Anda di halaman 1dari 3

PEMBERIAN INFORMASI TENTANG EFEK

SAMPING DAN RESIKO PENGOBATAN

No.Dokumen : 440.449/ /SOP/STT/III/2017


No.Revisi :

SOP Tanggal :
Terbit
Halaman :

PUSKESMAS AFRINA F. SITOHANG, SKM


SITIOTIO NIP. 19810408 200502 2 001

1. Pengertian • Pemberian informasi tentang efek samping dan resiko pengobatan adalah kegiatan
memberikan penjelasan mengenai pengobatan yang akan dilakukan termasuk
didalamnya penjelasan mengenai efek samping dan resiko dari pengobatan yang
akan dilakukan baik pada saat pengobatan berlangsung atau setelah pengobatan
selesai
2. Tujuan • Pasien memahami mengenai efek samping dan resiko dari pengobatan yang
dilakukan sehingga pasien siap menerima kemungkinan resiko yang akan terjadi
saat pengobatan berlangsung atau setelah selesai pengobatan
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Sitiotio Nomor 440.449/ /SK KAPUS/III/2017
4. Referensi • Pedoman Monitoring Efek Samping Obat (MESO) bagi tenaga kesehatan, Badan
POM RI 2012
5. Prosedur 1. Alat :
- Rekam medis
- Formuli resep obat
6. Langkah-langkah 1. Petugas medis menerima rekam medis pasien dari petugas pendaftaran
2. Petugas medis memanggil pasien masuk ke ruang periksa
3. Dokter/Petugas medis melakukan anamnese
4. Dokter/petugas medis melakukan pemeriksaan fisik
5. Dokter/petugas medis menegakkaan diagnosa dan rencana asuhan kepada
pasien
6. Dokter/petugas medis memberikan informasi tentang penyakit dan pengobatan
yang akan dilakukan kepada pasien
7. Dokter/petugas medis menjelaskan mengenai efek samping dan resiko
pengobatan yang akan dilakukan
8. Dokter/petugas medis memberi kesempatan untuk bertanya mengenai
pengobatan yang akan dilakukan
9. Dokter/petugas medis mempersiapkan formulir informed consent
10. Dokter/petugas medis menjelaskan isi informed consent
11. Dokter/petugas medis memberikan kesempatan kepada pasien untuk mengambil
keputusan mengenai persetujuan terhadap pengobatan yang akan dilakukan

1
12. Dokter/petugas medis meminta pasien untuk menandatangani informed consent
13. Dokter/petugas medis menandatangani informed consent yang telah
ditandatangani
14. Petugas medis mendokumentasikan kegiatan
7. Diagram alir

Petugas medis
menerima rekam Petugas medis memanggil pasien
medis dari petugas yang masuk ke ruang periksa
pendaftaran

Dokter/petugas medis Dokter/Petugas medis melakukan


melakukan pemeriksaan fisik anamnese
hatan melakukan
pemeriksaan fisik

Dokter /petugas menegakkan Dokter/petugas medis memberikan informasi


diagnosa dan rencana asuhan tentang penyakit dan pengobatan yang akan
kepada pasien
dilakukan kepada pasien

Dokter/petugas memberi
Dokter/petugas menjelaskan mengenai
kesempatan untuk bertanya
efek samping dan resiko pengobatan
mengenai pengobatan yang akan
yang akan dilakukan
dilakukan

Dokter/petugas
Dokter/petugas menjelaskan isi
mempersiapkan formulir
informed consent
informed consent

Dokter/petugas meminta Dokter memberikan kesempatan


pasien menandatangani kepada pasien untuk mengambil
informed consent keputusan mengenai persetujuan
pengobatan

Petugas medis
Dokter/petugas meminta
mendokumentasikan
pasien menandatangani
kegiatan
informed consent yang telah
ditanda tangani pasien

8. Hal-hal yang • Penggunaan obat terutama Antibiotik hanya jika diresepkan oleh dokter dan
perlu mengkonsumsi secara bijak sehingga terhindar dari risikp resistensi antibiotik di

2
diperhatikan kemudian hari
• Menuntaskan konsumsi obat sesuai resep meskipun kondisi sudah membaik
9. Unit terkait 1. Poli Umum
2. Poli Gigi
3. Ruang KIA/ KB
4. Ruang Imunisasi
5. Ruang Tindakan/ UGD
6. Ruang Pelayanan Obat
10.Dokumen terkait • Kartu rekam medis
• Buku register kunjungan pasien
11.Rekaman historis No Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan
perubahan