Anda di halaman 1dari 35

 Home

 Follow Me On Google+
 Facebook

Agus Prasetiyo

Ikatlah Ilmu dengan menulisnya





Search her

 Home
 Berita
 All about Linux
 Tutorial
 Microsoft

Home » Antena » Wireless » Jenis Jenis Antena Wi-Fi dan Frekuensi yang digunakan

Jenis Jenis Antena Wi-Fi dan Frekuensi yang


digunakan
in Antena, Wireless - on 13:15 - 23 comments
Dibidang elektronika definisi antena adalah “transformator / struktur transmisi antara gelombang
terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Sekarang antena
adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio, TV, radar, dan
semua alat komunikasi lainnya yang menggunakan sinyal”. Sebuah antena adalah bagian vital
dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke
udara.Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain, pola penyebaran dan frekuensi dan
gain. Panjang antenna secara efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang
dipancarkannya. Antenna setengah gelombang adalah sangat poluler karena mudah dibuat dan
mampu memancarkan gelombang radio secara efektif.

Fungsi
Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu
meradiasikannya (Pelepasan energy elektromagnetik ke udara / ruang bebas). Dan sebaliknya,
antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (Penerima energy
elektromagnetik dari ruang bebas ) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik.

Karakter antena
Pola radiasi
Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena,
atau plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Pola
radiasiantena dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola radiasi pada
bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan arah azimuth (pola
azimuth).

Gain
Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena
mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah
kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, ohm, atau lainnya,
melainkan suatu bentuk perbandingan.

Polarisasi
Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi
linear vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya
untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.

Antena untuk WiFi


Antena Omnidirectional
Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara
seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. This pattern is
often described as "donut shaped". Pola ini sering digambarkan sebagai "donat berbentuk".
Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di
outdoor point-to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan siaran
TV.
Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat yang tegak
lurus ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang
digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau satu titik ke banyak titik di
sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client
atau penerima menggunalan directional antenna atau antenna yang ter arah. Yang ditunjukkan di
bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal
dengan pancaran 360-derajat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field yang berbeda
dengan polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan.
Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360
derjat, sedangkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.

Pola radiasi dari antenna Omni

contoh antena Omnidirectional

1/4 Lambda antena 2.4Ghz WIFI

ini adalah antena termudah yg bisa dibuat dengan penguatan sekitar 3-4 dBi tergantung tuning
dan nilai2 element yg ada.antenna ini dibuat dr kawat copper (tembaga) atau brass (kuningan)
dan mempunyai sudut elevasi reflektor 30* dan mempunyai arah pancaran ke segala arah
“omnidirectional” kira2 gambarnya seperti ini.
Part List-satu konektor tipe N female dgn 4 lobang sekitar,direkomendasikan mempunyai teflon
insulasi diantara outer dan inner konektor. -20 cm tembaga atau kuningan berbentuk batang dgn
diameter 2mm.
Konstruksi:

1. dengan tang potong kawat yg dipakai menjadi 5 bagian masing2 4 cm panjangnya.


2. dgn kikir sedang (permukaan kikir) ratakan ke 4 bagian yg berlubang pd konektor N tsb
sehingga memudahkan kita menyolder bagian reflektor.
3. dengan solder high power (yg mempunyai panas 80 watt minimal) solder ke empat
batang kawat yg mau dipake di ke 4 sisi konektor tsb,hati2! panas yg cukup tinggi bisa
melelehkan insulasi teflon yg ada di antara titik tengah konektor.(bagian yg berwarna
putih susu).
4. tekuk 0.5 cm pd ujung kawat (4 buah yg ditekuk) dgn sudut 90 derajat,hati2 dengan
konstruksi yg sedikit rumit ini.

Sesudah terpasang di keempat sisi konektor N,mk anda bisa solder bagian “hot wire” yg
berfungsi sbg antena yg sesungguhnya dgn hati2 dan tentu saja rapi bukan..?
kemudian rapikan jg ujung bagian bawah yg ada di bagian konektor N
kemudian dengan sebuah teknik “jembatan keledai” kita gambar sudut 30 derajat dan tempel pd
dinding utk mengukur ketepatan sudut antena yg kita buat, kemudian potong dgn tepat 3.05 cm
radial (reflektor= yg tertempel pd ke empat sudut konektor N) dan central wire (yg tersolder di
tengah konektor) ini perlu kehati2an dan ketepatan tinggi sebab kita akan bekerja pd freq yg
amat tinggi! mk semakin tinggi suatu freq,akan semakin kritis pula nilai2 yg ada pd pembuatan
antena tsb.
TIPS:
Pembuatan ini di alokasikan pd channel 6 (2.44 Ghz) atau tepat pd titik tengah pd freq channel
yg ada (13 channel).saran terbaik adl jangan memotong dulu bagian tengah sepanjang 3.0 cm,tp
biarkan sepanjang apa adanya dan kurangi tiap 0.1 cm dan ukur besaran signal dgn memaki
software semacam Netstumbler.ini disebut “tuning and matching” jd kepanjangan yg
dikehendaki hendaklah fixed dgn channel AP or wlan yg akan anda tuju.anda bisa melihat tuning
by cutting ini sukses bila besaran signal akan membesar pd titik potong yg dikehendaki. Semakin
pendek panjang iner wire semakin tinggi channel yg bisa diakses (dlm hal optimum signal
receive maupun transmit) dan semakin rendah chanel yg dipakai semakin panjang pula iner
wire.

Antena Sectoral

Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk
Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat
tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi
dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8
km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya
harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai
dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak
memiliki sinyal pancaran.Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan
penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.

Antenna Grid

Pola pancaran antena grid


selain itu ada juga antena

1. Solid Disc
2. Yagi
3. dll

mungkin akan saya bahas lain kali. :D

Frekuensi yang umum digunakan

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi
dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan
produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki
penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Cocok
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b,g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b,g,n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak
diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi
Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu
daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam
pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400
MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel
(masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

 Channel 1 - 2,412 MHz;


 Channel 2 - 2,417 MHz;
 Channel 3 - 2,422 MHz;
 Channel 4 - 2,427 MHz;
 Channel 5 - 2,432 MHz;
 Channel 6 - 2,437 MHz;
 Channel 7 - 2,442 MHz;
 Channel 8 - 2,447 MHz;
 Channel 9 - 2,452 MHz;
 Channel 10 - 2,457 MHz;
 Channel 11 - 2,462 MHz

Save Save
Related Posts :

Cara connect wifi via CLI


Setting Access Point TP-Link (TL-WA...
Membuat Server VoIP dengan Virtualb...
Pengertian VOIP

Rekomendasi Untuk Anda


Label: Antena, Wireless

23 komentar

Dayunk Hidayat
25 November 2013 at 20:27

;jempol
;loveindo

Reply

aok tox mod


30 November 2013 at 20:55

;jempol

Reply

Aboe Zaki
31 December 2014 at 06:23

Sip gan infonya, thanks.

Reply

Agus Prasetiyo
7 April 2015 at 10:52

Terimakasih, silakan berkunjung lagi Gan


Kalau mau request artikel juga juga boleh

Reply

Edwintomu L Gaol
31 March 2015 at 22:53

Tmks.. Atas postingannya. Simpel dan bermakna..

Reply

Agus Prasetiyo
7 April 2015 at 10:53

Terimakasih feedbacknya, silakan berkunjung lagi Gan


Kalau mau request artikel juga juga boleh

Reply

Edwintomu L Gaol
31 March 2015 at 22:53

Tks.. Sngat membangun dan tepat

Reply

Agus Prasetiyo
7 April 2015 at 10:53

Terimakasih feedbacknya, silakan berkunjung lagi Gan


Kalau mau request artikel juga juga boleh
Reply

achmad maftuh arrizeqi


8 September 2015 at 09:18

Membantu sekali gan

Reply

Ahmad Muarif
11 October 2015 at 00:51

Gan Pliis Sms ke no ini 085201116241 !! saya mau minta bantuan sama agan
(sms kaya gini ya "Hay ada yang bisa saya bantu" )

Terima Kasih

#Newbie

Reply

Agus Prasetiyo
11 October 2015 at 00:55

kalau ada pertanyaan silakan kirim email atau via facebook gan. ini facebook saya :
https://www.facebook.com/aoktox

Reply

abdul mumin
3 March 2016 at 04:13

mantap,,terimakasih yang sebesar-besarnya

Reply

Agus Prasetiyo
3 March 2016 at 06:22

Sama sama gan

Reply
Galis Rahman
25 March 2016 at 21:30

Kapan ulasan di lanjutkan gan? Untuk antena disc solid, yogi dsb?

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:22

Masih nunggu ada hardware yang dibuat bahan nulis gan

Reply

Andrias Siwabessy
1 April 2016 at 17:13

Terima kasih atas ilmunya gan..


Ane udah kirim pertanyaan di fb, mohon pencerahannya ya.
Trims.

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:27

Iya gan, sama sama

Reply

Bimonet Internet cepat


1 May 2016 at 13:12

Saya kemarin membuat antena wajan bolic,dan ada banyak wifi yang di terimaa,tp mengapa
tidak semua wifi gratisan tidak bisa konek ,hanya chanel 6 yang bisa konek,saya menggunakan
tp link wn722n,minta penjelasan dari master..?terima kasih

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:31

Mungkin wifi yang mau agan konek menerapkan filtering mac address, jadi nggak semua bisa
terkoneksi. Bisa juga karena pengaruh konfigurasi tp link wn722n yang mungkin cuma dibuat
pada channel 6. CMIIW

Reply

om jhon
5 May 2016 at 02:50

Terima kasih banyak bwt ilmunya,gan..matur suwun sangeth..

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:33

Inggih, sami sami mas

Reply

jozef wongso
21 July 2016 at 23:06

Mas agus tinggal dmn? pengen ngobrol n niru ilmunya. Aku di BSD Tangerang

Reply

Agus Prasetiyo
5 September 2016 at 13:37

Saya di Surabaya mas

Reply

Post a Comment

Pembaca yang baik selalu meninggalkan "JEJAK" !!!!

 Home
 Follow Me On Google+
 Facebook
Agus Prasetiyo

Ikatlah Ilmu dengan menulisnya





Search her

 Home
 Berita
 All about Linux
 Tutorial
 Microsoft

Home » Antena » Wireless » Jenis Jenis Antena Wi-Fi dan Frekuensi yang digunakan

Jenis Jenis Antena Wi-Fi dan Frekuensi yang


digunakan
in Antena, Wireless - on 13:15 - 23 comments

Dibidang elektronika definisi antena adalah “transformator / struktur transmisi antara gelombang
terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Sekarang antena
adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio, TV, radar, dan
semua alat komunikasi lainnya yang menggunakan sinyal”. Sebuah antena adalah bagian vital
dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke
udara.Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain, pola penyebaran dan frekuensi dan
gain. Panjang antenna secara efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang
dipancarkannya. Antenna setengah gelombang adalah sangat poluler karena mudah dibuat dan
mampu memancarkan gelombang radio secara efektif.

Fungsi
Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu
meradiasikannya (Pelepasan energy elektromagnetik ke udara / ruang bebas). Dan sebaliknya,
antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (Penerima energy
elektromagnetik dari ruang bebas ) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik.

Karakter antena
Pola radiasi
Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan oleh sebuah antena,
atau plot 3-dimensi tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh sebuah antena. Pola
radiasiantena dibentuk oleh dua buah pola radiasi berdasar bidang irisan, yaitu pola radiasi pada
bidang irisan arah elevasi (pola elevasi) dan pola radiasi pada bidang irisan arah azimuth (pola
azimuth).

Gain
Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena
mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Gain bukanlah
kuantitas yang dapat diukur dalam satuan fisis pada umumnya seperti watt, ohm, atau lainnya,
melainkan suatu bentuk perbandingan.

Polarisasi
Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi
linear vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya
untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.

Antena untuk WiFi


Antena Omnidirectional
Sebuah antena Omnidirectional adalah antena daya sistem yang memancar secara
seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. This pattern is
often described as "donut shaped". Pola ini sering digambarkan sebagai "donat berbentuk".
Antena Omnidirectional dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa antena directional di
outdoor point-to-multipoint komunikasi systems termasuk sambungan telepon selular dan siaran
TV.
Antena omni mempunyai sifat umum radiasi atau pancaran sinyal 360-derajat yang tegak
lurus ke atas. Omnidirectional antena secara normal mempunyai gain sekitar 3-12 dBi. Yang
digunakan untuk hubungan Point-To-Multi-Point ( P2Mp) atau satu titik ke banyak titik di
sekitar daerah pancaran. Yang baik bekerja dari jarak 1-5 km, akan menguntungkan jika client
atau penerima menggunalan directional antenna atau antenna yang ter arah. Yang ditunjukkan di
bawah adalah pola pancaran khas RFDG 140 omnidirectional antena. Radiasi yang horisontal
dengan pancaran 360-derajat. Radiasi yang horisontal pada dasarnya E-Field yang berbeda
dengan polarisasi yang vertikal adalah sangat membatasi potongan sinyal yang di pancarkan.
Antena ini akan melayani atau hanya memberi pancaran sinyal pada sekelilingnya atau 360
derjat, sedangkan pada bagian atas antena tidak memiliki sinyal radiasi.

Pola radiasi dari antenna Omni

contoh antena Omnidirectional

1/4 Lambda antena 2.4Ghz WIFI

ini adalah antena termudah yg bisa dibuat dengan penguatan sekitar 3-4 dBi tergantung tuning
dan nilai2 element yg ada.antenna ini dibuat dr kawat copper (tembaga) atau brass (kuningan)
dan mempunyai sudut elevasi reflektor 30* dan mempunyai arah pancaran ke segala arah
“omnidirectional” kira2 gambarnya seperti ini.
Part List-satu konektor tipe N female dgn 4 lobang sekitar,direkomendasikan mempunyai teflon
insulasi diantara outer dan inner konektor. -20 cm tembaga atau kuningan berbentuk batang dgn
diameter 2mm.
Konstruksi:

1. dengan tang potong kawat yg dipakai menjadi 5 bagian masing2 4 cm panjangnya.


2. dgn kikir sedang (permukaan kikir) ratakan ke 4 bagian yg berlubang pd konektor N tsb
sehingga memudahkan kita menyolder bagian reflektor.
3. dengan solder high power (yg mempunyai panas 80 watt minimal) solder ke empat
batang kawat yg mau dipake di ke 4 sisi konektor tsb,hati2! panas yg cukup tinggi bisa
melelehkan insulasi teflon yg ada di antara titik tengah konektor.(bagian yg berwarna
putih susu).
4. tekuk 0.5 cm pd ujung kawat (4 buah yg ditekuk) dgn sudut 90 derajat,hati2 dengan
konstruksi yg sedikit rumit ini.

Sesudah terpasang di keempat sisi konektor N,mk anda bisa solder bagian “hot wire” yg
berfungsi sbg antena yg sesungguhnya dgn hati2 dan tentu saja rapi bukan..?
kemudian rapikan jg ujung bagian bawah yg ada di bagian konektor N
kemudian dengan sebuah teknik “jembatan keledai” kita gambar sudut 30 derajat dan tempel pd
dinding utk mengukur ketepatan sudut antena yg kita buat, kemudian potong dgn tepat 3.05 cm
radial (reflektor= yg tertempel pd ke empat sudut konektor N) dan central wire (yg tersolder di
tengah konektor) ini perlu kehati2an dan ketepatan tinggi sebab kita akan bekerja pd freq yg
amat tinggi! mk semakin tinggi suatu freq,akan semakin kritis pula nilai2 yg ada pd pembuatan
antena tsb.
TIPS:
Pembuatan ini di alokasikan pd channel 6 (2.44 Ghz) atau tepat pd titik tengah pd freq channel
yg ada (13 channel).saran terbaik adl jangan memotong dulu bagian tengah sepanjang 3.0 cm,tp
biarkan sepanjang apa adanya dan kurangi tiap 0.1 cm dan ukur besaran signal dgn memaki
software semacam Netstumbler.ini disebut “tuning and matching” jd kepanjangan yg
dikehendaki hendaklah fixed dgn channel AP or wlan yg akan anda tuju.anda bisa melihat tuning
by cutting ini sukses bila besaran signal akan membesar pd titik potong yg dikehendaki. Semakin
pendek panjang iner wire semakin tinggi channel yg bisa diakses (dlm hal optimum signal
receive maupun transmit) dan semakin rendah chanel yg dipakai semakin panjang pula iner
wire.

Antena Sectoral

Antena Sectoral hampir mirip dengan antena omnidirectional. Yang juga digunakan untuk
Access Point to serve a Point-to-Multi-Point (P2MP) links. Beberapa antenna sectoral dibuat
tegak lurus , dan ada juga yang horizontal.Antena sectoral mempunyai gain jauh lebih tinggi
dibanding omnidirectional antena di sekitar 10-19 dBi. Yang bekerja pada jarak atau area 6-8
km. Sudut pancaran antenna ini adalah 45-180 derajat dan tingkat ketinggian pemasangannya
harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal.
Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai
dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak
memiliki sinyal pancaran.Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan
penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.

Antenna Grid

Pola pancaran antena grid


selain itu ada juga antena

1. Solid Disc
2. Yagi
3. dll

mungkin akan saya bahas lain kali. :D

Frekuensi yang umum digunakan

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi
dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan
produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki
penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Cocok
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b,g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b,g,n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak
diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi
Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu
daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama. Versi Wi-Fi yang paling luas dalam
pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400
MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel
(masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

 Channel 1 - 2,412 MHz;


 Channel 2 - 2,417 MHz;
 Channel 3 - 2,422 MHz;
 Channel 4 - 2,427 MHz;
 Channel 5 - 2,432 MHz;
 Channel 6 - 2,437 MHz;
 Channel 7 - 2,442 MHz;
 Channel 8 - 2,447 MHz;
 Channel 9 - 2,452 MHz;
 Channel 10 - 2,457 MHz;
 Channel 11 - 2,462 MHz

Related Posts :

Membuat Server VoIP dengan Virtualb...


Pengertian VOIP

Apa sih Mikrotik itu ?

Install E-learning Moodle di ClearO...

Rekomendasi Untuk Anda


Label: Antena, Wireless

23 komentar

Dayunk Hidayat
25 November 2013 at 20:27

;jempol
;loveindo

Reply

aok tox mod


30 November 2013 at 20:55

;jempol

Reply

Aboe Zaki
31 December 2014 at 06:23

Sip gan infonya, thanks.

Reply

Edwintomu L Gaol
31 March 2015 at 22:53

Tmks.. Atas postingannya. Simpel dan bermakna..

Reply

Edwintomu L Gaol
31 March 2015 at 22:53

Tks.. Sngat membangun dan tepat

Reply
Agus Prasetiyo
7 April 2015 at 10:52

Terimakasih, silakan berkunjung lagi Gan


Kalau mau request artikel juga juga boleh

Reply

Agus Prasetiyo
7 April 2015 at 10:53

Terimakasih feedbacknya, silakan berkunjung lagi Gan


Kalau mau request artikel juga juga boleh

Reply

Agus Prasetiyo
7 April 2015 at 10:53

Terimakasih feedbacknya, silakan berkunjung lagi Gan


Kalau mau request artikel juga juga boleh

Reply

achmad maftuh arrizeqi


8 September 2015 at 09:18

Membantu sekali gan

Reply

Ahmad Muarif
11 October 2015 at 00:51

Gan Pliis Sms ke no ini 085201116241 !! saya mau minta bantuan sama agan
(sms kaya gini ya "Hay ada yang bisa saya bantu" )

Terima Kasih

#Newbie

Reply
Agus Prasetiyo
11 October 2015 at 00:55

kalau ada pertanyaan silakan kirim email atau via facebook gan. ini facebook saya :
https://www.facebook.com/aoktox

Reply

abdul mumin
3 March 2016 at 04:13

mantap,,terimakasih yang sebesar-besarnya

Reply

Agus Prasetiyo
3 March 2016 at 06:22

Sama sama gan

Reply

Galis Rahman
25 March 2016 at 21:30

Kapan ulasan di lanjutkan gan? Untuk antena disc solid, yogi dsb?

Reply

Andrias Siwabessy
1 April 2016 at 17:13

Terima kasih atas ilmunya gan..


Ane udah kirim pertanyaan di fb, mohon pencerahannya ya.
Trims.

Reply

Bimonet Internet cepat


1 May 2016 at 13:12
Saya kemarin membuat antena wajan bolic,dan ada banyak wifi yang di terimaa,tp mengapa
tidak semua wifi gratisan tidak bisa konek ,hanya chanel 6 yang bisa konek,saya menggunakan
tp link wn722n,minta penjelasan dari master..?terima kasih

Reply

om jhon
5 May 2016 at 02:50

Terima kasih banyak bwt ilmunya,gan..matur suwun sangeth..

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:22

Masih nunggu ada hardware yang dibuat bahan nulis gan

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:27

Iya gan, sama sama

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:31

Mungkin wifi yang mau agan konek menerapkan filtering mac address, jadi nggak semua bisa
terkoneksi. Bisa juga karena pengaruh konfigurasi tp link wn722n yang mungkin cuma dibuat
pada channel 6. CMIIW

Reply

Agus Prasetiyo
29 May 2016 at 22:33

Inggih, sami sami mas

Reply
jozef wongso
21 July 2016 at 23:06

Mas agus tinggal dmn? pengen ngobrol n niru ilmunya. Aku di BSD Tangerang

Reply

Agus Prasetiyo
5 September 2016 at 13:37

Saya di Surabaya mas

Reply

Post a Comment

Pembaca yang baik selalu meninggalkan "JEJAK" !!!!

Newer Post Older Post Home

Total Pageviews

342988

Subscribe To
Posts
Comments

Popular Posts

Jenis Jenis Antena Wi-Fi dan Frekuensi yang digunakan

Dibidang elektronika definisi antena adalah...


Membuat Server VoIP dengan Virtualbox

Untuk membangun sebuah server VoIP deperlukan sebuah...

Mengatasi lupa password pada ubuntu

Selamat datang di blog saya, kali ini saya akan berbagi...

Melakukan koneksi WiFi point to point menggunakan antena NanoBridge M5

Dalam melakukan koneksi kita harus mempersiapkan barang...

 Membuat Konversi Suhu dengan Java (OOP)

Kali ini saya akan memberikan contoh aplikasi sederhana...

Blog Archive
 July (1)
 September (6)
 March (10)
 February (3)
 October (4)
 May (1)
 April (2)
 March (3)
 August (1)
 May (2)
 March (1)
 February (9)
 January (2)
 December (1)
 November (1)
 October (2)
 July (1)
 June (2)
 February (8)
 January (20)

Label
Agus Prasetiyo Antena Azure Berita Blogger Clear OS Cloud CMS DreamSpark Ferry Astika
FreeBSD ipfire IPv6 Jaringan Java Keamanan Jaringan Kuliah Lab Jaringan Komputer Laravel
LDAP Linux Microsoft mikrotik MVA OOP Pembahasan LKS PENS Programming Report
Server Teknik Informatika Tutorial ubuntu Video Tutorial Virtualisasi VoIP Wireless

Contributors
 Agus Prasetiyo
 Agus Prasetyo

Followers
© Copyright 2013 Agus Prasetiyo - ALL RIGHTS RESERVED - POWERED BY
BLOGGER.COM