Anda di halaman 1dari 12

Strategi Pelaksanaan Dan Strategi Komunikasi

Ruang Angsoka III

Oleh :
VERONIKA PAPO BAGE
NIM : 0902115031

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

1
TAHUN 2011

STRATEGI PELAKSANAAN
TINDAKAN MEMBERIKAN INJEKSI INTRAVENA METRONIDAZOLE

Nama : Tn. K
Umur : 50 Tahun
Diagnosa Medis : Tetanus Generalisata
Kamar : Ruang Hangsokah III RSUP Sanglah
Tanggal pengkajian : 27 juni 2011

A. Kondisi Klien

1. Keluhan Utama
 Keluhan utama (saat MRS) : Mulut kaku

 Keluhan utama (saat pangkajian) : Pasien mengeluh demam, lemas dan kadang-
kadang masih kejang.
2. Data Fokus :
DS :
Pasien merasa tidak nyaman karena demam, lemas dan kadang-kadang masih kejang.
DO :
Pasien tampak lemas, suhu 37,2 0C

B. Diagnosa Keperawatan
Hipertermi b.d efek toksin (bakterinemia)

C. Tujuan Khusus
Setelah diberi askep selama 2x24 jam gangguan kenyamanan pasien teratasi dengan outcome :
 Suhu tubuh dalam rentang yang diharapkan
 Perubahan warna kulit tidak ada

D. Tindakan Keperawatan :
Melaksananakan tindakan delegatif dalam pemberian obat analgetik injeksi intravena

2
E. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) : Memberikan obat injeksi intravena
metronidazole 3 x 50 mg

1. Pengertian : memberikan suntikan melalui pembuluh darah.


2. Tujuan :
 Mendapatkan reaksi obat dengan cepat
 Memberikan pengaiburan karena tidak dapat berikan dengan cara lain
3. Persiapan :
a. Spuit dengan jarumnya.
b. Kapas alcohol.
c. Kikir ampul
d. Obat yang akan disuntikkan.
e. Kupet.
f. Pengalas.
g. Bengkok.
h. Torniquet.
i. CM keperawatan.

4. Prosedur kerja :
a. Cek program terapi dokter.
b. Periksa kembali obat sesuai program.
c. Baca label obat untuk memastikan kandungan obat,dosis dalam satu kemasan, cara
pemberian, kontra indikasi, efek samping.
d. Cuci tangan.
e. Beri salam dan kenalkan diri.
f. Dekatkan peralatan.
g. Memberikan penjelasan kepada pasien/ keluarga tentang obat, kegunaan, cara
pemberian dan kemungkinan efek samping.
h. Tentukan area suntikan dan pasang pengals.
i. Perawat mencuci tangan.
j. Membaca etiket ( nama pasien, obat, dosis, cara dan waktu)
k. Jelaskan prosedur menyuntik agar ada kerjasama dengan perawat.
l. Pasang torniquet (k/p)
m. Desinfektan area suntikan dengan kapas alcohol secara mengarah dalam keluar
dengan sudut 45 derajat.
n. Tusukkan jarum dengan sudut 45 derajat.

3
o. Lakukan aspirasi , bila ada darah yang keluar torniquet dilepaskan dan obat
dimasukkan pelan –pelan.
p. Kaji reaksi pasien selama tindakan.
q. Caibut jarum dan hapus kulit bekas tusukan dengan kapas alcohol
r. Pasien dan peralatan dibereskan
s. Lakukan observasi terhadap tanda alergi,jelaskan pada pasien agar melapor bila
timibul seperti panas, gatal,sesak, keringat dingin,benjolan.
t. Tentukan kontrak selanjutnya.
u. Cuci tangan, ibuka hanscoen.
v. Beri salam.
w. Catat pada CM perawatan jenis obat, jam pemberian,dosis,dan paraf/ nama terang
memberi
x. Bereskan dan kembalikan peralatan.

4
STRATEGI KOMUNIKASI DALAM TINDAKAN PERAWATAN
MEMBERIKAN OBAT INTRAVENA METRONIDAZOLE

A. Tahap Orientasi
-” Selamat sore bapak K, nama saya verna Saya mahasiswa PSIK Unud.
-” pak, sekarang saya akan memberikan obat suntik berupa antibiotik yang akan dimasukkan lewat
selang infus untuk membantu membunuh bakteri dan mencegah bakteri berkembang dalam
tubuh bapak.”
-” Pemberian antib iniiotik akan diberikan setiap 8 jam. ”

B. Tahap Kerja
- ” Saya sudah mengecek obatnya, keadaan obat masih bagus, tanggal expirednya masih dua tahun
lagi. Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter.”
- ” Baiklah sekarang tolong bapak letakkan tangannya disebelah badan bapak.

C. Tahap Terminasi
- ”Baiklah pak, saya sudah selesai menyuntikkan obatnya.”
- Data objektif : obat sudah disuntikkan, tanda tanda alergi obat ( -)
- ” Baik pak , terima kasih atas kerjasamanya. Tolong ibu melapor pada perawat bila ada tanda-
tanda alergi obat misalnya keringat dingin ”

D. Kontrak selanjutnya
- ” Baiklah pak, pemberian suntikan sudah selesai dan teman saya akan datang 8 jam lagi untuk
pemberian obat selanjutnya. Bila bapak perlu bantuan, bapak bisa menghubungi perawat di
counter perawat.”

5
STRATEGI PELAKSANAAN
DENGAN TINDAKAN DELEGATIF PEMBERIAN
OBAT PARACETAMOL PER ORAL

Nama : Tn. K
Umur : 50 Tahun
Diagnosa Medis : Tetanus Generalisata
Kamar : Ruang Hangsokah III RSUP Sanglah
Tanggal pengkajian : 27 juni 2011

F. Kondisi Klien

3. Keluhan Utama
 Keluhan utama (saat MRS) : Mulut kaku

 Keluhan utama (saat pangkajian) : Pasien mengeluh demam, lemas dan kadang-
kadang masih kejang.
4. Data Fokus :
DS :
Pasien merasa tidak nyaman karena demam, lemas dan kadang-kadang masih kejang.
DO :
Pasien tampak lemas, suhu 37,2 0C

G. Diagnosa Keperawatan
Hipertermi b.d efek toksin (bakterinemia)

H. Tujuan Khusus
Setelah diberi askep selama 2x24 jam gangguan kenyamanan pasien teratasi dengan outcome :
 Suhu tubuh dalam rentang yang diharapkan
 Perubahan warna kulit tidak ada

I. Tindakan Keperawatan :
Melaksananakan tindakan delegatif dalam pemberian obat penurun panas 3 x 1 Paracetamol

6
J. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) : Melakukan pemberian obat oral
1. Pengertian : Memberikan obat melalui mulut.
2. Tujuan : Obat yang diberikan bisa masuk melalui mulut dengan baik
3. Kebijakan : Sesuai program terapi
4. Persiapan : Alat dan bahan
o Catatan/jadwal pemberian obat.
o Obat dan tempatnya
o Air minum dalam tempatnya
5. Prosedur Kerja
a. Jelaskan prosedur yang akan dilaksanakan
b. Cuci tangan
c. Baca obat sesuai dengan pasien dengan prinsip benar obat, benar pasien, benar dosis,
benar waktu, dan benar rute
d. Bantu untuk minum obat dengan cara :
e. Apabila memberikan tablet atau kapsul dari botol, tuangkan jumlah yang dibutuhkan
ke dalam tutup botol dan pindahkan ke tempat obat. Jangan sentuh obat dengan
tangan. Obat berupa kapsul jangan dilepaskan pemibungkusnya.
f. Kaji kesulitan menelan. Bila ada kesulitan menelan, gerus tablet menjadi ibuibuk dan
campurkan ke dalam minuman.
g. Kaji frekuensi nadi dan tekanan darah sebelum pemberian obat yang memibutuhkan
pengkajian
h. Catat reaksi terhadap pemberian.
i. cucitangan setelah prosedur dilaksanakan
j. Evaluasi respons pasien terhadap obat dan catat hasil pemberian obat.

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM


7
PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PEMBERIAN OBAT ORAL

A. Tahap Orientasi
-” Selamat pagi bapak K, nama saya verna Saya mahasiswa PSIK Unud.
-” pak, sekarang saya akan memberikan obat minum berupa penurun panas Paracetamol yang akan
bapak minum untuk membantu menurunkan demam bapak.”
-” Pemberian paracetamol akan diberikan setiap 8 jam. ”

B. Tahap Kerja
- ” Saya sudah mengecek obatnya, keadaan obat masih bagus, tanggal expirednya masih dua tahun
lagi. Obat ini juga sudah sesuai dengan program dokter.”
- ” Baiklah sekarang bapak bisa duduk? Jika bisa bapak duduk sebentar ya”

C. Tahap Terminasi
- ”Baiklah pak, bapak sudah selesai minum obatnya.”
- Data objektif : obat sudah diminum, tanda tanda alergi obat ( -)
- ” Baik pak , terima kasih atas kerjasamanya. Tolong ibu melapor pada perawat bila ada tanda-
tanda alergi obat misalnya keringat dingin ”

D. Kontrak selanjutnya
- ” Baiklah pak, pemberian suntikan sudah selesai dan teman saya akan datang 8 jam lagi untuk
pemberian obat selanjutnya. Bila bapak perlu bantuan, bapak bisa menghubungi perawat di
counter perawat.”

8
STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama : N.N.N
Umur : 65 Tahun
Diagnosa Medis : cf intertrochanter femur dektra

9
Kamar : Ruang Hangsokah III RSUP Sanglah
Tanggal pengkajian : 24 September 2009

A. Kondisi Klien
 Keluhan Utama
 Keluhan utama (saat MRS)
pasien mengeluh nyeri pada pinggang sebelah kanan
 Keluhan utama (saat pangkajian)
Pasien mengeluh nyeri pada pangkal paha kanan.

 Data fokus
DS :
pasien mengatakan aktifitasnya terasa terganggu karena terasa sakit saat berusaha
menggerakkan kaki kanannya.
DO :
Pasien tampak terbaring dengan terpasang traksi dengan beban 3 kg pada kaki kanan, semua
aktifitas dan pemenuhan ADL pasien tergantung total.
Hasil pemeriksaan Rontgen pada kaki kanan diperoleh CF intertrochanter femur dektra

B. Diagnosa Keperawatan
Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kehilangan mobilitas normal ditandai
dengan pasien mengatakan aktifitasnya terasa terganggu karena terasa sakit saat berusaha
menggerakkan kaki kanannya.
Pasien tampak terbaring dengan terpasang traksi dengan beban 3 kg pada kaki kanan, semua
aktifitas dan pemenuhan ADL pasien tergantung total.
Hasil pemeriksaan Rontgen pada kaki kanan diperoleh CF intertrochanter femur dektra.

C. Tujuan Khusus
Asuhan keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan mobilitas fisik pasien membaik, dengan
kriteria evaluasi :
1) Pasien mampu mempertahankan fungsi tubuh yang tidak sakit, dibuktikan dengan
tidak adanya kontraktur
2) Pasien menunjukkan peningkatan kekuatan dan fungsi sendi serta tungkai yang
Sakit
3) Pasien menyatakan pemahaman pengobatan individu dan berpatisipasi dalam
program rahabilitasi

10
D. Tindakan Keperawatan Bantu pasien dalam memenuhi kebersihan dirinya : memandikan pasien
SOP : terlampir

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM


PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

A. Orientasi
1. Salam Terapeutik
Selamat pagi ibu, perkenalkan nama saya ady, saya perawat yang bertugas merawat ibu pagi
ini.

2. Evaluasi/validasi
Bagaimana perasaan ibu pagi ini?
Apakah ibu sudah mandi?

3. Kontrak
Kalau ibu belum mandi, saya akan membantu memandikan ibu di tempat tidur (± 20 menit).
Apakah ibu bersedia?

11
B. Kerja (langkah-langkah tindakan keperawatan)
- Saya akan memandikan ibu dengan air hangat. Pertama-tama saya akan mengelap wajah ibu, ibu
mau pakai sabun atau tidak?
- Selanjutkan saya akan mengelap lengan kanan, lengan kiri, badan, punggung.
- Punggung ibu mau diberi minyak atau tidak ?
- Kemudian saya akan mengelap kaki kanan, kaki kiri dan yang terakhir di daerah kemaluan ibu
(kalau ibu setuju).

C. Terminasi
1. Subyektif
Bagaimana perasaan ibu setelah saya mandikan?

2. Tidak lanjut klien


Jika nanti ibu sudah merasa lebih baik, ibu bisa mandi sendiri atau dibantu keluarga.

3. Kontrak yang akan datang


Pukul 11.00 saya akan kembali untuk mengukur suhu, nadi dan tekanan darah ibu, apa ibu
bersedia?

12