Anda di halaman 1dari 3

Job Sheet Kode :

PEMBONGKARAN,
Waktu : 8 JP
PENGUJIAN DAN PERAKITAN
CHASIS Hari/Tgl : Kamis/17 mei 2018
SISTEM REM

A. Tujuan
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, mahasiswa dapat:
1. Menjelaskan prinsip kerja sistem rem.
2. Menjelaskan konstruksi, nama komponen, serta material sistem rem
beserta fungsinya.
3. Menjelaskan prosedur pembongkaran, perakitan, dan pengujian sistem rem
serta prosedur perbaikan pipa rem
4. Membongkar, merakit dan menguji sistem rem serta dapat memperbaiki
pipa rem
5. Membongkar, merakit dan menguji sistem rem tromol
6. Membongkar, merakit dan menguji sistem rem cakram
7. Membongkar, merakit dan menguji sistem rem parkir / rem tangan
8. Membliding udara dari sistem rem

B. Alat dan Bahan


 1 unit engine stand / kendaraan
 Kunci sock, kunci momen
 Minyak rem
 Slang plastik bening
 Botol penampung
 Dongkrak
 Amplas
 Jangka sorong
 Gemuk atau grease
 Jack stand
 Lap/majun
 Tool box

C. Langkah Kerja
1. Mempersiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat, efektif dan
efisien.
2. Melakukan pelepasan, pemeriksaan, pengujian dan penggantian komponen
sistem rem.
 Membongkar, merakit dan menguji sistem rem serta dapat memperbaiki
pipa rem.
 Membongkar, merakit dan menguji sistem rem tromol
 Membongkar, merakit dan menguji sistem rem cakram
 Membongkar, merakit dan menguji sistem rem parkir / rem tangan
 Membliding udara dari sistem rem
 Mengoverhaul master cylinder
Job Sheet Kode :
PEMBONGKARAN,
Waktu : 8 JP
PENGUJIAN DAN PERAKITAN
CHASIS Hari/Tgl : Kamis/17 mei 2018
SISTEM REM

 Mengoverhaul wheel cylinder


3. Membuat catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas
4. Memperhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh instruktur
5. Membereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti
semula setelah praktikum selesai

D. Data Hasil Praktikum


 Rem Tromol Roda Belakang (Kanan)
1. Mengukur ketebalan kanvas rem (limit 1.0 mm)
Hasil pemeriksaan : 2.90 mm (kanvas rem 1) dan 4,00 mm (kanvas rem
2)
Kesimpulan : ketebalan kanvas rem tromol lebih besar dari limit
berarti masih dapat digunakan.
2. Mengukur diameter dalam tromol
Hasil pemeriksaan : 225 mm
Kesimpulan : dari hasil pengukuran didapat diameter tromol
adalah 22,5 mm dan terdapat goresan atau lecet
pemakaian dan har us di ganti.
 Rem Tromol Roda Belakang (Kiri)
1. Mengukur ketebalan kanvas rem (limit 1.0 mm)
Hasil pemeriksaan : 6.20 mm (kanvas rem 1) dan 6,90 mm (kanvas rem
2)
Kesimpulan : ketebalan kanvas rem tromol lebih besar dari limit
atau batas minimal ketebalan yang diizinkan, yang
artinya kanvas rem tromol masih dapat digunakan.
2. Mengukur diameter dalam tromol
Hasil pemeriksaan : 226 mm
Kesimpulan : dari hasil pengukuran didapat diameter tromol
adalah 22,6 mm dan terdapat banyak goresan atau
lecet dan tromol pecah perlu dilakukan pergantian
agar aman di gunakan.
 Rem Cakram Roda Depan (Kanan)
1. Mengukur ketebalan dan keausan Pad rem (limit 1.0 mm)
Ketebalan : 7.5 mm (bagian luar) dan 3,95 mm (bagian dalam)
Keausan : tidak merata
Kesimpulan : ketebalan pad rem berada diatas ketebalan minimal
yang diizinkan (limit) artinya masih baik, namun
terdapat keausan yang tidak merata pada
permukaan pad rem.
2. Mengukur ketebalan rotor piringan (cakram)
Job Sheet Kode :
PEMBONGKARAN,
Waktu : 8 JP
PENGUJIAN DAN PERAKITAN
CHASIS Hari/Tgl : Kamis/17 mei 2018
SISTEM REM

Hasil pemeriksaan : 17.2 mm dan 15 mm


Kesimpulan : dari hasil pemeriksaan diatas dapat disimpulkan
bahwa terdapat keausan yang tidak merata pada
rotor piringan (cakram) karena terdapat perbedaan
pada ketebalannya
 Rem Cakram Roda Depan (Kiri)
1. Mengukur ketebalan dan keausan Pad rem (limit 1.0 mm)
Ketebalan : 12.2 mm (pad 1) dan 11.4 mm (pad 2)
Keausan : tidak merata
Kesimpulan : ketebalan pad rem berada diatas ketebalan minimal
yang diizinkan (limit) artinya masih baik, namun
terdapat keausan yang tidak merata pada
permukaan pad rem.
2. Mengukur ketebalan rotor piringan (cakram)
Hasil pemeriksaan : 5,30 mm dan 12.2 mm
Kesimpulan : dari hasil pemeriksaan diatas dapat disimpulkan
bahwa terdapat keausan yang tidak merata pada
rotor piringan (cakram) karena terdapat perbedaan
pada ketebalannya