Anda di halaman 1dari 6

Tugas Mata Kuliah Teknologi Bioproses Pangan Dan Hasil Pertanian

(Fermentation)

disusun oleh:
Nama : Siti Musrifah
NIM : 161710101085
Kelas : THP-C

JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
1. Untuk mengendalikan terjadinya evaporasi media pada fermentasi
submerged culture diperlukan alat penunjang, jelaskan mekanisme
kerjanya!
Untuk mengendalikan terjadinya evaporasi media pada fermentasi submerged
culture diperlukan alat penunjang berupa Kondensor karena kondensor dapat
mencegah kehilangan air (penguapan) akibat adanya panas yang dihasilkan oleh
proses agitasi pada sistem fermentasi submerged culture. Penguapan yang terus
terjadi dapat menimbulkan evaporasi pada media fermentasi. Evaporasi dapat
menyebabkan peningkatan konsentrasi pada media. Peningkatan konsentrasi
media dapat mempengaruhi pertumbuhan kultur misalnya apabila kultur mikroba
lebih cenderung membutuhkan media dengan kadar air tinggi dapat turun
kecepatan pertumbuhannya. Kondensor bekerja dengan menurunkan suhu uap air
yang telah tebentuk sehingga uap air akan mengembun membentuk fase cair
kembali dan mengalirkannya ke dalam fermentor.

2. Untuk mencegah terjadinya pemusatan bahan tidak larut dalam media


selama proses fermentasi menggunakan fermenter berpengaduk yang
menyebabkan ketidakhomogenan media diperlukan alat penunjang,
jelaskan mekanisme kerjanya!
Untuk mencegah ketidakhomogenan media dengan alat penunjang yaitu :
- pH kontrol, alat untuk mengukur pH yang dilengkapi dengan sensor pH.
Contoh mengubah pH netral menjadi pH 4 atau menyesuaikan dengan
kebutuhan media
- peristaltik pump, yaitu alat yang digunakan untuk menyedot asam dengan
cara memutar sambil menyedot. Alat ini juga mampu mengontrol
keasaman
- kompresor dan tabung oksigen, alat yang digunakan apabila media
membutuhkan oksigen dengan jumlah yang sedikit dengan kompresor
ataupun banyak dengan tabung oksigen. Udara harus bertekanan, dan
maksimal udara di dalam tabung media adalah 20%
- rotameter, alat untuk mengatur atau mengontrol kecepatan udara atau
oksigen yang keluar masuk fermenter
- steril air, alat untuk mensterilkan udara yang masuk ke dalam fermenter
- sparger, alat untuk memecah gelembung udara yang masuk ke dalam
fermenter menjadi lebih kecil hal ini bertujuan agar udara yang masuk
dalam fermenter dapat tersebar secara homogen
- kondensor, alat ini untuk mengkondensasi atau mengontrol agar tidak
terjadi evaporasi pada saat fermentasi berlangsung alat ini bekerja dengan
tekanan dari bawah keatas dan alat ini diselimuti dengan air dingin
- water jaket, alat untuk tempat air dalam tabung fermenter yang
menyelimuti alat fermenter, air dalam water jaket dikontrol dengan
menggunakan water coolen/water heater, air dalam water jaket masuk dari
bawah ke atas
- impeller, alat pengaduk partikel udara yang berada dalam fermenter
gunanya memperluas permukaan kontak gelembung udara dengan
suspensi alat ini juga menghomogenkan suspensi dengan pergerakan yang
dinamis
- Baffle karena baffel dapat mencegah pusaran media yang diakibatkan
perputaran impeller

3. Untuk mengatur kandungan oksigen terlarut dalam media fermentasi


aerob diperlukan beberapa alat penunjang. Jelaskan mekanisme
kerjanya!
Alat penunjangn yang mengatur oksigen terlarut dalam fermenter yaitu :
- Kondensor, alat yang ddigunakan apabila udara yang dibutuhkan dalam
jumlah sedikit
- Tabung udara, alat yang digunakan apabila udara yang dibutuhkan dengan
jumlah yang banyak, udara yang masuk melalui selang dari bawah ke atas.
- Udara yang masuk akan disterilkan dengan alat steril air untuk mencegah
kontaminasi
- Setelah itu udara akan dipecah menjadi partikel yang lebih kecil dengan
alat sparger, dan diaduk dengan impeller yang bergerak secara dinamis
agar media tercampur secara homogen
- aerator dan agitator, karena kandungan bahan yang terlarut serta nutrisi
yang ada di dalamnya dapat tercampur secara maksimal serta lebih merata,
sehingga proses fermentasi berlangsung secara optimal. Fungsi dari
aerator atau pompa itu sendiri adalah menyuplai udara ke dalam media
fermentasi, dan sekaligus menguapkan atau mendorong hasil sisa-sisa
pembakaran ke luar dari media fermentasi.

4. Mengapa fermenter harus bisa dioperasikan secara aseptis? Alat apa


saja yang dibutuhkan untuk menciptakan kondisi tersebut? Jelaskan!
Agar proses fermentasi berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang diinginkan
tidak terjadi kontaminasi. Kondisi yang diciptakan adalah kondisi anaerob dan
steril. Alat penunjangnya adalah :
- pH kontrol, untuk mengkontrol pH sesuai dengan kebutuhan media
- peristaltik pump, untuk mengkontrol kebutuhan asam pada media
- steril air, alat untuk mensterilkan udara yang masuk ke dalam fermenter

5. Jelaskan mekanisme kerja fermenter yang tepat digunakan untuk proses


fermentasi menggunakan mikroba yang bersifat shear sensitive.
Untuk proses fermentasi menggunakan mikroba yang bersifat shear sensitive,
fermenter yang tepat digunakan adalah tipe air lift fermentor karena air lift
fermentor dapat bekerja tanpa adanya pengadukan secara mekanis karena mikroba
shear sensitive merupakan mikroba yang tidak tahan terhadap adanya pengadukan
secara mekanis. Air lift fermentor dirancang dengan dengan dua bagian yang
disebut riser dan downcomer yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pindah
massa, pindah panas, dan memberi kondisi pengadukan yang lebih dapat
meratakan media karena menggunakan udara melalui beberapa sparger dibagian
dasar untuk aerasi. Air lift fermentor bekerja dengan berdasarkan pada perbedaan
berat jenis antara bagian cairan kultur yang kaya udara dalam bagian riser dan
cairan kultur yang kurang udara dalam bagian downcomer. Media fermentasi
digerakkan tidak menggunakan pengadukan melainkan dengan aliran udara dari
bagian riser menuju bagian downcomer.

6. Untuk meningkatkan efisiensi aerasi pada fermentasi batch


diperlukan alat penunjang. Jelaskan mekanisme kerjanya!
Untuk meningkatkan efisiensi aerasi pada fermentasi batch diperlukan alat
penunjang Baffle karena baffle dapat mengoptimalkan aerasi dengan mencegah
adanya pemusatan media fermentasi. Baffle bekerja dengan menghalangi
perputaran arus media sehingga udara yang dipompakan dapat merata kesegala
sisi fermentor dan aerasi dapat optimal.

7. Jelaskan manfaat dan mekanisme kerja water jacket dalam


fermenter!

Water jaket adalah alat yang mengatur suhu dengan cara menghantarkan panas
dalam fermentor. Water jacket berfungsi untuk menyesuaikan suhu optimal
pertumbuhan mikroba agar kultur yang digunakan pada proses fermentasi tidak
mati atau terganggu pertumbuhannya. Apabila suhu pada fermentor sedang
meningkat maka karena proses fermentasi dapat dilakukan penurunan suhu
dengan mengatur suhu water jacket, begitu pula sebaliknya apabila suhu
fermentor sedang dalam keadaan rendah sedangkan dibutuhkan suhu yang lebih
tinggi untuk proses fermentasi maka dapat digunakan water jacket untuk
menaikkan suhu tersebut. Pengaturan suhu dengan memanfaatkan water jacket
dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan mikroba sehingga produk yang
maksimal dapat dihasilkan.
8. Sebut dan jelaskan peralatan penunjang untuk proses sampling!
Media fermentasi yang ada di dalam resel atau tangki akan dikeluarkan melalui
selang yang bertekanan, dari bawah ke atas dan menuju tabung enlenmeyer yang
berada dibawah, pengambilan sampel ini menggunakan mikropipet dan harus
dalam kondisi aseptis untuk mencegah terjadinya kontaminasi