Anda di halaman 1dari 2

Perkataan yang baik adalah pohon

yang kuat
In Islamologi, Renungan, Serba-Serbi Jepang on September 10, 2008 at 3:04 pm
Banyak sudah saya jumpai orang-orang yang setiap kali berbicara, pembicaraannya memancarkan
aroma yang sangat memikat. Bukan karena dia menyemprotkan parfum tertentu ke rongga mulutnya
sebelum berkata-kata, tetapi karena indahnya dan halusnya untaian kata yang keluar dari pita
suaranya.
Perkataan yang baik adalah pohon yang kuat. Begitu kata Allah di QS Ibrahim : 24-26

‫س َماء‬
َّ ‫ع َها فِي ال‬ ُ ‫صلُ َها ثَابِت َوفَ ْر‬ ْ َ ‫طيِبَة أ‬
َ ‫ش َجرة‬ َ ‫طيِبَة َك‬ َ ‫ب للاُ َمثَل َك ِل َمة‬ َ ‫ض َر‬َ ‫ْف‬ َ ‫أَلَ ْم ت َ َر َكي‬
َ‫اس لَعَلَّ ُه ْم يَتَذَ َّك ُرون‬ ِ َّ‫ب للاُ األ َ ْمثَا َل لِلن‬ُ ‫تُؤْ تِي أ ُ ُكلَ َها ُك َّل حِ ين بِإ ِ ْذ ِن َربِ َها َويَض ِْر‬
‫ض َما لَ َها مِ ن قَ َرار‬ ِ ‫ق األ َ ْر‬ ِ ‫ت مِ ن فَ ْو‬ ْ َّ ‫ش َج َرة َخ ِبيثَة اجْ تُث‬
َ ‫َو َمث ُل َك ِل َمة َخ ِبيثَة َك‬
Artinya :

alam (apakah tidak) taro (engkau melihat) kaifa (bagaimana) dloroba (membuat) Allahu
(Allah) matsalan (perumpaan) kalimatan (kalimat) thoyyibatan (yang baik) kasyajaratin (seperti
pohon) thoyyibatin (yang baik) ashluhaa (pokok/akarnya) tsaabitun (kokoh) wa far’uhaa (dan
ranting-rantingnya) fi as-samaai (menuju langit).
tuutii (muncullah/tumbuhlah) ukulahaa (buah-buahan) kulla (setiap) hiinin (masa/musim) bi
izni (dengan izin) rabbihaa (Tuhannya) wa yadlrabu (dan
membuat) Allahu (Allah) amtsaala (perumpamaan2) linnaasi (bagi manusia) laallahum (agar
mereka) yatazakkaruun (menjadi ingat)
wa matsalu (dan perumpamaan) kalimatin (perkataan) khasyiiatin (yang buruk) ka syajaratin (seperti
pohon) khasyiiatin (yang buruk) ujtutstsat (telah dicabut) min fauqi(dari permukaan) al-ardli(
bumi) maa (apa2) lahaa (yg ada padanya) min qaraad (yaitu akar-akarnya).
Allah sungguh indah membuat perumpamaan ini.

Saya teringat setahun yang lalu, seorang teman Jepang yang meneliti tentang Islam di Libanon
menunjukkan sebuah buku dari sebuah sekolah anak perempuan di Syiria, di sampul buku itu
tergambar sebatang pohon besar dengan ranting yang penuh, lalu tertulislah ayat-ayat indah itu di
bawahnya. Teman saya bertanya kepada saya apa arti kalimat2 itu.

Bagi orang yang memahami Bahasa Arab dengan fasih pastilah dia akan memuji keindahan Bahasa
itu. Dan saya yang hanya mengetahui sedikit Bahasa Arab, membacanya pun membuat mata saya
berair. Saya gemetar karena begitu bersemangat menjelaskan kepadanya bagaimana indahnya
perkataan Allah ini.
Perkataan yang baik yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan sebagai kalimat “laa ilaaha illallaah”.
Kalimat ini adalah kalimat yang paling kokoh di antara semua kalimat yang ada di muka bumi ini
yang diketahui segala makhluk. Ketika seseorang mengucapkannya maka dia seperti pohon yang
kokoh perakarannya dan melimpah ranting-rantingnya dengan arah gerakan ke langit.

Orang yang mengucapkan kalimat di atas adalah orang yang berpijak dengan pijakan kuat di bumi
dengan tangan-tangan yang senantiasa menengadah ke langit, mengharapkan rahmat dan kasih
sayangNya.

Dalam makna yang lebih luas, perkataan yang baik adalah juga pohon yang kuat yang ranting-
rantingnya senantiasa menghasilkan buah. Perkataan yang baik adalah menambah kesuburan
induknya ketika kalimat itu disampaikan lagi kepada orang lain, demikian seterusnya.

Adapun perkataan yang buruk adalah seperti pohon yang sudah dicabut perakarannya dan tinggalah
dia tak berarti apa-apa, karena rantingnya tak keluar, tunasnya tak muncul dan buah-buahnya tak
berhasil mewarnai setiap musim. Sekalipun banyak pupuk dan air yang disiramkan ke sekitar
pokoknya, tetap saja dia tak bisa bermanfaat.

Inginnya aku menjadi sekuat pohon yang dilukiskan Allah dalam ayat di atas.
Ingin pula aku semua orang muslim menjadi sekuat itu.

Renungan hari kesepuluh…..