Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah propinsi ke 3 terbanyak penyumbang
angka kecelakaan di Indonesia (Surya Inside, 2011). Transportasi jalan merupakan
moda transportasi yang paling dominan digunakan sehingga berpotensi besar
menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Besarnya angka dan resiko kecelakaan yang
tinggi pada ruas jalan mengakibatkan ruas jalan tersebut dikategorikan menjadi
rawan kecelakaan.

Menurut Kasat Lantas Polres Kupang Kota, AKP Multazam Lisendra


S.I.Kom (Pos Kupang, 2016), jumlah angka kecelakaan lalulintas (lakalantas)
tahun 2015 meningkat dibandingkan tahun 2014. Selama tahun 2015 tercatat
terjadi 280 lakalantas, sementara dalam tahun 2014 hanya 180 lakalantas. Jumlah
korban meninggal pun meningkat. Tahun 2014 tercatat korban meninggal
sebanyak 44 jiwa meningkat menjadi 60 jiwa pada tahun 2015. Hal yang sama,
kerugian materi pun meningkat dari Rp 237.250.000 menjadi Rp 425.900.000 di
tahun 2015. Oleh sebab itu kecelakaan di jalan menjadi salah satu masalah
lalulintas yang menjadi tolak ukur tingkat keselamatan jalan.

Blackspot adalah lokasi pada jaringan jalan di mana frekuensi kecelakaan


atau jumlah kecelakaan lalulintas dengan korban mati, atau kriteria kecelakaan
lainnya, per tahun lebih besar dari pada jumlah minimal yang ditentukan. Dari
sekian banyak blackspot, Unit Rekayasa Keselamatan Jalan (URKJ), telah
mengidentifikasikan persoalan-persoalan yang mirip atau serupa. Dan
rekomendasi yang diberikan, jelas bahwa rambu dan marka jalan menempati
prioritas yang paling tinggi. Hampir dapat dikatakan, di setiap hasil audit dan
investigasi blackspot, pasti ada masalah rambu dan marka, entah itu kurang,
hilang, tidak ada, salah penempatan, atau terhalang pohon (Keselamatan Jalan
Dalam Jurnal Prakasa Infrastruktur Indonesia 2011)

Teknik Sipil, FST, UNDANA


2

Tiga faktor (Indriastuti, 2011) penyebab utama kecelakaan lalulintas


adalah faktor pengguna jalan (manusia), faktor prasarana (jalan) dan faktor sarana
(kendaraan). Peran pemerintah dalam menangani penyebab kecelakaan oleh
pengguna jalan berupa penegasan kebijalan lalulintas dan sosialisasi, sangat
bergantung kepada perilaku pengguna jalan dalam menyikapi usaha tersebut.
Sama halnya dengan upaya pemerintah untuk mengurangi kecelakaan lalulintas
akibat faktor sarana kurang efektif, sebab usaha tersebut lebih menjadi kebijakan
produsen sebagai penghasil kendaraan. Disamping itu penyebab utama kecelakaan
yang disebabkan oleh faktor prasarana menyangkut kondisi dan kelengkapan jalan
secara langsung bersinggungan dengan bagaimana peran pemerintah dalam usaha
mengurangi angka kecelakaan melalui perbaikan kualitas jalan.
Tiga besar ruas jalan rawan kecelakaan di Kota Kupang adalah ruas jalan
Timor Raya, Frans Seda, dan Pahlawan (Bolla, 2016). Karena pentingnya fungsi
ketiga ruas jalan sebagai jalan arteri sehingga perlu ada peningkatan keselamatan
jalan. Untuk itu, perlu dilakukan Audit Keselamatan Jalan (AKJ) terhadap kondisi
geometrik serta fasilitas perlengkapan jalan yang berpotensi terhadap kecelakaan.
Audit keselamatan merupakan proses formal dari suatu ruas jalan dalam melihat
potensi kecelakaan dan penampilan keselamatan jalan.
Melalui Rencana Anggaran Biaya (RAB) dapat diketahui gambaran biaya
sementara. Hal berhubungan erat dengan kesiapan pemerintah dalam hal
menyediakan biaya untuk memperbaiki prasarana yang sudah ada ataupun dengan
menambah prasarana yang belum ada sebelumnya dalam upaya peningkatan
keselamatan jalan. Untuk mengetahui besarnya biaya yang di perlukan maka perlu
dilakukan penyusunan RAB berdasarkan analisis harga satuan pekerjaan.
Perkiraan biaya ini yang menjadi pedoman dalam upaya meningkatkan
keselamatan lalulintas jalan.
Penanganan lokasi rawan kecelakaan melalui AKJ dapat mengurangi
angka kecelakaan lalulintas dan resiko yang fatal akibat jalan rawan kecelakaan,
untuk itu perlu dilakukan sebuah penelitian dengan judul: AUDIT
KESELAMATAN JALAN DAN ANALISIS BIAYA PENANGANAN RUAS
JALAN RAWAN KECELAKAAN LALULINTAS DI KOTA KUPANG

Teknik Sipil, FST, UNDANA


3

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana karakteristik lokasi jalan eksisting yang merupakan
ruas jalan rawan kecelakaan?
2. Apa rekomendasi yang diberikan untuk penanganan lokasi rawan
kecelakaan?
3. Berapa besar estimasi biaya untuk menangani lokasi rawan
kecelakaan tersebut?

1.3 Batasan Masalah


Batasan maslah penelitian sebagai berikut:
1. Lokasi yang akan menjadi tempat penelitian ialah lokasi ruas jalan
dalam wilayah Kota Kupang, pada tiga ruas jalan sesuai hasil
penelitian tahun 2016 yaitu ruas jalan Frans Seda, Timor Raya dan
Pahlawan. Lokasi yang diteliti berdasarkan data lokasi yang
teridentifikasi.
2. Penyebab kecelakaan yang ditinjau hanya dari aspek geometrik
jalan (lebar lajur, lebar jalur, lebar bahu jalan, median, trotoar, dan
kelandaian jalan, jarak pandang,) dan fasilitas perlengkapan jalan
(rambu, marka, alat pemberi isyarat lalu lintas, dan alat penerang
jalan).
3. Biaya yang akan diestimasi hanya berdasarkan rekomendasi
perbaikan fasilitas perlengkapan jalan.

1.4 Tujuan Penelitian


Tujuan penelitian sebagai berikut:
1. Mengetahui karakteristik lokasi jalan rawan kecelakaan
berdasarkan kondisi jalan eksisting.
2. Memberikan rekomendasi untuk penanganan lokasi jalan rawan
kecelakaan.
3. Megetahui besar estimasi biaya untuk menangani lokasi jalan
rawan kecelakaan.

Teknik Sipil, FST, UNDANA


4

1.5 Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian ini sebagai berikut :
1. Memberikan informasi bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait
mengenai kondisi eksisting ruas jalan rawan kecelakaan.
2. Memberikan referensi terkait dengan penanganan ruas jalan rawan
kecelakaan.
3. Mengetahui besar estimasi biaya untuk penanganan lokasi rawan
kecelakaan.
4. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah setempat dalam
meningkatkan kualitas keselamatan trasportasi jalan.

1.6 Definisi Operasional Konsep


Agar adanya pemahaman yang sama terkait konsep penulisan yang akan di
paparkan melalui penelitian ini, sehingga didefinisikan sebagai berikut :
Audit keselamatan jalan : Strategi pencegahan kecelakaan lalulintas
untuk melihat potensi kecelakaan dengan
memeriksa keselamatan ruas jalan yang
berpotensi mengakibatkan konflik
Analisi Biaya : Menyelidiki atau memeriksa biaya
Penanganan : Usaha sebagai bentuk tindak lanjut
meningkatkan kualitas
Ruas Jalan : Bagian jalan di antara dua persimpangan
Rawan kecelakaan : Lokasi yang menjadi kejadian kecelakan
berulang dengan angka kecelakaan tinggi
yang mengakibatkan kerugian
Lalu lintas : Arus pergerakan pengguna jalan pada ruas
jalan
Kota Kupang : Ibu Kota Propinsi Nusa Tenggara Timur
yang merupakan bagian dari Negara
kesatuan republik Indonesia

Teknik Sipil, FST, UNDANA


5

Jadi berdasarkan konsep operasional tersebut maka Audit


Keselamatan Jalan Dan Analisis Biaya Penanganan Ruas Jalan Rawan
Kecelakaan Lalulintas Di Kota Kupang dapat diartikan sebagai “strategi
pencegahan dengan memeriksa dan melihat potensi kecelakaan serta
menyelidiki biaya sebagai bentuk usaha meningkatkan kualitas bagian
jalan yang menjadi kejadian kecelakaan berulang sehingga mengakibatkan
kerugian yang disebabkan oleh arus pergerakan pengguna jalan di Kota
Kupang”.

Teknik Sipil, FST, UNDANA