Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MAKALAH ILMU EKONOMI

PERSAINGAN PASAR MONOPOLISTIK

MATA KULIAH : ILMU EKONOMI


DOSEN PENGASUH :

DI SUSUN OLEH :

NAMA : THOMIUS ICEAN


NIM : 2017 03 1105 4037
KELAS / SEMESTER : II
FAKULTAS : ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK
JURUSAN : ILMU ADMINISTRASI

UNIVERSITAS CENDRAWASIH
JAYAPURA TAHUN 2018
PENDAHULUAN
Latar Belakang:

Pasar persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua
jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Pasar persaingan
monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Kurva permintaaan yang
dihadapi oleh firma dalam persaingan monopolistik adalah lebih elastis dari yang dihadapi
monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna(kurva permintaan
adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi suatu firma dalam
persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan keatas barang produksi firma
dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedikit (lebih
mendatar dan bukan turun dengan curam). Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan
monopolistik tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak
berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistik kurva MR adalah sama
dengan seperti yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva
permintaan.

Tujuan dari materi:


Tujuan penulisan makalah ini adalah diharapkan setelah membaca materi tentang struktur:
persaingan monopolistik, mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan kembali materi
tersebut. Serta dapat membantu mahasiswa untuk mengetahui lebih dalam mengenai
persaingan monopolistik. Semoga dengan dibuatnya makalah ini dapat bermanfaat bagi
pembacanya.
1. PENGERTIAN PERSAINGAN MNOPOLISTIK
Pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat
banyak produsen yang menghasilkan barang yang berbeda corak (differentiated product). Pasar
persaingan monopolistik pada dasarnya adalah pasar yang berada diantara dua jenis pasar yang
ekstrem, yaitu persaingan sempurna dari monopoli. Oleh seab itu sifat-sifatnya mengandung
unsur sifat-sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna.

2. SIFAT-SIFAT PERSAINGAN MONOPOLISTIK


2.1. Jumlah pemeli dan penjual agak banyak, tapi tidak sebanyak dalam persaingan sempurna,
sehingga masing-masing perusahaan masih mempunyai pengaruh atas harga meskipun
tidak besar.
2.2. Barang-barang yang diperjualbelikan tidak homogen, bahkan sengaja dibeda-bedakan,
baik dalam merek maupun bentuk, warna, mutu dan ukuran.

3. MODEL PERSAINGAN MONOPOLISTIK DARI CHAMBERLIN


DIDASARI ATAS BEBERAPA ANGGAPAN DASAR:
3.1. Di pasar banyak terdapat penjual dan juga pembeli
3.2. Produk yang dihasilkan produsen ersifat dibedakan (diusahakan punya ciri-ciri yang
berbeda antara produk yang satu dengan produk yang lain), tetapi diantara mereka
mempunyai kemampuan untuk saling mengganti secara cukup esar.
3.3. Di pasar ada kebebasan bagi perusahaan untuk masuk / keluar dari pasar
3.4. Produsen selalu berusaha untuk memaksimalkan keuntungan, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.
3.5. Harga-harga faktor produksi dan tingkat teknologi tertentu.
3.6. Perilaku produsen dianggap tertentu setelah ia mengetahui bentuk permintaan dan ongkos
produksi dari usahanya.
3.7. Keputusan optimal yang diambil dalam satu periode tertentu adalah keputusan optimal
juga bagi periode yang lain.
3.8. Kurve permintaan dan kurve ongkos produksi dianggap sama untuk semua produsen yang
ada dikelompok itu.

4. CIRI-CIRI PERSAINGAN MONOPOLISTIK

4.1.Terdapat Banyak Penjual.


Terdapat cukup banyak penjual didalam pasar persaingan monopolistis, namun
demikian ia tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Perusahaan dalam
pasaran monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini
menyebabkan produksi sesuatu perusahaan adalah sedikit kalau dibandingkan dengan
keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.
4.2. Barangnya Bersifat Berbeda Corak.
Ciri ini merupkan sifat yang penting didalam membedakan diantara pasar persaingan
monopolistis dan persaingan sempurna. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis
berbeda coraknya (differentiated product) dan secara fisik mudah dibedakan diantara
produksi sesuatu firma dengan produksi firma lainnya. Disamping perbedaan dalam bentuk
fisik barang tersebut terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pembungkusnya,perbedaan
dalam bentuk jasa perusahaan setlah penjualan (after-sale service) dan perbedaan dalam cara
membayar barang yang dibeli. Perbedaan dalam sifat barangyang dihasilkan ini menjadi
sumber dari adanya kekuasaan monopli, walaupun kecil, yang dimiliki oleh firma dalam pasar
persaingan monopolistis.

4.3.Firma Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga.


Kekuasaan mempengaruhi harga oleh firma monopolistis bersumber dari sifat barang
yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated product.
Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu lebih menyukai barang
sesuatu firma dan kurang menyukai barang yang dihasilkan firma lainnya. Maka apabila
sesuatu firma menaikkan harga barangnya, ia masih dapat menarik pembeli walaupun jumlah
pembelinya tidak sebanyak seperti sebelum kenaikan harga.

4.4.Kemasukan ke dalam industri relatif mudah


Firma yang akan masuk dan menjalankan usaha didalam pasar persaingan monopolistis
tidak akan banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti
didalam oligopoli dan monopoli. Tetapi kemasukan tidaklah semudah seperti dalam pasar
persaingan sempurna. Yang pertama ialah karena modal yang diperlukan adalah relatif besar
kalau dibandingkan dengan mendirikan firma dalam pasar persaingan sempurna. Yang kedua
ialah karena perusahaan itu harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang
sudah tersedia dipasar, dan memprmosikan barang tersebut untuk memperoleh langganan.
Maka firma baru pada dasarnya harus berusaha memproduksikan barang yang lebih menarik
dari yang sudah ada di pasar, dan harus dapat meyakinkan konsumen akan kebaikan mutu
barang tersebut.

4.5.Persaingan dalam Promosi Penjualan Sangat Aktif.


Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari firma-firma dalam pasar
persaingan monopolistik. Sesuatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga
yang relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Sebaliknya suatu firma lain
mungkin harganya rendah, tetapi tidak banyak menarik langganan. Keadaan seperti ini adalah
disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan yaitu barang yang bersifat berbeda corak.
Ini menimbulkan daya tarik yangasa para pembe berbeda kepada para pembeli. Maka untuk
mempengaruhi cita rasa para pembeli, para penusaha melakukan persaingn bukan harga
(nonprice competition). Persaingan yang demikian itu antara lain adalah didalam
memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus,
memberikan syarat penjualan yang menarik.
5. JENIS PERMINTAAN DALAM PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Dalam pasar persaingan monopolistic terdapat 2 macam permintaan, yaitu permintaan
yang dihadapi produsen, atau disebut permintaan konvensional (Dk), dan permintaan yang
dihadapi industry, atau disebut permintaan proporsional (Dp). Kurva kedua permintaan
tersebut berlereng negative, sebagai akibat adanya kemampuan produsen dalam mempengaruhi
harga. Namun demikian kurva kedua perminaan tersebut mempunyai kemiringan yang
berbeda. Kurva permintaan konvensional lebih datar daripada kurva permintaan proporsional.
Hal ni menunjukkan bahwa kurva permintaan konvensional lebih elastic daripada kurva
permintaan proporsional.
Kurva permintaan konvensional merupakan permintaan yang diharapkan oleh produsen
apabila ia menurunkan harganya dengan anggapan tidak ada produsen lain yang ikut
menurunkan harga atau tidak ada produsen lain yang memasuki pasar, sedangkan kurva
permintaan proporsional merupakan penjualan actual yang dapat dicapai sebagai akibat dari
penurunan harga.

6. KESEIMBANGAN DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIK


Kurva permintaaan yang dihadapi oleh firma dalam persaingan monopolistik adalah
lebih elastis dari yang dihadapi monopoli tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis
sempurna(kurva permintaan adalah sejajar sumbu datar), yaitu kurva permintaan yang dihadapi
suatu firma dalam persaingan sempurna. Maka pada hakekatnya kurva permintaan keatas
barang produksi firma dalam persaingan monopolistik adalah bersifat menurun secara sedikit
demi sedikit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam).
Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti:
1. Apabila firma menaikkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat
berkurang.
2. Apabila fima menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat
bertambah.
Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistik tidak bersifat elastis
sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan.
Dalam persaingan monopolistik kurva MR adalah sama dengan seperti yang terdapat dalam
monopoli, yaitu kurva tesebut terletak dibawah kurva permintaan.

6.1. KESEIMBANGAN JANGKA PENDEK


Oleh karena kurva permintaan adalah menurun sedikit demi sedikit, dan sebagai
akibatnya kurva MR tidak berimpit dengan kurva permintaan, keseimbangan yang dicapai
suatu firma dalam pasar persaingan monopolistis. Dalam persaingan monopolistis, permintaan
yang dihadapi firma adalah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar.

6.2. KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG


Dalam persaingan monopolistik tidak terdapat hambatan kepada firma-firma baru.
Maka keuntungan yang melebihi normal akan menyebabkan pertambahan dalam jumlah firma
di pasar. Sebagai akibatnya setiap firma akan menghadapi permintaan yang semakin sedikit
pada berbagai tingkat harga. Ini berarti kemasukan firma baru akan menggeser kurva
permintaan DD (dan tentunya juga kurva hasil penjualan marginal MR) kesebelah kiri.
Kemasukan firma baru dan penggeseran kurva DD dan MR ke kiri, akan terus berlangsung
sehingga firma hanya memperoleh keuntungan normal saja. Dengan demikian, seperti halnya
dengan firma dalam pasar persaingan sempurna, dalam persaingan monopolistik setiap firma
hanya mendapat keuntungan normal didalam jangka panjang.
Corak kegiatan firma dalam persaingan monopolistik ketika mendapat keuntungan
normal adalah berbeda dengan corak kegiatan firma dalam persaingan sempurna yang juga
memperoleh untung yang normal. Perbedaan itu adalah 1. Harga dan ongkos produksi dipasar
persaingan monopolistik lebih tinggi. 2. Kegitan memproduksi di pasar persaingan
monopolistis belum mencapai tingkat yang optimal (mencapai tingkat dimana ongkos produksi
perunit adalah paling rendah).
7. PENILAIAN KEATAS PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Didalam bagian ini analisis yang dibuat hanya meliputi penilaian keatas akibat-akibat
persaingan monopolistik kepada pengunaan sumber-sumber daya, dorongan untuk
mengembangkan tekhnologi dan melakukan inovasi, dan corak distribusi pendapatan. Salah
satu kegiatan peting yang dilakukan oleh firma monopolistis adalah melakukan promosi
penjualan secara iklan. Kebaikan dan keburukan dari kegiatan ini akan dinilai dalam bagian
berikut.

7.1. Efisiensi Dalam Menggunakan Sumber Daya


Untuk menilai sampai dimana efisiensi pasar persaingan monopolistik didalam
mengalokasikan sumber-sumber daya, akan dibuat suatu perbandingan dengan efisiensi
firma dlam pasar persaingan sempurna. Walaupun perusahaan persaingan sempurna dan
perusahaan monopolistik sama-sama mendapat keuntungan normal, tetapi dalam nirma
monopolistik ongkos produksi perunit lebih tinggi, harga barang lebih tinggi, dan jumlah
produksi lebih rendah (sehingga menyebabkan kapasitas memproduksi yang digunakan
adalah dibawh tingkat yang optimal).

7.2. Efisiensi dan Diferensiasi Produk


Barang yang diproduksikan secara efisien sehngga dapat dijual dengan harga murah maupun
harga yang lebih mahal sedikit tetapi masyarakat dapat menentukan barang yang akan
dikonsumsinya dari pilihan jenis barang yang lebih banyak, semua itu tergatung pada value
judgement masyarakat tersebut. Sekiranya mereka lebih menyukai harga yang murah, maka
kekurangan pilihan tidak dipandang sebagai suatu yang merugikan. Sebaliknya, apabila
masyarakat menginginkan pilihan barang yang lebih banyak, sehingga dapat dibuat pilihan
yang lebih tepat, harga yang lebih tinggi tidaklah terlalu merisaukan mereka.

7.3. Perkembangan Tekhnologi dan Inovasi


Pada umumnya ahli ekonomi berpendapat bahwa bentuk pasar tersebut memberikan
doronga yang sangat terbatas untuk melakukan perkembangan teknologi. Keuntungan yang
melebihi normal didalam jangka pendek dapat mendorong kepada kegiatan
mengembangkan teknologi tetapi dorongan tersebut adalah sangat lemah karena firma-firma
menyadari bahwa keuntungan yang diperoleh dari mengembangkan teknologi dan
melakukan inovasi tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama. Keuntungan melebihi
normal yang diperoleh akan mendorong firma-firma lain untuk masuk ke industri tersebut,
dan ini terus berlangsung sehingga keuntungan melebihi normal tidak ada lagi. Maka dalam
waktu yang singkat keuntungan yang diperoleh dari perkembangan teknologi dan
melakukan inovasi tidak dapat lagi dinikmati.

7.4. Distribusi Pendapatan


Persaingan monopolistik mengakibatkan corak distribusi pendaptan yang sama sifatnya
seperti yang biasanya terdapat dalam persaingan sempurna, yaitu distribusi pendapatan
adalah seimbang. Karena tidak terdapat keuntungan yang berlebih-lebihan dalam jangka
panjang, maka pengusaha dan pemilik modal tidak memperoleh pendapatan yang berlebih-
lebihan. Disamping itu dalam pasar terdapat banyak firama, dan ini berarti keuntungan
normal yang diperoleh akan dibagikan kepada jumlah pemilik modal dan pengusaha yang
banyak jumlahnya. Berdasarkan kecenderungan ini ahli-ahli ekonomi berpendapat bahwa
pasar monopolistik menimbulkan corak distribusi pendapatan yang lebih merata.

8. PERSAINGAN BUKAN-HARGA
Persaingan bukan harga pada hakekatnya mengandung arti usaha-usaha diluar perubahan
harga yang dilakukan oleh firma untuk menarik lebih banyak pembeli ke atas barang yang
diproduksikannya. Persaingan bukan-harga bertujuan untuk menggeser kurva permintaan
ke kanan, pergeseran itu berarti pada setiap tingkat harga, jumlah barang yang diminta
menjadi bertambah banyak. Persaingan bukan-harga dapat dibedakan menjadi dua jenis : (i)
Diferensiasi produksi, yaitu menciptakan barang yang sejenis tetapi berbeda berbeda
coraknya dengan produksi firma-firma lainnya, (ii) iklan dan berbagai bentuk promosi
penjualan.
Di dalam persaingan monopolistis dan oligopoli, persaingan bukan-harga sangat aktif
dilakukan. Untuk monopoli alasannya yaitu : karena firma monopoli tidak memiliki saingan.
Dalam persaingan sempurna, persaingan bukan-harga tidak di lakukan karena barang yang
diproduksi firma-firma adalah serupa atau identical. Sehingga para pembeli tidak dapat
mengetahui manakah barang yang dihasilkan oleh firma yang menjalankan persaingan
bukan-harga.
8.1. Diferensiasi Produk
Setiap firma dalam persaingan monopolistis akan berusaha untuk memproduksikan barang
yang mempunyai sifat yang khusus, dan yang dapat dibedakan dengan jelas dari produksi
firma-firma lainnya. Maka di dalam pasar akan terdapat berbagai barang yang dihasilkan
suatu industri yang mempunyai corak, mutu, desain, mode dan merk yang berbeda-beda.
Terapatnya berbagai variasi dari suatu jenis barang adalah sifat istimewa dari pasar
persaingan monopolistis yang tidak terdapat dalam pasar persaingan sempurna.
Kepada setiap firma barang yang berbeda-beda sifatnya tersebut akan menjadi daya penarik
khusus ke atas barang yang di produksikannya.Segolongan konsumen tertentu akan lebih
suka membeli barangnya (walaupun harganya lebih mahal) dibandingkan dengan barang-
barang yang sejenis yang dihasilkan produsen-produsen lainnya. Dengan demikian
diferasiasi produksi dapat menciptakan suatu bentuk kekuasaan monopoli

8.2. Promosi Penjualan Melalui Iklan


Didalam perusahaan-perusahaan modern kegiatan mempersiapkan dan membuat iklan
adalah suatu bagian penting dari usaha untuk memasarkan hasil produksinya. Tujuan
perusahaan-perusahaan melakukan kegiatan pengiklanan adalah sebagai berikut :
a. Untuk memberikan penerangan kepada konsumen-konsumen mengenai barang yang
diproduksikannya.
b. Untuk menekankan bahwa barang yang dihasilkannya adalah merupakan barang yang sangat
baik.
c. Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen.
Dari ketiga jenis iklan ini yang biasa di gunakan dalam pasar pesaingan monopolistik adalah
jenis iklan pertama dan kedua. Iklan pertama digunakan pada waktu firma memperkenalkan
hasil-hasil produksinya yang baru. Sedangkan iklan jenis kedua digunakan untuk
mempertahankan kedudukannya di pasar.

9. KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PENGIKLANAN


Iklan menurut pandangan segolongan orang merupakan suatu penghamburan karena
biaya produksi bertambah tinggi sedangkan konsumen tidak menerima kenikmatan tambahan
dari barang yang dipromosikan melalui kegiatan pengiklanan. Pengiklanan tidak menambah
atau memperbaiki mutu suatu barang. Segolongan lain berpendapat bahwa Iklan memberikan
sumbangan yang positif kepada masyarakat karena ia dapat menurunkan biaya produksi
perunit. Disamping oleh perbedaan pendapat mengenai pengaruh iklan ke atas biaya produksi
dan harga, perbedaan pendapat mengenai kegunaan iklan dikemukakan berdasarkan beberapa
argumen lain. Beberapa argumen penting dalam perdebatan tersebut diterangkan dibawah ini.

9.1. Iklan dan Biaya Produksi


Iklan dapat menaikkan atau menurunkan biaya produksi perunit tergantung pada peruahan
permintaan yang terjadi sebagai akibat kegiatan pengiklanan yang dilancarkan. Apabila
permintaan menjadi sangat bertambah elastis, besar kemungkinan biaya produksi perunit akan
menjadi lebih rendah. Tetapi kemungkinan ini tidak banyak berlaku, dan ini berarti bahwa pada
umumnya iklan akan menimbulkan kenaikan biaya produksi. \

9.2. Pandangan Lain yang Menyongkong Pengiklanan


Disamping karena biaya produksi yang mungkin akan menjadi lebih rendah, golongan yang
menekankan tentang kebaikan iklan mengemukakan kebaikan-kebaikan berikut:
a. Pengiklanan membantu konsumen untuk membuat keputusan yang lebih baik didalam
menentukan jenis-jenis barang yang akan dibelinya.
b. Iklan akan menggalakkan kegiatan memperbaiki mutu suatu barang.
c. Iklan membantu membiayai perusahaan komunikasi masa seperti radio, televisi, surat
kabar, dan majalah.
d. Iklan menaikkan kesempatan kerja.
9.3. Pandangan Yang Mengkritik Pengiklanan
Selain mendapat sokongan karena menimbulkan beberapa keuntungan bagi perusahaan dan
masyarakat, iklan juga menjadi bahan kritik karena memiliki beberapa sifat-sifat negatif.
Uraian berikut memberikan gambaran tentang beberapa kritik terhadap pengiklanan:
a. Promosi secara iklan adalah suatu penghamburan
b. Iklan tidak selalu memberi informasi yang betul
c. Iklan bukanlah suatu cara yang efektik untuk menambah jumlah pekerjaan dalam
perekonomian.
d. Iklan dapat menjadi penghambat kepada perusahaan-perusahaan baru untuk masuk ke
dalam industri.
RINGKASAN
1. Pasar persaingan monopolistik mempunyai banyak persamaan dengan pasaar persaingan
sempurna, tetapi juga mempunyai cukup banyak perbedaan yang menyebabkan perusahaan di
pasar tersebut mempunyai unsur kekuasaan monopoli. Hal itulah yang menyebabkan pasaran
seperti itu disebut pasar persaingan monopolistik.

2. Ciri-ciri utama pasar persaingan monopolistic adalah: terdapat banyak penjual,barangnya


bersifat berbeda corak,dapat mempengaruhi harga, kemasukan relative muda dan banyak
melakukan persaingan “bukan-harga” .

3. Dalam jangka pendendek suatu firma dalam persaingan monopolistic dapat memperoleh untung
lebih normal, untung normal atau mengalami kerugian. Dalam jangka panjang keuntungan
akan menggalakkan kemasukan perusahaan baru dan kerugian akan mendorong firma keluar
dari pasaran. Oleh sebab itu, dalam jangka panjang semua firma dalam pasar persaingan
monopolistic hanya memeperoleh untung normal.

4. Dua kebaikan penting dari perusahaan dalam pasaran monopolistic adalah:


a. Menghasilkan barang yang berbeda corak.ciri ini meningkatkan kesejahteraan konsumen
karena mereka dapat memilih corak barang yang sesuai dengan selera dan kemampuanya.
b. Distribusi pendapatan dalam masyarakat lebih merata. Oleh karena perusahaan terdiri dari
perusahaan-perusahaan kecil yang memperoleh untung normal. Pemilik modal tak
memiliki kekayaan yang berlebihan dan kesempatan kerja yang diciptakan lebih besar.
5. Dua kelemahan utama dari pasar persaingan monopolistic adalah:
a. Operasinya tidak seefisien pasar sempurna karena harga lebih tinggi dan kuntitas produk
lebih rendah, dan pada keseimbangan tidak tercapai efisiensi produktif dan efisiensi
alokatif.
b. Perusahaan tidak mempunyai galakan untuk melakukan inovasi. Modal yang lebih terbatas,
pasar yang terbatas dan kecenderungan untuk memperoleh keuntungan normal dalam
jangka panjang menghalang firma untuk menciptakan inovasi.
6. Persaingan bukan-harga yaitu menarik lebih banyak pelanggan bukan dengan cara menurunkan
harga tetapi dengan cara promosi yang lain, sangat penting peranannya dalam pasar persaingan
monopolistic. Bentuk utama persaingan bukan harga adalah pengiklanan, pembedaan
penampilan barang dan “after salles service” atau jasa sesudah penjualan.

7. Pengiklanan memberikan beberapa sumbangan penting kepada masyarakat, yaitu: dapat


menurunkan biaya produksi, mebantu konsumen memilih barang yang sesuai, menggalakkan
perkembangan mutu, mengembangkan industri komunikasi dan menambah kesempatan kerja.

8. Keburukan pengiklanan yang selalu ditonjolkan adalah: merupakan penghamburan


pembelanjaan, sering tidak member informasi yang betul, menghambat kemasukan perusahaan
lain, dan kesempatan kerj tambahan yang diciptakan tidak berlaku kasar.
Sumber Bacaan

Sukirno, Sadono.2000.Pengantar Teori Mikroekonomi.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada


Sukirno, Sadono.2012.Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Sarnowo, Henry & Danang Sunyoto. 2011. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Jakarta:CAPS
Partadiredja, Ace.1985. Pengantar Ekonomika. Yogyakarta : BPFE
Sudarman, Ari. 1992. Teori Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPFE