Anda di halaman 1dari 8

ALHAMDULILLAHI, 2X

Innal hamda lillaahi nahmaduhu


wanas ta iinuhuu
wanastag firuh
wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa
wa min sayyiaati akmaalinaa,
mayyahdihillaahu falaa mudilalah
wa man yud lilhu falaa hadiyalah.

Asyhadu allaa ilaahaillallaah wahdahu laa syariikalah


wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu
laanabiyya ba’dah.
Allaahumma shalli wa sallim wabaarik ‘alaa muhammadin
wa ‘alaa aalihii wa shohbihi wa manih tadaa bi hudaahu
ilaa yaumil qiyaamah.
Amaaba’du,
Yaa ayyuhannasu uushikum wa iyyaaya bi taqwallaahi
fa qad faazaal muttaquun.
yaa ayyuhaladziina aamanut taqullaha haqqo tuqaa tihii
wala tamuutunnaa illaa wa antum muslimuun.
Yaa ayyuhalladziina amanut taqullaaha
wa quuluu qaulan sadiidaa.
Yuslih lakum akmaalakum
wa yag firlakum dzunuubakum
wa man yuti’illaaha wa rasuulahu
fa qad faaza fauzan ‘adziimaa.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan
segala perintahNya dan meninggalkan segaka laranganNya agar kita mencapai kebahagiaan
di dunia dan kesejahteraan di akhirat.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT

Puji dan syukur kita persembahkan kepada Allah SWT yang telah mewajibkan zakat fitrah
untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dan bantuan bagi fakir miskin. Salawat dan
salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta kepada sekalian sahabat dan
keluarganya. Kemudian dari pada itu marilah kita meningkatkan iman dan takwa kita kepada
Allah SWT demi untuk keselamatan kita di dunia dan diakhirat.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia


Adapun judul khutbah kita pada hari ini adalah tentang : "Zakat Fitrah".

adapun hikmah tujuan dan pembagiannya. Zakat fitrah biasa disebut sebagai sadaqah fitri.
Zakat fitrah ini tujuannya adalah untuk membersihkan diri dari orang-orang yang berpuasa
dan ummat Islam pada umumnya.

Zakat fitrah disyariatkan, di fardhukan pada tahun yang kedua


hijriah, dua hari sebelum Idul Fitri. Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW
yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim beliau bersabda:

"Rasulullah SAW memfardukan zakat fitri satu gantang kurma atau satu gantang gandum
atas hamba, orang merdeka, laki-laki, perempuan".

Hadits ini menjelaskan tentang takaran dan ukuran serta benda apa yang bisa dibuat untuk
zakat Fitrah, dan siapa-siapa yang wajib mengeluarkan zakat fitrah, dengan berkembangnya
waktu dan ilmu pengetahuan tentu akan muncul suatu pertanyaan bahwa mengapa anak-anak
(bayi) diharuskan berzakat fitrah? Jawabannya adalah agar bayi atau anak tersebut diberkati
oleh Allah SWT dan di doakan oleh fakir miskin yang menerima zakat fitrahnya. Untuk
memperluas pemahaman kita tentang zakat fitrah, ada baiknya kami sampaikan sebuah
Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Daun dan Ibnu Majah yang berbunyi :

"Rasulullah SAW memfardhukan zakat fitrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari
perkataan yang sia-sia dan perbuatan kotor serta untuk memberi makan kepada orang-orang
miskin".

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Untuk lebih mantapnya pemahaman kita tentang waktu mengeluarkan zakat fitrah dapat
dijelaskan hukum-hukumannya sebagai berikut :

Boleh mengeluarkan zakat fitrah sejak masuknya bulan Ramadhan walaupun boleh atau
jaiz, tetapi tradisi masyarakat kita belum terbiasa. Kebiasaan masyarakat kita ialah seminggu
sebelum Idul Fitri. Dan itupun hukum.

Sunnat hukumnya mengeluarkan zakat fitrah pada waktu subuh dan pagi hari raya Idul Fitri
sebelum kita pergi shalat Idul Fitri.

Wajib hukumnya mengeluarkan zakat fitrah pada malam lebaran mulai terbenamnya
matahari sampai akhir malam sebelum fajar. Makruh hukumnya mengeluarkan zakat fitrah
setelah khatib turun dari mimbar. Haram hukumnya mengeluarkan zakat fitrah sesudah
matahari terbenam pada hari raya Idul Fitri.

Walaupun demikian ada ketercualian bila kita dalam keadaan


darurat, sebagai contoh ketika baru datang dari berlayar dan tidak ada yang
menerima zakat fitrah kita, maka boleh mengeluarkan zakat fitrah pada kesempatan
pertama, kita memberikan zakat fitrah kita kepada fakir miskin.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia


Mungkin ada diantara kita yang ingin bertanya apakah zakat fitrah berada didalam AI-
Qur'an. Jawabannya adalah ada. Nabi kita Muhammad SAW pernah ditanya tentang ayat
yang berbunyi :

"Pasti berbahagia orang-orang yang berzakat, lalu ia berzikir kemudian shalat".

Dalam sebuah Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah beliau menjawab bahwa ayat ini
diturunkan untuk zakat fitrah.

Dalam makna praktis dan operasional dapat dijelaskan bahwa pasti berbahagia orang-
orang yang telah mengeluarkan zakat, lalu bertakbir kemudian shalat Idul Fitri.

Dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan bahwa pada
suatu Ramadhan, Usman bin Affan Radiallahu Anhu, lupa mengeluarkan zakat fitrah.
Lalu beliau datang kepada Nabi Muhammad SAW dan beliau berkata Ya Rasulullah saya
lupa mengeluarkan zakat fitrah, maka sebagai kaffaratnya saya telah
memerdekakan seorang budak. Maka Nabi Muhammad SAW menjawab :
wahai Usman andai kata engkau memerdekakan 100 orang budak
pahalanya tidak mencapai pahala bila engkau mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat
Idul Fitri.

Fungsi dan peranan zakat fitrah yang amat mendasar adalah


karena puasa Ramadhan tidak akan sampai kepada Allah, kecuali bila
kita sudah membayar zakat fitrah. Dengan kata lain syarat makbulnya puasa kita ialah
membayar zakat fitrah. Dan itulah hikmahya sehingga kita boleh membayar zakat fitrah
mulai awal Ramadhan.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Adapun syarat wajib zakat fitrah adalah bahwa kita memiliki kelebihan
makan untuk keluarga kita pada malam Idul Fitri dan hari raya Idul Fitri. Jadi barang
siapa yang sama sekali tidak memiliki kemampuan pada malam lebaran dan hari Idul Fitri,
tidak wajib untuk berzakat fitrah, bahkan wajib menerima zakat fitrah. Menurut Imam
Abu Hanifah, zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk uang. Walaupun demikian
alangkah baiknya bila kita yang mampu,
dapat menolong saudara kita dengan memberikan bantuan kepada mereka untuk bisa
berzakat fitrah. Hal ini tergambar dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW riwayat
Ahmad dan Abu Daud yang artinya:
"Adapun orang-orang mampu dari kamu, maka mudah-mudahan Allah
membersihkannya, dan adapun orang fakir dari kamu sekalian, mudah-mudahan Allah SWT
mengembalikan lebih banyak dari apa yang telah dikeluarkan dari membayar zakat fitrah".

Jadi oleh karena pahala zakat fitrah demikian besar, maka sebaiknya seluruh ummat
Islam membayar zakat fitrah atau dibayarkan oleh saudaranya yang mampu.
Mengenai pembagian zakat fitrah tergambar dalam ayat 60 surat At Taubah :

Innamasshoda
"Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir miskin, pengurus-
pengurus zakat, para muallaf untuk memerdekakan budak, untuk jalan Allah SWT dan
orang-orang yang dalam perjalanan".

Menurut pendapat Imam Syafi' i, zakat fitrah dapat dibagi kepada delapan Mustahiki.
Imam Ahmad Bin Hambali Dan Abu Hanifah dan demikian pula
Imam Malik berpendapat bahwa zakat fitrah diberikan kepada fakir miskin, berdasarkan
Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Daraqutmi :

"Selamatkan fakir miskin dari berkeliling minta-minta pada hari ini".

Kesimpulannya bahwa kita sesuaikan dengan kondisi masyarakat kita masing-masing.


Semua para ulama berpendapat bahwa dalam zakat fitrah yang diprioritaskan dan
diutamakan ialah fakir miskin agar ikut bergembira dalam menyambut dan merayakan Idul
Fitri yang penuh bahagia dalam masyarakat yang penuh marhamah dan kasih sayang.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah dengan melakukan
segala perintahNya dan meninggalkan segaka laranganNya agar kita mencapai kebahagiaan
di dunia dan kesejahteraan di akhirat.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT,


Marilah kita buat perjumpaan suci ini, di tempat dan waktu yang mulia ini, sebagai pemacu
dan pemicu iman dan takwa kita kepada Allah. Sungguh iman dan takwa adalah sebaik-baik
bekal untuk menjalani kehidupan dunia ini, sebelum kelak kita menghadap Allah. Firman
Allah:
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa”(Al-Baqarah: 197)
Ramadhan, bulan suci ini hampir meninggalkan kita. Ramadhan, tamu mulia ini hampir pergi
untuk selama-lamanya. Karena itu, marilah kita bersegera melakukan amal ibadah. Marilah
kita segera bertaubat, beristighfar dan memperbanyak amal shalih kita. Semoga dengan
demikian, kita bisa menambal, menutup kekurangan dan keterlanjuran kita selama ini.
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Pada penghujung bulan Ramadhan ini, Allah mensyariatkan beberapa ibadah yang bisa
menambah keimanan kita, menyempurnakan ibadah kita dan melengkapi kenikmatan Allah
terhadap kita. Antara lain Allah mensyariatkan zakat fitrah dan shalat hari raya.
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan karena berbuka setelah bulan Ramadhan
habis. Para ulama sepakat bahwa hukum zakat fitrah adalah wajib bagi setiap Muslim, yang
mampu. Ibnu Umar Radhiyallahu ’Anhuma meriwayatkan,
‫األنثى‬
َ ‫لى العَ ْب ِد َوال ُح ِر َوالذَّك َِر َو‬
َ ‫ش ِعي ٍْر َع‬َ ‫صاعًا ِم ْن‬ َ ‫صاعًا ِم ْن ت َ ْم ٍر أو‬ َ ‫ط ِر‬ ْ ‫سلم زَ كاَة َ ال ِف‬
َ ‫علَي ِه َو‬
َ ‫ى هللا‬ َ ِ‫س ْو ُل هللا‬
َّ ‫صل‬ َ ‫فَ َر‬
ُ ‫ض َر‬
َّ ‫اس إلَى ال‬
‫صالَة‬ ِ َّ‫أن تُؤدى قَ ْب َل ُخ ُر ْوجِ الن‬ ْ ‫ص ِغي ِْر َوال َك ِبي ِْر ِمن الم ْس ِل ِميْنَ َوأ َم َر ِب َها‬ َّ ‫َوال‬
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memfardhukan zakat fitrah satu sa’ dari tamar atau
satu sha’ dari gandum, kepada setiap orang merdeka dan hamba sahaya, laki-laki dan wanita,
kecil dan besar, dari kalangan kaum Muslimin, dan beliau memerintahkan (zakat fitrah) itu
dibayarkan sebelum keluarnya orang-orang untuk menuaikan shalat (Idul Fitri)” (HR. Al-
Bukhari)
Islam mewajibkan zakat fitrah ini karena mengandung dua hikmah utama:
Pertama, untuk menyucikan puasa orang yang berpuasa. Zakat fitrah diwajibkan untuk
menyucikan orang yang berpuasa. Ketika puasa mungkin ia melakukan hal-hal yang bisa
membatalkan pahalanya seperti perkataan dan perbuatan yang kotor, porno, buruk dan
melakukan dosa-dosa yang besar maupun kecil. Nabi Shallallahu ’alaihi wasallam telah
mengisyaratkan hal itu dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu
’Anhuma,
َ ‫ث َوط ْع َمةً ِل ْل َم‬
‫سا ِكيْن‬ َّ ‫صا ِئ ِم ِمن اللَّ ْغ ِو َو‬
ِ َ‫الرف‬ َّ ‫ط ْه َرة ً ِلل‬ ْ ‫سلم زَ كاَة َ ال ِف‬
ُ ‫ط ِر‬ َ ‫علَي ِه َو‬
َ ‫ى هللا‬ َ ِ‫س ْو ُل هللا‬
َّ ‫صل‬ َ ‫فَ َر‬
ُ ‫ض َر‬
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memfardhukan zakat fitrah untuk menyucikan orang
yang bepuasa dari perkataan yang kotor dan porno dan sebagai makanan bagi orang-orang
miskin” (HR. Abu Dawud)
Kedua, untuk membantu orang-orang fakir miskin. Zakat fitrah disyariatkan untuk menolong
orang-orang miskin agar mereka tidak mengemis pada hari raya bergembira pada hari orang
lain juga bergembira. Dengan memberi mereka zakat, niscaya akan berkuranglah penderitaan
dan kesengsaraan mereka.
Kaum Muslimin Sidang Jum’at Hafidzhokumullah
Syarat membayar zakat fitrah ini ialah:
Pertama, Islam. Orang yang membayar zakat fitrah harus beragama Islam. Orang kafir tidak
wajib membayar zakat fitrah meskipun ia mempunyai kaum kerabat Muslim, yang wajib ia
beri nafkah. Zakat fitrah adalah ibadah dalam Islam sehingga tidak wajib atas non Muslim.
Kedua, merdeka. Zakat fitrah hanya wajib atas orang yang merdeka. Dengan demikian, ia
tidak wajib atas hamba sahaya, karena ia tidak mempunyai harta benda. yang wajib
membayar zakat fitrah bagi hamba sahaya adalah tuannya, karena ia wajib menafkahinya.
Sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wasallam,
َ‫ص ِغي ِْر َوال َك ِبي ِْر َوال ُح ِر َوال َع ْب ِد ِم َّم ْن تَمونُون‬
َّ ‫ع ْن ال‬ ْ ‫صدَقَ ِة ال ِف‬
َ ‫ط ِر‬ َ ‫صلَّى هللا َعلَ ْي ِه َوسلم ِب‬ ُ ‫أ َ َم َر َر‬
َ ِ‫س ْو ُل هللا‬
“Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam memerintahkan untuk membayar zakat fitrah bagi
anak-anak kecil dan orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya yang menjadi
tanggunganmu” (HR. Al-Baihaqi dari Ibnu Umar)
Ketiga, mempunyai kemampuan finansial untuk mengeluarkan zakat fitrah. Kemampuan
finansial terwujud dalam kepemilikan harta yang melebihi keperluan dirinya. Jika memiliki
harta seperti itu maka ia wajib berzakat meskipun ia juga berhak untuk menerima zakat.
Jika seseorang mampu mengeluarkan zakat fitrah dikeluarkan untuk dirinya sendiri, dan juga
untuk orang-orang yang ditanggungnya seperti istri, anak-anak dan belum berpuasa, ibu, dan
pembantu. Adapun janin yang belum lahir sebelum hari raya, maka orang tuanya tidak wajib
mengeluarkan zakat fitrahnya.
Keempat, tiba waktu zakat fitrah. Zakat fitrah ini wajib ketika berbuka setelah habis bulan
Ramadhan. Yakni dengan tenggelamnya matahari hari terakhir bulan Ramadhan. dan waktu
terakhir zakat fitrah adalah sebelum menunaikan shalat hari raya. Jika ditunaikan setelah
shalat hari raya, maka itu tidak dianggap sebagai zakat fitrah, namun hanya dianggap sebagai
sedekah biasa.
Kaum Muslimin sidang Jum’at Rahimakumullah
Kadar zakat fitrah adalah satu sha’ dari gandum atau biji-bijian atau makanan pokok lainnya
pada suatu daerah. Satu sha’ dalam timbangan sekarang setara dengan 2,176 kg (biasanya di
negara kita digenapkan 2,5 kg)
Para ahli fiqih madzhab Hanafi membolehkan pembayaran zakat fitrah dengan nilai atau
harga makanan pokok, karena tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan orang-orang
miskin pada hari raya. Sedangkan menurut jumhur (mayoritas) para ulama, mengeluarkan
zakat fitrah dengan nilai atau harga makanan pokok itu tidak boleh, karena hadits Nabi
Shallallahu ‘alaihi wasallam menentukan jenis-jenis makanan pokok seperti gandum dan biji-
bijian. Dalam hal ini kita lebih cenderung kepada madzhab Hanafi karena itu bisa memenuhi
maslahat orang-orang miskin. Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, ”Mengeluarkan zakat
fitrah dengan nilai atau harganya karena kebutuhan atau maslahat atau demi keadilan itu tidak
mengapa.”
Barokallahu Li walakum Fil Qur’an nil adzim Wana fa ani Wa iyaakum
Bima Fii Minal Ayati Wadzakril Hakim Wataqobaala Minaa Wamingkum
Tilawatahu inaahu Huwas saamii ul Alim Aquulu Qauli Hadza Wa as Tak
Firullahal Adzim Li walakum Walisa’iril Muslimiin Na wal Muslimat Wal
Mukminiin Na Wal Mukminat

Fas Tagfiruuhu Huwal Gofururoohiim.


1. Alhamdulillah 2X
Mu’a yadi sobirina biaziizi nasrih Wa muya saari saakirina Lihamidi sukri
Wa mu wa fakil muh tariina lil kiyami bi amrih
Ahma duhu ala ma an ama Wa as lama li amrihi fiima hakama wa abrom
Ashadu anla ilahailallah wahdahula sariikalah Wa as hadu ana
Muhamadda abduhu Warasulu
Allaahuma solii ala sayidina muhamaad Sollallaahu alaihi wa ala alihi
muntahad dzuuhur
Solatan da’i man bila fana’i wala futuur Wasallaamutasliima kasiro
Amaa bakdu
Faya ayuhannasu Takulla Inallaha amarakum bi amri bada afiihi bi nafsih
Wasanaa bi mala ikati wa ayaa da bil mukminiin min ibadih
Fakola azaa ming ko’il Inallaaha wa mala ikatahu yosoluna ala naabi
Ya ayuuhal lazi na amanu solu ala ihi wasalaamutaasliima
Allahumaa soluu ala sayidina Muhamaad, sayidil mursaliin
Wa ambiyak ika, Wa rosulika, Wa mala ika tikal mukoroobiin
Wa ahli zo atika Azj maiin.
2. Allahumaagfir
Lil mukminiina Wal mukminat Wal muslimiina Wal muslimat Inaaka
samii’u Qoriibu muzibudaa a wat
Robbana firlana, Wali ihwanina alaaziina sabaguna bil iiman Wa la tadz
alna Fii Qulu bina gilaa lillaaziina amanu. Robbaana inaaka Ro ufur
rohiim.
Robbana atina Fidunya HasanahWa fil ahiroti hasanah, wakina aza
banaar
3. Ibadallah Inallaaha yak muru bil adli Wal ihsani, Wa iita idil Qurba
Wa yan ha Anil fah sa i wal mungkar Wal bag yi Ya i zukum la alaakum
Tazakaaruun Faz kuruullaha al azim Yaz kurkum Was kuruuhu ala
nikmatihi yazikum wala zikrullahi akbar