Anda di halaman 1dari 16

Global Warming : Pengertian, Penyebab, Efek, Cara

mengatasi :)
6 Februari 2012 pukul 10:18

LATAR BELAKANG

Semenjak manusia zaman purbakala sampai dengan zaman sekarang, manusia selalu
mengalami perkembangan dalam setiap periode waktu yang dilewatinya. Peradaban
manusia sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Selama perkembangan itu,
manusia menjalani kehidupan dengan bergantung pada pertanian dan agrikultur. Melalui
orientasi kehidupan tersebut, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan
lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan
hidup manusia. Manusia sekarang telah mengalami zaman revolusi industri yang
menggantungkan kehidupan pada bidang perindustrian. Dengan menggunakan orientasi
hidup tersebut, dunia agrikultur pun mengalami kemunduran secara perlahan-lahan.
Nilai-nilai kehidupan manusia pun mengalami perubahan, terutama dalam interaksi
manusia dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan yang terjadi ini menghasilkan
dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak revolusi industri yang telah terjadi
dan masih terus berlanjut pada masa sekarang dalam kehidupan dan peradaban manusia
adalah dampaknya bagi lingkungan yang ada di sekitar manusia itu sendiri. Ekspansi
usaha yang dilakukan oleh para pelaku industri seperti pembangunan pabrik-pabrik dan
pembuatan produksi dengan kapasitas besar dengan mengesampingkan perhatian
terhadap dampaknya bagi lingkungan secara perlahan namun pasti telah mengakibatkan
kelalaian yang pada akhirnya akan merugikan lingkungan tempat tinggal manusia dan
kehidupannya.Para ahli lingkungan telah menemukan indikasi adanya dampak yang
terbesar bagi lingkungan dan dunia secara global akibat usaha perindustrian yang
dilakukan dan telah berkembang pesat saat ini. Dampak negatif ini

adalah terjadinya pemanasan di dunia dan sering disebut sebagai Global Warming.
Namun, masalah Global Warming sebagai masalah lingkungan ini masih diperdebatkan
kebenarannya oleh beberapa pihak yang menganggap Global Warming adalah alasan
yang diciptakan untuk membatasi laju perkembangan perindustrian. Walaupun masih
terdapat perdebatan mengenai kebenaran keadaan Global Warming di antara para ahli
lingkungan tersebut, masalah Global Warming ini tidaklah dapat diungkiri untuk diteliti
dan diteliti lebih lanjut demi kelangsungan kehidupan manusia.
GLOBAL WARMING

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32
°F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak
pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi
gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan
dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk
semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat
beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan
IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan
global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan
2100.Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario
berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model
sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada
periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus
berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah
stabil.Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang


lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang
ekstrem,serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global
yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya
berbagai jenis hewan.
Penyebab Pemanasan Global

1.Efek Rumah Kaca

Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal dari Matahari. Sebagian besar energi
tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek, termasuk cahaya tampak. Ketika energi ini
tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas yang menghangatkan Bumi.
Permukaan Bumi, akan menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya.
Sebagian dari panas ini berwujud radiasi infra merah gelombang panjang ke angkasa luar.
Namun sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer bumi akibat menumpuknya jumlah
gas rumah kaca antara lain uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida dan metana yang
menjadi perangkap gelombang radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan
kembali radiasi gelombang yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan
tersimpan di permukaan Bumi. Keadaan ini terjadi terus menerus sehingga
mengakibatkan suhu rata-rata tahunan bumi terus meningkat.

2.Efek Umpan Balik

nasir penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh berbagai proses umpan balik
yang dihasilkannya. Sebagai contoh adalah pada penguapan air. Pada kasus pemanasan
akibat bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya akan
menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air sendiri
merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah jumlah uap
air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap air. Efek rumah
kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh akibat gas CO2 sendiri.
(Walaupun umpan balik ini meningkatkan kandungan air absolut di udara, kelembaban
relatif udara hampir konstan atau bahkan agak menurun karena udara menjadi
menghangat).[3] Umpan balik ini hanya berdampak secara perlahan-lahan karena CO2
memiliki usia yang panjang di atmosfer. Umpan balik penting lainnya adalah hilangnya
kemampuan memantulkan cahaya (albedo) oleh es.[4] Ketika suhu global meningkat, es
yang berada di dekat kutub mencair dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan
dengan melelehnya es tersebut, daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan
maupun air memiliki kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan
dengan es, dan akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan
menambah pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi
suatu siklus yang berkelanjutan

Quote:
Ini Beberapa Kejadian Dari Dampak Global Warming

1. KEBAKARAN

Analisa = Kebakaran hutan biasa nya d sebabkan meningkat nya permukaan suhu d
daerah tersebut akibat efek dari pemanasan global. terjadi di waktu musim kemarau

2. ES YANG MELELEH

Analisa = mencairnya es d kutub d sebabkan suhu yang meningkat secara drastis


sehingga dapat melelehkan es d kutub
3. PERMUKAAN AIR LAUT YANG MENINGGI

Analisa = meningkat nya tinggi permukaan laut ini d sebabkan oleh air es yang telah
mencair dari arah kutub

Beberapa Penyebab dan Dampak Global Warming


Penyebab dan Dampak Global Warming. Salah satu masalah terbesar yang
kita hadapi sekarang adalah pemanasan global. Dampaknya pada hewan dan
pertanian memang mengkuatirkan, terlebih lagi pada populasi manusia sangat
menakutkan. Fakta-fakta tentang pemanasan global sering diperdebatkan dalam
politik dan media, tetapi, sayangnya, meskipun banyak pihak tidak sepakat
tentang penyebab global warming, akan tetapi pemanasan global adalah fakta,
terjadi secara global, dan terukur. Berikut ini ada 10 penyebab dan dampak yang
timbul akibat pemanasan global.

1. Penyebab global warming: Emisi karbon dioksida dari pembakaran


bahan bakar fosil pembangkit listrik.
Penggunaan listrik yang semakin meningkat yang dipasok dari pembangkit listrik
berbahan bakar batubara batubara yang melepaskan sejumlah besar karbon
dioksida ke atmosfer. 40% emisi CO2 dihasilkan oleh produksi listrik AS, dan 93
persen diantaranya berasal dari emisi pembakaran batubara pada industri
utilitas. Setiap hari, pasar semakin banyak dibanjiri gadget penggunaannya
membutuhkan daya listrik, padahal tidak didukung oleh energi alternatif. Dengan
demikian kita akan semakintergantung pada pembakaran batu bara untuk
memasok kebutuhan listrik di seluruh dunia.

2. Penyebab Global Warming: Emisi karbon dioksida dari pembakaran


bensin pada kendaraan.
Kendaraan yang kita pakai adalah sumber penghasil emisi sekitar 33% yang
berdampak terhadap pemanasan global. Dengan pertambahan jumlah penduduk
yang tumbuh pada tingkat yang mengkhawatirkan, tentu saja akan meningkatkan
permintaan akan kendaraan yang lebih banyak lagi, yang berarti penggunaan
bahan bakar fosil untuk transportasi dan pabrik yang semakin besar. Konsumsi
terhadap bahan bakar fosil jauh melampaui penemuan terhadap cara untuk
mengurangi dampak emisi. Sudah saatnya kita meninggalkan budaya konsumtif.

3. Penyebab Global Warming: Emisi metana dari peternakan dan dasar laut
Kutub Utara.
Metana merupakan gas rumah kaca yang sangat kuat setelah CO2. Bila bahan
organik diurai oleh bakteri pada kondisi kekurangan oksigen (dekomposisi
anaerobik) maka metana akan dihasilkan. Proses ini juga terjadi pada usus
hewan herbivora, dan dengan meningkatnya jumlah produksi ternak
terkonsentrasi, tingkat metana yang dilepaskan ke atmosfer akan meningkat.
Sumber metana lainnya adalah metana klatrat, suatu senyawa yang
mengandung sejumlah besar metana yang terperangkap dalam struktur
bongkahan es. Apabila metana keluar dari dasar laut Kutub Utara, maka tingkat
pemanasan global akan meningkat secara signifikan.

4. Penyebab Global Warming: Deforestasi, terutama hutan tropis untuk


kayu, pulp, dan lahan pertanian.
Penggunaan hutan untuk bahan bakar (baik kayu dan arang) merupakan salah
satu penyebab deforestasi. Di seluruh dunia pemakaian produk kayu dan kertas
semakin meningkat, kebutuhan akan lahan ternak semakin meningkat untuk
pemasok daging dan susu, dan penggunaan lahan hutan tropis untuk komoditas
seperti perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab utama terhadap deforestasi
dunia. Penebangan hutan akan mengakibatkan pelepasan karbon dalam jumlah
besar ke atmosfir.

5. Penyebab Global Warming: Peningkatan penggunaan pupuk kimia pada


lahan pertanian.
Pada pertengahan abad ke-20, penggunaan pupuk kimia (yang sebelumnya
penggunaan pupuk kandang) telah meningkat secara dramatis. Tingginya tingkat
penggunaan pupuk yang kaya nitrogen memiliki efek pada penyimpanan panas
dari lahan pertanian (oksida nitrogen memiliki kapasitas 300 kali lebih panas- per
unit volume dari karbon dioksida) dan kelebihan limpasan pupuk menciptakan
'zona-mati 'di laut. Selain efek ini, tingkat nitrat yang tinggi dalam air tanah
karena pemupukan yang berlebihan berdampak terhadap kesehatan manusia
yang cukup memprihatinkan.

6. Dampak Global Warming: Kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia.


Para ilmuwan memprediksi kenaikan permukaan air laut di seluruh dunia karena
mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland, terutama di
pantai timur AS. Namun, banyak negara di seluruh dunia akan mengalami
dampak naiknya permukaan air laut, yang bisa memaksa jutaan orang untuk
mencari pemukiman baru. Maladewa adalah salah satu negara yang perlu
mencari rumah baru akibat naiknya permukaan laut

7. Dampak Global Warming : Korban akibat topan badai yang semakin


meningkat.
Tingkat keparahan badai seperti angin topan dan badai semakin meningkat, dan
penelitian yang dipublikasikan dalam Nature mengatakan:
"Para ilmuwan menunjukkan bukti yang kuat bahwa pemanasan global secara
signifikan akan meningkatkan intensitas badai yang paling ekstrim di seluruh
dunia. Kecepatan angin maksimum dari siklon tropis terkuat meningkat secara
signifikan sejak tahun 1981.Hal tersebut diperkirakan didorong oleh suhu air laut
yang semakin meningkat, tidak mungkin mengalami penurunan dalam waktu
dekat. "
8. Dampak Global Warming: Gagal panen besar-besaran.
Menurut penelitian terbaru, sekitar 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih
untuk pindah ke wilayah beriklim sedang karena kemungkinan adanya ancaman
kelaparan akibat perubahan iklim dalam 100 tahun.
"Perubahan iklim ini diramalkan memiliki dampak yang paling parah pada
pasokan air. "Kekurangan air di masa depan kemungkinan akan mengancam
produksi pangan, mengurangi sanitasi, menghambat pembangunan ekonomi dan
kerusakan ekosistem. Hal ini menyebabkan perubahan suasana lebih ekstrim
antara banjir dan kekeringan." Menurut Guardian,…pemanasan global
menyebabkan 300.000 kematian per tahun.

9. Dampak global warming: Kepunahan sejumlah besar spesies.


Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Nature, peningkatan suhu dapat
menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Dan karena kita tidak bisa
hidup sendirian tanpa ragam populasi spesies di Bumi, ini akan membawa
dampak buruk bagi manusia.
"Perubahan iklim sekarang ini setidaknya sama besarnya dengan ancaman
terhadap jumlah spesies yang masih hidup di Bumi akibat penghancuran dan
perubahan habitat." Demikian pendapat Chris Thomas, konservasi biologi dari
University of Leeds.
10. Dampak global warming: Hilangnya terumbu karang.
Sebuah laporan tentang terumbu karang dari WWF mengatakan bahwa dalam
skenario terburuk, populasi karang akan runtuh pada tahun 2100 karena suhu
dan keasaman laut meningkat. 'Pemutihan' karang akibat kenaikan suhu laut
yang terus-menerus sangat berbahaya bagi ekosistem laut, dan banyak spesies
lainnya di lautan bergantung pada terumbu karang untuk kelangsungan hidup
mereka.
"Meskipun luasnya lautan 71 persen dari permukaan bumi dengan kedalaman
rata-rata hampir 4 km - ada indikasi bahwa hal ini mendekati titik kritis. Bagi
terumbu karang, pemanasan dan pengasaman air mengancam hilangnya
ekosistem global. Jadi diperlukan upaya yang besar untuk menyelamatkan
terumbu karang dari kepunahan.

Penyebab Pemanasan Global dan Akibatnya Bagi Bumi


24/11/2012 Pustaka fisika Leave a comment Go to comments

95 Votes

(Pustaka Fisika). Telah umum diketahui, salah satu masalah terbesar yang kita hadapi
saat ini adalah pemanasan global (Global Warming). Dampaknya pada bumi dan
kehidupan seluruh makhluk sungguh sangat menakutkan. Apa yang menjadi sebab
terjadinya global warming, sudah sangat sering diperdebatkan oleh komunitas ilmuwan,
media, bahkan politisi. Tetapi, sayangnya, kita masih saja terus memperbincangkan
penyebab seputar global warming, padahal akibat yang ditimbulkan setiap hari semakin
nyata dan terukur. Satu hal yang pasti, penyebabnya adalah siapa lagi kalau bukan kita,
umat manusia, dan akibat dari ini akan sangat terasa.

Berikut ini faktor penyebab terjadinya pemanasan global:

1. Polusi Karbondioksida dari pembangkit listrik bahan bakar fosil

Ketergantungan kita yang semakin meningkat pada listrik dari pembangkit listrik bahan
bakar fosil membuat semakin meningkatnya pelepasan gas karbondioksida sisa
pembakaran ke atmosfer. Sekitar 40% dari polusi karbondioksida dunia, berasal dari
produksi listrik Amerika Serikat. Kebutuhan ini akan terus meningkat setiap harinya.
Sepertinya, usaha penggunaan energi alternatif selain fosil harus segera dilaksanakan.
Tetapi, masih banyak dari kita yang enggan untuk melakukan ini.

2. Polusi Karbondioksida dari pembakaran bensin untuk transportasi

Sumber polusi karbondioksida lainnya berasal dari mesin kendaraan bermotor. Apalagi,
keadaan semakin diperparah oleh adanya fakta bahwa permintaan kendaraan bermotor
setiap tahunnya terus meningkat seiring dengan populasi manusia yang juga tumbuh
sangat pesat. Sayangnya, semua peningkataan ini tidak diimbangi dengan usaha untuk
mengurangi dampak.

3. Gas Metana dari peternakan dan pertanian.

Gas metana menempati urutan kedua setelah karbondioksida yang menjadi penyebab
terdinya efek rumah kaca. Gas metana dapat bersal dari bahan organik yang dipecah oleh
bakteri dalam kondisi kekurangan oksigen, misalnya dipersawahan. Proses ini juga dapat
terjadi pada usus hewan ternak, dan dengan meningkatnya jumlah populasi ternak,
mengakibatkan peningkatan produksi gas metana yang dilepaskan ke atmosfer bumi.

4. Aktivitas penebangan pohon

Seringnya penggunaan kayu dari pohon sebagai bahan baku membuat jumlah pohon kita
makin berkurang. Apalagi, hutan sebagai tempat pohon kita tumbuh semakin sempit
akibat beralih fungsi menjadi lahan perkebunan seperti kelapa sawit. Padahal, fungsi
hutan sangat penting sebagai paru-paru dunia dan dapat digunakan untuk mendaur ulang
karbondioksida yang terlepas di atmosfer bumi.

5. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan

Pada kurun waktu paruh terakhir abad ke-20, penggunaan pupuk kimia dunia untuk
pertanian meningkat pesat. Kebanyakan pupuk kimia ini berbahan nitrogenoksida yang
300 kali lebih kuat dari karbondioksida sebagai perangkap panas, sehingga ikut
memanaskan bumi. Akibat lainnya adalah pupuk kimia yang meresap masuk ke dalam
tanah dapat mencemari sumber-sumber air minum kita.
Berikut ini akibat yang ditimbulkan oleh terjadinya pemanasan global:

1. Kenaikan permukaan air laut seluruh dunia

Para ilmuwan memprediksi peningkatan tinggi air laut di seluruh dunia karena
mencairnya dua lapisan es raksasa di Antartika dan Greenland. Banyak negara di seluruh
dunia akan mengalami efek berbahaya dari kenaikan air laut ini. Inilah mungkin yang
faktor penyebab tenggelamnya Ibu Kota Jakarta beberapa tahun mendatang sesuai dengan
yang diprediksi ilmuwan.

2. Peningkatan intensitas terjadinya badai

Tingkat terjadinya badai dan siklon semakin meningkat. Di dukung oleh bukti yang telah
ditemukan oleh para ilmuwan bahwa pemanasan global secara signifikan akan
menyebabkan terjadinya kenaikan temperatur udara dan lautan. Hal ini mengakibatkan
terjadinya peningkatan kecepatan angin yang dapat memicu terjadinya badai kuat.

3. Menurunnya produksi pertanian akibat gagal panen

Diyakini bahwa, milyaran penduduk di seluruh dunia akan mengalami bencana kelaparan
karena faktor menurunnya produksi pangan pertanian akibat kegagalan panen. Ini
disebabkan oleh pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim yang kurang
kondusif bagi tanaman pangan.

4. Makhluk hidup terancam kepunahan

Berdasarkan penelitian yang dipublikasin di Nature, pada tahun 2050 mendatang,


peningkatan suhu dapat menyebakan terjadinya kepunahan jutaan spesies. Artinya, di
tahun-tahun mendatang keragaman spesies bumi akan jauh berkurang. Namun, semoga
saja tidak termasuk di dalamnya spesies manusia.

Saran bacaan selanjutnya: Pengertian Pemanasan Global

Tulisan di olah dari: planetsave.com

Materi lainnya:

 Sistem Tata Surya


 Ringkasan Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi
 Gaya Gesekan yang Menguntungkan dan Merugikan
 Penerapan Prinsip Pemuaian dalam Teknologi
 Apa itu Tegangan Permukaan?
 Contoh Soal Gerak 1 Dimensi
 Gelombang Elektron dan Teori Kuantum
 Seputar Mitos Tentang Gerhana Matahari
 Sejarah Hidup Fisikawan James Clerk Maxwell
 Mengenal Pengaruh Radiasi Gamma bagi Kesehatan

Penyebab, Dampak, Cara Mengatasi Global Warming


Penyebab Global Warming

Perlu anda ketahui bahwa suhu rata-rata permukaan di bumi ini meningkat 0.74 ± 0.18 °C
dalam waktu 100 tahun terakhir ini. Kenapa ini bisa terjadi? Berikut adalah beberapa
penyebab utama terjadinya Global Warming:

1. Efek Rumah Kaca Semua sumber energi yang ada di bumi ini berasal dari energi
Matahari yang sebagian besar berupa radiasi gelombang pendek. Ketika energi tersebut
dampai di Bumi, ia akan berubah menjadi panas yang bisa menghangatkan bumi. Namun
tidak semua panas yang sampai di bumi akan diserap, sebagian lagi akan dipantulkan
kembali ke luar angkasa. Namun sebagian dari panas yang dipantulkan ini tetap
terperangkap di dalam atmosfer bumi karena menumpuknya gas rumah kaca (Karbon
Dioksida, Metana, Sulfur Dioksida dan uap air). Hal ini terjadi karena gas-gas tersebut
mampu menyerap dan memantulkan energi panas dalam bentuk radiasi gelombang yang
dipancarkan bumi. Akibatnya energi panas tadi akan terus tersimpan di permukaan bumi.
Proses ini terus terjadi dari waktu ke waktu, dan akibatnya suhu rata-rata permukaan
bumi pun terus meningkat.

2. Efek Umpan Balik Salah satu penyebab Global Warming adalah adanya efek umpan
balik. Contoh terjadinya efek umpan balik ini adalah pada proses penguapan air.
Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi serta lautan akan menyebabkan
meningkatnya penguapan air ke atmosfer. Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, uap
air sendiri termasuk gas rumah kaca yang memicu terjadinya Global Warming. Ini
mengakibatkan pemanasan akan terus menerus berlangsung dan menambah uap air di
atmosfer hingga kesetimbangan konsentrasi uap air tercapai.

3. Variasi Matahari Beberapa Ilmuan berpendapat bahwa variasi dari matahari, yang
kemudian diperkuat oleh efek umpan balik dari awan, mampu memberikan kontribusi
dalam pemanasan global saat ini. Aktivitas matahari yang meningkat dapat menyebabkan
meningkatnya suhu stratosfer (salah satu lapisan di atmosfer). Fenomena variasi matahari
serta aktivitas gunung berapi di berbagai belahan bumi ini diperkirakan telah
menyebabkan efek pemanasan sejak era pra-industri sampai tahun 1950, serta
menimbulkan efek pendinginan sejak th 1950.

Dampak Global Warming

Para ilmuwan telah menggunakan berbagai teknologi yang canggih untuk mempelajari
global warming. Berdasarkan berbagai analisa, para ilmuwan telah memperkirakan
beberapa dampak global warming yang terjadi di bumi. Berikut adalah beberapa dampak
global warming tersebut:

1. Iklim Tidak Stabil Ilmuwan memperkirakan, selama proses global warming


berlangsung bagian utara bumi akan memanas lebih cepat dibandingkan daerah lain. Hal
ini menyebabkan banyak gunung es mencair dan daratan di daerah tersebut akan
mengecil. Es yang terapung di perairan utara tersebut pun akan berkurang. Akibatnya,
daerah yang dulunya mengalami hujan salju ringan, mungkin beberapa waktu yang akan
datang tidak akan mengalaminya lagi akibat global warming.

2. Meningkatnya Permukaan Laut Ketika suhu atmosfer meningkat, suhu lapisan


permukaan laut juga ikut meningkat. Akibatnya, volume air laut akan meningkat karena
efek anomali air dan tinggi permukaan laut pun semakin meningkat. Selain itu sebagai
akibat dari global warming, telah banyak es di kutub yang mencair (terutama di sekitar
Greenland). Mencairnya es tersebut juga mampu memperbesar volume air laut di bumi.
Selama abad 20, tinggi permukaan air laut di seluruh dunia telah naik sekitar 10 – 25 cm.
Ilmuwan juga telah memprediksi bahwa pada abad ke-21 tinggi permukaan lau akan terus
naik sekitar 9 – 88 cm.

3. Peningkatan Suhu Global Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa bumi yang lebih
hangat mampu menghasilkan lebih banyak berbagai macam hasil pangan dari
sebelumnya, namun kenyataanya hal tersebut tidak berlaku samadi semua tempat. Bagian
selatan Kanada misalnya, daerah tersebut memang akan mendapatkan keuntungan dengan
curah hujan yang lebih tinggi akibat menghangatnya bumi karena musim tanam akan
menjadi lebih lama. Namun di lain pihak, berbagai lahan pertanian semi kering di
wilayah Afrika mungkin akan mengalami kerugian yang besar akibat kurangnya air
irigasi jika suhu global terus meningkat.

4. Gangguan Ekologis Akibat pemanasan global, binatang di alam liar lebih memilih
untuk bermigrasi atau pindah ke arah kutub atau ke pegunungan mencari tempat yang
lebih dingin. Tumbuhan pun akan merubah arah laju pertumbuhannya guna mencari
habitat baru. Namun migrasi ini akan terganggu oleh pembangunan yang dilakukan
manusia di habitat alami mereka. Hewan yang bermigrasi ke arah kutub namun kemudian
terhalangi oleh kota-kota maupun lahan pertanian mungkin akan mati.

Pengendalian Global Warming

Berbagai upaya yang dilakukan maupun sedang dibicarakan saat ini tak ada satupun yang
mampu mencegah Global Warming di masa mendatang. Yang bisa dilakukan adalah
mengatasi berbagai efek yang muncul dan melakukan berbagai langkah untuk
menghindari semakin berubahnya iklim di masa yang akan datang.

Beberapa contoh upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi efek global warming yang
telah muncul misalnya dengan melindungi pantai dengan tembok penghalang agar air laut
tidah masuk ke pemukiman, merelokasi penduduk di pinggiran pantai ke daerah yang
lebih tinggi, dll.

Untuk memperlambat bertambahnya gas rumah kaca di atmosfer, ada 2 cara yang bisa
dilakukan, yaitu dengan mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer bumi dengan cara
menyimpannya di tempat lain, serta dengan mengurangi produksi atau emisi gas rumah
kaca.

Mungkin global warming atau pemanasan global memang tidak dapat dihentikan, namun
peran dari anda untuk menjaga lingkungan sangatlah penting untuk mencegah perubahan
iklim yang semakin ektrim. Saya berharap setelah anda mengerti tentang pengertian
global warming dan berbagai dampak yang ditimbulkannya, anda bisa lebih menghargai
dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap terjaga.

Dibawah ini merupakan 10 Macam Penyebab Terjadinya Pemanasan Global atau


Global Warming:
Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes.
Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam
tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan
temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih
awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan
lebih mudah terbakar.

Situs purbakala cepat rusak


Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain
lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan
pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand,
Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.

Ketinggian gunung berkurang


Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini
diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah
mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini
terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.

Satelit bergerak lebih cepat


Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang
angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida
yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan
cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak
karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan
satelit bergerak lebih cepat.

Hanya yang Terkuat yang Bertahan


Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa
bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi
sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan
makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku
bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua
lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak
menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta
api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi
seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.

Keganjilan di Daerah Kutub


Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa
pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub.Riset di sekitar sumber airyang
hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.

Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara


Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang
lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota
Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai
tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di
sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.

Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi


Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai,
berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah
pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini
mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga
mencair.

Peningkatan Kasus Alergi


Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka
salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di
kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya.
Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan
temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar
lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.