Anda di halaman 1dari 3

Endapan residual yaitu endapan hasil pelapukan dimana proses pelapukan dan pengendapan terjadi di

tempat yang sama, dengan kata lain tanpa mengalami transportasi (baik dengan media air atau angin)
seperti endapan sedimen yang lainnya. Proses pelapukan (weathering) biasanya terjadi secara fisika dan
kimia.

Asal batuannya yaitu berupa batuan beku atau metamorf, mengalami pelapukan berupa penghancuran,
baik karena tekanan ataupun pelapukan alami (cuaca dan iklim) dan hancur berubah menjadi butiran-
butiran (grain). Butiran-butiran tersebut akan menumpuk dicekungan tepat dimana batuan asalnya. Lalu

mengalami proses sedimen yaitu kompaksi dan sedimentasi.

Endapan sedimen ini umumnya membawa endapan lain yaitu berupa bahan galian dalam bentuk unsur -
unsur kimia yangterkandung dalam mineral. Endapan-endapan mineral tersebut umumnya berbentuk
badan bijih. Badan bijih yang terkandung di dalam residual deposit yaitu badan bijih yang terbentuk
akibat perombakan batuan-batuan yang mengandung mineral bijih dengan kadar rendah, kemudian
mengalami pelapukan dan pelarutan serta pelindian, dan selanjutnya mengalami pengayaan relatif
hingga mencapai kadar yang ekonomis.

Proses utama yang terjadi adalah leaching (pelindian). Sebagai contoh endapan bauksit (hidrous alumina
oksida) yang terbentuk akibat pelindian silika-alkali pada batuan asal berupa nephelin-syenit. Contoh
lain adalah endapan nikel laterit (residu) akibat pelindian (leaching) batuan beku peridotit dan diikuti
oleh proses pengkayaan supergen.

3. Endapan Sedimen Placer Residual

Endapan ini terbentuk di atas batuan asal. Akibat penguraian dan penghancuran secara mekanis. Batuan
asal mengalami perombakan. Ukuran butir yang lebih kecil atau halus. Fragmen yang relatif lebih ringan
dan mudah larut akan tertransportasi. Konsentrasi mineral berat morfologi atau topografi yang relatif
datar. Pada topografi miring terjadi perpindahan konsentrasi mineral berat (residual) dan endapan
eluvial (collovial).

Endapan Residual (Placer) terjadi karena :

Pelapukan mekanis dan kimiawi,

Mengalami pelindian (leaching),

Konsentrasi (residual maupun supergene enrichment).

4. Contoh Endapan Residual

Salah satu contoh dari endapan residual yaitu endapanLateritik yang

meliputi dua endapan penting yaitu :

A. Endapan Nikel Laterit

Nikel laterit merupakan sumber bahan tambang yang sangat penting, menyumbang terhadap 40% dari
produksi nikel dunia. Endapan nikel laterit terbentuk dari hasil pelapukan yang dalam dari batuan induk
dari jenis ultrabasa. Umumnya terbentuk pada iklim tropis sampai sub-tropis. Saat ini kebanyakan nikel
laterit memang terbentuk di daerah ekuator. Negara penghasil nikel laterit di dunia diantaranya New
Caledonia, Kuba, Philippines, Indonesia, Columbia, dan Australia.

Istilah "laterite" bisa diartikan sebagai endapan yang kaya akan iron-oxide, miskin unsur silica, dan
secara intensif ditemukan pada endapan lapukan di iklim tropis. Ada juga yang mengartikan nikel laterit
sebagai endapan lapukan yang mengandung nikel dan secara ekonomis dapat di tambang. Batuan induk
dari endapan Nikel Laterit adalah batuan ultrabasa, umumnya harzburgite (peridotite yang kaya akan
unsur ortopiroksen), dunite, dan jenis peridotite yang lain. Profil Endapan Nikel Laterit (Gambar),
Sedikitnya ditemukan komponen (horizontal) utama (dari bawah ke atas) :

a. Protolith

1). Merupakan dasar (bagian terbawah) dari penampang vertikal.

2). Merupakan batuan asal yang berupa batuan ultramafic (harzburgite, peridotit, atau dunit).

3). Nikel terdapat (muncul) bersama-sama dengan struktur mineral silikat dari magnesium-rich olivin
atau sebagai hasil alterasi serpentinisasi).

4). Olivin tidak stabil pada pelapukan kimiawi “amorphous ferric hydroxides”, minor amorphous sili dan
beberapa unsur tidak mobile lainnya.

b. Saprolith

1). Fragmen-fragmen batuan asal masih ada, tetapi mineral-mineralnya pada umumnya sudah terubah.

2). Batas antara zona saprolite dan protolith pada umumnya irregular dan bergradasi.

3). Pada beberapa endapan nikel laterit, zona ini dicirikan dengan keberadaan pelapukan mengulit
bawang (spheroidal weathering).

4). Dengan berkembangnya proses pelapukan, unsur Mg di dalam protholith umumnya terlindikan
(leached), dan silika sebagian terbawa

oleh air tanah.

c. Limonit

Bagian yang kaya dengan oksida besi akibat dari proses pembentukan zona saprolite (oksida besi
dominan pada bagian atas dari zona saprolite) à horizon limonit.

d. Tudung besi (erriginous duricrust, cuirasse, canga, ferricrete atau laterit residu)

Suatu lapisan dengan konsentrasi besi yang cukup tinggi, melindungi lapisan endapan laterit di
bawahnya terhadap erosi.

B. Endapan Bauksit Laterit

Merupakan endapan residual tetapi sebagian ada yang berupa endapan koluvial dan aluvial. Terbentuk
melalui proses pelapukan batuan aluminosilikat, pada kondisi subtropis hingga tropis. Jumlahnya
mencapai 90% sumberdaya bauksit dunia. Bauksit laterit pada masa lampau terbentuk pada permukaan
datar. Ditemukan sebagai bagian dari dataran tinggi pada

masa kini.