Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN STUDI KASUS FARMAKOTERAPI

“GLAUKOMA”

Disusun oleh :

Kelompok 7
PSPA – A1

Annisa Zahrotu Sholehah (21171007)


Mochammad Luvi Noor Multazam (21171028)
Widy Meisya Miftahussa’adah (21171049)

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG
2017
KEY POINT KASUS GLAUKOMA
 Pasien Open-Angle Glaucoma (OAG)
 Usia 77 tahun
 Tekanan Intraokular 30 mmHg di kedua mata
 Bidang visual normal
 Diberi Timolol Drop

PERTANYAAN
 Jelaskan aspek farmakologi (etiologi, patofisiologi, factor resiko, algoritma terapi,
monitoring, dan evaluasi terapi)
 Bagaimana tatalaksana dan rekomendasi terapi untuk pasien tersebut?

PENYELESAIAN KASUS
Definisi Glaukoma
Suatu penyakit di mana tekanan intraokular meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf
optik dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan (American Academy of Ophtalmology,
2011).

Anatomi mata

Mata merupakan salah satu organ vital yang berperan penting dalam tubuh sebagai indera
penglihatan. Mata dapat terganggu dan mengalami kerusakan atau gangguan seperti penyakit
glaucoma. Sebelum membahas lebih lanjut tentang glaukoma, perlu diketahui beberapa bagian
pada mata yang terlibat dalam patofisiologi terjadinya glaukoma beserta fungsinya. Bagian-
bagian tersebut meliputi siliari, iris, aqueous humor, dan saraf optik.
Konsep Dasar
1. Aqueous Humor Pathway
Aqueous humor merupakan cairan yang dibentuk oleh siliari dan berfungsi untuk
membasahi lensa mata. Aqueous Humor disekresikan ke dalam ruang posterior dengan
kecepatan sekitar 2-3 μL/menit.

Aqueous humor mengalir dengan dua rute yaitu penyaringan melalui trabecular meshwork
ke kanal schlemm (80-85%) dan sekresi langsung melalui siliari dan ruang suprachoroidal.
Umumnya, aqueous humor yang dibentuk oleh siliari akan akan mengalir ke ruang
posterior chamber di belakang lensa dan masuk ke dalam anterior chamber melewati iris
mata. Selanjutnya akan terjadi proses penyaringan pada trabecular meshwork sebelum
aqueous humor disekresikan keluar mata.

2. Tekanan Intraokular (TIO)


Tekanan intraokular merupakan suatu tekanan yang terjadi di dalam bola mata. TIO
merupakan faktor risiko yang sangat penting untuk glaukoma, tetapi pertimbangan yang
paling penting adalah perkembangan dari perubahan glaukoma di belakang mata dan
perubahan bidang visual saat mendiagnosis dan memantau glaukoma primer sudut terbuka
atau hipertensi ocular yang dapat menurunkan fungsi penglihatan. Nilai TIO normal adalah
10-20 mmHg.
3. Bidang Visual
Bidang visual merupakan luas penglihatan mata. Penentuan bidang visual memungkinkan
penilaian kerusakan saraf optik dan merupakan parameter pemantauan yang penting dalam
perawatan penyakit glaukoma. Hilangnya bidang visual dapat terjadi pada glaukoma,
namun kehilangan ketajaman penglihatan sentral biasanya tidak terjadi.

Mata Normal

Mata Glaukoma

Pada mata normal, penglihatan akan terlihat tajam dan luas penglihatan tetap normal.
Namun, berbeda pada mata dengan glaucoma akan terjadi penyempitan luas penglihatan
seperti membentuk sebuah frame berwarna hitam sehingga penglihatan hanya terlihat
normal pada bagian tengah atau sentral.

Klasifikasi Umum Glaukoma

Sudut Terbuka
(OAG)
Primer
Sudut Tertutup
(CAG)
Glaukoma

Sudut Terbuka

Sekunder

Sudut Tertutup

Fokus pada glaukoma primer karena pada kasus tidak disebutkan penyebab glaukoma
pasien atau bisa dikatakan genetik. Maka pembahasan akan fokus pada glaukoma primer
sudut terbuka.
Etiologi
Penyebab spesifik neuropati optik glaucomatous saat ini tidak diketahui dan umumnya
pasien tidak sadar menderita glaucoma. Sebelumnya, peningkatan TIO dianggap sebagai
satu-satunya penyebab kerusakan, tetapi sekarang dikenali bahwa TIO hanyalah salah satu
dari banyak faktor yang terkait dalam perkembangan glaukoma.

Obat yang Dapat Menginduksi TIO pada OAG


Sejumlah obat dikaitkan dengan peningkatan TIO pada pasien glaukoma. Potensi obat
untuk menghasilkan atau memperburuk glaukoma tergantung pada jenis glaukoma dan
perawatan pasien. Pasien POAG dengan pengobatan terkendali dapat meminimalkan
resiko terinduksi peningkatan TIO oleh obat. Namun, untuk pasien dengan glaukoma
POAG yang tidak diobati atau tidak terkontrol, obat-obat dibawah ini berpotensi untuk
meningkatkan TIO sehingga harus dipertimbangkan penggunaannya.
 Kortikosteroid Optalmik (Risiko ↑)
 Kortikosteroid Sistemik
 Kortikosteroid Inhalasi / Nasal
 Fenoldopam
 Antikolinergik Optalmik
 Suksinilkolin
 Vasodilator (Risiko ↓)
 Simetidin (Risiko ↓)

Patofisiologi

Glaukoma Sudut Terbuka Glaukoma Sudut Tertutup


Glaukoma Sudut Terbuka

Aqueous humor Mengalir ke dalam


Melewati iris
disekresi oleh siliari posterior chamber

Cairan aqueous
Terjadi
humor terus Aqueous humor
penyumbatan pada
diproduksi tetapi tidak bisa menggalir
trabekular
tidak dapat mengalir keluar
meshwork
keluar

Terjadi peningkatan
Glaukoma
TIO dalam mata

Pada glaucoma sudut tertutup, iris menutupi bagian depan lensa mata sehingga aqueous
humor tidak dapat masuk ke bagian anterior chamber. Aqueous humor tetap diproduksi
namun tidak bisa mengalis keluar sehingga terjadi peningkatan tekanan intraokular yang
menyebabkan glaukoma.

Tanda dan Gejala


 Umum  Glaukoma dapat dideteksi pada pasien tanpa gejala atau pasien dengan
gejala khas, terutama kehilangan penglihatan.
 Tanda  Penurunan dan kehilangan bidang visual dan TIO >21 mmHg
Pada kasus, pasien tersebut memiliki TIO sebesar 30 mmHg sehingga dapat dikatakan
menderita glaucoma atau hipertensi okuler.
 Gejala  Tidak terjadi kehilangan bidang visual yang besar pada POAG.

Faktor Risiko
 TIO tinggi  Pada kasus, pasien memiliki TIO 30 mmHg
 Ras Afrika / Hispanik
 Riwayat keluarga
 Usia lanjut  Pada kasus, pasien berusia 77 tahun
 Central cornea tipis
 DM Tipe 2
 Tekanan perfusi okular rendah
 Miopi

Tatalaksana Pengobatan Glaukoma


Tujuan terapi adalah untuk mencegah kerusakan saraf optik lebih lanjut dan menurunkan TIO
sampai 30%. Penurunan yang lebih besar mungkin diperlukan pada pasien berisiko tinggi atau
pasien yang memiliki TIO awal lebih tinggi.

Algoritma Terapi (Dipiro et. al, 2015)


Golongan Obat Glaukoma

Pasien tetap diberikan obat Timolol Drop dengan alasan sebagai berikut :
• Timolol merupakan golongan obat β-blocker topikal.
• β-Blocker merupakan salah satu obat antiglaukoma yang paling umum digunakan.
• β-Blocker dapat menurunkan TIO 20-30% dengan efek samping okular lokal minimum.
• β-Blocker merupakan salah satu 1st line terapi dalam mengobati POAG jika tidak ada
kontraindikasi.
Beta Blocker

β-blocker menghasilkan efek hipotensi secara okular dengan mengurangi produksi aqueous
humor oleh siliari tanpa menghasilkan efek substansial pada aliran keluar aqueous humor.
Kelima β-blocker optalmik saat ini yang tersedia adalah timolol, levobunolol, metipranolol,
carteolol, dan betaxolol. Timolol, levobunolol, dan metipranolol adalah agen β-blocker
nonspesifik, sedangkan betaxolol adalah agen selektif β1. Carteolol adalah β-blocker
nonspesifik dengan aktivitas simpatomimetik intrinsik. Betaxolol telah dilaporkan
menghasilkan penurunan TIO yang agak kurang dari pada timolol dan levobunolol.
Levobunolol mungkin lebih efektif daripada timolol dan betaxolol dalam mengurangi
peningkatan TIO setelah operasi katarak.

Efek sistemik adalah efek buruk yang paling penting dari β-blocker. Obat yang terserap secara
sistematis dapat menurunkan denyut jantung, mengurangi tekanan darah, efek inotropik
negatif, cacat konduksi, bronkospasme, efek SSP, dan perubahan serum lipid dan dapat
menghambat gejala hipoglikemia. Agen β1 khususnya betaxolol dan mungkin carteolol
(sebagai konsekuensi aktivitas simpatomimetik intrinsik) cenderung menghasilkan efek
samping sistemik yang disebabkan oleh blokade β-adrenergik, seperti efek jantung dan
bronkospasme.

Pilihan agen β-blocker spesifik umumnya didasarkan pada perbedaan potensial efek samping,
respons pasien individual, dan biaya. Pada kasus, dokter sudah tepat memberikan obat
golongan β-blocker yaitu Timolol Drop selain menjadi 1st line terapi glaucoma sudut terbuka
juga merupakan obat glaucoma yang paling umum duresepkan dibanding β-blocker lain.
Non Farmakologi

Laser Trabeculoplasty Iriodotomy


Pengobatan glaucoma secara non farmakologi dapat dilakukan dengan cara Laser
Trabeculoplasty yaitu penghancuran penyumbatan pada bagian trabecular meshwork sehingga
aqueous humor dapat mengalir keluar melewati trabecular meshwork seperti biasanya.
Biasanya metode Laser Trabeculoplasty digunakan pada pasien glaucoma sudut terbuka.
Sedangkan pada glaucoma sudut tertutup dapat menggunakan metode Iriodotomy yaitu
membuat perfusi atau lubang pada bagian iris yang menutupi lensa mata sehingga aqueous
humor dapat mengalir keluar.

Monitoring dan Evaluasi


 Tekanan Intraokular (TIO)
Target pengurangan awal hingga 30%
 Bidang visual
Pemeriksaan kesehatan mata secara berkala
 Efek Samping Timolol Drop
Efek samping lokal β-blocker biasanya mata terasa kering dan penglihatan kabur. Beberapa
reaksi lokal mungkin merupakan efek pengawet dalam produk. Pengobatan jangka panjang
dengan β-blocker menghasilkan achyphylaxis (20-25% pasien).
 Kepatuhan pasien
Pastikan penggunaan obat Timolol Drop secara konsisten sesuai anjuran Dokter untuk
mencapai efek terapi yang diinginkan.

Daftar Pustaka
• Dipiro, J.T. et al. (2014). Pharmacotherapy, A Pathophysiologic Approach 9th Edition.
New York : Mc Graw Hill Education.
• Dipiro, J.T. et al. (2016). Pharmacotherapy Principles and Practice 4th Edition. New
York : McGraw-Hill.