Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menurut statistik Perserikatan Bangsa - Bangsa kurangnya pengetahuan akan
perawatan kesehatan yang paling dasar dan kurangnya sistem sanitasi berpengaruh terhadap
tingginya angka kematian pada kalangan anak- anak.
Menurut Countdown 2015, sebuah kolaborasi global untuk mencapai tujuan
millennium yang berhubungan dengan kesehatan, sebanyak 151.000 anak- anak di Indonesia
meninggal dunia sebelum usia 5 tahun pada tahun 2010. Sekitar 35 kematian dari 1000
kelahiran.
Berikut adalah penyebab anak meninggal pada tahun 2010, pneumonia yang
menyumbang 14% dari kematian, kelahiran premature menyebabkan 21%, luka 6%, campak
dan diare masing-masing 5%.
Dalam rangka upaya peningkatan kesehatan masyarakat di Indonesia tenaga
kesehatan memiliki peran penting dalam hal ini. Pemberian pelayanan kesehatan dan edukasi
kesehatan menjadi dasar dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang turut berperan dalam upaya
peningkatan kesehatan. Peran perawat yang utama meliputi pelaksanan layanan keperawatan
(care provider), pengelola (manager), pendidik (educator), dan peneliti (researcher). Terkait
dengan peran perawat sebagai pendidik, perawat dituntut mampu untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan.
Melalui promosi kesehatan perawat dapat memberikan edukasi pada masyarakat secara luas
terkait dengan masalah kesehatan.
Hal ini patut kita cerna dan telaah. Oleh karena itu pada makalah ini kami akan
membahas peran perawat dan pemberi perawatan.

B. TUJUAN
1. Mampu memahami peran dan fungsi perawat.
2. Mendapatkan gambaran tentang pelaksanaan peran perawat dalam pelayanan kesehatan.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. DEFINISI PERAN
Peran merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap
seseorang sesuai kedudukannya dalam sistem, peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik
dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil. Peran adalah bentuk dari perilaku yang
diharapkan dari seseorang pada situasi sosial tertentu. (Kozier,1995:21)

B. PERAN DAN FUNGSI PERAWAT


Peran perawat merupakan tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap
seseorang sesuai dengan kedudukan dalam sistem, di mana dapat dipengaruhi oleh keadaan
sosial baik dari profesi perawat maupun dari luar profesi keperawatan yang bersifat konstan.
Peran perawat menurut konsorsium ilmu kesehatan tahun 1989 (Alimul, Hidayat
Aziz.2004.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta:Salemba
Medika) terdiri dari :
1. Peran sebagai Pemberi Asuhan Keperawatan
Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat dilakukan perawat dengan
memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui pemberian
pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses keperawatan sehingga dapat ditentukan
diagnosis keperawatan agar bisa direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai
dengan tingkat kebutuhan dasar manusia, kemudian dapat dievaluasi tingkat
perkembangannya. Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari yang sederhana sampai
dengan kompleks.
2. Peran Sebagai Advokat Klien
Peran ini dilakukan perawat dalam membantu klien dan keluarga dalam
menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain
khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada
pasien, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak- hak pasien yang meliputi
hak atas pelayanan sebaik- baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi,
hak untuk menentukan nasibnya sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat kelalaian.
3. Peran Edukator
Peran ini dilakukan dengan membantu klien dalam meningkatkan
tingkat pengetahuan kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan yang
diberikan, sehingga terjadi perubahan perilaku dari klien setelah
dilakukan pendidikan kesehatan.
4. Peran Koordinator
Peran ini dilakukan dengan mengarahkan, merencanakan serta mengorganisir
pelayanan kesehatan dari tim kesehatan sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat
terarah serta sesuai dengan kebutuhan klien.
5. Peran Kolaborator
Peran perawat di sini dilakukan karena perawat bekerja melalui tim kesehatan yang
terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi, dan lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi
pelayanan keperawatan yang diperlukan termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam
penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.
6. Peran Konsultan
Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi terhadap masalah atau tindakan
keperawatan yang tepat untuk diberikan. Peran ini dilakukan atas permintaan klien terhadap
informasi tentang tujuan pelayanan keperawatan yang diberikan.
7. Peran Pembaharu
Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan dengan mengadakan perencanaan,
kerjasama, perubahan yang sistematis dan terarah sesuai dengan metode pemberian
pelayanan keperawatan.
Selain peran menurut konsorium ilmu kesehatan, terdapat pembagian peran perawat
menurut hasil lokakarya keperawatan tahun 1983 yang membagi menjadi empat peran
diantaranya peran perawat sebagai pelaksana pelayanan kesehatan, peran perawat sebagai
pengelola pelayanan dan institusi keperawatan, peran perawat sebagai pendidik dalam
keperawatan serta peran perawat sebagai peneliti dan pengembang pelayanan keperawatan.
Dalam menjalankan peranannya perawat akan melaksanakan berbagai fungsi. Fungsi
merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan perannya. Fungsi dapat berubah
disesuaikan dengan keadaan yang ada.
Berikut adalah fungsi perawat :
1. Fungsi Independen
Fungsi independen merupakan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada orang lain, di
mana perawat dalam melaksanakan tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan
sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti
pemenuhan kebutuhan fisiologis ( pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemenuhan kebutuhan
cairan dan elektrolit, pemenuhan kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktivitas dan lain-
lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan kenyamanan, pemenuhan kebutuhan cinta dan
mencintai, pemenuhan kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.

2. Fungsi Dependen
Fungsi dependen merupakan fungsi perawat dalam melaksanakan kegiatannya atas
pesan atau intruksi dari perawat lain. Sehingga sebagai tindakan pelimpahan tugas yang
diberikan. Hal ini dilakukan oleh perawat spesialis kepada perawat umum, atau dari perawat
primer ke perawat pelaksana.

3. Fungsi Interdependen
Fungsi interdependen dilakukan dalam kelompok tim yang bersifat saling
ketergantungan diantara tim satu dengan sistem lainnya. Fungsi ini terjadi apabila bentuk
pelayanan membutuhkan kerjasama tim dalam pemberian pelayanan seperti dalam pemberian
asuhan keperawatan pada penderita yang mempunyai penyakit kompleks.
Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim perawat melainkan juga dari dokter ataupun
lainnya, seperti dokter dalam memberikan tindakan pengobatan bekerja sama dengan perawat
dalam pemantauan
reaksi obat yang diberikan.
BAB III
CONTOH APLIKASI PERAN

A. KASUS I : Peran Perawat sebagai Pemberi Asuhan Keperawatan


Pasien bernama Tn. Joko berusia 41 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dan
mengakibatkan patah tulang tertutup di bagian paha kanan dan dibawa ke RSUD Wonogiri.
Perawat Bunga melaksanakan asuhan keperawatan dengan melakukan tindakan medis berupa
pengkajian lokasi patah tulang dan intensitas nyeri untuk menentukan tindakan keperawatan
yang tepat, imobilisasi bagian yang sakit untuk mempertahankan posisi fungsional tulang,
selanjutnya tinggikan dan dukung ekstremitas yang terkena agar memperlancar arus balik
vena dan memberikan obat analgetik sesuai indikasi untuk mengurangi rasa nyeri serta
melakukan pembidaian.

Analisa :
Perawat Bunga telah menunjukan pelaksanaan peran perawat sebagai pemberi asuhan
keperawatan yakni dengan melakukan tindakan medis berupa :
1.Pengkajian lokasi patah tulang dan intensitas nyeri untuk menentukan tindakan
keperawatan yang tepat
2. Imobilisasi bagian yang sakit untuk mempertahankan posisi fungsionaltulang
3. Selanjutnya tinggikan dan dukung ekstremitas yang terkena agarmemperlancar arus balik
vena
4. Memberikan obat analgetik sesuai indikasi untuk mengurangi rasa nyeriserta melakukan
pembidaian.

Hal ini menunjukan bahwa perawat memperhatikan keadaan kebutuhan dasar pasien
yang dibutuhkan dengan memberikan pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses
keperawatan.
B. KASUS II : Peran Perawat sebagai Edukator
Di desa maju mundur suka, terdapat pasien terbanyak TB. Tim keperawatan
komunitas datang akan melakukan pengkajian terkait kondisi agregat penderita TB yang
demikian banyak. Pengkajian selain dilakukan pemeriksaan fisik juga dilakukan pemeriksaan
kondisi rumah. Banyak warga yang menginginkan secara pasti bagaimana pengobatan TB.
Akhirnya dilakukan penyuluhan tentang alur pengobatan TB dan segala aspek terkait.
Perawat tadi juga menjelaskan menjelaskan tentang system administrasi kesehatan mulai dari
asuransi kesehatan, jaminan kesehatan dari pemerintah. Dia juga memberikan kesempatan
bila warga perlu didampingi, akan didampingi, dan sewaktu waktu ada yang janggal dengan
system administrasi akan dibantu penuntasannya. Bila selama proses pengobatan baik di
puskesmas dan di rumah sakit tidak menunjukkan hasil yang kurang memuaskan, perawat
tadi akan memberikan solusi tentang sarana-sarana kesehatan beserta fasilitas yang ada sesuai
dengan kemampuannya. Hari hari selanjutnya berfokus pada pengkajian dan penggalian
masalah untuk meminimalkan masalah berlanjut seperti kondisi lingkungan rumah, sanitasi,
dan kebiasaan yang buruk seperti merokok. Setiap keluarga diberi solusi untuk memodifikasi
kondisi rumah semampunya dan hal hal yang bersifat segera seperti atap (penerangan),
jendela, jamban/pengairan. Proses keperawatan berlanjut sampai evaluasi.

Analisa :
Tim kesehatan komunitas menunjukan peran perawat sebagai edukator dengan
melakukan pengkajian dan penyuluhan terhadap warga dengan penyakit TB dengan tujuan
meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit TB mulai dari identifikasi sampai
dengan pengobatan sehingga terjadi perubahan perilaku masyarakat setelah dilakukan
pendidikan kesehatan.

C. KASUS III : Peran Perawat sebagai Kolaborator


Ketika perawat sedang menyiapkan pasien yang baru saja
didiagnosa diabetes pulang kerumah perawat dan dokter bersama-sama mengajarkan klien
dan keluarga bagaimana perawatan diabetes di rumah. Selain itu kolaborasi antara perawat
dengan dokter dapat terbentuk saat visit dokter terhadap pasien, di situ peran perawat adalah
memberikan data pasien meliputi TTV, anamnesa, serta keluhan- keluhan dari pasien
dan data penunjang seperti hasil laboratorium sehingga dokter dapat mendiagnosa secara
pasti mengenai penyakit pasien.
Analisa :
Perawat dan Dokter menunjukan peran kolaborator di mana datadata yang dimiliki
oleh perawat (data pasien meliputi TTV, anamnesa, serta keluhan- keluhan dari pasien dan
data penunjang seperti hasil laboratorium) adalah data penunjang yang menentukan tindakan
yang akan dilakukan oleh dokter.

D. KASUS IV : Peran Perawat sebagai Konsultor


Pasien Ando berusia 30 tahun dirawat di RS M.C.B dengan post operasi usus buntu
yang masih berbaring dan ditemani istrinya. Ando mengalami masalah pada luka operasinya
yaitu nyeri disekitar jahitan perutnya, Ando dan istrinya khawatir dengan keadaan tersebut
mereka takut akan terjadi infeksi yang menyebabkan penyakitnya bertambah
parah. Seorang perawat bernama Alex telah mengobservasi bahwa pasien Ando telah
mengonsumsi makanan- makanan yang pedas. Perawat Alex memberikan arahan kepada
pasien Ando dan istrinya untuk tidak mengonsumsi makanan pedas atau keras selama proses
penyembuhan dan menganjurkan pasien apabila mengalami nyeri kembali bisa melakukan
latihan nafas dalam untuk mengurangi rasa nyeri.

Analisa :
Perawat Alex telah menunjukan peran perawat sebagai konsultor di mana ia
memberikan konseling terhadap pasien Ando mengenai rasa nyeri yang dialaminya, perawat
Alex mengarahkan pasien untuk tidak mengonsumsi makanan yang pedas dan keras terlebih
dahulu selama proses penyembuhan. Tindakan Alex tersebut menunjukan peran perawat
sebagai konsultan.

E. KASUS V : Peran Perawat sebagai Advokat Klien


Pasien bernama Tn. K mengalami krepitasi kaki kanan akibat kecelakanaan lalu lintas
dan dirawat di RS KOLA. Perawat R memastikan bahwa pasien tidak memiliki alergi
terhadap obat. Atas saran dokter harus dilakukan tindakan amputasi. Di sini perawat harus
memberikan informasi tambahan dalam klien memutuskan tindakan yang terbaik baginya.
Perawat juga harus menjaga privasi pasien.
Analisa :
Dengan memastikan bahwa pasien tidak alergi pada obat tertentu, ini menunjukan
bahwa perawat melindungi pasien dari bahaya yang mungkin terjadi. Selain itu perawat R
juga memberikan informasi tambahan yang bisa menjadi dasar bagi pasien untuk menentukan
keputusan. Melindungi hak- hak pasien dan memberikan informasi terkait pengambilan
keputusan pasien merupakan tindakan nyata perawat sebagai advokat klien.

F. KASUS VI : Peran Perawat sebagai Koordinator


Perawat PM yang menjabat sebagai kepala ruang memiliki peran coordinator di mana
ia mengordinasi seluruh pelayanan keperawatan, mengatur tenaga keperawatan yang
bertugas, mengembangkan sistem pelayanan keperawatan, dan memberikan informasi tentang
hal-hal yang terkait dengan pelayanan keperawatan pada sarana kesehatan.

Analisa :
Perawat PM yang menjabat sebagai kepala ruang telah menunjukan peran perawat sebagai
coordinator dimana perawat PM telah melakukan :
1. Mengordinasi seluruh pelayanan keperawatan
2. Mengatur tenaga keperawatan yang bertugas
3. Mengembangkan sistem pelayanan keperawatan
4. Memberikan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan

keperawatan pada sarana kesehatan.


Tindakan–tindakan ini telah menunjukan peran perawat sebagai coordinator yang
mengarahkan, merencanakan, serta mengorganisir pelayanan kesehatan dari tim kesehatan
sehingga pemberian pelayanan kesehatan dapat terarah sesuai kebutuhan pasien.

G. KASUS VII : Peran Perawat sebagai Pembaharu


Seorang perawat mengadakan inovasi-inovasi dalam cara berpikir, bersikap,
bertingkah laku dan meningkatkan keterampilan klien atau keluarga agar menjadi sehat.

Analisa :
Mengadakan inovasi dalam cara berpikir,bersikap, bertingkah laku dan meningkatkan
keterampilan klien atau keluarga agar menjadi sehat telah menunjukan peran perawat sebagai
pembaharu di mana seorangperawat melakukan tindakan yang mencakup perencanaan, kerja
sama ,perubahan yang sistematis dalam berhubungan dengan klien dan cara
memberikan perawatan kepada klien.
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Perawat adalah tenaga kesehatan yang memiliki peran dalam pemberian pelayanan
kesehatan. Peran perawat diantaranya sebagai pemberi asuhan keperawatan, advokat klien,
edukator, koordinator, konsultan, kolaborator, dan pembaharu.

B. SARAN
Sebagai mahasiswa keperawatan kelak akan menjadi perawat professional. Dalam
melaksanakan tugasnya harus berdasarkan peran perawat itu sendiri. Semua bentuk peran
perawat harus diaplikasikan.
DAFTAR PUSTAKA
Alimul, Hidayat Aziz.2004.Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.
Jakarta:Salemba Medika
Iyawa,Chesar.Makalah Komunikasi Legalitas Dalam Pelayanan Kesehatan.30
November 2015.
Korzier dkk.2010. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Edisi 7. Jakarta:EGC
Purwiyunita dkk. Contoh Penerapan Peran Perawat. 30 November 2015.
Satya Putra,Adhies.Peran Perawat.30 November 2015.