Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Hutan Tropis Volume 4 No.

1 Maret 2016 ISSN 2337-7771


E-ISSN 2337-7992

UJI FITOKIMIA SENYAWA KIMIA AKTIF AKAR NIPAH


(Nyfa Fruticans WURMB) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT
DI KALIMANTAN SELATAN
Phytochemical test Roots On Chemical Compounds Nipah
(Nypa fruticans Wurmb) Plants As Medicine
In South Kalimantan

Rosidah R Radam dan Erni Purnamasari


Fakultas kehutanan Universitas Lambung Mangkurat

ABSTRACT. Nipa (Nypa fruticans WURMB) classified in Palma family and grow in riptide area. This
Research aims to know active Chemical compounds in Nipa root. We Hope that this Research will provide
new information about active Chemical compounds in Nipa root, so that we can improve the benefit value of
Nipa as One of the medicinal herb. Nipa root samples is taken in Tanah Bumbu District, samples examined
in Laboratory of F-MIPA UNLAM. The observed parameters in thus Chemical Test are the active Chemical
compounds: alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, and tannin. The Content of active Chemical compound
is presented in Table and concluded descriptively. The Result of active Chemical compound consist in Nipa’s
root shows that Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , and tannin compound is do contains in Nipa root.
This active Chemical compound in Nipa root can be Led as the basic Chemical informative to utilize Nipa root
as analgesics Medical for such disease.

Key Word: The active chemical compound, nipa, medicinal herb

ABSTRAK. Nipah (nypa fruticans WURMB) merupakan tumbuhan yang termasuk famili Palmae dan
tumbuh di daerah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa-senyawa
kimia aktif pada akar nipah. Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan informasi baru tentang senyawa
aktif yang terdapat pada akar nipah, sehingga dapat meningkatkan nilai guna dan manfaat tumbuhan nipah
sebagai salah satu tanaman obat. Pengambilan sample akar nipah dilakukan Kabupaten Tanah Bumbu
sedangkan pengujian sample akar nipah dilakukan di Laboratorium F-MIFA UNLAM. Parameter-parameter
yang diamati pada pengujian kimia tersebut adalah senyawa-senyawa kimia aktif yaitu alkaloid, steroid,
triterpenoid flavonoid, dan tanin. Data hasil uji kandungan senyawa kimia aktif ditabulasi dan disimpulkan
secara diskriptif. Hasil pengujian terhadap senyawa kimia aktif yang terkandung dalam akar Nifah ini
menunjukan bahwa senyawa Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , dan tanin memang dikandung oleh
akar nipah. Senyawa kimia aktif yang dikandung akar nipah ini dapat dijadikan sebagai dasar pemanfaatan
akar nipah untuk obat analgetik beberapa penyakit.

Kata kunci : Senyawa kimia aktif, akar nipah, tumbuhan obat.

Penulis untuk korespondensi, surel: rosidahkehutanan@gmail.com

28
Rosidah R Radam dan Erni Purnamasari: Uji Fitokimia Senyawa Kimia ……………(3): 28-34

PENDAHULUAN senyawa-senyawa kimia aktif apa saja yang


terdapat pada akar nipah tersebut, sehingga dapat
Pemanfaatan berbagai tumbuhan terutama
menambah wawasan pengetahuan pemanfaatan
jenis palmae dibidang Kehutanan belum banyak
nipah sebagai salah satu potensi tumbuhan obat di
dilakukan, Hutan nipah secara ekologis hidup alami
Indonesia.
pada formasi belakang hutan mangrove atau rawa-
rawa, pinggir sungai yang masih tergenang air
payau atau daerah pasang surut.penelitian terhadap
METODE PENELITIAN
pemanfaatan nipah juga masih sedikit dan masih Pengambilan sampel akar nipah dilakukan di
terbatas pada pemanfaatan secara sederhana desa Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan
misalnya daunnya sebagai bahan baku atap rumah Selatan. Sedangkan pengujian fitokimia senyawa
dan nira untuk pembuatan sumber pemanis baru. aktif akar Nipah dilakukan di Laboratorium Dasar
Di Kalimantan Selatan penyebaran nipah MIPA Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
meliputi di kabupaten Pulau Laut, Kab. Tanah Waktu yang diperlukan 3 (tiga) bulan yang
Bumbu, kab. Tanah Laut dan Kab. Banjar. Potensi meliputi persiapan bahan dan peralatan, analisis
nipah yang besar belum dimanfaatkan secara laboratorium, pengambilan data, pengolahan data,
optimal, padahal.hampir semua bagian dari penyusunan dan penulisan hasil penelitian.
tumbuhan ini bisa di manfaatkan, penelitian yang Objek dalam penelitian ini adalah akar Nipah.
telah dilakukan peneliti pada tahun 2007, buah Bahan-bahan yang digunakan dalam pengujian
nipah pada tingkat kematangan muda dapat fitokimia akar Nipah :Larutan Kloroform (CHCl3),
dijadikan sebagai manisan buah yaitu manisan Asam Asetat Glacial (CH3COOH), Asam Sulfat
kering dan manisan basah (botling buah ) dan buah (H2SO4) 2 N, Asam Klorida (HCL) 1%,Pereaksi
nipah pada tingkat kematangan tua ditumbuh dan Mayer, Pereaksi Dragendorf,Pereaksi Wagner,
diolah menjadi tepung sebagai bahan baku tepung Asam Klorida (HCL) pekat,Etanol (C2H5OH),
roti, dan. pada tahun 2008, melakukan penyuluhan/ Amoniak (NH3), Serbuk Magnesium (Mg),Natrium
pengabdian pada msyarakat Tentang Pemanfaatan Hidroksida (NaOH) 1 N.
buah nipah pada tingkat kematangan tua sebagai Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini
bahan baku tepung roti. (Lihat lembar Curriculum adalah :
Vitae peneliti). Pada 2010 peneliti melakukan
1. Tabung reaksi digunakan untuk mengamati
penelitian fundamental tentang kajian nilai gizi dari
filtrat
tepung buah nipah sebagai bahan baku tepung Roti
2. Lumpang Porselen digunakan untuk
dan pada tahun. Menurut A. Kadir Rahman dan
menghaluskan simplisia
Yudo Sudarto (1991), di Kalimantan arang akar
3. Hot Plate digunakan untuk memanaskan air
nipah digunakan untuk obat sakit gigi dan sakit
4. Waterbath digunakan untuk memanaskan filtrat
kepala. Akar nipah ini merupakan akar serabutdapat
dalam tabung reaksi
mencapai panjang 13 meter karena perakaran
5. Penjepit tabung reaksi digunakan untuk
nipah ini hanya terletak dalam lumpur yang sifatnya
mengangkat tabung reaksi
labil, maka rumpun rumpun nipah dapat dapat
6. Gelas ukur digunakan untuk mengukur
dihanyutkan oleh air sampai kelaut.
banyaknya bahan
Informasi tentang akar nipah sebagai tumbuhan 7. Labu Erlenmeyer digunakan untuk menampung
obat hanya sampai disitu saja, namun penelitian hasil saringan
tentang senyawa-senyawa kimia aktif apa saja yang 8. Gelas Becker digunakan untuk tempat Aquadest
dikandung akar nipah sebagai obat sakit gigi dan 9. Pipet Tetes digunakan untuk memindahkan
sakit kepala tersebut belum ada. Oleh kerena itulah larutan ke dalam tabung reaksi
peneliti melakukan penelitian tentang kandungan

29
Jurnal Hutan Tropis Volume 4 No. 1, Edisi Maret 2016

10. Kertas Saring digunakan untuk menyaring filtrat b) Menambahkan NH3 sebanyak 5 ml
11. Corong digunakan untuk membantu dalam kemudiaan dipanaskan selama 5 menit
proses penyaringan dikocok kemudiaan disaring
12. Cawan Petri digunakan untuk menaruh bahan c) Menambahkan bagian atas dari filtrat,
13.
Crusser/penghancur digunakan untuk kemudiaan dikocok
menghaluskan bahan d) Mengambil bagian atas fitrat dan bagi
14. Neraca/timbangan digunakan untuk menimbang kemudian dimasukkan ke dalam 3 buah
bahan tabung reaksi masing-masing berisi fitrat
15. Parang digunakan untuk mengambil bahan tersebut
16. Alat tulis menulis untuk mencatat data yang e) Menambahkan 1–2 tetes pereaksi Mayer
didapat pada tabung 1, pereaksi Wagner pada
17. Kamera foto untuk dokumentasi. tabung 2 dan pereaksi Dragendorf pada
tabung reaksi 3
Akar Nipah yang digunakan dalam penelitian f) Adanya alkaloid ditandai dengan
ini diambil dari tumbuhan yang telah berumur tua terbentuknya endapan berwarna putih
atau pada tingkat pertumbuhan akhir. Pengambilan untuk 1 tabung endapan berwarna coklat
sampel diusahakan dari tumbuhan yang mempunyai pada tabung 2 dan endapan berwarna
tinggi yang sama atau cenderung sama. jingga pada tabung 3.
2. Identifikasi Steroid
a. Menyiapkan 1 gram simplisia.
b. Kemudiaan dimasukkan ke dalam 100 ml
air panas.
c. Didih selama 5 menit.
d. Kemudian disaring dan difiltrat digunakan
sebagai larutan uji untuk identifikasi
senyawa steroid.
3. Identifikasi Triterpenoid (Steroid dan
Triterpenoid)
a. Menyiapkan simplisia sebanyak 1 gram,
menambahkan 2 ml kloroform, mengocok
Gambar 1. Akar Nipah
kemudian menyaring
Pembuatan simplisia dari akar Nipah dilakukan b. Menambahkan 2 tetes asam asetat glacial
dengan cara sebagai berikut : akar yang telah diambil pada filtrat
dibersihkan dengan air, kemudian dikeringkan dan c. Menambahkan 2 tetes asam sulfat pekat
dimasukkan ke dalam kantung plastik untuk menjaga dan kemudiaan perubahan warna yang
kesegarannya. Sampel tersebut dipotong kecil-kecil terjadi
kemudian dihaluskan hingga menjadi serbuk. d. Jika terbentuk warna atau kebiruan
Menurut Musa et al, (2009), senyawa yang menandakan adanya triterpenoid.
diperkirakan berkhasiat sebagai analgetik adalah 4. Identifikasi Flavonoid
Alkaloid, steroid, triterpenoid, flavonoid, dan tanin. a) Memasukkan serbuk Mg 5 mg dan 1 ml
HCl pekat ke dalam 5 ml larutan uji
Identifikasi senyawa aktif terdiri dari :
b) Menambahkan etanol lebih kurang ½ dari
1. Identifikasi Alkaloid
larutan
a) Menyiapkan 2 gram simplisia kemudian
c) Mengocok dengan kuat dan membiarkan
menambahkan 5 ml kloroform
larutan hingga memisah

30
Rosidah R Radam dan Erni Purnamasari: Uji Fitokimia Senyawa Kimia ……………(3): 28-34

d) Mengamati perubahan yang terjadi Dari pengamatan pada Tabel 2 menunjukkan


e) Jika terbentuk warna merah-orange dalam bahwa pada bagian akar Nifah mengandung
etanol menandakan adanya flavonoid senyawa kimia aktif yang dapat berfungsi sebagai
5. Identifikasi Tanin bahan untuk pengobatan. Senyawa kimia aktif yang
1). Menambahkan ± 5 tetes larutan NaOH 1 N terkandung dalam akar Nifah ini meliputi senyawa
kedalam 5 ml larutan uji. Alkaloid, Steroid, Triterpenoid, Flavonoid , dan Tanin.
2). Mengamati perubahan yang terjadi Hasil yang telah ada didapat melalui pengamatan
3). Jika terbentuk warna kehitaman maka terhadap larutan uji terhadap perubahan-perubahan
menunjukkan adanya Tanin. yang terdapat selama pereaksian seperti adanya
perubahan warna, terdapatnya endapan, maupun
Data hasil uji kandungan senyawa kimia aktif timbulnya busa.
dari simplisia yang ada dimasukkan ke dalam tabel Kandungan senyawa-senyawa kimia aktif
1. Penulisan data hasil pengujian yang diamati yang ada ini memang telah menunjukkan bahwa
dilakukan dengan memberi tanda positif (+) untuk pada bagian akar nipah dapat dijadikan sebagai
pengujian yang mengandung senyawa kimia aktif bahan obat untuk beberapa penyakit, Namun
dan sebaliknya jika senyawa kimia aktif yang diamati presentasi kandungan senyawa kimia aktif belum
tidak ada maka ditandai dengan tanda negatif (-). diketahui secara pasti karena pengujian yang
dilakukan hanya sebatas pengujian kualitatif melalui
Tabel 1. Tabulasi Data Hasil Pengamatan Uji pengujian Fitokimia. Pengamatan ini dilakukan
Kualitatif Fitokimia Akar Nifah dengan ketelitian yang tinggi terhadap perubahan
No Bagian Parameter Hasil uji(+)/(-) perubahan yang terjadi pada larutan uji, seperti
tumbuhan kandungan
perubahan warna, adanya endapan yang berwarna
sebagai senyawa kimia
simplisia aktif dan timbulnya busa.
1. Akar Nipah Alkaloid
Steroid Alkaloid
Triterpenoid
Flavonoid Adanya Senyawa alkaloid dalam pengamatan
Tanin ini ditandai dengan terbentuknya endapan
berwarna putih pada larutan uji setelah direaksikan
atau ditambahkan dengan reagen (pereaksi
HASIL DAN PEMBAHASAN
Wagner, pereaksi Meyer dan pereaksi Dragendof)
Data hasil pengamatan uji kualitatif fitokimia senyawa ini merupakan segolongan senyawa
akar Nifah dengan parameter kandungan senyawa organik bernitrogen yang berasal dari tumbuhan
aktif fitokimia meliputi flavanoid, steroid, triterpenoid, dan memiliki berbagai sifat farmakologi. Alkaloid
alkaloid, dan tanin terlihat dalam tabel berikut ini : meliputi morfin, kokain, atropin, kikine dan kafein.
Senyawa ini kebanyakan digunakan dalam obat-
Tabel 2. Hasil pengamatan Uji Kualitatif obatan sebagai analgesik atau anastetik.
fitokimia akar Nifah.
Menurut Supriyadi (2001) dikutip oleh Budiwan
No Bagian Parameter Hasil uji(+)/(-)
(2003) bahwa senyawa ini juga memiliki efek
tumbuhan kandungan
sebagai senyawa kimia farmakologis seperti:
simplisia aktif a. Sebagai alat perangsang (stimulan) pada
1. Alkaloid +
sistem syaraf autonom
Akar Nipah Steroid +
Triterpenoid + b. Sebagai bahan analgesik
Flavonoid + c. Sebagai bahan insektisida
Tanin + d. Sebagai bahan anti kanker.

31
Jurnal Hutan Tropis Volume 4 No. 1, Edisi Maret 2016

Steroid triterpenoid yang sering bersama-sama dengan


Adanya Steroid pada pengujian ini ditandai gom polisakarida dalam damar gom. Triterpenoid
terjadinya perubahan warna menjadi warna hijau terdapat bebas dan juga sebagai glikosida, dimana
pada larutan, steroid merupakan golongan lipid yang glikosida terdapat juga dalam bentuk yang lebih
diturunkan dari senyawa jenuh yang dinamakan rumit sebagai sulfat dan ester asam aromatik.
siklopentanaperhidrofenantrena, yang memiliki inti Triterpenoid asiklik yang penting hanya hidrokarbon
dengan 4 cincin. Beberapa turunan steroid yang skualena yang diisolasi untuk pertama kali dari
penting adalah alkohol steroid/sterol. Steroid lain minyak hati ikan hiu tetapi ditemukan juga pada
diantaranya asam-asam empedu yang membantu beberapa epikutikula dan minyak nabati (misalnya
pencernaan lemak dalam usus, hormon seks minyak zaitun), karena senyawa ini dianggap
(androgen dan estrogen) dan hormon kortikosteroid sebagai senyawa antara dalam biosintesis steroid.
yang dihasilkan oleh korteks adrenal. Vitamin D Triterpenoid trisiklik langka namun untuk triterpenoid
juga memiliki dasar struktur steroid (Dintith,2000). tetrasiklik beberapa dikenali. Senyawa ini menarik
perhatian karena keserupaanya dan kemungkinan
Steroid tidak terdapat bebas tetapi sebagai
adanya kaitan biogenesis dengan steroid.
turunan senyawa yang lebih rumit seperti glikosida
atau ester dengan asam lemak/asam aromatik. Beberapa macam aktivitas fisiologi yang menarik
Steroid hewan yang khas berupa kolesterol terdapat ditunjukkan oleh beberapa triterpenoid. Senyawa
pada lipid permukaan dan organel tumbuhan, ini merupakan komponen aktif dalam tumbuhan
tetapi sering kali tidak ditemukan karena hanya ini obat yang telah digunakan untuk penyakit diabetes,
terdapat sebagai ester dan glikosida yang tidak larut gangguan menstruasi, luka gigitan ular, gangguan
dalam pelarut yang biasa dipakai untuk sterol bebas kulit, kerusakan hati dan malaria. Beberapa
(Robinson, 1995). senyawa mungkin mempunyai nilai ekologi bagi
tumbuhan yang mengandungnya karena senyawa
Resin parenkim dalam kayu lunak dan kayu
ini bekerja sebagai antifungus, insektisida, atau
keras mengandung triterpenoid dan steroid terutama
anti pemangsa, menstimulan serangga bertelur,
terdapat sebagai ester-ester asam lemak. Steroid
serta anti bakteri atau anti virus. Gosipol dari
dan terpenoid berkaitan secara struktural, tetapi
kapas dan tumbuhan malvaceae dikelompokkan ke
beberapa jalur khusus dalam biosintesisnya telah
dalam triterpenoid karena senyawa ini mempunyai
menghasilkan karakteristik-karakteristik struktur
30 atom karbon, tetapi mungkin cepat dianggap
tertentu dan fungsi-fungsi biologi (Sjostrom, 1995).
sebagai seskuiterpen dimer. Gosipol menghambat
hidrogenan tertentu mengikat tubulin mengganggu
Triterpenoid
fosforilasi secara oksidasi, sehingga memberikan
Adanya Senyawa ini ditandai terjadinya
harapan terhadap obat anti fertilitas pria (Robinson,
perubahan warna menjadi kebiruan pada larutan
1995).
uji, senyawa ini memiliki struktur siklik pigmen
karotenoid yang relatif rumit. Triterpenoid banyak
Flavonoid
berupa alkohol atau asam karboksilat tanpa warna,
Adanya senyawa Flavonoid pada pengujian
berbentuk kristal. Triterpenoid yang tersebar luas
ini ditandai terjadinya perubahan warna merah-
adalah triterpena pentasiklik alfa amirin dan beta
orange pada larutan uji. Senyawa ini merupakan
amirin serta asam turunannya yaitu asam arsolat
sekelompok senyawa bahan alam dari senyawa
dan asam oleanolat, yang terdapat dalam lapisan
fenolik yang banyak sebagai pigmen tumbuhan.
lilin daun dan dalam buah seperti apel dan peer
Flavonoid meliputi antosianin, flavonol dan flavon.
(Harborne, 1987).
Pola sebaran flavonoid digunakan dalam kajian
Triterpenoid tersebar luas dalam damar, gabus
taksonomi spesies tumbuhan (Daintith, 2000).
dan kutin tumbuhan. Asam damar adalah asam

32
Rosidah R Radam dan Erni Purnamasari: Uji Fitokimia Senyawa Kimia ……………(3): 28-34

Flavonoid mancakup banyak pigmen yang paling mengandung senyawa kimia aktif yang dapat
umum dan terdapat pada seluruh tumbuhan mulai dari berfungsi sebagai bahan untuk pengobatan.
fungus sampai dengan angiospermae. Tumbuhan Senyawa kimia aktif yang terkandung dalam akar
tinggi memiliki flavonoid yang baik dalam bagian Nifah ini meliputi senyawa Flavonoid, Steroid,
vegetatif maupun dalam bunga. Flavonoid sebagai Triterpenoid, Alkaloid, dan Tanin. Hasil yang telah
pigmen bunga berperan penting dalam menarik ada didapat melalui pengamatan terhadap larutan
burung dan serangga penyerbuk bunga. Fungsi uji terhadap perubahan-perubahan yang terdapat
lainnya dari flavonoid adalah dapat menyerap sinar selama pereaksian seperti adanya perubahan
ultra violet untuk mengarahkan serangga, pengaturan warna, terdapatnya endapan, maupun timbulnya
tumbuhan, pengaturan fotosintesis, kerja anti mikroba busa.
dan anti virus serta kerja terhadap serangga. Tumbuhan Nifah pada dasarnya telah
Efek flavonoid terhadap bermacam organisme dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai
sangat banyak dan dapat menjelaskan mengapa tumbuhan obat terutama pada bagian akarnya
tumbuhan yang mengandung flavonoid dipakai sebagai obat sakit gigi dan sakit kepala. Namun
dalam pengobatan tradisional, diantaranya: pemanfaatan ini tidak berkembang secara baik
a. Flavonoid dapat bekerja sebagai inhibitor kuat dimasyarakat luas karena hanya sedikit orang
pernapasan yang menggunakannya. Pengetahuan kandungan
b. Menghambat reaksi oksidasi secara enzim/ senyawa kimia aktif yang ada ini dapat dijadikan
nonenzim sebagai dasar pemanfaatan lebih lanjut terhadap
c. Bertindak sebagai penampung radikal hidroksil akar Nifah sebagai obat untuk penyakit lainnya.
dan superoksidasi sehingga melindungi lipid
membran terhadap reaksi-reaksi yang masuk SIMPULAN DAN SARAN
d. Gula yang terikat pada flavonoid cenderung
menyebabkan flavonoid mudah larut dalam air Simpulan
e. Aktivitas antioksidan flavonoid dapat Senyawa kimia aktif yang terkandung dalam
menjelaskan komponen aktif tumbuhan yang akar Nipah ini meliputi senyawa Alkaloid, Steroid,
digunakan secara tradisional untuk mengobati Triterpenoid, Flavonoid , dan Tanin. Senyawa ini
gangguan fungsi hati (Robinson, 1995). diperkirakan berkhasiat sebagai analgetik.
Adanya Senyawa alkaloid dalam pengamatan
ini ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna
Tanin
putih pada larutan uji, senyawa ini juga memiliki
Adanya Tanin pada pengujian ini ditandai
efek farmakologis seperti: Sebagai alat perangsang
terjadinya perubahan warna menjadi kehitaman
(stimulan) pada sistem syaraf autonom, Sebagai
pada larutan uji. Senyawa ini dapat bereaksi dengan
bahan analgesic, sebagai bahan insektisida
protein membentuk kopolimer mantap yang tidak
dan sebagai bahan anti kanker. Adanya Steroid
larut dalam air. Kandungan tanin dari bahan organic
ditandai terjadinya perubahan warna menjadi
(serasah,ranting dan kayu) yang terlarut dalam air
warna hijau pada larutan senyawa ini mengandung
hujan menjadikan air yang tergenang berwarna
vitamin D yang sangat baik pertumbuhan maupun
kecoklat kehitaman, dan akan terasa kesat dan
pembentukan tulang. Adanya Senyawa Triterpenoid
pahit. (Arsenada, 2012), Tanin diketahui mempunyai
ditandai terjadinya perubahan warna menjadi
beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare,
kebiruan pada larutan uji, senyawa ini berasa
anti bakteri dan anti oksidan.
pahit dan memiliki berat molekul yang tinggi.
Dari pengamatan yang telah dilakukan Senyawa Flavonoid ditandai terjadinya perubahan
menunjukkan bahwa pada bagian akar Nifah warna merah-orange pada larutan uji, senyawa ini

33
Jurnal Hutan Tropis Volume 4 No. 1, Edisi Maret 2016

dapat bekerja sebagai inhibitor kuat pernapasan, Harbone, J.B. 1987. Penuntun Cara Modern
menghambat reaksi oksidasi secara enzim/ Menganalisa Tumbuhan Terbitan Ke-2. ITB
nonenzim, bertindak sebagai penampung radikal Bogor.
hidroksil dan superoksidasi sehingga melindungi Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia
lipid membran terhadap reaksi-reaksi yang masuk, I. Badan Penelitian dan Pengembangan
gula yang terikat pada flavonoid cenderung Kehutanan. Departemen Kehutanan.
menyebabkan flavonoid mudah larut dalam air, Jakarta : 487 – 490.
Aktivitas antioksidan flavonoid dapat menjelaskan Johanes, H. 1978. Sagu dan Nipah untuk Pangan
komponen aktif tumbuhan yang digunakan secara dan Energi. Jurnal Agroekonomika.
tradisional untuk mengobati gangguan fungsi hati.
Mahfuz dan Masyamah, 1990. Studi Tekno Ekonomi
Tanin ditandai terjadinya perubahan warna menjadi
Pengembangan Gula Merah Menjadi Gula
kehitaman pada larutan uji. Senyawa ini mempunyai
Semut dengan Menggunakan Tungku
beberapa khasiat yaitu sebagai astringen, anti diare,
Tradisional di Kalimantan Selatan. Warta
anti bakteri dan anti oksidan. Balai Industri. Banjarbaru.
Pengetahuan kandungan senyawa kimia
Nuraini, D. 1989. Pemanfaatan Nira dan Buah
aktif yang ada ini dapat dijadikan sebagai dasar Nipah sebagai Bahan Pangan. Prosiding
pemanfaatan lebih lanjut terhadap akar Nifah Seminar Nipah sebagai Sumber Bahan
sebagai obat untuk penyakit lainnya selain sakit gigi Pemanis Alam Potensial. Faperta. Institut
dan sakit kepala. Pertanian Bogor. Bogor.

______. 1991. Potensi Nipah Sebagai Sumber


Saran
Bahan Pemanis dan Bahan Baku Industri.
Perlu dilakukan studi lanjutan untuk Balai Penelitian Makanan, Minuman dan
mendapatkan data presentasi kandungan senyawa Fitokimia. Balai Besar Litbang Industri Hasil
kimia aktif akar nipah agar masyarakat lebih Pertanian. Bogor.
meyakini dengan pasti bahwa akar nipah dapat
Rachman, A.K. dan Sudarto. 1991. Nipah Sumber
digunakan sebagai salah satu obat tradisional untuk Pemanis Baru. Kanisius. Yogyakarta.
mengobati berbagai penyakit.
Robinson, Trevor. 1995. Kandungan Organik
Tumbuhan Tinggi Edisi 6. ITB. Bogor.
DAFTAR PUSTAKA
Sjostrom, Eero. 1995. Kimia Kayu : Dasar-Dasar
Arsenada.blogsport.com 6 juli 2012) dan penggunaan edisi 2. Gajah Mada
Dainith, John. 2000. Kamus Lengkap Kimia Edisi University Press. Yogjakarta.
Baru. Erlangga. Jakarta. Steenis, Van, C.G.G.J. 1978. Flora Untuk Srekolah
Dalimartha, Setiawan dan Agriwidya. 1999. Atlas di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta.
Tumbuhan Obat Indonesia Jilid I. IKAPI. Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi
Jakarta. Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.
Davis, T. A. 1986. Nipah Palm in Indonesia. A Yogjakarta.
Source of Unlimated Food and Energy IARD Widianto, Wahyu. 2004. Inventarisasi Tumbuhan
Journal 8 (2) : 34 – 38. Berekhasiat Obat Di Desa Juhu dan Kiyu
Hamidah, Siti. 2002. Penanganan Simplisia Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten
(Daun, Kulit, Batang dan Kayu) Hasil Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan.
Panen Tanaman Obat Komersial. Fakultas Skripsi. Fakultas Kehutanan Unlam
Kehutanan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru : Tidak Dipublikkasikan.
Banjarbaru.

34