Anda di halaman 1dari 11

III.7.

ANALISA DATA

Nama pasien : Ny. R

Ruangan : Merak

Umur : 85 tahun

NO DATA FOKUS PATHWAY ETIOLOGI


1. Ds : Jamur,bakteri,protozoa Bersihan jalan nafas tidak
-Pasien efektif
mengatakan sesak ↓
di sertai batuk
berdahak
Masuk alveoli
-

Kongestif (4-12 jam)


Eksudat dan seruos
masuk alveoli

Paru-paru tampak
merah dan bergranulasi
karena SDM dan
leukosit mengisi alveoli

Di dalam alveoli
Leukosit dan fibrin
mengalami konsolidasi

Compliance paru
menurun


Gangguan pola napas

Sputum mengental

Gangguan bersihan
jalan napas

Resti nutrisi kurang dari


Gangguan pola napas kebutuhan tubuh

Sputum mengental

Gangguan bersihan jalan


napas

Mual munta
(anorexia)

Resti nutrisi kurang dari


kebutuhan tubuh

III.8. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Kemungkinana diagnosa yang muncul pada klien pneumonia adalah :

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d inflamasi trakeabronkial, pembentukan


edema, peningkatan produksi sputum, nyeri pleuritik, oenurunan energi,
kelemahan

2. Resti nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia


3. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.d demam dan dipsnea

4. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan


oksigen, kelemahan umum

5. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d inflamasi parenkim paru, batuk menetap

6.Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi.

E. INTERVENSI

No. DIAGNOSA TUJUAN & INTERVENSI RASIONAL


KRITERIA HASIL

1. Bersihan jalan Tujuan : Bersihan Mandiri :


nafas tidak efektif jalan nafas efektif
-Kaji frekuensi/ R:takipnea,
b.d inflamasi
kedalaman pernafasan pernafasan
trakeabronkial,
dengan gerakan dada. dangkal, dan
pembentukan Krtiteria hasil :TTV
gerakan dada
edema, normal, sekret (-),
tidak simetris
peningkatan bunyi nafas vasikuler,
sering terjadi
produksi sputum, refleks batuk (+)
karena
nyeri pleuritik,
ketidaknyamanan
penurunan energi,
gerakan dinding
kelemahan
dada dan atau
cairan paru
Krekels dan
mengi terdengar
pada inspirasi
dan atau
ekspirasi pada
-Auskultasi area paru,
respon terhadap
catat area penurunan/
pengumpulan
tidak ada aliran udara dan
cairan, sekret
bunyi nafas adventinus,
kental, dan
mis: krekels, mengi
spasme jalan
nafas/obstruksi

Nafas dalam
memudahkan
ekspansi paru-
paru atau jalan
nafas lebih
kecil.Batuk
-Bantu klien latihan nafas membantu silia
dalam. Tunjukan / bantu untuk
klien mempelajariatau mempertahankan
melakukan batuk efektif. jalan nafas paten

Merangsang
batuk atau
membersihkan
jalan nafas
secara mekanik
Penghisapan sesuai
indikasi pada pasien yang
tak mampu
melakukan
karena batuk
tidak efektif
atau penurunan
tingkat
kesadaran

2. Nutrisi kurang dari Tujuan: Kebutuhan -Identivikasi faktor yang Pilihan intervensi
kebutuhan tubuh nutrisi teratasi menyebabkan mual, tergantung pada
b.d anoreksia muntah. Misalnya: sputum penyebab
Kriteria hasil: adanya
banyak, pengobatan masalah
peningkatan nafsu
aerosol, dipsnea berat,
makan, tidak mual dan
nyeri.
muntah, BB
bertambah -Berikan wadah tertutup
untuk sputum dan buang
sesering mungkin.
Berikan/ bantu
kebersihan mulut setelah à Menghilangkan
muntah, setelah tindakan tanda bahaya,
aerosol dan drainase rasa, bau dari
postural, dan sebelum lingkungan pasien
makan. dan dapat
menurunkan
-Jadwalkan pengobatan
mual.
pernafasan sedikitnya
satu jam sebelum makan Menurunkan efek
mual yang
berhubungan
dengan
pengobatan ini

3. Resiko tinggi Tujuan: Mencapai –> Kaji perubahan TTV Membantu dalam
kekurangan volume keseimbangan cairan pengkajian
cairan b.d demam yang adekuat keseimbangan
dan dipsnea cairan
KH: membrane mukosa
lembab, turgor kulit -Kaji turgor kulit, Indikator
baik, pengisian kapiler kelembaban membrane langsung
cepat, TTV stabil mukosa keadekuatan
volume cairan
-

Pantau masukan dan


haluaran, catat warna, Memberikan
karakter urine,Hitung informasi
keseimbangan cairan. tentang
Waspadai kehilangan yang keadekuatan
tampak. Ukur BB sesuai volume cairan
indikasi. dan kebutuhan
pengganti

-Tekankan cairan
sedikitnya 2.500 ml/hari Pemenuhan
atau sesuai kondisi kebutuhan dasar
individual cairan,
menurunkan
resiko dehidrasi

4. Intoleransi Tujuan: Intoleransi –Evaluasi respon klien à Menetapkan


aktivitas b.d aktivitas teratasi terhadap aktivitas. Catat kemampuan atau
ketidakseimbangan laporan dipsnea, kebutuhan klien
KH::Klien dapat
antara suplai dan peningkatan kelemahan, dan memudahkan
beraktivitas sesuai
kebutuhan oksigen, dan perubahan tanda vital pilihan intervensi
kemampuan, kelelahan
kelemahan umum selama dan setelah
tidak terjadi, tidak
aktivitas
ada pucat
-Berikan lingkungan
tenang dan batasi
pengunjung selama fase
akut sesuai indikasi.
Dorong penggunaan R:Menurunkan
menejemen stress dan stress dan
pengalihan yang tepat rangsangan
berlebihan,
meningkatkan
istirahat

-Jelaskan pentingnya Tirah baring


istirahat dalam rencana dipertahankan
pengobatan dan perlunya selama fase akut
keseimbangan aktivitas untuk
dan istirahat menurunkan
kebutuhan
metabolik,
menghemat
energi untuk
penyembuhan.
Pembatasan
aktivitas
ditentukan
dengan respon
klien terhadap
aktivitas dan
perbaikan
kegagalan
pernafasan

5. Gangguan rasa Tujuan: Nyeri hilang -Tentukan karakteristik Nyeri dada


nyaman nyeri b.d atau terkontrol nyeri, missal: tajam, biasanya ada
inflamasi parenkim konstan, ditusuk. Selidiki dalam beberapa
KH:klien rileks, klien
paru, batuk perubahan derajat pada
istirahat tidur,
menetap karakter/lokasi/intensitas pneumonia, juga
peningkatan aktivitas
nyeri dapat timbul
dengan tepat
komplikasi
pneumonia
-Berikan tindakan nyaman, seperti
misal: pijatan punggung, perikarditis dan
perubahan posisi, musik endokarditis
tenang atau perbincangan,
Tindakan non
relaksasi atau latihan
analgesik
nafas dalam
diberikan dengan
sentuhan lembut
dapat
-Anjurkan dan bantu klien
menghilangkan
dalam teknik menekan
ketidaknyamanan
dada selama episode
dan
batuk
memperbesar
efek terapi
analgesik

Alat untuk
mengontrol
ketidaknyamanan
dada sementara
meningkatkan
keefektifan
upaya batuk

6. Kurang Tujuan : klien Dengan


pengetahuan b.d mengetahui penyakit memberikan
-Berikan informasi
kurangnya yang di deritanya. penjelasan dalam
tentang penyakit yang di
informasi. setiap tindakan,
KH : Klien mau deritanya
pemeriksaan dan
mengikuti dan
pemberian
kooperatif pada
therapi, akan
setiap pemeriksaan -Berikan penjelasan setiap
menambah
dan tindakan yang Tindakan dan pemeriksaan
pengetahuan
diberikan yang akan dilakukan
klien dan
-Berikan penjelasan keluarga,
manfaat pemberikan sehingga klien
therapi yang akan di mengetahui dan
berikan mengerti, yang
akhirnya klien
mau dan bisa
diajak
berkerjasama
dalam proses
pengobatannya
BAB IV

PEMBAHASAN

Pada pasien dengan diagosa Pneumonia merupakan peradangan yang


mengenai parenkimparu, distal dari bronkiolusterminalis yang mencakup
bronkiolusrespiratorus dan alvioni serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru
dan gangguan pertukaran gas setempat, penyakit ini merupakan penyakit yang
menyerang pernapasan dan dapat menimbulkan kematian.

Gejala penyakit pneumonia biasanya didahului infeksi saluran nafas atas


akut selama beberapa hari. Selain didapatkan demam, menggigil, suhu tubuh
meningkat dapat mencapai 40 derajat celsius, sesak nafas, nyeri dada, dan batuk
dengan dahak kental, terkadang dapat berwarna kuning hingga hijau. Pada
sebagian penderita juga ditemui gejala lain seperti nyeri perut, kurang nafsu
makan, dan sakit kepala. Karena hampir semua sistem terganggu sehingga pada
pasien pneumonia sering terjadi kurangnya pengetahuan tentang penyakit yang
dideritanya.

Sehingga sangat diperlukan dukungan motivasi dari keluarga dan seluruh jajaran
perawatan baik medis, paramedis dan rehab medik, untuk memberikan informasi
tentang penyakit yang di deritanya, Karena dengan dukungan itu diharapkan
dapat menambah pengetahuan, kekuatan dan motivasi pada pasien untuk
meningkatkan kesehatanya dan tidak terpuruk dengan keadaan yang di deritanya.
BAB V

PENUTUP

Penumonia adalah inflasi parenkim paru, biasanya berhubungan dengan


pengisian cairan di dalam alveoli. Hal ini terjadi ini terjadi akibat adanya infeksi
agen atau infeksius adalah adanya kondisi yang mengganggu tahanan saluran,
iritan kimia, dan terapi radiasi.

Asuhan keperawatan ini sesuai dengan pneumonia bacterial dan virus,


misalnya: pneumococcal pneumonia, pneumocystis carinni, haemofilus influenza,
mioplasma, gram negative.

Kemungkinana diagnosa yang muncul pada klien pneumonia adalah :

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d inflamasi trakeabronkial, pembentukan


edema, peningkatan produksi sputum, nyeri pleuritik, oenurunan energi,
kelemahan

2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia

3. Resiko tinggi kekurangan volume cairan b.d demam dan dipsnea

4. Intoleransi aktivitas b.d ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan


oksigen, kelemahan umum

5. Gangguan rasa nyaman nyeri b.d inflamasi parenkim paru, batuk menetap

6.Kurang pengetahuan b.d kurangnya informasi.


DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn, E. dkk. Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3,2000 EGC


Jakarta

Bare Brenda G, Smeltezer Suzan C. Keperawatan Medical Bedah, Edisi 8,


Vol 1, EGC, Jakarta

Price Anderson Sylvia, Mylson McCarty Covraine, Patofisiologi, buku -2,


Edisi 4 EGC, Jakarta

Tim Penyusun Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 3. Volume II, 2001 FKUI

Brunner and Suddarth (2005). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah.


Jakarta : EGC.

Doenges, ME (2005). Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta : EGC.

MansjoerArif (2004). KapitaSelekta Kedokteran. Jakarta : Media


Aesculapius.

Noer, Syaifullah, dkk (1996). Buku Ajar Penyakit Dalam. Jakarta : FKUI.

TIM FKUI (2006). Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : FKUI.

Nanda Nic-Noc.2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis


dan Nanda,Jilid 1.Jakarta: Media Action Publishing

Anda mungkin juga menyukai