Anda di halaman 1dari 10

URAIAN TUGAS PERSONIL

PEMBANGUNAN PASAR PALLEKO KEC. POLONGBANGKENG UTARA


Berikut Daftar Personil/ tenaga ahli/ teknis/ terampil yang diperlukan beserta tugas dan tanggung
jawabnya masing-masing:

A. Tenaga Ahli
1. Site Manager
1. Tugas Perencanaan
a. Merencanakan “Time Schedule” pelaksanaan proyek sesuai dengan kewajiban dari
perusahaan terhadap pemilik proyek atau kepentingan perusahaan sendiri.
b. Merencanakan pemakaian bahan dan alat dan pekerjaan instalasi untuk setiap
proyek yang ditangani sesuai dengan volume dan waktu penggunaannnya.
2. Tugas dan controlling pengarahan
a. Memberikan instruksi pekerjaan dan pengarahan kepada pelaksana dalam
menunjang pelaksanaan proyek. Instruksi-instruksi pekerjaan secara umum dapat
diberikan secara lisan dan yang bersifat khusus dibukukan dalam buku instruksi
pengawas.
b. Mengadakan kontrol terhadap pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi-
instruksi yang diberikan baik segi teknis, kualitas pekerjaan, maupun time
schedulenya.
c. Mengadakan control disiplin kerja dari pelaksana-pelaksana proyek, mandor
maupun tenaga kerja sesuai dengan tugas, kewajiban dan wewenang masing-
masing.
3. Tugas Laporan
a. Membicarakan masalah-masalah khusus dan kesulitan-kesulitan teknis dengan
Direktur.
b. Membuat laporan mingguan untuk Direktur yang mencakup kegiatan proyek,
kesulitan-kesulitan proyek, dan hal-hal khusus yang perlu dilaporkan.
c. Membicarakan kesulitan-kesulitan, rencana detail bangunan denganDirektur.
4. Tugas pengaturan tenaga
a. Mengatur penggunaan tenaga pekerja di proyek untuk menunjang rencana Time
Schedule.
b. Menyetujui dan menerima tenaga pelaksana, mandor, dan pekerja sesuai dengan
target dari kantor dan menugaskan sesuai dengan tujuan masing-masing.
c. Mengusulkan hal-hal yang dapat menunjang pengarahan tenaga pelaksana kepada
Direktur.
d. Memberikan data-data untuk perhitungan upah tenaga untuk dihitung oleh
Budget Control, mencheck ulang perhitungan upah untuk disetujui olehDirektur
2. SITE ENGINEER
Dibawah ini adalah Tugas dan tanggung jawab Pelaksana
a. Memberikan petunjuk kepada tim, dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis
segera setelah kontrak fisik ditandatangani.

b. Memberikan petunjuk kepada tim dalam melaksanakan pekerjaan, untuk menyiapkan


rekomendasi secara terinci atas usulan desain, termasuk data pendukung yang
diperlukan.

c. Menjamin bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan ini akan dipenuhi dengan
baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan major serta pemeliharaan jalan.
d. Bekerjasama dengan pihak pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan
e. Menjamin semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan major tidak akan terlambat
selama masa mobilisasiuntuk masing-masing paket kontrak dalam menentukanlokasi,
tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan yang secara khusus disebutkan dalam
dokumen kontrak.

f. Membantu tim di lapangan dalam mengendalikankegiatan-kegiatan kontraktor,


termasuk pengendalian pemenuhan waktu pelaksanaanpekerjaan.
g. Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam mencari
pemecahan-pemecahan atas permasalahan yang timbul baik sehubungan dengan teknis
maupun permasalahan kontrak.

h. Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan


bahan/material baik di lapangan maupun laboratorium serta menyusun rencana
kerjanya.

i. Memeriksa hasil laporan pengujian serta analisanya.

j. Bertanggung jawab atas pengujian dan penyelidikan material/bahan di


lapangan.Membantu Chief Supervision Engineer dalam melaksanakan tugas.Mengikuti
petunjuk -petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan terutama sehubungan
dengan :Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk melakukan
monitoringkondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan agar pekerjaan dapat
direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah
ditentukan.Pemahaman terhadap spesifikasi. Metode pelaksanaan untuk setiap jenis
pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

k. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam penyelesaian administrasi


kemajuan proyek. Bantuan ini termasuk mengumpulkan data proyek seperti kemajauan
pekerjaan, kunjungan pekerjaan, kunjungan
lapangan, rapat-rapat koordinasi dilapangan, data pengukuran kuantitas, pembayaran
kepada kontraktor. Semuanya dikumpulkan dalam dalam bentuk laporan kemajuan
bulanan dan memberikan saran-saran untuk mempercepat pekerjaan serta memberikan
penyelesaian terhadap kesulitan yang timbul baik secara teknis maupun kontraktual
untuk menghindari keterlambatan pekerjaan.

3. Pelaksana K3 Konstruksi Ahli K3


Konstruksi Muda
Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Muda adalah sebagai berikut
:
1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3
Konstruksi
2. Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
3. Merencanakan dan menyusun program K3
4. Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
5. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan
program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3
6. Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3
konstruksi
7. Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika
diperlukan
8. Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan
darurat

Ahli K3 Konstruksi Madya


Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi Madya adalah sebagai berikut :
1. Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3
Konstruksi
2. Mengelola dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi

3. Mengelola program K3
4. Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3

5. Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan


program, prosedur kerja dan instruksi kerja K3

6. Mengelola laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3 konstruksi


7. Mengelola metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika
diperlukan
8. Mengelola penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan
darurat

B. Tenaga Terampil
1. Pelaksana Lapangan
SKT Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung
• Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan benar selama melakukan
pekerjaan yang antara lain adalah memeriksa perlengkapan keselamatan
(K3). Memastikan semua tenaga kerja yang terlibat dalam proyek memakai alat pelindung
diri (APD). Menggunakan perlengkapan K3 sesuai prosedur.
• Mempelajari dan memahami gambar kerja dan spesifikasi teknis yang antara lain adalah
memahami menterjemahkan gambar. Memahami dan menterjemahkan spesifikasi teknis.
Serta memahami dan menterjemahkan tahapan kerja , metode kerja dan instruksi kerja.
• Membuat kantor dan bedeng kerja serta pagar pengaman proyek yang antara lain adalah
membuat rencana kantor bedeng pekerja dan fasilitasnya gudang, workshop peralatan
serta pagar pengaman. Melaksanakan pembuatan kantor bedeng pekerja dan fasilitasnya
gudang, workshop peralatan serta pagar pengaman. Serta mengatur dan mengawasi
penempatan peralatan kerja bahan serta tenaga kerja.
• Menghitung kuantitas pekerjaan, kebutuhan peralatan dan jumlah material yang
diperlukan untuk proyek yang antara lain adalah menghitung kuantitas pekerjaan lapangan
berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi teknis. Menghitung kebutuhan bahan
berdasarkan kuantitas pekerjaan lapangan. Menghitung kebutuhan peralatan berdasarkan
kuantitas dan metode kerja. Serta menghitung kebutuhan tenaga kerja berdasarkan
kuantitas dan metode kerja.
• Membuat program kerja harian dan mingguan yang antara lain adalah menyusun jadwal
(schedule( penggunaan bahan. Menyusun jadwal pemakaian peralatan. Menyusun jadwal
tenaga kerja.
• Mengadakan bimbingan teknis pada mitra kerja yang antara lain adalah menyiapkan
materi bimbingan teknis sesuai dengan lingkup pekerjaan. Melaksanakan bimbingan teknis
sesuai dengan lingkungan pekerjaan. Melakukan pemantauan hasil bimbingan teknis dari
mitra kerja.
• Melaksanakan persiapan pekerjaan gedung yang antara lain adalah memberi petunjuk
kepada petugas laboratorium mengenai bahan yang akan diuji. Memastikan bahwa
pelaksanaan pekerjaan yang akan dilaksanakan telah memenuhi persyaratan mutu
pekerjaan. Menentukan mobilisasi dan demobilisasi sumber daya.
• Melaksanakan dan mengawasi pekerjaan gedung berdasarkan spesifikasi teknis, metode
kerja, instruksi kerja dan gambar kerja. Yang antara lain adalah menguasai metode kerja
pelaksanaan dan gambar kerja (shop drawing). Melakukan pengajuan permohonan ijin
pekerjaan konstruksi gedung kepada pengguna jasa (owner) dan atau konsultan pengawas
berdasarkan spesifikasi teknis, metode kerja, instruksi kerja dan gambar kerja.
Melaksanakan pekerjaan konstruksi gedung berdasarkan spesifikasi teknis, metode kerja,
instruksi kerja dan gambar kerja, serta menagwasi pekerjaan konstruksi gedung.
• Membuat laporan harian dan mingguan pelaksanaan pekerjaan yang antara lain adalah
membuat laporan harian dan mingguan penggunaan bahan, alat dan tenaga kerja.
Membuat laporan kemajuan pekerjaan (progress) pelaksanaan pekerjaan dan kondisi
lingkungan serta menyiapkan data hasil pekerjaan untuk pembuatan gambar terpasang (as
Bulit Drawing) dan dokumentasi proyek.
2. Tukang Pekerjaan Baja
Uraian Tukang Pekerjaan Baja
• Menerapkan Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di tempat kerja
• Mempelajari instruksi kerja dan gambar pelaksaan peketjaan konstruksi baja
• Menyiapkan peraslatan kerja dan material konstruksi baja yang dibutuhkan
• Melakukan pengukuran dan penandaan pada batang batang baja yang akan dipotong
atau disambung Melakukan pemasangan rangka baja berdasarkan instruksi kerja
• Melakukan pemasangan baut pada penyambungan konstruksi baja
• Mengencangkan baut batu yang telah dipasang dengan kekencangan tertentu sesuai
instruksi kerja Memeriksa has1I pemasangan rangka baJa

3. Tukang Pasang Bata


Uraian Tugas Tukang Batu

• Menerapkan ketentuan K3 dan lingkungan kerja yang antara lain adalah mencermati
ketentuan perundang-undangan K-3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Mengatur
penyiapan penerapan K3. Menetapkan ketentuan K3, mengidentifikasi lingkungan
kerja. Menerapkan ketentuan perlindungan lingkungan kerja.
• Memahami gambar kerja dan jadwal (schedule) kerja, cara kerja dan kebutuhan
sumber daya. Yang antara lain mempelajari dokumen gambar kerja. Mempelajari
jadwal (Schedule) kerja. Memilih tenaga kerja material dan peralatan.

• Membuat rencana kerja harian dan mingguan, menghitung kebutuhan material dan
peralatan. Menghitung kebutuhan tenaga kerja.

• Mengkoordinasikan persiapan pekerjaan batu. Antara lain adalah menyaiapkan


tenaga kerja sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan. Membuat permintaan
kebutuhan material dan peralatan. Melakukan koordinasi antar unit-unit internal
proyek.
• Melaksanakan Pengawasan , megarahkan dan memberi contoh pelaksanaan
pekerjaan batu yang antara lain. Melakukan Pemeriksaan Jenis, Kualitas, dan volume
material yang akan digunakan. Melaksanakan pengawasan pekerjaan baru/bata
berdasarkan gambar kerja. Melaksanakan pengawasan pekerjaan sesuai dengan cara
kerja. Melaksanakan pengawasan pekerjaan sesuai dengan jadwal (schedule)
pekerjaan. Membangun kekompakan kelompok kerja.

• Mengontrol dan mengevaluasi hasil pelaksanaan pekerjaan batu/bata yang antara


lain adalah Memantau Hasil Pelaksanaan Pekerjaan. Evaluasi Hasil Pelaksanaan
Pekerjaan. Membuat laporan harian dan mingguan.

4. Tukang Cor Beton


Berikut adalh uraian tugas Tukang Cor Beton:
• Menerapkan ketentuan tentang kegagalan bangunan dan konstruksi yang
antara lain adalah menerapkan ketentuan keteknikan dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi. Menerpakan ketentuan perlindungan tenaga kerja dalam
pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Menerapkan ketentuan etika profesi.
• Melaksanakan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja secara
konsisten yang antara lain adalah menjelaskan potensi kecelakaan kerja yang
mungkin terjadi dalam tahapan pelaksanaan pekerjaan. Memberikan masukan
perlunya pembentukan unit organisasi keselamatan dan kesehatan kerja.
Melaksanakan K3 dalam setiap tahapan pekerjaan.
• Melaksanakan pekerjaan berdasarkan prosedur manajemen konstruksi yang
antara lain adalah melaksanakan pekerjaan pada tahap persiapan konstruksi.
Melaksanakan pekerjaan pada tahap konsruksi. Menyediakan data yang
diperlukan untuk pembuatan As Built Drawing pada tahap konstruksi.
Melaksanakan pekerjaan pemeliharaan selama masa pemeliharaan.
• Menyediakan data untuk pembuatan Gambar kerja pelaksanaan perkerasan
beton yang antara lain adalah menyediakan data untuk pembuatan gambar
(shop Drawing) perkerasan beton. Menyediakan data untuk pembuatan
gambar kerja (shop drawing) perkerasan komposit.

• Menerapkan Spesifikasi teknik untuk pelaksanaan perkerasan beton yang


antara lain adalah menetapkan bahan/material yang akan digunakan untuk
membuat perkerasan jalan beton. Menerpakan rancangan campuran untuk
membuat perkerasan jalan beton. Menerapkan ketentuan sambungan
memanjang ekspansi melintang atau konstraski melintang.
• Melaksanakan Pekerjaan Perkerasan Beton yang antara lain adalah
menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk membuat perkerasan
beton.
• Melaksanakan pengendalian mutu dan waktu dalam pelaksanaan perkerasan
beton yang antara lain adalah menyusun urutan pelaksanaan pekerjaan.
Menghitung waktu pelaksanaan pekerjaan untuk setiap jenis pekerjaan dan
menyiapkan jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan. Melaksanakan percepatan
pekerjaan jika terjadi keterlambatan dilapangan. Melaksanakan pengendalian
mutu pekerjaan dilapangan dengan berpedoman pada spesifikasi teknis yang
digunakan
• Melaksanakan Pengendalian pencmaran lingkungan dan pengaturan lalu lintas
yang antara lain adalah mengatasi pencemaran lingkungan sebagai akibat dari
pelaksanaan pekerjaan perkerasan beton. Melakukan pengamanan lingkungan
pada tahap konstruksi.
• Melaksanakan Pengukuran dan perhitungan hasil pekerjaan pelaksanaan
pekerjaan beton yang antara lain adalah menentukan alat ukur yang akan
digunakan untuk mengukur hasil pekerjaan. Mengukur hasil pekerjaan yang
telah selesai untuk menghitung kuantitas pekerjaan. Menghitung kuantitas
pekerjaan yang telah selesai dan disetujui oleh direksi pekerjaan. Memerikas
As Built Drawing mengacu pada hasil pekerjaan untuk disetujui oleh direksi
pekerjaan.
• Membuat Laporan pelaksanaan pekerjaan beton yang antara lain membuat
laporan pelaksanaan pekerjaan persiapan konstruksi. Membuat laporan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Membuat laporan pelaksanaan pekerjaan
selama masa pemeliharaan serta menyusun dokumentasi pelaksanaan
pekerjaan konstruksi.
5. Tukang Plesteran
Tugas dan tanggung jawab tukang plesteran:
A. Memilih bahan yang dipakai adalah:
- Pasir pasang harusbersih, tajam dan harus bebas lumpur tanah liat, kotoran organik
dan bahan yang dapat merusak pasangan, untuk itu

pasir yang akan digunakan terlebih dahulu diayak lewat ayakan dengan diameter
lobang sebesar 10 mm.
- Semen yang dipakai harus memenuhi persyaratan N.I 8 Type I menurut ASTM dan
memenuhi S 400 standard Portland Cement.

B. Pelaksanaan Pekerjaan
- Pekerjaan pasangan dinding bata harus terkontrol waterpass baik arah vertikal
maupun horizontal. Setiap 8 (delapan) baris bata harus dipasang angker besi
terhadap kolom beton. Pelaksanaan pasangan dinding bata tidak boleh melebihi
ketinggian 1 meter setiap hari.
- Sebelum dinding dipelester harus dikamprot dulu dengan campuran 1 Pc : 3 Ps
dengan ketebalan ± 3 mm untuk mendapatkan ikatan yang lebih baik. Kelembaban
pelesteraan harus dijaga sehing•ga pengeringan bidang pelesteraan stabil dan
kemudian diperhalus dengan acian semen.
- Pasangan bata yang sudah selesai dipasang harus terus menerus dibasa•hi selama
14 hari.
- Untuk finishing beton expose, sebelum diperhalus/aferking permukaan beton perlu
dikasarkan/ dikemprot terlebih dahulu dengan campuran 1 Pc : 3 Ps dengan
ketebalan lebih kurang 3 mm untuk mendapatkan ikatan yang lebih baik.
- Seluruh pekerjaan pasangan dan pelesteraan yang tidak lurus, berombak dan retak-
retak harus dibongkar dan diperbaiki, atas biaya pemborong.

6. Tukang Pondasi
• Menerapkan ketentuan K3 di tempat kerja
• Memahami instruksi kerja dan gambar kerja yang diberikan
• Menyiapkan peralatan kerja dan perlengkapan kerja yang dibutuhkan
• Melakukan pengukuran dan pembuatan papan duga (bouwplank) untuk pekerjaan pondasi
• Mengawasi pelaksanaan pekerjaan galian dan memeriksa hasil galian tanah yang meliputi
dalam, lebar, dan panjang galian untuk pondasi Menyiapkan tulangan untuk pondas, tapak,
tulangan sloot pondasi
• Memeriksa bouwplank dan memasang benang acuan pada pekerjaan pondasi
• Menyiapkan bahan dan material pondasi sesua, dengan gambar kerja dan spesitikas, teknis
yang d1tentukan
• Melaksanakan pekerjaan pondasi sesuai dengan gambar kerja dan spesifikasi teknis yang
ditentukan
• Memeriksa hasil pekerjaan pemasangan pondasi dan melakukan perbaikan pada hasil
pekerjaan yang salah sesua, gambar kerja Melaporkan hasil pekerjaan pondasi
7. Tukang Pasang Keramik
• Menerapkan Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
• Mempelajari instruksi kerja dan gambar kerja
• Menyiapkan Material, Peralatan dan Perlengkapan kerja pasang ubin Menyiapkan
lantai kerja untuk pasang ubin
• Melakukan pemasangan ubin
• Melakukan pemasangan Mosaik
• Melakukan pemasangan marmer dan terazo
• Memeriksa hasil pemasangan ubin

8. Tukang Cat
• Mengecek bahwa dinding dihaluskan hingga tidak bergelombang
• Mengecek bahwa kayu dihaluskan hingga tidak bergelombang
• Mengecek banyaknya lapisan pengecatan
• Memastikan kerapihan dan kebersihan finishing akhir pengecatan

9. Tukang Las
• Melakukan komunikasi timbal batik
• Mengidentifikasi p,insip prinsip Keslamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mengukur
dengan alat mekanik dasar
• Membaca sketsa dan/atau gambar kerja sederhana.
• Menggunakan peralatan tangan dan atau merin mesin ringan Melaksanakan
pemotongan secara mekanik
• Melaksanakan pemotongan dengan Gas
• Melaksanakan rutinitas (dasar) pengelasan dengan proses las busur manual
Mengelas pelat posisi di bawah tangan/flat dengan proses las busur manual
Mengelas pelat posisi mendatar/horizontal dengan proses las busur manual
Membuat laporan
• Melakukan perhitungan dasar teknik

10. Tukang Besi Beton

• Melaksanakan pekerjaan yang berkaitan dengan pekerjaan besi beton sesuai


dengan instruksi dan bertanggung Jawab kepada Supervisor Membuat gambar
kerja, menghitung volume dan biaya kerja
• Membuat rencana kerja, mengatur kerja Tukang Besi Beton Kelas Ill dan II
• Mengawasi dan menghitung hasil kerja ukang Besi Beton Kelas Ill dan II
• Membuat, merakit, dan memasang tulangan besi
• Membuat, meraklt dan memasang tulangan besl atau pekerjaan dasar dan
reservoir
• Membuat, merakit, dan memasang tulangan besi beton pratekan
• Mengawasi kebersihan dan ketertiban tempat dan lingkungan kerja
11. Juru Ukur

• Menerima tugas pengukuran dan pemetaan sltuasi secara teristris


• Melakukan ortentasl lapangan
• Menylapkan alat ukur dan alat pemetaan
• Menylapkan buku ukur, bahan dan alat untuk pembuatan benchmark serta patok
lapangan Mengukur kerangka horizontal dan vertical
• Mengukur detail sutasl
• Menghltung koordinat dan tinggl patok-patok ukur (Benchmark), kerangka hortzontal-
vertlkal Memetakan kerangka horizontal-vertikal, sesual skala peta
• Menghilung data ukuran situasl
• Menyempurnakan buku ukur (pembuatan sketsa lapangan)
• Menggambar peta situasi, sesual skala peta
• Menyusun laporan

12. Teknisi Instalasi Listrik


• Memastikan jumlah dan letak titik-titik lampu, sakelar, stopkontak, antenna tv,
jalur telepon, MCB, dan meteran listrik agar sesuai dengan gambar kerja
• Mengecek tipe dan ukuran kabel yang digunakan
• Mengecek kerapihan pemasangan instalasi kabel agar memudahkan bila ada
kerusakan jaringan
• Memastikan bahwa penanaman pipa listrik dilakukan sebelum
melakukan plesteran
• Memastikan semua fungsi listrik berjalan dengan baik

13. Logistik
a. Mencari dan mensurvey data jumlah material beserta harga bahan dari beberapa
supplier atau toko material bangunan sebagai data untuk memilih harga bahan
termurah dan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
b. Melakukan pembelian barang atau alat ke supplier atau toko bahan bangunan
dengan melaksanakan seleksi sebelumnya sehingga bisa mendapatkan harga
material termurah pada supplier terpilih.
c. Menyediakan dan mengatur tempat penyimpanan material yang sudah didatangkan
ke area proyek sehingga dapat tertata rapi dan terkontrol dengan baik jumlah
pendatangan dan pemakaianya.
d. Membuat label keterangan pada barang yang disimpan untuk menghindari
kesalahan penggunaan akibat tertukar dengan barang lain.
e. Melakukan pencatatan kelluar masuknya barang serta bertanggung jawab atas
pendatangan dan ketersediaan material yang dibutuhkan dalam pelaksanaan
pembangunan.
f. Mengelola persediaan barang dalam jumlah yang cukup pada waktu material
tersebut diperlukan dengan biaya termurah serta memenuhi persyaratan mutu
spesifikasi bahan dalam kontrak konstuksi.
g. Membuat dan menyusun laporan material sesuai dengan format yang sudah
menjadi standar perusahaan kontraktor .
h. Membuat berita acara mengenai penerimaan atau penolakan material setelah
melalui control kualitas bahan oleh quality qontrol.
i. Menyusun macam-macam laporan logistic yang diminta oleh perusahaan.
j. Berkoordinasi dengan pelaksana lapangan dan bagian teknik proyek mengenai
jumlah dan schedule pendatangan bahan yang dibutuhkan pada masing-masing
waktu pelaksanaan pembangunan.

14. Administrasi Keuangan


Tanggung jawab seorang petugas administrasi tidak diragukan lagi betapa pusingnya, karena
dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Berikut ini tugas
seorang administrasi keuangan:
a. Membuat perencanaan keuangan, mulai dari perencanaan peminjaman,
penerimaan, pengeluaran, dan pembayaran.
b. Menyusun laporan keuangan harian, mingguan, bulanan dan tahunan
15. Mengelola uang kas, mulai dari membuka rekening, menentukan setoran, mengatur kas,
menangani pembayaran atas kewajiban dan membuat catatan transaksi kas
a. Mengelola kredit dengan mengatur tagihan-tagihan
b. Mengurus surat berharga, salah satunya seperti menandatangi cek

c. Bekerja sama dalam menyusun kebijakan administrasi keuangan dengan bagian lain yang
terkait sesuai dengan visi dan misi perusahaan

Makassar, 30 Mei 2018


CV. D’LIMA ENGINEERING

SYAMSUNAR KASIM, ST, MT


Wk. Direktur