Anda di halaman 1dari 1

Trimakasih saya ucapkan kpd pembawa acara.

Assalamualaikum Wr.Wb

Selamat datang saya sampaikan kpd peserta seminar dan workshop penerapan kewaspadaan
berdasarkan penularan sesuai dengan akreditasi RS 2012.

Sedikit gambaran bahwa ”Health-care Associated Infections (HAIs)” yang selama ini kita
dikenal sebagai Infeksi nosokomial merupakan persoalan serius karena dapat menjadi penyebab
langsung maupun tidak langsung kematian pasien. Kalaupun tidak berakibat kematian, pasien
dirawat lebih lama sehingga pasien harus membayar biaya rumah sakit yang lebih banyak.

Infeksi ini dapat terjadi melalui penularan dari pasien kepada petugas, dari pasien ke pasien lain,
dari pasien kepada pengunjung atau keluarga maupun dari petugas kepada pasien. Dengan
demikian akan menyebabkan peningkatan angka morbiditas, mortalitas, peningkatan lama hari
rawat dan peningkatan biaya rumah sakit.

Nah… dengan adanya Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sangat Penting untuk
melindungi pasien, petugas juga pengunjung dan keluarga dari resiko tertularnya infeksi karena
dirawat, bertugas juga berkunjung ke suatu rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya. Keberhasilan program PPI perlu keterlibatan lintas profesional: Klinisi, Perawat,
Laboratorium, Kesehatan Lingkungan, Farmasi, Gizi, IPSRS, Sanitasi & Housekeeping, dan lain-
lain sehingga perlu wadah berupa Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

Kejadian infeksi nosokomial yg tinggi merupakan indicator pentingnya suatu usaha pengendalian
infeksi dengan menerapkan standar kewaspadaan infeksi. Mutu pelayanan kesehatan khususnya
keperawatan di rs dpt dinilai dr berbagai indicator. Salah satunya adalah penilaian thd upaya
pengendalian infeksi nosokomial shg menjadi tolak ukur mutu pelayanan suatu rs dan menjadi
standar penilaian akreditasi. Asia tenggara memiliki tingkat infeksi penyakit di rs yg cukup
tinggi. Angka kejadian infeksi nosokomial di Negara eropa dan timur tengah sebesar 8,7%
sedangkan asia tenggara > sekitar 10% (WHO,2002). Prevalensi infeksi nosokomial thn 2004
menunjukkn angka 9,1%(Depkes RI, 2003).