Anda di halaman 1dari 3

BAHAN KONTRAS RADIOGRAFI

Bahan Kontras merupakan senyawa-senyawa yang digunakan untuk meningkatkan visualisasi


(visibility) struktur-struktur internal pada sebuah pencitraan diagnostic medik.
Bahan kontras dipakai pada pencitraan dengan sinar-X untuk meningkatkan daya attenuasi sinar-X
(Bahan kontras positif) yang akan dibahas lebih luas disini atau menurunkan daya attenuasi sinar-X
(bahan kontras negative dengan bahan dasar udara atau gas). Selain itu bahan kontras juga
digunakan dalam pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging), namun metode ini tidak
didasarkan pada sinar-X tetapi mengubah sifat-sifat magnetic dari inti hidrogen yang menyerap
bahan kontras tersebut. Bahan kontras MRI dengan sifat demikian adalah Gadolinium.

Ada dua jenis bahan baku dasar dari bahan kontras positif yang digunakan dalam pemeriksaan
dengan sinar-X yaitu barium dan iodium. Sebuah tipe bahan kontras lain yang sudah lama adalah
Thorotrast dengan senyawa dasar thorium dioksida, tapi penggunaannya telah dihentikan karena
terbukti bersifat karsinogen.

B. Barium sulfat
Bahan kontras barium sulfat, berbentuk bubuk putih yang tidak larut. Bubuk ini dicampur dengan air
dan beberapa komponen tambahan lainnya untuk membuat campuran bahan kontras. Bahan ini
umumnya hanya digunakan pada saluran pencernaan; biasanya ditelan atau diberikan sebagai enema.
Setelah pemeriksaan, bahan ini akan keluar dari tubuh bersama dengan feces.

C. Bahan kontras Iodium


Bahan kontras iodium bisa terikat pada senyawa organik (non-ionik) atau sebuah senyawa ionic.
Bahan-bahan ionic dibuat pertama kali dan masih banyak digunakan dengan tergantung pada
pemeriksaan yang dimaksudkan. Bahan-bahan ionic memiliki profil efek samping yang lebih buruk.
Senyawa-senyawa organik memiliki efek samping yang lebih sedikit karena tidak berdisosiasi dengan
molekul-molekul komponen. Banyak dari efek samping yang diakibatkan oleh larutan hyperosmolar
yang diinjeksikan, yaitu zat-zat ini membawa lebih banyak atom iodine per molekul. Semakin banyak
iodine, maka daya attenuasi sinar-X bertambah. Ada banyak molekul yang berbeda. Media kontras
yang berbasis iodium dapat larut dalam air dan tidak berbahaya bagi tubuh. Bahan-bahan kontras ini
banyak dijual sebagai larutan cair jernih yang tidak berwarna. Konsentrasinya biasanya dinyatakan
dalam mg I/ml. Bahan kontras teriodinasi modern bisa digunakan hampir di semua bagian tubuh.
Kebanyakan diantaranya digunakan secara intravenous, tapi untuk berbagai tujuan juga bisa
digunakan secara intraarterial, intrathecal (tulang belakang) dan intraabdominally – hampir pada
seluruh rongga tubuh atau ruang yang potensial.

Mulai pertengahan tahun 1950 ditetapkan penggunaan bahan dasar molekul benzoat yang setiap
molekulnya mengikat tiga atom iodium. Pada tahap ini perkembangan dibagi menjadi :
1). Bahan Kontras Ionik
Ion-ion penyusun media kontras terdiri dari kation (ion bermuatan positif) dan anion (ion bermuatan
negatif). Kation terikat pada asam radikal (-COO-) rantai C1 cincin benzena. Kation juga memberikan
karakteristik media kontras, dimana setiap jenis memberikan karakteristik yang berbeda satu sama
lain. Ada beberapa macam kation yang digunakan dalam media kontras, di antaranya :
a). Sodium (Natrium)
Sifat sodium dalam media kontras adalah menurunkan kekentalan (viskositas), dan lebih sedikit
menimbulkan reaksi anafilaksis karena dapat mengurangi mnuculnya zat histamin yang
mengakibatkan reaksi alergis. Di lain pihak sodium bersifat lebih korosif terhadap sel endotelium dan
parenkim organ tertentu, sehingga lebih toksik dari pada zat lain.
b). Meglumine ( NMG ; N-Methylglucamine)
Meglumine memiliki sifat toksik yang lebih kecil dibanding sodium, akan tetapi meglumine
memberikan efek diuretik (mengurangi konsentrasi iodium dalam urin). Pada jenis asam dan
konsentrasi yang sama meglumine lebih kecil menimbulkan kenaikan tekanan darah, bradikardia,
dan konvulsi dibanding sodium.
c). Ethanolamine
Zat ini memiliki sifat yang tidak dimiliki oleh sodium maupub meglumine, yaitu tidak mempunyai
sifat racun dan memiliki viskositas yang rendah, tetapi zat ini menimbulkan vasodilatasi yang cukup
kuat.
Selain bahan tersebut diatas kadang-kadang pula digunakan kation dari calsium (Ca) dan magnesium
(Mg).

Untuk memperoleh sifat media kontras yang dikehendaki pada pemeriksann radiologi tertentu
biasanya dilakukan penggabungan antara beberapa jenis kation dalam satu jenis media kontras.
(1). Bahan Kontras Ionik Monomer
Bahan Kontras ionik manomer merupakan bentuk bahan kontras ionik yang memiliki satu buah
cincin asam benzoat dalam satu molekul

(1). Bahan Kontras Ionik dimer


Merupakan media kontras ionik yang memiliki dua buah cincin asam benzoat dalam satu molekul.
Salah satu contoh bentuk dan susunan kimia jenis bahan kontras ini adalah Ioxaglate (Hexabrix) yang
merupakan media kontras ionik dimer pertama dibuat

2). Bahan Kontras Non-ionik.


Du dalam susunan kimia media kontras non-ionik sudah tidak dijumpai lagi adanya ikatan ion antar
atom penyusun molekul. Kalau dalam media kontras ionik terdapat dua partikel penyususn molekul
(kation dan anion) maka dalam bahan kontras non-ionik hanya ada satu partikel penyusun molekul
sehingga memiliki karakteristik tersendiri.
b). Bahan kontras Non-ionik Manomer
Bahan kontras ini berasal dari media kontras ionik monomer yang dibentuk dengan mengganti gugus
karboksil oleh gugus radikal non-ionik yaitu amida (-CONH2).
2). Bahan Kontras Non-ionik Dimer
Pembentukan struktur kimia bahan kontras ini melalui proses penggantian pada gugus karboksil
media kontras ionik dimer juga oleh gugus radikal non-ionik, yang pada kahir sisntesa menghasilkan
perbandingan iodium terhadap partikel media kontras 6 : 1.
Bahan kontras iodium yang umum digunakan