Anda di halaman 1dari 5

DETERMINASI BATUAN METAMORF

1. Slate

1.Asal : Metamorfisme Shale dan Mudstone

2.Warna : Abu-abu, hitam, hijau, merah

3.Ukuran butir : Very fine grained

4.Struktur : Foliated (Slaty Cleavage)

5.Komposisi : Quartz, Muscovite, Illite

6.Derajat metamorfisme : Rendah

7.Ciri khas : Mudah membelah menjadi lembaran tipis

8.Genesa :Slate merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme


batuan sedimen Shale atau Mudstone (batulempung) pada temperatur dan suhu yang
rendah. Memiliki struktur foliasi (slaty cleavage) dan tersusun atas butir-butir yang sangat
halus (very fine grained).
2. Filit

1.Asal : Metamorfisme Shale

2.Warna : Merah, kehijauan

3.Ukuran butir : Halus

4.Stuktur : Foliated (Slaty-Schistose)

5.Komposisi : Mika, kuarsa

6.Derajat metamorfisme : Rendah – Intermediate

7.Ciri khas : Membelah mengikuti permukaan gelombang

8.Genesa :Merupakan batuan metamorf yang umumnya tersusun atas kuarsa, sericite mica
dan klorit. Terbentuk dari kelanjutan proses metamorfosisme dari Slate.
3. Gneiss

1.Asal : Metamorfisme regional siltstone, shale, granit

2.Warna : Abu-abu

3.Ukuran butir : Medium – Coarse grained

4.Struktur : Foliated (Gneissic)

5.Komposisi : Kuarsa, feldspar, amphibole, mika

6.Derajat metamorfisme : Tinggi

7.Ciri khas : Kuarsa dan feldspar nampak berselang-seling dengan lapisan tipis kaya
amphibole dan mika.

8.Genesa :Merupakan batuan yang terbentuk dari hasil metamorfosisme batuan beku dalam
temperatur dan tekanan yang tinggi. Dalam Gneiss dapat diperoleh rekristalisasi dan foliasi
dari kuarsa, feldspar, mika dan amphibole.
4. Sekis

1.Asal : Metamorfisme siltstone, shale, basalt

2.Warna : Hitam, hijau, ungu

3.Ukuran butir : Fine – Medium Coarse

4.Struktur : Foliated (Schistose)

5.Komposisi : Mika, grafit, hornblende

6.Derajat metamorfisme : Intermediate – Tinggi

7.Ciri khas : Foliasi yang kadang bergelombang, terkadang terdapat kristal garnet

8.Genesa : Schist (sekis) adalah batuan metamorf yang mengandung lapisan mika, grafit,
horndlende. Mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas
bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap.
5. Marmer

1.Asal : Metamorfisme batu gamping, dolostone

2.Warna : Bervariasi

3.Ukuran butir : Medium – Coarse Grained

4.Struktur : Non foliasi

5.Komposisi : Kalsit atau Dolomit

6.Derajat metamorfisme : Rendah – Tinggi

7.Ciri khas : Tekstur berupa butiran seperti gula, terkadang terdapat fosil, bereaksi dengan
HCl.

8.Genesa : Terbentuk ketika batu gamping mendapat tekanan dan panas sehingga mengalami
perubahan dan rekristalisasi kalsit. Utamanya tersusun dari kalsium karbonat. Marmer
bersifat padat, kompak dan tanpa foliasi.