Anda di halaman 1dari 6

7.

Modul 6 Template

7.1. Landasan Teori


Salah satu keputusan penting yang perlu dibuat adalah keputusan-keputusan perancangan proses
yang dipilih berdasarkan pada tipe-tipe tata letak. Tipe tata letak yang sesuai akan menjadikan
efisiensi proses manufaktur untuk jangka waktu yang cukup panjang. Tipe-tipe tata letak secara
umum adalah Product Layout, Process Layout, Group Technology Layout dan Layout by Fixed
Position.

Template merupakan suatu gambaran yang lebih jelas dari tata letak pabrik yang akan dibuat dan
merupakan gambaran detail dari Area Allocation Diagram (AAD) yang telah dibuat. Informasi yang
dapat dilihat pada template adalah sebagai berikut: (Arif, 2016)
1. Tata letak kantor dan peralatannya.
2. Tata letak pelayanan yang ada di pabrik, seperti:
a. Mushola
b. Jalan
c. Tempat parkir kendaraan bermotor
d. Gudang
e. Pelayanan kesehatan
3. Tata letak bagian produksi, misalnya:
a. Receiving
b. Pabrikasi
c. Assembling
d. Shipping
4. Aliran setiap material, mulai dari receiving hingga shipping.
5. Distribusi material terhadap setiap mesin sesuai dengan jumlah mesin yang dibutuhkan.

7.1.1. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Aliran Produksi


Product layout dapat didefenisikan sebagai metode atau cara pengaturan dan penempatan semua
fasilitas produksi yang diperlukan ke dalam suatu departemen tertentu atau khusus. Suatu produk
dapat dibuat/diproduksi sampai selesai di dalam departemen tersebut. Bahan baku dipindahkan dari
stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya di dalam departemen tersebut, dan tidak perlu dipindah-
pindahkan ke departemen yang lain.

Dalam product layout, mesin-mesin atau alat bantu disusun menurut urutan proses dari suatu
produk. Produk-produk bergerak secara terus-menerus dalam suatu garis perakitan. Product layout
akan digunakan bila volume produksi cukup tinggi dan variasi produk tidak banyak dan sangat
sesuai untuk produksi yang kontinyu. Tujuan dari tata letak ini adalah untuk mengurangi proses
pemindahan bahan dan memudahkan pengawasan di dalam aktivitas produksi, sehingga pada
akhirnya terjadi penghematan biaya. Keuntungan tipe product layout adalah:
1. Layout sesuai dengan urutan operasi, sehingga proses berbentuk garis.
2. Pekerjaan dari satu proses secara langsung dikerjakan pada proses berikutnya, sebagai akibat
inventori barang setengah jadi menjadi kecil.
3. Total waktu produksi per unit menjadi pendek.
4. Mesin dapat ditempatkan dengan jarak yang minimal, konsekuensi dari operasi ini adalah
material handling dapat dikurangi.
5. Memerlukan operator dengan keterampilan yang rendah, training operator tidak lama dan tidak
membutuhkan banyak biaya.
6. Lokasi yang tidak begitu luas dapat digunakan untuk transit dan penyimpanan barang sementara.

73
74

7. Memerlukan aktivitas yang sedikit selama proses produksi berlangsung.

7.1.2. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Fungsi Atau Macam Proses


Dalam process/functional layout semua operasi dengan sifat yang sama dikelompokkan dalam
departemen yang sama pada suatu pabrik/industri. Mesin, peralatan yang mempunyai fungsi yang
sama dikelompokkan jadi satu, misalnya semua mesin bubut dijadikan satu departemen, mesin bor
dijadikan satu departemen dan mill dijadikan satu departemen.

Dengan kata lain material dipindah menuju deprtemen-departemen sesuai dengan urutan proses
yang dilakukan. Proses layout dilakukan bila volume produksi kecil, dan terutama untuk jenis
produk yang tidak standar, biasanya berdasarkan order. Kondisi ini disebut sebagai job shop. Tata
letak tipe process layout banyak dijumpai pada sektor industri manufaktur maupun jasa yang
mengatur segala fasilitas berdasarkan kelompok-kelompok fungsionalnya yang sejenis. Keuntungan
procces layout adalah:
1. Penggunaan mesin dapat dilakukan dengan efektif, konsekuensinya memerlukan sedikit mesin.
2. Fleksibilitas tenaga kerja dan fasilitas produksi besar dan sanggup berbagai macam jenis dan
model produk.
3. Investasi mesin relatif kecil karena digunakan mesin yang umum (general purpose)
4. Keragaman tugas membuat tenaga kerja lebih tertarik dan tidak bosan.
5. Adanya aktivitas supervisi yang lebih baik dan efisien melalui spesialisasi pekerjaan, khususnya
untuk pekerjaan yang sulit dan memerlukan ketelitian yang tinggi.
6. Mudah untuk mengatasi breakdown pada mesin, yaitu dengan cara memindahkannya ke mesin
yang lain dan tidak menimbulkan hambatanhambatan dalam proses produksi.

7.1.3. Tata Letak Fasilitas Berdasarkan Kelompok Produk


Tipe tata letak ini, biasanya komponen yang tidak sama dikelompokkan ke dalam satu kelompok
berdasarkan kesamaan bentuk komponen, mesin atau peralatan yang dipakai. Pengelompokkan
bukan didasarkan pada kesamaan penggunaan akhir.

Mesin-mesin dikelompokkan dalam satu kelompok dan ditempatkan dalam sebuah manufacturing
cell. Keuntungan tata letak berdasarkan kelompok teknologi ini adalah:
1. Karena group technology memanfaatkan kesamaan komponen/produk maka dapat mengurangi
pemborosan waktu dalam perpindahan antar kegiatan yang berbeda.
2. Penyusunan mesin didasarkan atas family produk sehingga dapat mengurangi waktu set up,
mengurangi ongkos material handling dan mengurangi area lantai produksi.
3. Apabila ada urutan proses yang terhenti maka dapat dicari alternatif lain.
4. Mudah mengidentifikasi bottlenecks dan cepat merespon perubahan jadwal.
5. Operator makin terlatih, cacat produk dapat dikurangi dan dapat mengurangi bahan yang
terbuang.

7.1.4. Layout Yang Berposisi Tetap


Sistem berdasarkan product layout maupun process layout, produk bergerak menuju mesin sesuai
dengan urutan proses yang dijalankan. Layout yang berposisi tetap maksudnya adalah bahwa mesin,
manusia serta komponen-komponen bergerak menuju lokasi material untuk menghasilkan produk.
Layout ini biasanya digunakan untuk memproses barang yang relatif besar dan berat sedangkan
peralatan yang digunakan mudah untuk dilakukan pemindahan. Contoh dari industri ini adalah
industri pesawat terbang, penggalangan kapal, pekerjaan konstruksi bangunan.
Keuntungan tata letak tipe ini adalah:
1. Karena yang berpindah adalah fasilitas-fasilitas produksi, maka perpindahan material dapat
dikurangi.
75

2. Bila pendekatan kelompok kerja digunakan dalam kegiatan produksi, maka kontinyuitas
produksi dan tanggung jawab kerja bisa tercapai dengan sebaikbaiknya.

Ditinjau dari bahasan keuntungan dan kerugian tiap tipe tata letak, maka dapat dibuat keputusan
kapan tipe tata letak digunakan. Untuk membuat keputusan, digunakan peta Variasi-Quantitas (Peta
V-Q). Jika variasi produk kecil dan kuantitasnya besar maka cenderung digunakan product layout,
sebaliknya jika variasinya besar dan kuantitasnya kecil gunakan process layout. Dan group
technology layout digunakan jika variasi sedang dan kuantitasnya sedang. Fixed location layout
digunakan jika variasi rendah dan kuantitas rendah.

Langkah awal dalam merancang faslitas manufaktur adalah menentukan pola aliran secara umum.
Pola aliran ini menggambarkan material masuk sampai pada produk jadi. Beberapa pola aliran
umum serta fungsi dan kegunaannya adalah:
1. Pola aliran garis lurus digunakan untuk proses produksi yang pendek dan sederhana.
2. Pola aliran bentuk L. Pola ini hampir sama dengan pola garis lurus, hanya saja pola ini digunakan
untuk mengakomodasi jika pola aliran garis lurus tidak bisa digunakan dan biaya bangunan
terlalu mahal jika menggunakan pola aliran garis lurus.
3. Pola aliran bentuk U. Pola ini digunakan jika aliran masuk material dan aliran keluarnya produk
pada lokasi yang relatif sama.
4. Pola aliran bentuk O. Pola ini digunakan jika keluar masuknya material dan produk pada satu
tempat/satu pintu. Kondisi ini memudahkan dalam pengawasan keluar masuknya barang.
5. Pola aliran bentuk S, digunakan jika aliran produksi panjang dan lebih panjang dari ruangan yang
ditempati. Karena panjangnya proses, maka aliran di zigzag.

7.2 Pengumpulan Data


Data pertama yang digunakan untuk menentukan pembuatan template adalah ukuran luas ruangan
yang terdapat di dalam pabrik. Rincian ukuran ruangan masing-masing departemen ditunjukan
pada tabel 7.1.
Tabel 7.1 Ukuran ruang produksi

Ruangan Luas (m2) Kebutuhan Mesin


Receiving 430,98 -
Shipping 384,88 -
Meja Pengukuran 236 59
Meja Pemotongan 140 35
Meja Pengirisan 80 20
Meja Pembentukan 56 14
Meja Perakitan 108 27
Meja Pengecatan (coklat) 48 12
Meja Pengecatan (biru) 44 11
Meja Pengeringan 36 9
Meja Pemeriksaan 16 4
Meja Hias 16 4
Meja Pengemasan 8 2
76

7.2.1. Activity Relationship Diagram


Data lain yang digunakan sebagai sumber informasi pembuatan template adalah ARD. ARD
digunakan untuk menentukan kedekatan antar ruangan dalam departemen pabrikasi dan perakitan.
ARD juga digunakan sebagai acuan untuk menentukan tata letak antar ruang pabrik dan perakitan.
ARD yang digunakan adalah ARD hasil revisi yang merupakan hasil dari perubahan pada OMH.
Dasar untuk membuat ARD adalah TSP, hadi yang menempati priortias pertama TSP harus
didekatkan letaknya lalu diikuti prioritas berikutnya. Area pada ARD awal diasumsikan sama dan
berdekatan. Setelah terjadi perubahan pada OMH, maka dampak terakhir adalah perubahan pada
ARD. Setelah ARD direvisi terlihat bahwa tidak terjadi perubahan posisi. Sedangkan pada ARD
revisi, ARD dibuat berdasarkan OMH revisi yang sudah memperhitungkan jarak sebenarnya antar
lokasi. ARD yang digunakan untuk pembuatan AAD dan template ditunjukan pada gambar 7.1.

Meja Pengecatan
Receiving
Biru
Meja Pengecatan
Meja Pengukuran Meja Pengeringan
Coklat

Meja Pemotongan Meja Perakitan Meja Hias

Meja Pengirisan Meja Pembentukan Meja Pemeriksaan

Shipping Meja Packaging

Gambar 7.2 Activity relationship diagram

7.2.4. Area Allocation Diagram


Karena template merupakan kelanjutan dari AAD, maka data yang diperlukan untuk merancang
template adalah AAD yang telah dibuat sebelumnya. AAD yang dibuat meliputi departemen
pabrikasi, receiving, shipping dan juga assembling. Untuk hasil AAD PT. CLIO dapat dilihat pada
gambar 7.2 dibawah ini.

Gambar 7.3 Area allocation diagram


77

7.3 Pengolahan Data


Berikut ini adalah hasil pengolahan data pembuatan template PT.CLIO dapat dilihat dari gambar
7.4 dibawah ini:

Template

PT CLIO
Jl. Purwakarta Antapani Bandung Jawa Barat 40220

SKALA 1 :500

Jalan Purwakarta, Antapani, Bandung Jawa Barat

42

41

36 C
37 36

Parkir karyawan Parkir karyawan

C C

43

Pool

49 50
39.4 in. x 0.8 m.
C C
39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m.


38 Parkir kendaraan berat 51 51
39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m. 39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m. 39.4 in. x 0.8 m.


24
39.4 in. x 0.8 m. 39.4 in. x 0.8 m.

55

R metting

22
28

25

22

39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m.

16 17 39.4 in. x 0.8 m.


52
54
39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m. 39.4 in. x 0.8 m.


3
39.4 in. x 0.8 m.

40
18
39.4 in. x 0.8 m.
4 15

39.4 in. x 0.8 m. 39.4 in. x 0.8 m.

39.4 in. x 0.8 m.

5 19

14 46
34 33

6
20
35
47

53
13 32
7

21

48

39
12
9
26

38 Parkir kendaraan berat


10

45
11
31 49
27 50

26 27

44

R metting 22

30
29

Perkantoran Pabrikasi dan Non Perkantoran Perancangan Tata Letak Fasilitas

NO Ruangan NO Ruangan NO Ruangan NO Ruangan NO Ruangan Template

Receiving
1 Direktur 16 Staaf PPIC 31 Masjid 46 Toren Air 61 Perusahaan PT.CLIO

Andi Kurniadi (10314024)


2 Wakil Direktur 17 Staff Maintenance 32 Tempat Wudhu Pria 47 Gardu Listrik 62 Nama / NIM Asisten Lab Harry Rahmat Budiman
Nisa Agnia (10313044)

Shipping Dosen Julian Robecca, S.T., M.T. Tanggal Pengesahan


3 Sekertaris 18 Staff Gudang 33 Tempat Wudhu Wanita 48 Ruang Instalasi Listrik 63
Aliran Bahan

19 Staff HRD Ukur Duplek Badan Ukur Rumah Belakang Potong Rumah Belakang RK Shipiing Rakit RK 5
4 Manager Pemasaran 34 Toilet Masid Pria 49 Toilet Wanita Pabrikasi 64
Potong Duplek Badan Bentuk Rumah Depan Iris Rumah Belakang RK Packaging Bentuk Atap 2
5 Manager Produksi 20 Staff HSE 35 Toilet Masjid Wanita 50 Toilet Pria Pabrikasi 65 Bentuk Rumah Belakang RK Diperiksa Iris Atap 2
Pabrikasi Iris Duplek Badan Iris Rumah Depan
Bentuk Duplek Badan Potong Rumah Depan Rakit RK 1 RK Dihias
6 Manager Keuangan 21 Staaf Pubilc Relation 36 Parkir Direktur dan Manajer 51 Loker Pabrikasi 66 Ukur Rumah Kiri RK Dikeringkan
Ukur Duplek Belakang Ukur Rumah Depan
Potong Duplek Belakang RB Shipping Potong Rumah Kiri Cat Coklat RK
7 Manajer Personalia 22 Ruang Meeting 37 Parkir Kariawan 52 Pabrikasi 67 Iris Rumah Kiri Cat Biru RK
Assembling Iris Duplek Belakang RB Packaging
Bentuk Duplek Belakang RB Diperiksa Bentuk Rumah Kiri Iris Rumah Depan
8 Manager Teknisi 23 Lobby 38 Parkir Kendaraan Berat 53 Shipping 68
Ukur Duplek Samping RB Dikeringkan Rakit RK 2 Rakit RK 8
Potong Duplek Samping RB Dicet Ukur Rumah Kanan Potong Plastik
9 R HRD 24 Aula 39 Medical Center 54 Assembling 69
Iris Duplek Samping Rakit RB 6 Potong Rumah Kanan Ukur Plastik
Fasilitas
10 R HSE 25 Toliet Direktur 40 Kantin 70 Bentuk Duplek Samping Potong Kertas Kado Iris Rumah Kanan Rakit RK 7
55 Receiving
Rakit RB 1 Ukur Kertas Kado Bentuk Rumah Kanan Bentuk M. Jendela
11 Staff Pemasaran 26 Toliet Pria 41 Lapangan Olahraga 56 71 Ukur Tangkai Dalam Rakit RB 5 Rakit RK 3 Iris M. Jendela
Potong Tangkai Dalam Bentuk Tangkai Luar Ukur Atap 1 Potong M. Jendela
Perkantoran 12 Staff Produksi 27 Toilet Wanita 42 Pos Satpam 57 72 Iris Tangkai Dalam Iris Tangkai Luar Potong Atap 1 Ukur M. Jendela
Bentuk Tangkai Dalam Potong Tangkai Luar Iris Atap 1 Rakit RK 6
13 Staff Keuangan 28 Ruang Receptionist 43 Taman 58 73 Rakit RB 2 Ukur Tangkai Luar Bentuk Atap 1 Bentuk C. Asap
Tempat Pembuangan Sampah Rakit RB 3 Rakit RB 4 Rakit RK 4 Iris C. Asap
14 Staff Personalia 29 Pantry 44 59 74
Dapur Ukur Atap Rumah Bentuk Atap Rumah Ukur Atap 2 Potong C. Asap
15 Staff QC 30 Ruang Office Boy 45 Tempat Sampah Pabrikasi 60 75 Potong Atap Rumah Iris Atap Rumah Potong Atap 2 Ukur C. Asap

Gambar 7.4 Template


78

7.4 Analisis
Luas total bangunan yang dimiliki PT CLIO sebesar 4275.86m2 yang terdiri dari bangunan
perkantoran, fasilitas perkantoran dan non-perkantoran, area jalan, area hijau serta pabrikasi. Tata
letak perkantoran, fasilitas perkantoran dan non-perkantoran serta pabrikasi mengikuti activy
relationship chart yang telah dibuat pada modul sebelumnya. Selain itu, untuk menciptakan area
lingkungan kerja yang asri dan segar PT CLIO memiliki area hijau dan juga terdapat taman, dan
untuk menunjang kesehatan karyawan kami juga membuat sarana. Untuk menjaga lingkungan tetap
bersih, disediakan tempat sampah baik didalam ruangan maupun diluar ruangan. PT CLIO sangat
memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja para karyawan, oleh karena itu PT CLIO memiliki
satu klinik kesehatan jika terjadi kecelakaan yang mungkin serius. Tidak lupa agar karyawan tisak
lupa dengan kewajibannya untuk beribadah PT CLIO menyiapkan masjid yang dapat menampung
kurang lebih 100 orang.