Anda di halaman 1dari 53

Usulan Teknis [2014]

DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN
2. PENGALAMAN PERUSAHAAN
3. PEMAHAMAN KAK
4. TANGGAPAN TERHADAP KAK
5. APREASIASI DAN INOVASI KONSULTAN
6. PENDEKATAN DAN METHODOLOGI

 UMUM

 PEKERJAAN PERSIAPAN

 PEKERJAAN STAKE OUT DAN REVIEW DESAIN KONSTRUKSI

 PENGAWASAN TEKNIK SECARA RINCI

 PENYIAPAN KONSTRUKSI

 PELAPORAN

 BAGAN ALIR METODE KERJA KONSULTAN


7. RENCANA KERJA KONSULTAN
8. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN
9. TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA
10. JADWAL PENUGASAN TENAGA AHLI DAN URAIAN TUGASNYA
11. ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN
12. LAPORAN
13. STAF PENDUKUNG
14. FASILITAS PENDUKUNG
15. PENUTUP
LAMPIRAN
1. Dokumen Pendukung
2. Daftar Riwayat Hidup & Kelengkapannya

CV. Bina Cipta Utama 1


|
Usulan Teknis [2014]

3. Lain-lain

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar belakang dan tujan Proyek

Dalam rangka menunjang pelaksanaan pekerjaan Pengawasan Konstruksi Bidang P-KIMTAR


Paket 2 (untuk 12 Paket Pekerjaan) Kabupaten Sikka sehingga mencapai hasil pekerjaan yang
optimal dan berhasil guna maka perlu di persiapkan Konsultan Supervisi Teknik jalan yang
berpengalaman.

Tujuan umum dari proyek ini adalah sebagai bahan arahan bagi Tim Pengelolah Kegiatan
dalam upaya mewujudkan tata laksana proyek peningkatan jalan
yang dibiayai dari APBD Kabupaten Sikka Tahun anggaran 2014.

Tujuan pokok dari proyek ini adalah terjadinya kesinambungan program peningkatan jalan
maupun pembukaan jalan baru dalam usaha membuka isolasi wilayah terpencil guna
tercapainya efektifitas layanan dalam sistem jaringan jalan, serta menyediakan sarana
prasarana jalan dalam kesatuan pengembangan wilayah yang terpadu.

Konsultan pengawas akan menyediakan jasanya semaksimal mungkin dalam


menyelenggarakan baik pada tahap review engineering maupun tahap pelaksanaan konstruksi
dengan melakukan pengawasan teknik sesuai dengan kerangka acuan kerja serta berpedoman
pada ketentuan – ketentuan yang ditetapkan.

CV. Bina Cipta Utama 2


|
Usulan Teknis [2014]

Maksud dan tujuan Usulan Teknis


Maksud :
Memberikan gambaran mengenai jasa pelayanan konsultan dalam hal justifikasi teknik
maupun pengawasan terhadap lingkup pekerjaan yang ditawarkan dan diminati
konsultan, mulai dari kegiatan mobilisasi, justifikasi teknik, pemeriksaan kualitas
material, kualitas pelaksanaan sampai dengan pemeriksaan mutu hasil pelaksanaan.
Tujuan:
Tujuan layanan Konsultan untuk membantu Dinas Pekerjaan Umum, Pertambahan dan
Energi Kabupaten Sikka selaku Pengguna Anggaran (yang selanjutnya disebut
Pengguna) atau pelaksana yang ditunjuk sebagai wakil melakukan pengelolaan Teknis,
Administrasi dan Keuangan, agar dicapai hasil pelaksanaan program dengan baik dan
dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang ada
dalam Dokumen kontrak.

Lokasi Proyek
Lokasi proyek layanan Supervisi program Peningkatan Jalan ini tersebar di Kabupaten
Sikka.
NO LOKASI TARGET PAGU DANA (RP)
KEGIATAN / PAKET PEKERJAAN KECAMATAN PANJANG (KM)

1 Rabat Jalan Desa Namangkewa Kewapante 0,210 KM 3.491.100

2 Rabat dan Bangunan Pelengkap Jalan Ohe-Eha Hewokloang 0,560 KM 9.450.000

3 Rabat Jalan Sakaamak-Tadajarang Hewokloang 0,930 KM 15.705.000

4 Rabat Jalan Baoloka-Lurunduna Desa Langir Kangae 0,270 KM 4.500.000

CV. Bina Cipta Utama 3


|
Usulan Teknis [2014]

5 Rabat Jalan Ili-Orinmude Kangae 2,000 KM 4.500.000

6 Pembukaan Jalan Habihagar-Pesa Due Kangae 0,270 KM 4.500.000

7 Rabat Jalan Natarmaget-Nataweru Mapitara 0,500 KM 14.820.000

8 Rehabilitasi Jaringan Perpipaan Air Minum Desa Hebing Mapitara 1 Paket 4.369.000

9 Rabat Jalan Lingkungan Wolotalo-Ilileku Desa Wolonwalu Bola 0,120 KM 3.000.000

10 Pembangunan Bak Reservoar Wolokoli Bola 2 Unit 1.500.000

11 Pembangunan Bak PAH Umauta Bola 10 Unit 4.500.000

Dasar Pelaksanaan Pekerjaan.


Dalam Melaksanakan Pekerjaan Team supervisi lapangan bersama- sama Tim
Pengelolah Kegiatan untuk melaksanakan perencanaan detail apabila diperlukan
selama waktu mobilisasi, dengan menggunakan data yang diperoleh dari kontrak dan
menggunakan data lapangan yang diperoleh dari kontraktor dibawah supervisi dari
konsultan sesuai dengan yang disebut dalam spesifikasi kontrak dan menggunakan
standart desain serta cara yang telah ditentukan oleh Direktorat Jendral Prasarana
Wilayah.
Kegiatan konsultan mencakup supervisi dari semua aspek pelaksanaan dan menjamin
bahwa pekerjaan konstruksi sesuai dengan kebijakan dan filosofi dari Direktorat
Jendral Prasarana wilayah diterapkan untuk meningkatkan jalan sebagai kelengkapan
dari perencanaan detail yang telah disahkan oleh DirektoratJendral Prasarana wilayah
serta dokumen Kontrak.

CV. Bina Cipta Utama 4


|
Usulan Teknis [2014]

BAB 2
PENGALAMAN PERUSAHAAN

1. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

CV. Bina Cipta Utama, adalah salah satu Konsultan yang bergerak dalam
bidang Jasa Konsultansi Teknik dengan lingkup pelayanan mencakup hidro oceanografi dan
perekayasaan bangunan laut, Rekayasa Teknik bidang Jalan dan Jembatan, tata lingkungan,
perumahan dan rekayasa konstruksi, perencanaan tata ruang/wilayah, pengembangan
sumberdaya air dan irigasi, survey/pemetaan wilayah dan foto udara, pengembangan
transportasi perkotaan.
Dibidang manajemen konstruksi, meliputi Bantuan Teknis dan Supervisi Teknik di berbagai
pekerjaan Sipil.

2. PENGALAMAN KERJA

CV. Bina Cipta Utama Konsultan telah mengerjakan berbagai macam


pekerjaan Pengawasan, Perencanaan dan Pembuatan Dokumen tr dari berbagai Departemen,
baik yang ditangani sendiri maupun dalam bentuk kerja sama (Associated).
Untuk bidang-bidang Pekerjaan Sipil, pekerjaan yang telah dikerjakan oleh CV. Bina
Cipta Utama Konsultan antara lain perencanaan dan pengawasan pembangunan
Jalan maupun jembatan tersebar di seluruh wilayah NTT. Data Proyek yang ditangani dapat
dilihat pada tabel dibawah ini.

CV. Bina Cipta Utama 5


|
Usulan Teknis [2014]

BAB 3
PEMAHAMAN TERHADAP
KERANGKA ACUAN KERJA

3. 1 JENIS DAN TUJUAN LAYANAN KONSULTAN.

Jenis layanan Konsultan yang dimaksudkan dalam pekerjaan ini adalah berupa
Pengawasan/Supervisi Teknis Peningkatan jalan yang akan dilaksanakan oleh kontraktor
pelaksana.
Tujuan layanan Konsultan untuk membantu PENGGUNA JASA dalam hal ini KEPALA
Dinas Pekerjaan Umum, Pertambagan dan Energi Kabupaten Sikka selaku Pengguna
Anggaran (yang selanjutnya disebut Pengguna) atau pelaksana yang ditunjuk sebagai
wakil melakukan pengelolaan Teknis, Administrasi dan Keuangan, agar dicapai hasil
pelakasanaan yang memenuhi syarat.

3.2. LINGKUP LAYANAN KOSULTAN


Untuk dapat mencapai tujuan program dan berdasarkan persyaratan yang ada dalam
kerangaka acuan kerja pekerjaan ini, maka lingkup pekerjaan konsultan akan meliputi
hal-hal sebagai berikut :
1. Bantuan dalam Revisi / Review Perencanaan
Layanan teknis ini dilakukan apabila dalam Dokumen Kontrak terdapat hal- hal
yang perlu disesuaikan denagan kondisi lapangan pada saat pelaksanaan konstruksi
akan dilakasanakan. Dalam hal ini konsultan akan melakukan kegiatan sebagai
berikut
Melakukan survey lapangan.
CV. Bina Cipta Utama 6
|
Usulan Teknis [2014]

 Membuat justifikasi Teknik


 Menyusun Revisi Perencanaan, Biayaya Konstruksi dan Spesifikasi Teknik.

2. Bantuan dalam pengawasan Teknik Secara Terperinci


Pengawasan konstruksi ini akan dilakukan secara terperinci dan terus menerus hari
demi hari berupa inspeksi , kontrol, penyelesaian masalah teknis, dan pengendalian
pelaksanaan pekerjaan kontraktor dari segi kualitas, kuantitas dan waktu. Dalam hal
ini kegiatan meliputi:
 Memeriksa rencana jadwal kerja kontraktor
 Memeriksa pekerjan persiapa, yaitu setting dan stacing out penyiapan base
camp / direksi keet, mobilisasi peralatan da personil kontraktor.
 Melakukan pengawasan detail terus menerus dari hari demi hari terhadap
seluruh kegiatan kontraktor dilapangan.
 Memeriksa, mengawasi dan memberi rekomendasi terhadap hasil pengujian
bahan dan pekerjaan terlaksana serta mixed design.
 Mengawasi dan memeriksa pengukuran dan perhitungan kuantitas pekerjaan
 Memonitor kemajuan pekerjaan
 Membuat teguran dan nasihat teknis terhadap penyelesaian masalah
dilapangan.
 Memeriksa dan menandatangani sertifikat pembayaran.
 Memriksa gambar kerja dan gambar terlaksana.

3. Bantuan dalam informasi dan dokumentasi manajemen kegiatan dan layanan ini
diperlukan untuk mendunkung manajemen kegiatan yang rpi dan lengkap serta
mencakup kearsipan seluruh kegiatan. Dalam hal ini konsultan akan melakukan
kegiatan yang mencakup :
 Membuat arsip dari korespondensi kegiatan, agenda kegiatan, kegiatan
harian, hasil pengujian mutu, data perhitungan kuantitas, perhtungan teknis,
CV. Bina Cipta Utama 7
|
Usulan Teknis [2014]

permasalahan dan solusi, perubahan kontrak/addendum, agenda dan


sertifikasi pembayaran bulanan.
 Menyususn laporan bersama- sama kotraktor pelaksana dan pengguna berupa
review design (apabila ada), kemajuan pekerjaan, laporan kendali mutu dan
laporan bulanan, serta akhir.

3.3 LAYANAN KEAHLIAN


Untuk menjamin mutu pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan, sehingga ketahanan
dan keawetan konstruksi sesuai dengan umur rencana konstruksi yang ditetapkan, pihak
konsultan mengusulkan tenaga ahli memiliki pendidikan, pengalaman dan kompotensi
sesuai dengan ketentuan dalam KAK.

3.4. ADMINISTRASI / LAYANAN KEAHLIAN


Pada pelaksanaan kegiatan yang diperlukan mobilisasi /demobilisasi dari tenaga
konsultan dan termasuk surat tagihan (invoice) yang berhubungan dengan pelaksanaan
pekerjaan sepenuhnya akan dikoordinasikan dengan pihak pengguna.
Untuk menjamin dan menjaga komunikasi dengan semua anggoata team dilapangan, site
engineer dan CI/QE berkantor di Kota Maumere, Sedangkan inspector, surveyor
ditempatkan pada masing-masing lokasi sebagaimana yang telah ditetapkan dalam
struktur organisasi konsultan.

3.5. TUGAS – TUGAS TEAM SUPERVISI


1. membantu pengguna dalam menyelenggarakan tugasnya untuk menjamin semua
pekerjaan yang dilaksanakan sesuai dengan desain teknis, spesifikasi dan kontrak
lainnya.
2. membantu pengguna dalam menafsirkan dan menerapkan pasal-pasal dokumen
kontrak yang menyangkut segi hukum, khususnya yang menyangkut tuntutan dari

CV. Bina Cipta Utama 8


|
Usulan Teknis [2014]

kontraktor untuk pembayaran ekstra dan hal umum lainya sehubungan dengan hak
dan kewajiban kontraktor sesuai isi kontrak.
3. membuat rekomendasi yang rinci untuk Perintah Perubahan Kontrak (CCO) dan
Addendum sesuai dengan biaya yang tersedia.
4. melaksanakan semua pekerjaan teknis di lapangan yhang dibutuhkan untuk
menentukan tempat-tempat dan batas-batas serta kuantitas pekerjaan disesuaikan
dengan dana yang tersedja dalam kontrak, termasuk pengumpulan semua data
lapangan yang diperlukan dan membuat perhitungan serta persiapan gambar-gambar
detail konstruksi, serta mengeluarkan perintah yang tepat untuk pelaksanaan
pekerjaan.
5. memeriksa dengan teliti semua pengukuran kuantitas dan perhitungan yang diperlukan
untuk pembayaran dan menjamin semua pengukuran dan perhitungan yang
dilakukan sesuai dengan prosedur dalam dokumen kontrak.
6. melapor pada pengguna masalah-masalah konstruksi atau keterl;ambatan yang terjadi,
merekomendasi tindakan perbaikan yang diperlukan.
7. memantau dan memeriksa kendali mutu dan pengukuran kuantitas atas pekerjaan
konstruksi serta ikut menandatangani sertfikat pembayaran bulanan bila mutu
pekerjaan sudah dapat diterima dan kuantitasnya sudah benar. Bila terdapat
penyimpangan baik pada mutu maupun kuantitas bahan dan pekerjaan, konsultan
memberikan peringatan pada kontraktor secara tetulis, tembusan dari peringatan
tersebut harfus dikirim kepada pengguna yang mungkin dibutuhkan oleh pengguna
dalam mengambil keputusan akan menerima atau menolak sertifikat pembayaran
bulanan yang diajukan kontraktor.
8. memeriksa gambar As-built yang dibuat oleh kontraktor, dimana gambar as-built
tersebut harus menunjukan hasil akhir dari program secara lengkap.
9. membuat laporan bulanan dan triwulan untuk kemajuan fisik dan keuangan dari
lkegiatan jasa konstruksi
10. membanrtu pelaksanaan PHO, khususnya mempersiapkan daftar kekurangan yang
perlu diperbaiki oleh kontraktor
CV. Bina Cipta Utama 9
|
Usulan Teknis [2014]

11. selama berlangsungnya pekerjaan, setiap kemajuan pekerjaan sesuai dengan lingkup
tugasnya harus dilaporkan pada pengawas program dalam bentuk laporan kemajuan
kontraktor.

Bentuk laporan terdiri dari :


1. Laporan Kemajuan Pekerjaan (Mingguan)
Berisi gambaran pelaksanaan kegiatan pekerjaan lapangan, kemajuan fisik
pekerjaaan, uraian realisasi pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan terhadap
pemenuhan persyaratan teknis, yang dilakukan secara rutin dan periodik yang akan
digunakan sebagai bahan evaluasi dan monitoring melekat (WASKAT) sesuai
kebutuhan atau atas petunjuk dari Pengguna anggaran.
Laporan harus diserahkan kepada PPK/PPTK selambat-lambatnya 2 hari setelah
minggu berjalan sebanyak 3 buku laporan..

2. Laporan Bulanan,
Berisi total gambaran umum pelaksanaan kegiatan pekerjaan lapangan, kemajuan
fisik pekerjaan, kendala/hambatan dilapangan serta solusi/alternatife yang harus
dilakukan guna kelancaran pekerjaan, uraian realisasi pencapaian tujuan dan sasaran
kegiatan terhadap pemenuhan persyaratan teknis, prediksi rencana dan realisasi
keuangan, uraian-uraian lain yang harus dilaporkan berkaitan dengan pelaksanaan
kegiatan fisik dan pengawasan.
Laporan harus diserahkan kepada PPK/PPTK selambat-lambatnya 3 hari setelah
bulan berjalan sebanyak 3 buku laporan..

3. Laporan Akhir,
Berisi total gambaran umum pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan, uraian
tentang kesesuaian rencana dan realisasi, sanksi-sanksi ang dapat diberlakukan
apabila terjadi penyimpangan terhadap pelaksanaan kontrak jasa pemborongan,
realisasi fisik dan keuangan, uraian penerapan/pelaksanaan manajemen mutu
CV. Bina Cipta Utama 10
|
Usulan Teknis [2014]

danmanajemen administrasi kegiatan yang dilaksanakan kesesuaiannya dengan


peraturan yang berlaku, dan uraian-uraian lain yang harus dilaporkan berkaitan
dengan pelaksanaan kegiatan fisik dan pengawasan. Laporan harus diserahkan
selambat-lambatnya 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo kontrak jasa konsultansi
dihitung SPMK diterbitkan sebanyak 3 buku laporan termasuk summary report.

CV. Bina Cipta Utama 11


|
Usulan Teknis [2014]

BAB 4
TANGGAPAN TERHADAP KERANGKA
ACUAN KERJA

4.1. UMUM
Setelah mempelajari Kerangka Acuan Kerja dan mengikuti rapat penjelasan untuk
pekerjaan Pengawasan teknik peningkatan jalan, Konsultan dengan jelas memahami
sepenuhnya segala ketentuan, persyaratan dan tugas yang dimaksud, sehingga
konsultan berkesimpulan dapat melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan persyaratan
yang dimaksud dalam pekerjaan ini.
Kerangka Acuan Kerja dan Rapat Penjelasan Pekerjaan yang diberikan pihak
Pengguna cukup memberikan gambaran yang jelas baik dalam penyusunan proposal,
maupun jenis pelayanan yang dibutuhkan. Namun tidak menutup kemungkinan
apabila pada masa pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan teknis ini diadakan perubahan
sebagaimana mestinya sesuai kondisi lapangan ataupun peraturan yang ada dengan
persetujuan pengguna.

4.2. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN


Jangka waktu pelaksanaan Pekerjaan yang disediakan oleh pengguna, sesuai dengan
dokumen lelang. Dengan waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan konsultan akan
mengoptimalkan jangka waktu Yang telah disediakan, dan kiranya waktu tersebut
cukup menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, dengan koordinasi pelaksanaan yang
terarah.

CV. Bina Cipta Utama 12


|
Usulan Teknis [2014]

4.3. JUMLAH DAN KLASIFIKASIPERSONIL


Jumlah klasifikasi/kualitas personil yang dibutuhkan sesuai yang ditentukan dalam
dokumen Lelang dan Kerangka Acuan Kerja, serta perubahan sesuai dengan Berita
Acara Aanwizjing sangat jelas dan dapat disediahkan oleh konsultan.
Pada dasarnya Konsultan yakin dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tepat
waktu dengan memenuhi dan atau akan mobilisasi personil sesuai persyaratan.

CV. Bina Cipta Utama 13


|
Usulan Teknis [2014]

BAB 5
APRESIASI DAN INOVASI

Sebagaimana yang telah tertera dalam butir di atas, pihak Konsultan Supervisi memiliki
peranan yang sangat penting didalam penyelenggaraan pelaksanaan pekerjaan oleh Kontraktor
di lapangan. Konsultan Supervisi dapat memberikan kemampuan yang maksimal didalam
pengendalian , administrasi, waktu pelaksanaan dan kualitas / mutu dari pekerjaan serta tepat
dalam kuantitas pekerjaan yang telah direncanakan. Untuk mencapai sasaran dan tujuan dari
proyek dan persyaratan yang ada dalam KAK, maka lingkup pekerjaan Konsultan Supervisi
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

5.1. Bantuan Revisi desain

Layanan teknik ini dilakukan apabila Dokumen Kontrak terdapat hal-hal yang perlu
disesuaikan dengan kondisi lapangan pada saat pelaksanaan berlangsung. Untuk itu,
Konsultan Supervisis akan melakukan kegiatan-kegiatan berupa:
 Survei lapangan
 Membuat technical justification
 Menyusun revisi perencanaan, biaya konstruksi dan spesifikasi teknik, bila
diperlukan

5.1. Bantuan Pengawasan Detail Teknik


Pengawasan konstruksi ini akan dilakukan secara detail dan terus menerus serta
berlangsung setiap hari berupa inspeksi, kontrol pekerjaan, penyelesaian masalah
teknik dan pengendalian pelaksanaan pekerjaan kontraktor baik dari segi kualitas,

CV. Bina Cipta Utama 14


|
Usulan Teknis [2014]

kuantitas dan waktu pelaksanaan. Dalam hal ini, kegiatan Konsultan Supervisi
meliputi:
 Memeriksa rencana kerja kontraktor
 Memeriksa pekerjaan persiapan, mobilisasi peralatan dan personil
 Memeriksa, mengawasi dan membuat rekomendasi terhadap hasil pengujian mutu
bahan dan pekerjaan
 Mengawasi dan memeriksa pengukuran serta perhitungan kuantitas pekerjaan
 Memonitor kemajuan pekerjaan.

5.3. Bantuan Informasi Dan Dokumentasi Proyek


Layanan ini diperlukan untuk mendukung manajemen proyek yang rapi dan lengkap
serta mencakup kearsipan seluruh kegiatan proyek. Dan dalam hal ini, Konsultan
Supervisi akan melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
 Membuat arsip dari korespondensi proyek, addenda proyek, kegiatan harian
Kontraktor, hasil pengujian mutu, data perhitungan kuantitas pekerjaan,
perhitungan teknis, laporan permasalahan dan solusi, perintah perubahan, agenda
dan pembayaran bulanan.
 Menyusun laporan review design, laporan kemajuan pekerjaan bulanan, laporan
kendali mutu dan laporan akhir pekerjaan.

CV. Bina Cipta Utama 15


|
Usulan Teknis [2014]

BAB 6
PENDEKATAN DAN METODOLOGI

6.1. UMUM

Pekerjaan Pengawasan Pengawasan Konstruksi Bidang P-KIMTAR Paket 2 (untuk 12 Paket


Pekerjaan) di Kabupaten Sikka secara garis besarnya akan mencakup kegiatan dan tahapan
pekerjaan sebagaI berikut :
o Pekerjaan Persiapan
o Pekerjaan Stake out dan pembuatan review desain
o Pengawasan teknis secara rinci
o Penyelesaian pekerjaan Konstruksi
o Pelaporan Proyek
Adapun tujuan dan sasaran pekerjaan pengawasan teknik ini adalah untuk menjamin
penyelesaian Pekerjaan konstruksi yang baik dan memenuhi ketentuan serta
persyaratan didalam Dokumen Kontrak, antara lain :
o Jaminan mutu atas material Konstruksi dan hasil pekerjaan terlaksana
o Perhitungan volume pekerjaan yang teliti
o Penggunaan biaya program secara efektif
o Kemejuan pekerjaan dan penyelesaian konstruksi yang tepat waktu
o Tertip administrasi
o Koordinasi kerja yang harmonis
Uraian detail terhadap rencana pkatan teknis dan metodologi yang akan dipergunakan
dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis ini kami bahas pada sub bab
berikut ini.

CV. Bina Cipta Utama 16


|
Usulan Teknis [2014]

6.2. PEKERJAAN PERSIAPAN

Pekerjaan persiapan dimulai segera setelah pihak Kontraktor menerima Surat Perintah
Mulai Kerja dari pengguna. Tahapan pekerjaan persiapan ini merupakan kegiatan awal
yang sangat penting untuk dapat melaksanakan tahap pelaksana konstruksi dengan
baik. Secara iumum pekerjaan persiapan akan mencakup kegiatan evaluasi data
perencanaan terhadap kondisi lapangan yang ada, proses mobilisasi Kontraktor dan
koordinasi awal.
Dalam tahap kegiatan pekerjaan persiapan, Konsultan akan melakukan aktivoitas
pekerjaan sebagai berikut :

1. Koordinasi Awal
Dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi dipelukan kordinasi antara pihak-pihak
pengguna, Konsultan dan Kontraktor. Koordinasi kerja diperlukan untuk
memperlancar pelaksanaan pekerjaan serta pencapaian hasil pekerjaan yang
sebaik-baiknya. Untuk itu diperlukan penjelasan mengenai tugas, wewenang dan
tanggung jawab masing-masing pihak. Dalam hal ini, Konsultan supervisi bertugas
membantu Pengguna dalam pengawasan teknis, memberikan nasihat dan sasaran
penyelesaian permasalahan serta pengadministrasian program.
Selanjutnya koordinasi yang erat selama periode pelaksana konstruksi dilakukan
dengan mengadakan pertemuan berkala secara teratur.
2. Evaluasi Dokumen Kontrak
Konsultan akan melakukan pengecekan secara detail terhadap seluruh kelengkapan
data yang akan dipergunakan sebagai acuan pelaksanaan konstruksi, antara lain :
 Persyaratan Kontrak

CV. Bina Cipta Utama 17


|
Usulan Teknis [2014]

 Spesifikasi Teknis
 Gambar Rencana
3. Mobilisasi Kantor
Pelaksanaan Konstruksi akan terselenggara dengan baik apabila didukung dengan
personil, perlatan dan perlengkapan teknis lainnya secara lengkap dengan kondisi
baik serta tepet waktu dalam pengadaanya. Untuk itu Konsultan akan memeriksa
dan memberikan saran-saran yang mencakupproses mobilisasi berikut ini :
 Mobilisasi personil dan peralatan Kontraktor
 Jadwal pelaksanaan pekerjaan
 Rencana anggaran biaya
 Metode pelaksanaan
 Metode pengujian mutu bahan dan pekerjaan terlaksana
 Prosedur pangajuan dan persetujuan melaksanakan pekerjaan
 Sistim pelaporan
 Rapat koordinasi
Konsultan akan memeriksa, membuat koreksi perbaikan dan memberikan usulan
agar diperoleh efisiensi waktu dan biaya pelaksanaan konstruksi dengan
pertimbangan yang dapat diterima secara teknis.

4. Persiapan Konsultan Pengawas/Supervisi


Konsultan akan menyiapkan format standar untuk dipergunakan dalam
pelaksanaan pengawasan pekerjaan konstruksi berupa format :
 Laporan harian dan mingguan inspector
 Laporan pengujian mutu dan pekerjaan terlaksana
 Pengukuran dan perhitungan kualitas pekerjaan
 Permohonan dan persetujuan melaksanakan pekerjaan
 Pemekaian peralatan dan pekerjaan
 Korespondensi program

CV. Bina Cipta Utama 18


|
Usulan Teknis [2014]

6.3. PEKERJAAN STAKE OUT DAN REVIEW DESAIN KONSTRUKSI

6.3.1. Survey dan Identifikasi Lapangan


Secara garis besar kegiatan stake out meliputi survey awal dan melakukan
identifikasi kondisi lapangan guna menentukan titik referensi sebagai acuan
dalam pelaksanaan pekerjaan serta melakukan penyesuaian atas gambar
rencana maupun biaya.
Data data awal yang diperoleh dari kegiatan ini akan menjadi acuan dalam
melakukan justifikasi dan penyesuaian secara teknis, oleh karena itu hasil dari
kegiatan survey awal harus mencakup hal-hal sebagai berikut:
 Data kondisi awal dari ruas jalan (MC-O) yang mencakup; panjang,
lebar,jenis perkerasan, kondisi bahu jalan.
 Kondisi/jenis bangunan pelengkap yang ada, serta sketsa geometrik
dari ruas jlan yang bersangkutan.
6.3.2. Review Desain
Kegiatan review desain akan dilakukan oleh team perencana teknik bersama-
sama dengan kontraktor serta Team Pengelolah Teknis berdasarkan data awal
yang diperoleh dari hasil identifikasi lapangan. Hasil reviw desain ini akan
menjadi dasar acuan/referensi dalam menentukan program penanganan yang
akan di terapkan dilapangan.

6.4. PENGAWASAN TEKNIK SECARA RINCI


Konsultan akan melakukan pengawasan dan monitor secara rutin setiap hari terhadap
seluruh kegiatan kontraktor yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Secara garis besarnya kegiatan pengawasan teknik secara rinci akan mencakup aspek-
aspek berikut ini :

CV. Bina Cipta Utama 19


|
Usulan Teknis [2014]

1. Pengendalian Mutu
Kendali mutu merupakan salah satu aspek penting dalam pengawasan teknik ini,
konsultan akan menggunakan metoda, langkah pengawasan serta sistim pelaporan
yang teliti sehiungga dapat menjamin setiap pekerjaan konstruksi terlaksana sesuai
dengan spesifikasi. Pekerjaan pengendalian mutiu akan meliputi kegiatan –
kegiatan berikut ini :
a). Penentuan titik refrensi pengukuran
sebelum pelaksana pekerjaan konstruksi dimulai, konsultan bersama dengan
kontraktor akan memeriksa semua patok bench mark sebagai titik kontrol
vertical dan horizontal. Untuk kemudahan pelaksanaan konstruksi dapat
dibuat patok bench mark tambahan. Konsultan juga akan memeriksa
ketetapan seluruh stake – out yang dibuat kontraktor. Setiap penyimpangan
akan dicatat diselesailkan bersama dengan kontraktor. Seluruh data survey
ini akan dirangkum dalam bentuk Buku Lapangan.

b). Pengujian bahan dan pekerjaan terlaksana


pekerjaan pengujian mutu dilakukan oleh kontraktor dengan menggunakan
peralatan pekerjaan tes di lapangan maupun laboratorium yang disediakan
kontraktor serta mengikuti standar prosedur pengujian seperti yang
tercantum dalam dokumen kontrak. Pengujian mutu dilakukan secara rutin
dengan mengambil contoh secara acak pada lokasi – lokasi yang ditentukan
konsultan. Secara garis besarnya pekerjaan pengujian akan mencakup :
 Pengujian material pekerjaan terlaksana. Pengujian ini antara lain berupa
tes penetuan kehancuran agregat yang berasal dari lokasi pengmbilan
batu serta bahan konstruksi dari borrow pit.
 Pengujian hasil pekerjaan terlaksana
Pengujian ini antara lain berupa tes penentuan kepadatan, analisa butiran
pekerasan, stabilitas, penetrasi aspal, beton dan pipa beton.
CV. Bina Cipta Utama 20
|
Usulan Teknis [2014]

 Pengawasan rinci dan inspeksi


Pekerjan ini merupakan dasar untuk menjamion mutu pekerjaan
terlaksana sesuai dengan spesifikasi. Selain melakukan pengawasan dan
monitor pelaksanaan konstruksi, konsultan akan melakukan setiap usaha
membantu kontraktor dalam menyelesaikan permasalahan yang ada,
menghindari kesalahan konstruksi, mengoptimalisasikan biaya dan waktu
pelaksanaan.
Untuk memulai suatu pekerjaan tertentu, kontraktor harus mengajukan
surat permintaan memulai pekerjaan kepada konsultan. Dalam pengajuan
tersebut harus dilengkapi dengan penyelesaian detail mengenai jenis
pekerjaan, lokasi pekerjaan, gambar kerja, perkiraan volume, rencana
jadwal kerja, metode pelaksanaan dan kelengkapan pengujian bahan yang
akan dipergunakan. Konsultan akan membuat koreksi – koreksi dan
meminta tambahan kelengkapan lainnya yang diperlukan. Apabila
seluruh persyaratan telah dipenuhi, maka konsultan akan menerbitkan
surat persetujuan untuk memulai atau melanjutkan pekerjaan tersebut.

Konsultan akan melakukan pengawasan secara rutin dan detail terhadap


metoda pelaksanaan, jumlah buruh, kondisi peralatan dan construction
plan, tjingkat dan mutu produksi, penggunaan material yang lolos uji,
pekerjaan pengujian mutu serta keselamatan kerja. Konsultan akan
menginformasikan dan saran pemecahan permasalahan atas kekurangan –
kekurangan, kerusakan-kerusakan, serta perbaikan-perbaikan yang harus
segera diambil. Selain melakukan pengawasan seperti tersebut diatas,
konsultan akan memonitor secara rutin terhadap tjingkat produksi dan
kemajuan pekerjaan untuk disesuaikan dengan rencana kerja.
Konsultan akan membuat laporan kegiatan harian yang mencakup
seluruh aspek kegiatan pelaksanaan pekerjaan antara lain : lokasi kerja,
kondisi cuaca, jumlah tenaga, jenis dan jumlah peralatan, perkiraan hasil
CV. Bina Cipta Utama 21
|
Usulan Teknis [2014]

pekerjaan serta kondisi-kondisi khusus yang terjadi berkaitan dengan


pelaksanaan pekerjaan. Rangkuman dari seluruh hasil pengawasan dan
monitor ini akan dituangkan dalam bentuk Laporan Kemajuan Bulanan.
Hal – hal khusus yang diperlukan untuk penyelesaian akan dilaporkan
secara tertulis atau dengan mengadakan pertemuan yang membahas
perincian permasalahan yang ada dan usulan pemecahannya.
Pada setiap bagian pekerjaan yang telah selesai, konsultan akan
melakukan inspeksi akhir. Apabila pekerjaan telah dilakukan sesuai
dengan spesifikasi dan ketentuan lain dalam kontrak, konsultan segera
membuat rekomendasi secara resmi kepada pengguna untuk penerimaan
pekerjaan.
Pekerjaan yang tidak dapat diterima yang disebabkan oleh hasil
pekerjaan yang buruk dan tidak sesuai dengan spesifikasi akan
dilaporkan kepada pengguna selanjutnya ditolak secara tertulis berikut
catatan dan alasan penolakannya.

2. Kendali Biaya Konstruksi

Konsultan akan melakukan setiap usaha pengendalian biaya yang berhubungan


dengan program dari permulaan hingga akhir tahap konstruksi. Sistim
pengolahan data pengontrolan biaya program akan dilakukan sesuai dengan
prosedur administrasi tanpa mengakibatkan keterlambatan terhadap kemajuan
pekerjaan.
Konsultan akan memeriksa surat penagihan pembayaran dari kontraktor. Jumlah
pembayaran akan diteliti dan dihitung terhadap pekerjaan terlaksana yang telah
selesai dan diterima secara kualitatif maupun kuantitatif yaitu berdasarkan hasil
pengukuran dan perhitungan kuantitas serta hasil pengujian mutu yang telah
diperiksa dan disetujui pengguna dan konsultan.

CV. Bina Cipta Utama 22


|
Usulan Teknis [2014]

Konsultan akan menyiapkan sertifikat pembayaran bulanan atas pekerjaan yang


telah selesai dan disetujui. Sertifikat ini ditandatangani oleh konsultan dan
kontraktor kemudian diteruskan kepada pengguna untuk pemeriksaan terakhir
serta persetujuan pembayaran. Konsultan akan menyimpan semua data
pembayaran proyek secara berurutan dan menjumlahkan secara akumulasi
sampai dengan data pembayaran bulan terakhir. Disamping itu konsultan akan
membuat evaluasi secara berkala terhadap pekerjaan sisa yang masi akan
dilaksanakan untuk membuat perkiraan biaya. Perkiraan keseimbangan biaya
pekerjaan sisa secara berkesinambungan akan dilaporkan kepada pengguna.
Untuk itu konsultan akan menyiapkan jadwal pembayaran berdasarkan kemajuan
pekerjaan yang diperkirakan dan akan diperbaharui secara berkala sejalan
dengan kemajuan pekerjaan yang sebenarnya, termasuk adanya setiap perubahan
jadwal pekerjaan.

3. Kendali jadwal pelaksanaan


Jadwal pelaksanaan pekerjaan secara menyeluruh telah ditetapkan pada tahap
pekerjaan persiapan, demikian pula jadwal kerja untuk setiap jenis pekerjaan
harus diajukan kontraktor dalam surat permohonan memulai pekerjaan dan
ditetapkan sebelum pelaksanaan suatu jenis pekerjaan dimulai.
Konsultan akan memonitor dan mengevaluasi jadwal kerja kontraktor secara
berkesinambungan berdasarkan data kemajuan pekerjaan mingguan. Hal ini
dilakukan untuk memperoleh data tingkat kemajuan pekerjaan, mteksi
kemungkinan terjadi keterlambatan termasuk factor penyebabnya dan
menentukan langkah – langkah perbaikan yang diambil secara lebih awal.
Factor penyebab keterlambatan antara lain dapat berupa kelemahan organisasi
kerja, metoda pelaksanaan, program pengendalian mutu, penyediaan material,
penugasan peresonil, penggunaan peralatan, sub-kontraktor (bila ada) dan lain-
lain.

CV. Bina Cipta Utama 23


|
Usulan Teknis [2014]

Apabila keterlambatan akan mempengaruhi critical path, konsultan segera


mengadakan rapat khusus dengan kontraktor untuk mendiskusikan seluruh item
pekerjaan yang berkaitan dengan masalah tersebut, menunjukan secara tepat
permasalahannya, memberikan pengarahan untuk pemecahannya dan
menginstruksikan kontraktor untuk mengambil tindakan. Penyelenggaraan
program kendali waktu juga dilakukan didalam rapat koordinasi mingguan.
Dalam rapat ini diinformasikan data-data tingkat kemajuan pekerjaan mingguan
terlaksana, penentuan rencana kerja mingguan selanjutnya, pelaporan
permasalahan dan pennentuan langkah-langkah perbaikan. Dengan koordinasi
yang baik akan dimungkinkan tercapainya kendali waktu pelaksanaan pekerjaan
secara optimum.

4. Pekerjaan Tambah – Kurang


Dalam periode pelaksanaan pekerjaan, terdapat kemungkinan timbulnya
perubahan berupa jenis pekerjaan yang akan tertuan dalam bentuk Perintah
Perubahan Pekerjaan.
Konsultan akan melakukan evaluasi yang diperlukan sehubungan dengan
rencana perubahan pekerjaan. Sebagai bahan evaluasi, konsultan akan
menyiapkan data penunjang dan membuat analisa terhadap :
 Rencana Pendahuluan pekerjaan perubahan
 Perkiraan kuantitas pekerjaan
 Kebutuhan personil dan peralatan
 Perkireaan biaya konstruksi
 Perkiraan waktu pelaksanaan
 Persyaratan umum dan spesifikasi teknik
 Aspek – aspek yang mempengaruhi keseluruhan proyek

Selanjutnya hasil evaluasi konsultan ini akan diserahkan kepada pengguna untuk
evaluasi akhir dan pengambilan keputusan. Apabila rencana perubahan pekerjaan
CV. Bina Cipta Utama 24
|
Usulan Teknis [2014]

diterima, konsultan akan menyiapkan Perintah Perubahan Pekerjaan untuk


ditandatangani pengguna dan kontraktor.
Pekerjaan yang tercakup dalam perintah perubahan akan dinilai pada harga
satuan sesuai dokumen kontrak. Apabila jenis pekerjaan tambahan tersebut
belum tercantum dalam dokumen kontrak, konsultan akan membuat analisa
harga satuan baru untuk dipergunakan oleh pengguna dalam penentuan harga
dengan kontraktor.

5. Koordinasi kerja

Dengan mengadakan koordinasi kerja yang harmonis antara pengguna, konsultan


dan kontraktor akan dapat dicapai hasil sebaik – baiknya dalam menyelesaikan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Koordinasi kerja akan dilakukan dengan
mengadakan pertemuan secara teratur maupun pada waktu – waktu tertentu yang
secara khusus diperlukan.
a. Rapat Mingguan
 Tim Konsultan
Rapat intern konsultan dilakukan pada akhir pekan dan dihadiri oleh
tenaga ahli dan tenaga teknis konsultan dan supervisi. Tim akan
membahas segala aktivitas mingguan kontraktor yang mencakup
pekerjaan pengujian, pengukuran kuantitas dan permasalahan dilapangan
serta menyiapkan agenda untuk pertemuan mingguan dengan pihak
kontraktor.
 Pengguna – Konsultan – Kontraktor
Rapat ini dilakukan pada awal pekan untuk merangkum seluruh
kegkiatan yang dilaksanakan dalam periode mingguan yang lalu dan
menjelaskan rencana kerja mingguan berikutnya termasuk permasalahan
dan solusi yang akan ditempuh. Konsultan akan menyusun risalah hasil
rapat ini sebagai salah satu arsip program.
CV. Bina Cipta Utama 25
|
Usulan Teknis [2014]

b. Rapat Bulanan
Rapat ini dilakukan pada akhir atau awal bulan dan dihadiri oleh pengguna
beserta staf, Tenaga Ahli Konsultan dan tim inti Kontraktor.
Konsultan akan menyampaikan agenda rapat dan melaporkan hasil
pengawasan bulanan terhadap kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang
mencakup masalah kemajuan pekerjaan, kendali mutu, pengajuan
pembayaran serta penanganan permasalahan yang ada. Status kemajuan
pekerjaan terakhir disajikan dalam grafik dan ditetapkan sebagai acuan untuk
kemajuan pekerjaan selanjutnya.
Konsultan akan menyiapkan risalah hasil rapat yang merupakann arsip
program.

6.5. PENYIAPAN KONSTRUKSI

Konsultan akan menyiapkan langkah – langkah yang diperlukan untuk membantu


tahap penyelesaian konstruksi secara teliti. Sekurang-kurangnya 30 hari sebelum
tanggal penyelesaian pekerjaan, konsultan akan meminta dan memeriksa rencana
demobilisasi kontraktor yang mencakup pekerja, peralatan konstruksi dan
laboratorium, construction plan, gedung dan kantor, gambar kerja dan gambar
terlaksana, pelaporan dan sebagainya. Konsul;tan akan melakukan inspeksi
pendahuluan dan membuat daftar koreksi kekurangan yang masih ada. Inspeksi akhir
dilaksanakan untuk menjamin penyelesaian yang lengkap dan memuaskan sesuai
dengan Dokumen Kontrak dan konsultan akan memberikan rekomendasi kepada
pengguna untuk proses penerimaan program.

CV. Bina Cipta Utama 26


|
Usulan Teknis [2014]

Konsultan akan membantu pengguna dalam melaksanakan proses Provisional Hand


Over (PHO) yaitu dalam menyiapkan seluruh kelengkapan data teknis dan
administrasi yang diperlukan.
Selanjutnya konsultan akan melakukan pengawasan pelaksanaan pemeliharaan
pekerjaan sampai dengan penugasan tim konsultan supervisi selesai. Dalam periode
ini konsultan akan menyusun dan melengkapi l;aporan bulanan terakhir, laporan akhir
serta mengajukan surat permohonan demobilisasi.

6.6. PELAPORAN
Konsultan Supervisi akan menyusun dan menyerahkan laporan pelaksanaan proyek
berupa laporan kemajuan pekerjaan, laporan Review Design dan usulan perintah perubahan
dan laporan akhir. Laporan tersebut akan diserahkan secara tepat waktu kepada Pemberi
Tugas melalui Kepala Satuan Kerja.

1. Laporan Mingguan
Laporan merupakan laporan kegiatan pelaksanaan pekerjaan dalam mingguan yang
menguaraikan hasil pelaksanaan pekerjaan yang dicapai dalam minggu berjalan,
yang intinya berupa:
 Tingkat kemajuan pekerjaan selama satu Minggu
 Daftar personil Kontraktor dan penggunaan peralatan konstruksi
 Grafik kemajuan pekerjaan terlaksana dan rencana jadwal kerja
 Foto-foto pelaksanaan konstruksi
 Permasalahan dan pemecahan pelaksanaan pekerjaan
 Korespondensi proyek dan risalah rapat kerja
 Rencana kerja berikutnya.
Laporan mingguan pekerjaan akan diserahkan kepada Pemberi Tugas melalui
Kepala Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum, Pertambagan dan Energi Kabupaten

CV. Bina Cipta Utama 27


|
Usulan Teknis [2014]

Sikka oleh Konsultan Supervisi, selambat-lambatnya 3 hari berjalan minggu


berikutnya dalam sejumlah eksemplar sesuai dengan ketentuan dalam KAK.

2. Laporan Bulanan
Berupa laporan singkat kegiatan pelaksanaan bulanan yang mencakup hal-hal
sebagai berikut:
 Tingkat kemajuan pekerjaan selama satu bulan
 Daftar personil Kontraktor dan penggunaan peralatan konstruksi
 Grafik kemajuan pekerjaan terlaksana dan rencana jadwal kerja
 Foto-foto pelaksanaan konstruksi
 Permasalahan dan pemecahan pelaksanaan pekerjaan
 Data pembayaran pekerjaan
 Surat perintah perubahan pekerjaan
 Korespondensi proyek dan risalah rapat kerja
 Rencana kerja berikutnya.
Selain laporan kegiatan fisik tersebut, juga dilaporkan kegiatan Konsultan Supervisi
yang berupa :
 Daftar personil
 Status penggunaan waktu personil supervisi
 Status penggunaan dana tim supervisi.
Laporan kemajuan bulanan untuk setiap paket pekerjaan akan diserahkan kepada
Pemberi Tugas melalui Kepala Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten
oleh Konsultan Supervisi, selambat-lambatnya tanggal 25 bulan berjalan sejumlah 5
(tiga) eksemplar.

3. Laporan Akhir
Laporan ini berupa ringkasan dari seluruh kegiatan pelaksanaan pekerjaan berikut
kelengkapan data penunjangnya, sebagaimana tertera di bawah ini:
CV. Bina Cipta Utama 28
|
Usulan Teknis [2014]

 Ringkasan dari hal-hal penting mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, daftar


kuantitas dan biaya akhir untuk setiap jenis pekerjaan, foto dokumentasi pada saat
dan setelah konstruksi, permasalahan dan pemecahannya.
 Ringkasan penting mengenai pelaksanaan pengawasan teknik dari Konsultan
Supervisi.
 Evaluasi dan kegiatan Kontraktor dan Konsultan Supervisi termasuk seluruh
kriteria perencanaan detail berikut beberapa deviasi dan perencanaan.
 Saran-saran untuk pelaksanaan pemeliharaan pekerjaan.
Selain Laporan Akhir, Konsultan Supervisi akan memeriksa dan menandatangani
gambar terlaksana dengan seluruh data yang selanjutnya menyerahkan kepada
pemberi Tugas pada akhir kontrak Konsultan Supervisi atau selambat-lambatnya
satu bulan setelah Proffesional Hand Over.

6.7. BAGAN ALIR METODE KERJA KONSULTAN

Koordinasi pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan Penanganan Jalan dan Jembatan


Kabupaten , secara garis besar digambarkan dalam bagan alir-bagan alir berikut ini.

CV. Bina Cipta Utama 29


|
Usulan Teknis [2014]

Spesifikasi
Spesifikasi Teknis
Teknis
Gambar
Gambar Kerja
Kerja

Pengawasan
Teknik

Survey/Identifikasi
Survey/Identifikasi
Desain
Tujuan Proyek
Awal
Awal
Review
Hasil
Pengawasan
Administrasi
Keuangan

Syarat
Syarat Umum
Umum
Kontrak
Kontrak

Gambar 1. Bagan Alir Metode Pelaksanaan

Jadwal
Pelaksanaan
dalam Dokumen
Penawaran

MPUAN
KEMA Jadwal
SESUAI Diperiksa oleh Diperiksa oleh Pelaksanaan
AKTOR Tim Supervisi Tim Pengendali yang Berlaku
KONTR
N
USULA

Metode
Pelaksanaan

Gambar 2. Bagan Alir Pembuatan Jadwal Pelaksanaan

CV. Bina Cipta Utama 30


|
Usulan Teknis [2014]

tidak
Disetujui oleh
Material Tim Supervisi
Rencana
ya

Job Mix oleh Disetujui oleh ya Job Mix yang


Kontraktor Satker Digunakan

Test Material
tidak
yang Disetujui
Satker

Gambar 3. Bagan Alir Job Mix Aspal.

Draft MC oleh ditolak


Kontraktor Disetujui oleh
ditolak
Satker/PO
ya

Diperiksa oleh
ya
Tim Supervisi

Data dari Monthly


Lapangan & Certificate
Laboratorium

Gambar.4. Bagan Alir Pembuatan Laporan Bulanan (Monthly Certificate)

Hasil Laporan Laporan Laporan Laporan


Supervisi Harian Mingguan Bulanan Akhir
Lapangan

Gambar.5. Bagan Alir Sistim Laporan

BAB. 7

CV. Bina Cipta Utama 31


|
Usulan Teknis [2014]

RENCANA KERJA

Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja dengan berpedoman pada jadwal pelaksanaan
pekerjaan dan jadwal penugasan personil, namun dapat disesuaikan dengan kebutuhan
lapangan dan pemintaan dari pengguna yang dituangkan dalam addendum, maka secara
umum Rencana Kerja Konsultan Supervisi dapat dilihat dalam gambar (6).

Kendali mutu
Kendali mutu
& Kendali
Pekerjaan Survey/Identi Review Koordinasi & Kendali
Pekerjaan Survey/Identi Review Koordinasi Pelaksanaan&
Persiapan fikasi Awal Desain Lapangan II Pelaksanaan&
Persiapan fikasi Awal Desain Lapangan II Biaya
Biaya

Bulan
Bulan II Bulan
Bulan II Bulan
Bulan II Bulan
Bulan II Bulan
Bulan I-
I- VI
VI
11 minggu
minggu 11 minggu
minggu 11 minggu
minggu 11 minggu
minggu

6 - bulan

Gambar 6. Skema Rencana Kerja Konsultan Supervisi

Berdasarkan gambar (6) di atas, maka dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut:
a. Pekerjaan Persiapan
Dalam pekerjaan persiapan, hal-hal yang akan dilakukan selama kurun waktu yang
direncanakan tersebut adalah sebagai berikut:
 Melakukan rencana mobilitas tenaga, peralatan dan alat bantu kerja
pengawasan
 Melakukan mobilisasi ke lokasi pengawasan.
b. Pekerjaan Survey dan identifikasi Lapangan
Setelah melakukan pekerjaan persiapan, kegiatan Konsultan Supervisi dalam minggu
kedua (II) adalah sebagai berikut:
CV. Bina Cipta Utama 32
|
Usulan Teknis [2014]

 Melakukan koordinasi dengan Satker setempat


 Melakukan koordinasi dengan pihak Kontraktor
 Melakukan survey dan identifikasi lapangan terhadap pekerjaan
jalan di setiap lokasi pengawasan
 Melakukan pengecekan data perencanaan.
d. Pekerjaan Review Desain
Kegiatan review desain dilakukan guna penyesuaian hasil justifikasi teknis lapangan
dengan gambar rencana dan biaya yang sudah ada.
e. Pekerjaan Koordinasi Lapangan II
Pekerjaan ini dilakukan segera setelah pekerjaan Review desain selasai dilakukan.
Pekerjaan ini dapat dilakukan dalam dua tahap dan dapat dilakukan secara bersama-sama
atau terpisah.
d.1.Tahap I
Pekerjaan ini dilakukan berdasarkan hasil dari Justifikasi teknis. Dan jenis-jenis
kegiatan dapat berupa:
 Revisi volume pekerjaan
 Melakukan perhitungan CCO.
d.2.Tahap II
Apabila hasil dari justifikasi teknis pada tahap review, tidak ditemui perubahan-
perubahan terhadap volume pekerjaan, maka pekerjaan tahap I tidak perlu dilakukan
dan pekerjaan Pengawasan dan Pengendalian Mutu dapat dilakukan dengan
menggunakan data perencanaan awal.
f. Pekerjaan Pengawasan dan Pengendalian Mutu
Pekerjaan ini dilakukan oleh pihak Konsultan Supervisi sejak awal kegiatan Kontraktor di
lapangan, tertera dalam gambar (6), lama dari kegiatan ini adalah selama 6 bulan sesuai
dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK).

BAB 8

CV. Bina Cipta Utama 33


|
Usulan Teknis [2014]

JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN

Dalam pelaksanaan pekerjaan Pengawasan dijadwalkan berlangsung selama 6 (enam) bulan


kalr, terhitung sejak penandatanganan kontrak. Alokasi waktu untuk
setiap tahapan proses dapat dilihat pada jadual terlampir.

BULAN
NO. KEGIATAN

1 2 3 4 5 6
I PERSIAPAN
1 Menyusun Program Kerja Pengawasan ----
2 Menyusun Konsepsi Kegiatan Pengawasan ----
3 Mengevaluasi Dokumen Pelaksanaan ----
4 Mengevaluasi Jadwal Waktu Pelaksanaan Kegiatan ----
6 Pra Construction Meeting ----
II Survey dan Identifikasi Lokasi
1 Identifikasi awal Lokasi dan Justifikasi Teknis ------
2 Review Desain ------
3 Membuat Gambar perubahan ------
4 Menyusun rencana Rapat Lapangan ------
5 Koordinasi dan Konsultasi dgn PPK ------
6 Koordinasi dengan Pelaksana ------
III Pengawasan Teknis Pekerjaan
1 Pengawasan Umum Lapangan
2 Pengawasan Kebenaran, Kualitas dan Kuantitas
3 Pengawasan kemajuan pelaksanaan pekerjaan
4 Memberikan petunjuk pelaksanaan pekerjaan
IV Penyusunan Laporan dan Dokumentasi
1 Penyusunan Laporan Mingguan
2 Penyusunan Laporan Bulanan
3 Menyusun Laporan Akhir Pengawasan ----

BAB 9
TENAGA AHLI DAN TANGGUNG JAWABNYA

Untuk mendapatkan hasil kerja yang berkualitas maka mutlak disediakannya tim konsultan pengawas
yang sesuai keahliannya sebagaimana tersebut di atas dengan kualifikasi keahlian dan pengalaman
kerja profesional yang memadai, minimal sebagai berikut:

CV. Bina Cipta Utama 34


|
Usulan Teknis [2014]

Kebutuhan Tenaga Ahli Menurut Spesifikasi Keahlian

Jmlh Pengalaman
No. Uraian Orang Pendidikan Minimal Proffesional

A Tenaga Ahli
1 Chief Inspector 1,00 S1 Teknik Sipil 8 tahun

B Tenaga Pendukung
2 Inspector 4.00 S1/D3 Teknik Sipil 5 tahun
3 Quality control 1.00 S1/D3 Teknik Sipil 4 tahun
4 Draft man/Cad Man 1.00 D3/S1 5 tahun
5 Typist 1.00 SLTA 5 tahun
6 Office Boy 1.00 SLTA 5 tahun

Tugas dan Tanggungjawab Tenaga Ahli


A. Tim Konsultan Supervisi
Tugas dan kewajiban dan Tim Konsultan Supervisi antara lain akan meliputi hal-hal
sebagai berikut :
a. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Fisik dalam melaksanakan tugas
dan kewajiban dalam mengendalikan pelaksanaan pekerjaan agar pekerjaan dapat
dikerjakan sesuai dengan desain, persyaratan teknis dan ketentuan-ketentuan yang
tercantum dalam Dokumen Kontrak serta jadwal waktu yang telah ditetapkan.
b. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Fisik dalam memahami dan
melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum yang tercantum dalam Dokumen

CV. Bina Cipta Utama 35


|
Usulan Teknis [2014]

Kontrak terutama sehubungan dengan pemenuhan, kewajiban dan tugas


Kontraktor.
c. Menyiapkan rekomendasi sehubungan dengan Contract Change Order dan
Addenda, sehingga perubahan kontrak yang diperlukan dapat dibuat secara
optimum dengan mempertimbangkan aspek teknis dan dana yang tersedia.
d. Melaksanakan pengumpulan data lapangan yang diperlukan secara terinci untuk
mendukung peninjauan desain (Review Design), menyusun perhitungan desain,
membuat gambar desain dan menyiapkan perintah-perintah kepada Kontraktor
sehingga perubahan desain tersebut dapat dilaksanakan.
e. Melaksanakan pengecekan secara cermat semua pengukuran dan perhitungan
volume pembayaran, sehingga semua pengukuran pekerjaan, perhitungan volume
dan pembayaran didasarkan kepada ketentuan yang tercantum dalam Dokumen
Kontrak.
f. Melaporkan monitoring dan pengecekan secara terus menerus sehubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan termasuk keterlambatan pencapaian target fisik, serta usaha-
usaha penanggulangan dan langkah perbaikan yang diperlukan dengan terlebih
dahulu mengkonsultasikannnya kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
Perencanaan dan Pengawasan Teknik.
g. Melakukan monitoring dan pengecekan secara terus menerus sehubungan dengan
pengendalian mutu dan volume pekerjaan serta menandatangani Monthly
Certificate (MC) apabila mutu dan pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi semua
ketentuan persyaratan yang telah ditentukan.
h. Konsultan harus memberitahukan secara tertulis kepada Kontraktor atas adanya
penyimpangan-penyimpangan dan ketentuan dari persyaratan, baik mutu dan
volume bahan dan pekerjaan serta copy surat-surat pemberitahuan tersebut harus
disampaikan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Fisik dan diarsipkan
secara baik.
i. Melakukan pengecekan dan persetujuan atas gambar-gambar terlaksana (As-Build
Drawing) yang menggambarkan secara terinci setiap bagian pekerjaan yang telah
CV. Bina Cipta Utama 36
|
Usulan Teknis [2014]

dilaksanakan oleh Kontraktor, serta membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan


Fisik meneruskan gambar-gambar tersebut kepada sub Dinas Bina Marga.
j. Membantu Pemimpm Proyek Fisik menyusun laporan bulanan tentang kegiatan-
kegiatan pelaksanaan pekerjaan untuk dilaporkan kepada Bina Marga dan
Pemerintah Daerah.
k. Membantu Pihak Proyek Fisik dalam pelaksanaan Profesional Hand Over dan
Field Hand Over terutama dalam menyusun daftar kerusakan dan penyimpangan
yang perlu diperbaiki.
l. Membantu dan bekerja sama dengan Staf Technical Assistance on Implementation
Quality Improvement terutama dalam membantu mendapatkan data lapangan yang
lengkap serta membantu melaksanakan test-test yang diperlukan.

B. Tenaga Ahli Konsultan Supervisi

1. Tim Konsultan Perencana

2.1. Chief Inspector

Chief Inspector bertanggung jawab kepada Site Engineer untuk kontrak paket yang
ditugasinya, dan terutama harus bertanggung jawab terhadap mutu bahan dan mutu
pekerjaan oleh kontraktor sesuai dengan dokumen kontrak.

Dalam penugasan tersebut harus bertempat tinggal paling dekat dengan salah satu paket
kontrak yang diawasi. Chief Inspector yang ditugaskan disini harus seorang sarjana

CV. Bina Cipta Utama 37


|
Usulan Teknis [2014]

teknik sipil yang mempunyai pengalaman dibidangnya minimum 5 tahun yaitu dalam
pengujian dan evaluasi material/bahan jalan raya.

Chief Inspector juga harus sudah mengenal dengan baik prosedur-prosedur standard
pengujian yang ditentukan dalam dokumen kontrak, dan juga harus mempunyai
pengalaman dalam pekerjaan supervisi untuk survey lendutan dengan alat Benkelman
Beam, Survey kekasaran permukaan jalan dan DCP (Dynamic Cone Penetrometer).

Tanggung jawabnya meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut :

a. Membantu Site Engineer dalam supervisi penyusunan organisasi dan layout dari
laboratorium lapangan milik kontraktor dan memantau mobilisasi peralatan
pengujian, menjamin bahwa laboratorium akan siap dan dapat bekrja pada saat
pekerjaan akan dimulai, dukungan ini setidak-tidaknya akan meliputi dua kali
kunjungan untuk masing-masing laboratorium di tiap paket selama masa mobilisasi
kontrak.

b. Membantu Site Engineer dalam supervisi pemasangan alat pemecah batu dan AMP
dari kontraktor (juga Cement Batching Plant bila dibutuhkan) serta menjamin bahwa
persyaratan yang diminta telah terpenuhi.

c. Mengawasi dan mengontrol semua pekerjaan pengujian yang dilakukan kontraktor


guna pemilihan sumber material atau untuk pengawasan mutu bahan, dan segera
melaporkan secara tertulis kepada Project Officer atau Site Engineer bila terdapat
penyimpangan dalam prosedur pengujian yang dilaksanakan ataupun mutu bahan
yang digunakan dalam paket kontrak tersebut.

d. Memeriksa dan meringkas semua data dari semua kontrak tentang kendali mutu
serta memberikan nasihat dan bantuan kepada Site Engineer dalam menerima atau
menolak usulan kontraktor tentang campuran material aspal, soil semen dan beton.

e. Membantu Site engineer dengan berbagai macam tugas, khususnya penyiapan


kendali mutu yang dikirim kepada Pemberi Tugas.

CV. Bina Cipta Utama 38


|
Usulan Teknis [2014]

f. Membuat laporan ringkas tentang semua pengujian core drill perkerasan yang
dilaksanakan oleh kontraktor, laporan ini harus menyebutkan mengenai ukuran dari
core yang diambil, lapisan perkerasan dan sifat-sifat dari hasil pengujian di
laboratorium yang diperoleh (seperti kandungan aspal, kepadatan dsb)

g. Berkedudukan dilokasi atau di tempat yang paling dekat dengan lokasi paket kontrak
yang harus diawasi.

h. Melakukan perjalanan untuk meninjau kemajuan pekerjaan merupakan kegiatan


pengawasan hariannya.

i. Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan nasihat dari Site Engineer dalam
pelaksanaan tugas-tugasnya.

j. Mengadakan pengawasan yang terus menerus di lokasi proyek yang sedang


dikerjakan dan memberi nasihat kepada Site Engineer atas pekerjaan yang tidak
sesuai dengan kontak. Semua hasil pengamatan harus dilaporkan secara tertulis
kepada Site Engineer pada hari itu juga.

k. Terus menerus mengawasi secara teliti semua pekerjaan pengujian di lapangan


(pengujian kepadatan, DCP dsb) dan mengambil dan memberi label semua sample
material dan perkerasan (core) serta membawa sample tersebut ke laboratorium di
lapangan untuk diuji guna keperluan kendali mutu, semua pengamatan dilaporkan
secara tertulis kepada Site Engineer pada hari itu juga.

l. Terus menerus mengawasi dan mencatat serta mengontrol semua hasil pengukuran,
perhitungan kuantitas dan sertifikat pembayaran. Menjamin bahwa kontraktor
dibayar sesuai syarat-syarat kontrak.

m. Mengawasi dan mengontrol ketelitian semua hasil pengukuran di lapangan yang


dilaksanakan oleh kontraktor untuk memudahkan Project Officer menyelesaikan
pekerjaan pemeliharaan yang msak.

CV. Bina Cipta Utama 39


|
Usulan Teknis [2014]

n. Memeriksa semua bahan yang dikirim ke lapangan apakah sudah sesuai dengan
spesifikasi.

o. Mencatat kemajuan pekerjaan kontraktor setiap hari dan membandingkannya dengan


jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah disahkan.

p. Senatiasa menjaga ketelitian dan memperbaharui gambar-gambar as-built dan


mengawasi pekerjaan penggambaran yang dilakukan oleh juru gambar.

q. Menyimpan arsip-arsip surat dari proyek, laporan mingguan, diagram kemajuan


pekerjaan dan pengukuran dsb.

2.2. Quality control


Laboratorium Technician bertanggung jawab kepada Team Leader dan berkedudukan
pada lokasi yang sama. Bertanggung jawab terutama pada pekerjaan pengendalian
mutu bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan Kontraktor berdasarkan ketentuan dan
persyaratan dalam Dokumen Kontrak. Tugas dan tanggung jawab dari Quality
Engineer antara lain akan mencakup hal-hal sebagai berikut:
 Melaksanakan petunjuk teknis dan instruksi dari Site Engineer serta
mengusahakan agar Site Engineer dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Fisik
selalu mendapatkan informasi yang diperlukan sehubungan dengan
pengendalian mutu.
 Melakukan pengawasan dan pemantauan ketat atas pengaturan peralatan
laboratorium Kontraktor agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung oleh
tersedianya tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan
dalam Dokumen Kontrak.
 Melapor segera kepada Site Engineer atau Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
Fisik apabila terjadi pelaksanaan pekerjaan yang akan mengakibatkan
terlampauinya volume pekerjaan seperti tercantum dalam Dokumen Kontrak.

CV. Bina Cipta Utama 40


|
Usulan Teknis [2014]

 Mengawasi dan membuat pengendalian pelaksanaan pekerjaan di laboratorium


yang didasarkan kepada pembayaran (Daily Work).
 Membuat dan menghimpun semua data sehubungan dengan pengendalian mutu
pekerjaan.
 Melakukan analisa semua hasil test, termasuk usulan komposisi campuran (Job
Mixed Formula) baik untuk pekerjaan aspal, soil cement dan beton, serta
memberikan rekomendasi dan Justifikasi Teknis atas persetujuan atau
penolakan usulan tersebut.
 Menyerahkan kepada Site Engineer himpunan data bulanan pengendalian
mutu. Himpunan data tersebut harus mencakup semua data test laboratorium
dan lapangan secara jelas dan terinci.
 Memberi petunjuk kepada staf Kontraktor, agar semua teknisi laboratorium dan
staf pengendalian mutu dapat memahami semua prosedur dan tata cara
pelaksanaan test sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam spesifikasi
teknik.
 Membantu dan bekerja sama dengan Tim Material Technician dalam
pengumpulan data sebagai dasar usaha peningkatan mutu pekerjaan. Usaha
tersebut termasuk melaksanakan training dan latihan lapangan.

2.3. Inspector
Senior Inspector akan berkedudukan dekat dengan lokasi pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya. Tugas mencakup antara lain hal-hal sebagai berikut :
 lnspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk
melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan
agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan
persyaratan yang telah ditentukan.
 Pengertian yang benar tentang Spesifikasi.

CV. Bina Cipta Utama 41


|
Usulan Teknis [2014]

 Metoda pelaksanaan untuk setiap jenis pekerjaan yang benar sesuai


dengan kondisi di lapangan.
 Metoda pengukuran volume pekerjaan yang benar sesuai dengan pasal-
pasal dalam Dokumen Kontrak tentang cara pengukuran dan pembayaran.
 Pemeriksaan Mutu, pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan
(Rejection) atas material dan produk pekerjaan.
 Melakukan pemantauan dengan tetap atas prestasi Kontraktor. Segera
melaporkan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, apabila kemajuan
pekerjaan ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 10% dari rencana kerja,
dan membuat saran-saran penanggulangan serta perbaikan.
 Melakukan pengecekan secara cermat semua pengukuran pekerjaan dan
secara khusus harus ikut terlibat dalam proses pengukuran akhir pekenjaan.
 Menyusun laporan harian tentang kemajuan fisik, serta menyerahkannya
kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Fisik.

BAB 10
JADWAL PENUGASAN TENAGA LAPANGAN

Jawdal penugasan personil konsultan dapat dilihat pada tabel dibawah ini

CV. Bina Cipta Utama 42


|
Usulan Teknis [2014]

PERSONIL JML BULAN KE


1 2 3 4 5 6 M/M
Chief Inspector 1 aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa 6
Laboratorium Technician 4 aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa 24
Teknisi/Quality control 1 aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa 6
Draftman 1 aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa 6
Typist 1 aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa 6
Office boy 1 aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa aaaa 6

BAB 11
ORGANISASI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Untuk dapat melaksanakan pekerjaan Pengawasan Teknik Peningkatan Jalan dengan


baik, maka diperlukan keahlian dan pengalaman yang baik dalam menangani pekerjaan
CV. Bina Cipta Utama 43
|
Usulan Teknis [2014]

sejenis. Sedangkan koordinasi kerja dan pembagian tugas yang jelas akan sangat berpengaruh
pada kelancaran pelaksanaan pekerjaan tersebut. Menyadari pentingnya faktor koordinasi dan
tanggung jawab personil, maka pihak Konsultan akan melaksanakan sistem pengelolaan tim
supervisi sebagaimana tertera pada bagian berikut ini.

1. Bagan Organisasi Pelaksanaan


1.1. Bagan Organisasi Proyek
Secara kontraktual dan teknis, Konsultan bertanggung jawab kepada Kepala
satuan kerja Program Peningkatan Jalan Kabupaten Sikka. Dalam pelaksanaan
pekerjaan fisik, Konsultan Supervisi akan bertanggung jawab dan menerima
instruksi secara teknis dan operasional pada atau dari Tim Pengelolah
Kegiatan.

CV. Bina Cipta Utama 44


|
Usulan Teknis [2014]

SATUAN KERJA
DINAS PEK.UMUM,
PERTAMBANGAN DAN ENERGI
KABUPATEN SIKKA

Konsultan Supervisi
(Engineer Representative) Kontraktor Pelaksana

Catatan:
= Garis Instruksi

= Garis Koordinasi

Gambar 7. Skema Bagan Organisasi Proyek

Konsultan akan membina kerja sama yang baik dengan instansi-instansi


terkait. Hubungan kerja sama yang baik dengan mengikuti jalur instruksi dan
koordinasi akan dilakukan seperti disajikan pada gambar (7).
SITE ENGINEER

1.2. Bagan Organisasi Konsultan Supervisi


Secara umum tim Konsultan Supervisi akan terdiri dan tenaga ahli, tenaga teknis
CHIEF Tim Konsultan Supervisi akan dipimpin oleh
dan tenaga penunjang administrasi.
INSPECTOR
Site Engineer (SE) yang bertindak sebagai Team Leader serta bertanggung jawab
OP.
atas segala aspek pekerjaan
LAB
fisik yang diawasi. Susunan
KOMPUTERorganisasi Tim
TECHNICIAN
Konsultan Supervisi disajikan dalam gambar (8) di bawah ini:.
SOPIR
/DRIVER
INSPECTOR
(7) OFFICE
BOY

SURVEYOR
(1)
CV. Bina Cipta Utama 45
DRAFTER |
(1)
Usulan Teknis [2014]

Gambar 8. Bagan Organisasi Tim Konsultan Supervisi Pengawasan Konstruksi Bidang P-


KIMTAR Paket 2 (untuk 12 Paket Pekerjaan)

BAB 12
LAPORAN
CV. Bina Cipta Utama 46
|
Usulan Teknis [2014]

Selama masa kontrak konsultan harus membuat dan mengirimkan ke Dinas Pekerjaan Umum,
Pertambangan dan Energi Kabupaten Sikka, laporan-laporan sebagai berikut, masing-masing
dalam sejumlah (5) rangkap.

1. Laporan Mingguan

Laporan mingguan ini dibuat untuk masing-masing segmen/ruas yang di laksanakan


sesuai Paket Kontrak, yang terdiri dari beberapa halaman sbb:

 Surat Pengantar

 Uraian Kemajuan pelaksanaan fisik yang disertai Curva S

 Catatan Lapangan mengenai status pekerjaan dalam seminggu

2. Laporan Bulanan

Laporan ini juga dibuat untuk paket kontrak dan disajikan dalam format-format
tertentu/standard, berisi antara lain :

 Surat Pengantar

 Daftar Isi.

 Data-data Proyek

 Peta Lokasi proyek

 Mobilisasi Peralatan Kontraktor

 Daftar Peralatan Kontraktor

 Daftar Personil Kontraktor

 Sertifikat Pembayaran Bulanan


CV. Bina Cipta Utama 47
|
Usulan Teknis [2014]

 Ringkasan Kemajuan Fisik Bulanan

 Jadwal Pelaksanaan, rencana dan realisasi

 Status C.C.O. (Surat Perintah Perubahan)

 Status tuntutan pembayaran dari Kontraktor

 Laporan naratif (uraian masalah-masalah yang timbul)

 Status pekerjaan bangunan/jembatan dan lain-lain

 Laporan mengenai personil Konsultan

3. Laporan Akhir

Dalam waktu satu bulan setelah selesainya pelaksanaan pekerjaan di lapangan, konsultan
harus membuat Laporan Akhir untuk masing-masing paket kontrak, yang berisi uraian
pelaksanaan proyek dari awal hingga selesai, serta informasi lain mengenai proyek
tersebut yang dianggap baik.

BAB 13

CV. Bina Cipta Utama 48


|
Usulan Teknis [2014]

STAF PENDUKUNG

Staf pendukung dalam pelaksanaan pekerjaan pengawasan terdiri dari :


Draft man, Bertugas membuat gambar pelaksanaan maupun perubahannya yang diperlukan
dilapangan
Op. Komputer, bertugas mengurusi surat menyurat, pengadaan laporan proyek dan kegiatan
adminstrasi lainnya yang berhubugan dengan pelaksanaan tugasnya di proyek.
Ofice Boy, mengurus surat menyurat, dan kelancaran operasinal kantor

CV. Bina Cipta Utama 49


|
Usulan Teknis [2014]

BAB 14
FASILITAS PENDUKUNG

1. Peralatan Pendukung
Untuk mendukung pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan Pengawasan Konstruksi Bidang P-
KIMTAR Paket 2 (untuk 12 Paket Pekerjaan) dengan sebaik-baiknya diperlukan peralatan
penunjang yang lengkap, namun efisien dalam penggunaan maupun pembiayaanya.
Pengadaan peralatan penunjang tersebut dapat dilakukan dengan sistem pembelian ataupun
sistem sewa. Secara garis besar peralatan penunjang dapat terdiri dari:
Peralatan Kantor Terdiri dari:
Meja dan kursi tamu,Meja dan kursi kerja,Lemari arsip/filling cabinet,White board.
Peralatan Teknik Terdiri dari:
Meja dan mesin gambar,Peralatan gambar,Komputer dan printer,Kalkulator.
Peralatan Lapangan Terdiri dari:
Roll meter, Termometer aspal,Kamera digital
Peralatan Transportasi Terdiri dari:
Kendaraan roda empat, Kendaraan roda dua.

Daftar Peralatan dan Jadwal


Peralatan yang akan digunakan dalam menunjang pekerjaan konsultan superfisi dapat dibagi
atas dua bagian sebagaimmana tergambar dlam tabel-tabel berikut:

CV. Bina Cipta Utama 50


|
Usulan Teknis [2014]

Daftar Peralatan
NO. DAFTAR PERALATAN
1. Perlengkapan Kantor
2. Peralatan Komunikasi
3. Sewa Komputer + Printer
4. Alat Tulis Kantor & Bahan Habis Pakai
5. Kendaraan Roda Empat (SE/CI)
6. Kendaraan Roda Dua untuk (S/I/LB)
7 Kamera Digital

BAB 15
CV. Bina Cipta Utama 51
|
Usulan Teknis [2014]

PENUTUP

Setelah semua pembahasan kami uraikan sesuai yang telah diminta pada Kerangka Acuan
Kerja ( KAK ) dan Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Anwijzing), maka sebagai akhir dari
proposal teknis Pekerjaan Pengawasan / Supervisi kami berharap semua informasi dan hasil
pemikiran yang telah dipaparkan dapat menjadi masukan dan penilaian yang berarti.
Akhirnya, semoga proposal teknis ini dapat menjadi pertimbangan dan kami sangat berharap
mendapat masukan balik atas segala kekurangan serta kekeliruan yang ada didalamnya.

Hormat kami
CV. Bina Cipta Utama

Ir. Benyamin S.D Pandie


Direktur

CV. Bina Cipta Utama 52


|
Usulan Teknis [2014]

LAMPIRAN
1. Ijasah Terakhir Personil
2. Daftar Riwayat Hidup Personil
3. Daftar Nama Personil Yang di Tempatkan Dilokasi Pekerjaan
4. Dokumen Pendukung Lainnya

CV. Bina Cipta Utama 53


|

Anda mungkin juga menyukai