Anda di halaman 1dari 1

Virus adalah materi yang dapat menimbulkan infeksi yang terdiri dari genom asam nukleat yang

dibungkus oleh protein. Virus HPV termasuk double stranded DNA virus (dsDNA), family Papopa
virus, mempunyai genom sirkuler dengan ukuran 7-8 base pairs (bp), dan genomnya tersebut
dibungkus oleh kapsid berbentuk icosahendra

DNA merupkan dua untaian berpasangan dari nukleotida yang terdisi dari gula (2-deoxiribosa), basa
(Adenin,guanine,tymine dan cytosine), dan group fosfate. Ikatan gula dan basa tanpa group fosfate
disebut nucleoside. Triplate nukleotida yang mengkode satu asam amino disebut codon. Open
reading Frame (ORF) merupakan segmen yang cukup besar dari DNA dan dapat mengkode protein
tertentu, dan dibatasi oleh initiation codon dan stop codon. Initiation codon merupakan codon yang
member isyarat mulainya sintesis protein dan stop codon member isyarat agar sintesis berhenti. ORF
ini terbatas pada satu untai dari DNA, jadi dengan demikian untaian pasangannya tidak berfungsi
untuk sintesis.

Untaian nucleotide yang berkode pada HPV dibagi menjadi early region (E) dan late region (L)
(gambar 2.1). E terdiri dari gen E1, E2, E4, E5, E6, E7 (Tanpa E3)- E6, sedang L terdiri dari L1 dan L2.
Antara L1 dan E6 terdapat daerah yang tak berkode dan disebut non-coding region (NCR),long
control region (LCR) atau upstream regulatory region (URR) (gambar 1). Daerah ini mengandung
promoter dan enhancher DNA sequences yang mengantur replikasi dan transkripsi virus dan gen
seluler. Adapun fungsi protein dari gen E dan L dapat dilihat pada table 2.