. PR Biologi. Klaten: PT. Intan Pariwara.

Yogyakarta; 19 Oktober 2008


Mengetahui Mengatahui
Co.Ass Praktikan

(Hana Cristine Sintya) (Didik Gunadi)