Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHLUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan sehari-hari pada umumnya dalam proses menyelesaikan

pekerjaan banyak memerlukan tenaga dalam hal ini pengangkatan benda dari

satu tempat ke tempat yang lain. Tidak menjadi suatu masalah apa bila benda

yang akan dipindahkan memiliki bobot yang tergolong ringan sehingga kita bisa

mengangkat dengan tangan manual. Akan tetapi jika benda tersebut memiliki

berat lebih dari 7 kg mungkin kita merasa sukar untuk mengangkat apalagi

memindahkan, dengan adanya alat bantu pengangkat benda sangat perlu untuk

meringankan pekerjaan tersebut. Alat angkat memiliki peranan yang sangat

penting pada bidang teknik, khususnya untuk memindahkan material dari suatu

tempat ke tempat yang lain. Tanpa menggunakan alat angkat, maka pekerjaan

untuk memindahkan material tersebut akan menjadi lebih susah dan akan

menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Berdasarkan manfaat pengunaan alat angkat tersebut maka, penulis ingin

menganalisa tentang mekanika kekuatan material dari alat angkat yang akan di

desain dan di buat untuk memastikan alat ini memiliki batas kekuatan yang dapat

di terima dan aman serta sesuai dengan nilai ekonomis dan estetika dengan

menggunakan aplikasi software comsol multiphisycs.alasan penulis memilih

aplikasi ini di karenakan aplikasi ini adalah software terbaru yang di ciptakan
untuk keperluan analisa struktur dan bentuk dari objek dengan alat ini kita bias

melihat bentuk rangka setelah di berikan beban dan dn dapat melihat bagian

terbesar hingga terkecil di setiap bagian yang menerima beban dengan orientasi

warna dan nilai pembebanan, aplikasi ini dalam melakukan running yang tidak

memakan banyak waktu bila di bandingkan dengan aplikasi software analisis

yang lain. Sehingga dalam hal ini, penulis memilih judul: ” Perancangan Dan

Pembutan Crane Portable Lipat, (500 kg).

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan permasalahan pada tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

a. Bagai mana cara mendesain alat angkat portable dan lipat dengan kapasitas

angkat 200 kg.

b. Material apa yang akan di gunakan untuk membuat alat angkat yang sesuai

standar kekuatan beban 200 kg.

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian pada tugas akhir ini adalah:

a. Untuk mendesain alat angkat portable dan lipat dengan kapasitas 500 kg.

b. Untuk mengetahui kekuatan material alat angkat yang sesuai standar

kekuatan beban 500 kg.


1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitiaan pada tugas akhir ini adalah:


a. Agar dapat mendesain alat angkat portable dan lipat kapasitas 500 kg.
b. Untuk mengetahui distribusi beban pada rangka crane.

1.5 Batasan Masalah

Batasan masalah pada peneltian ini adalah sebagai berikut:


a. Pada penelitian ini beban yang di gunakan 500 kg.
b. Menganalisis beban dan regangan pada setiap rangka konstruksi crane.
c. Penelitian ini menggunakan aplikasi software COMSOL multiphysics.
d. Ukuran yang di gunakan pada alat angkat portable dan lipat ini memiliki
tinggi 1000 mm, Dn lebar 1500 mm.

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan pada penelitian tugas akhir ini adalah sebagai
berikut:

BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.
BAB II: TIJAUAN PUSTAKA
Pada bab ini penulis menguraikan tentang andasan teori tentang alat
angat atau mesin pengangkat bahan, bagia-bagian alat angkat kapasitas 200
kg, alikasi COMSOL multiphysics.
BAB III: METODE PENELITIAN
Bab metode penulisan ini berisi tentang waktu dan tempat pelaksanaan
tugas akhir ini, alat dan bahan, bagan alir langkah-langkah analisa dengan
menggunakan aplikasi COMSOL Multiphysics, gambar alat angkat kapasitas
200 kg
BA IV : PEMBAHASAN
Pada bab ini, berisi tentang analisa alat angkat kapasitas 200 kg de
ngan menggunakan aplikasi comsol multiphysics.
BAB V: PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran berdasarkan hasil
pembahasan yang di buat.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang seluruh daftar literature yang di gunakan pada
penulisan tugas akhir ini.
LAMPIRAN
Berisi tentang lampiran data-data yang di butuhkan dalam analisa pada
bagian-bagian alat angkat ini yang berupa modulus penampang, sifat mekanis
bahan dan lain-lain
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pustaka Terdahulu

Perancangan khususnya mengenai alat angkat ini telah di lakukan oleh


beberapa peneliti sebelumnya. Setiawan et al.(2014), membuat perancangan
portable crane dengan kapasitas angkat maksimal 500 kg. pada penelitian ini di
buat sebuah alat angkat yang memiliki spesifikasi yaitu menggunakan kait yang
dapat berputar (swivel hook) yang menggunakan mbantalan bola yang di
lengkapi dengan jepit pengaman beban kerja 800 kg dari catalog Brierley Lifting
Tackle. Untuk menggerakan lengan (boom), digunakan dongkrak hidrolik
(hydrolic long raam jack) tipe D51010 dari US jack, dengan kapasitas angkat 3
ton dan panjang 413,23 mm. roda untuk menggerakan alat ini di pilih dari
TENTE. Untuk pilihan roda depan, di gunakan tipe whell EAN 4031582070354
dan untuk roda belakang di pilih jenis swivel caster EAN 4031582304787.
Material untuk alat ini adalah baja paduan (alloy steel) yang mempunyai
kekuatan luluh (yield strength) sebesar 620.422 N/mm2.

Analisa alat angkat juga perna sebelumnya di lakukan dengan


menggunakan solidwork dan software msc. Visualnastran desktop 2004 oleh
(fadly a.k.n). dalam analisa perhitungan dan simulasi tegangan yang terjadi pada
twist look rubber tired gantry crane (RTGC) menggunakan aplikasi visual
nastran desktop 2004. Pada penelitian ini digunakan software solid work 2007
sebagai aplikasi yang mendesain objek yang akan di analisa dan mengimport
gamabar solidwork kedalam aplikasi visual nastran desktop 2004 untuk di
simulasikan.

2.2 Teori Dasar

2.2.1 alat pemindah bahan

Alat pemindah bahan merupakan salah satu peralatan atau mesin yang
di gunakan untuk memindahkan muatan di lokasi pabrik, konstruksi,
laboratorium permesinan, tempat penyimpanan, pembongkaran muatan dan
sebagainya.
1. Pesawat pengangkat
Pesawat pengangkat di maksud untuk memngangkat dan
memindahkan barang dari satu tempat ketempat yang lain yang jangkauannya
relative terbatas. Contohnya,crane, elevator, excalator, lift, dan lain-lain.

2. Pesawat pengangkut
Pesawat pengangkut dapat memindahkan muatan secara
berkesinambungan tanpa berhenti dan dapat mengangkut muatan dengan
jarak yang relative jauh. Contohnya, conveyor.

Karena yang akan di analisa adalah alat angkat atau alat pengangkat
maka pembahasan teorinya lebih di titik beratkan kepesawat pangangkat.

2.2.2 klasifikasi peswat angkat


menurut dasar rancangannya pesawat angkat dapat di klasifikasikan atas
tiga jenis yaitu:
a. mesin pengangkat (hoisting machine), yaitu mesin yang bekerja
secara periodic yang di gunakan untuk mengangkat dan
mindahakan beban.
b. Crane, yaitu kom binasi mesin pengangkat dan rangka yang
bekerja secara bersama-sama untuk mengangkat dan
memindahakan beban.
c. Elevator, yaitu kelompok mesin yang bekerja secara periodic
untuk mengangkat beban pada jalur padu tertentu.

2.2.3 dasar-dasar pemilihan pasawat angkat


dalam pemilihan pesawat angkat perlu di perhatikan beberapa factor
antaralain:
1. jenis dan ukuran dari beban yang akan di angkat, misalanya untuk beban
terpadu; ukuran gumpalan, kemungkinan lengket, sifar-sifar kimia, sifat
mudah remuk dan sebagainya.
2. Kapasitas perjam. Crane jembatan dan truk dapat bekerja atau beroperasi
secara optimal jika mempunyai kapasitas angkat dan kecepatan yang cukup
tinggi dalam kondisi kerja yang berat.
3. Arah dan panjang lintasan. Beberapa jenis alat angkat dapat mengangkat
beban secara vertical dan arah horizontal. Panjang jarak lintasan, lokasi
dari tempat pengambilan muatan dan juga sangat penting dalam pemilihan
pesawat angkat yang tepat.
4. Metode penumpukan muatan. Beberapa jenis dapat memuat dan
membongkar muatan secara mekanis sedangkan yang lainnya
membutuhkan alat tambahan yang khusus dan bantuan operator.
5. Kondisi local yang spesifik termasuk luas dan bentuk lokasi, jenis dan
rancangan gedung. Debu, keadaan lingkungan sekitarnya, dan sebagainya.
(muh.in A syamir: 1990).

2.3 Komponen-Komponen Utama Alat Angkat


Salah satu contoh alat angkat kapasitas 500 kg yaitu yang ada pada
laboratorium teknologi mekanik teknik mesin Universitas Halu Oleo dapat di
lihat pada gambar 2.1 alat angkat kapasitas 500 kg dan bagiannya.

Gambar 2.1 alat angkat kapasitas 500 kg dan bagianya


2.3.1 Kolom Baja (frame)
Struktur rangka kaku (rigid frame) adalah struktur yang terdiri dari
elemen-elemen linear, umumnya balok dan kolom yang saling di hubungkan
ujung-ujungnya oleh joint (titik hubung) yang dapat mencegah rotasi relative
diantara element struktur yang di hubungkan. Dengan demikian elemen-elemen
struktur itu menerus pada titik hubung tersebut. Seperti halnya pada balok
menerus, struktur rangka kaku adalah statis tak tentu.
Pada frame, titik hubung dapat cukup kaku sehingga memungkinkan
kemampuan untuk memikul beban lateral pada rangka. Cara yang sangat
berguna dalam memahami perilaku struktur rangka. Sederhana adalah dengan
membandingkan perilakunya terhadap beban dengan struktur post-and-beam,
dimana perilaku kedua-duanya berbeda dalam hal titik hubung yaitu titik
hubung ini bersifat kaku pada rangka dan tidak kaku pada struktur post-and-
beam.

Gambar 2.2a.Struktur Post-and-Beam Gambar2.2b. Struktur Rangka Kaku

Pada gambar 2a, sudut yang di bentuk antara kolom dan balok dapat
berubah menurut besarnya beban lateral yang di kenakan sehiingga tidak stabil.
Seangka pada gambar 2b, meskipun dibebani secara lateral maka sudut antara
garis singgung ujung kolom tetap konstan.

Pada pembebanan secara lateral misalnya, strktur pos-and-beam dapat


runtuh denga tiba-tiba. Struktur rangka (frame) adalah struktur yang stabil
meskipun dibebani lateral. Ujung balok dapat menahan kolom dari berotasi
secara bebas karena titik hubungnya bersfar kaku.

Selain itu, apabila di bebani secara vertical seperti pada gambar 2a dan
2b berikut, untuk struktur post-and-beam, sudut yang di bentuk antara kolom
dan garis singgung ujung balok berubah sesuai dengan besar beban. Sedangkan
pada struktur rangka, titik hubung antara balok dan kolom berotasi sebagai satu
kesatuan.

Gambar 2.3a Gambar 2.3b


Gaya vertikal pada struktur post-and-beam Gaya vertikal pada rangka kaku

Kolom pada rangka dapat mengurangi rotasi pada balok, hal ini berarti
adanya lengkungan di tengah bentang elemen horizontal pada rangka. Kolom
mempunyai kecenderungan menahan putaran sudt ujung balok dimana
kecenderungan ini menyebabkan berkurangnya defleksi pada bentang
balok.dalam perhitungan kekuatan kolom baja dapat du gunakan formula
sebagai berikut:
a. Untuk menetukan tegangan pada kolom baja dapat du gunakan rumus
tegangan sebagai berikut:
F
𝜎=
A
Dimana: σ= tegangan (N/cm )2

F= Gaya tekan akibat pembebanan (N)


A= luas bidang tekan pada profil (cm2)
b. Untuk menetukan pemendekan (∆L) pada kolom baja.
Untuk menetukan pemendekan pada kolom baja dapat di gunakan
formula:
F. L
∆𝐿 =
A. E
Dimana: F= Gaya tekan akibat pembebanan (N)
L= panjang awal rangka (cm)
A= luas bidang tekan pada profil baja (cm2)
E= modulus elastic baja (200 Gpa (200x105 N/cm2))
c. Menetukan regangan.
Menentukan regangan pada rangka alat angkat dapat di gunkan
formula sebagai berikut:
∆L
∈=
L
Dimana: ϵ= regangan (%)
∆L= pemendekan akibat pembebanan (cm)
L= panjang mula-mula(cm)

d. Hubungan antara tegangan dan regangan.


Secara umum hubungan antara tegangan dan regangandapat dilihat
pada diagram berikut ini:

Keterangan:
A : Batas Proporsional
B : Batas Elastis
C : Titik Mulur
D : Teganga Luluh, 𝜎𝑌
E : Tegangan Tarik Maksimum 𝜎𝑈
F : Tegangan Putus

Gambar 2.4. Diagram Tegangan Regangan

Diagram tegangan regangan pada gambar 2.4, terdapat daerah kerja


sebagai berikut:
1. Derah elastic, mesrupakan daerah yang di gunakan dalam desain
konstruksi mesin.
2. Daerah plastis, merupakan daerah yang di gunakan untuk proses
pembentukan material.

Dalam desain komponen mesin yang membuuhkan kondisi konstruksi yang


kuat dan kaku, maka perlu di pertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

a. Daerah kerja, daerah elastic atau daerah kerja konstruksi mesin.


b. Beban yang terjadi atau tegangan kerja yang timbul harus lebih kecil
dari tegangan yang diizinkan.
c. Konstruksi harus kuat dan kaku, sehingga di perlukan deformasi yang
elastic yaitu kemampuan material untuk kembai kebentuk semula jika
beban di lepaskan.
d. Perlu safety factor (SF) atau factor keamanan sesuai dengan kondisi
kerja dan jenis material yang di gunakan.

Factor keamanan dalam hal ini dapat si sefenisiskan sebagai berikut:


1. Merupakan perbandingan antara tegangan maksimum dan tegangan
kerja actual atau tenaga kerja izin.
2. Merupakan berbandingan tegangan luluh dengan tegangan kerja atau
tegangan izin.
3. Merupakan perbandingan tegangan ultimate dengan tegangan kerja atau
tegangan izin.

Dalam desain konstruksi mesin, besarnya angka keamanan harus lebih


besar dari 1 (satu). Factor keamanan di berikan agar desain konstruksi dan
komponen mesin dengan tujuan agar desain tersebut mempunyai ketahanan
terhadap beban yang di terima.semakain besar kemungkinan adanya
kerusaka komponen mesin,maka angka keamaman di ambil lebih besar.
Angka keamanan beberapa material dengan berbagai beban dapat di lihat
pada table 2.1.
Table 2.1 nilai tegangan putus minimum baja struktur (amon,dkk 1996)

2.3.2 kait beban (hook)


kait yang umum di gunakan pada proses pengangkatan dan
penurunan beban adalah jenis kait tunggal dan kait ganda. Secara
fisik, pada ujung tangkai kait, baik kait tunggal maupun kait ganda,
terdapat ulir yang di gunakan untuk mengikat bantalan aksial agar
kait tersebut dapat dengan leluasa berputar. Kait beban yang di
gunakan pada alat angkat ini memiliki kapasitas pengangkatan 3 ton,
sehingga aman dalam mengangkat beban yang di tuntut pada
kapasitas alat secara umum yang hanya memiliki batas 500 kg.
2.3.3 katrol/takel
jenis katrol yang umum di gunakan dalam proses pemindahan
bahan ini adalah jenis planetary geared hoist (alat angkat dengan
roda gigi planet). Pada jenis ini di gunakan perbandingan reduksi
transmisi hungga tiga tingkat untuk memperoleh gaya tarik rantai
yang lebih ringan bagi sang operator jika di bandingkan dengan
besar beban sesungguhnya. Takel yang di gunakan pada alat angkat
memiliki kapasitas 3 ton.
2.3.4 sambungan rantai
sambungan rantai ini di gunakan pada rantai penarik dan rantai
beban pada alat angkat ini. Rantai ini akan mengait gerigi pada
pulley sehingga dapat memutar pulley tersebut sehingga mirip
dengan peranan tali penarik atau tali beban pada sebuah pulley biasa.
Sambungan rantai juga perlu di perhitungkan kekuatannya agar alat
angkat dapat berfungsi dengan baikdan aman bagi operatornya.
Akan tetapi dari jenis ini juga memiliki daya angkat atau kapasitas 3
ton sehinnga dapat di katakan aman pada penggunaannya untuk
mengangkat beban 500 kg.
secara umum, bentuk samabungan rantai ini dapat di lihat pada
gambar 2.5 sambungan rantai.

Gambar 2.5. Sambungan Rantai

2.3.5 roda penumpu kolom baja


jenis roda yang di gunakan pada alat angkat ini adalah tipe
ZS20-S20 yang memiliki kapasitas angkat 2 ton setiap rodanya.
Roda ini berfungsi sebagai komponen penunjang penggerak alat
angkat dalam arah horizontal diatas permukaan lantai. Roda juga
menahan beban yang diterima oleh struktur rangka dan perlu
memiliki kekuatan yang memadai untuk keperluan tersebut. Secara
umum bentuk roda dapat dilihat pada gambar 2.6 roda penumpu.

Gambar 2.6. Roda Penumpu


Beban yang diterima oleh struktur rangka alat ini akan terbagi
menjadi empat bagian dan sesuai dengan jumlah rodayang akan di
gunakan sebagai penumpu.

2.4 perancanagn teknik dan simulasi pemodelan.


2.4.1 perancangan teknik
perancangan (desain) menurut accreditation board for engineearingand
technology (ABET), perencanaan teknik (engineearing design) adalah
proses menyintesa system, komponen atau proses untuk memenuhi harapan
yang di inginkan. Ini adalah proses pembentukan keputusan (sweringkali
interative) dengan menerapkan ilmu-ilmu dasar matematika, dan ilmu teknik
dengan mengubah sumber daya secara optimal untuk mencapai tujuan yang di
kehendaki. Elemen dasar perencanaan adalah menetukan tujuan, dan criteria,
sitesis, analisis, konstruksi, uji dan avaluasi. (zainuri:2008)
2.4.2 simulasi dan pemodelan
Simulasi adalah peniruan operasi, menurut waktu, sebuah proses atau
system dunia nyata. Dapat di lakukan secara manual maupun dengan bantuan
computer. Menyertakan pebentukan data dan sejara buatan dari sebuah system,
pengamatan data dan sejarah, dan kesimpulan yang terkait dengan karakteristik
system-sistem. Untuk mempelajari sebuah system, biasanya kita harus
membuat asumsi-asumsi tentang operasi system tersebut. Asumsi-asumsi
membentuk sebuah model yang akan di gunakan untuk memahami sifat
/perilaku sebuah system. Solusi analitik: jika keterkaitan (relationship) model
cukup sederhana, sehingga memungkinakan penggunaan metode matematis
untuk memperoleh informasi eksak dari system langkah riil simulasi
mengembangkan sebuah model simulasi dan mengevaluasi model,biasanya
dengan menggunakan computer, untuk mengestimasi karakteristik yang di
harapkan dari model tersebut.
Model simulasi adalah suatu representasi sederhana dari sebuah
system (atau proses atau teori), bukan system itu sendiri. Model-model tidak
harus memiliki seluruh atribut mereka di sederhanakan, di control,
digeneralisasi, atau di idealkan. Untuk sebuah model yang akan di gunakan,
seluruh sifat-sifat relevantnya harus ditetapkan dalam suatu cara yang praktis,
dinyatakan dalam suatu set deksripsi terbatas yang masuk akal (reasonably).
Sebuah model harus di validasi. Stelah di validasi, sebuah model dapat di
gunakan untuk menyelidiki dan memprediksi perilaku-perilaku (sifat) sestem,
atau menjawab “whatif questions” untuk mempertajam pemahaman, pelatihan,
prediksi, dan evaluasi alternative.

Adapum tujuan simulasi yaitu:


a. mempelajari interaksi internal (sub)-sistem yang kompleks.
b. Mengamati sifat model dan hasil keluaran akibat perubahan lingkungan
luar atau variable internal.
c. Meningkatkan kinerja system melalui pembangunan/pembentukan model.
Eksperimen desain dan aturan baru sebelum diimplementasikan.
d. Memahami dan memverivikasi solusi analitik.
e. Mengidentivikasi dan menetapkan persnyaratan-persyaran.
f. Alat bantu pelatihan dan pembelajaran dengan biaya lebih rendah
g. Visualisasi operasi melalui animasi
h. Masalahnya sulit, memakan waktu, atau tidak mungkin diselesaikan melalui
metode analitik atau nimerik konvensional.
(law Law &kelton, et.al:1999).

2.5 pengenalan aplikasi comsol multiphysics.

2.5.1 pengertian dan fungsi aplikasi comsol miltiphysics

COMSOL multiphysics adalah aplikasi software computer untuk


keperluan umum, berdasarkan netode numeric canggih, untuk pemodelan dan
simulasi masalah fisika. Dengan comsol multiphysics, kita akan dapat
menjelaskan penggabungan atau fenomena fisika yang kompleks. Aplikasi ini
dapat melakukan simulasi untuk listrik, mekanik, aliran fluida, dan aplikasi
kimia. Aplikasi ini juga menghubungkan simulasi dan komputasi teknis ,CAD,
dan perangkat lunak ECAD.

Dengan menggunakan COMSOL Multiphysics memungkinkan kita dengan


bentuk signifikan dari fungsi pemodelan fisika. Dengan menambahkan modul
aplikasi-spesifik, kekuatan pemodelan, Terkhusus peralatan untuk listrik,
mekanik, aliran fluida, dan aplikasi kimia. COMSOL multiphysics termasuk
satu set aplikasi fisika inti untuk area aplikasi fisika umum seperti analisis
structural, aliran laminar, akustik tekanan, trnaspotasi spesies diencerkan,
elektrostatika, arus listrik, perpindahan panas, dan pemanasan joule. Untuk
lebih jelas tentang aplikasi comsol perhatikan gambar 2.7 gambar tampilan
awal aplikasi comsol multiphysics
Gambar 2.7. Gambar tampilan awal aplikasi comsol multiphisics

Pada gabar 2.7 dapat di lihat bagian-bagian dari tampilan awal pada saat kita
membuka aplikasi comsol multiphysics dengan bagian dan fungsinya secara
umum sebagai berikut:

1. Quick acces toolbar, di gunakan untuk akses kefungsi seperti membuka


file/save, undo/redo, copy/patse, dan menghapus.
2. Model builder toolbar, memiliki tombol dan daftar drop-down untuk
mengendalikan semuah langkah dari proses modeling.
3. Modeling tree, atau pohon model memberikan gambaran model dan
semua fungsi dan operasi yang di perlukan untuk membangun dan
memecahkan model serta pengolahan hasil.
4. Toolbar information windows, ialah jendela informasi akan menampilkan
informasi penting model selama simulasi, seperti waktu solusi, kemajuan
solusi, statistic mesh,dan bila tersedia hasil table.
5. Model buider window, jendela model builder dengan model pohon dan
tombil toolbar yang terkait memberikan anda gambaran model. Proses
pemodelan dapat di kendalikan dari menu konteks-sensitif diakses dengan
mengkilk kana node.
6. Plot window ini adalah jendela utama untuk memasukkan semua
spesifikasi model termasuk dimensi geometri, sifat bahan, kondisi batas
dan kondisi awal, dan informasi penting lainnya saat melakukan simulasi.
Gambar 2.8 menunjukkan jendela pengaturan untuk geometri.
Plot window ini adalah jenis jendela untuk output grafis. Selain
jendela Graphics, plot jendela di gunakan untuk hasil visualisasi. Beberapa
jendela plot dapat di gunakan untuk menampilkan beberapa hasil secara
bersamaan. Sebuah kasus khusus adalah Konvergensi plot jendela, di
hasilkan secara otomatis plot jendela yang menampilkan identifikasi grafis
dari konvergensi proses solusi sementara model sedang berjalan. Informasi
windows ini adalah jendela informasi nongrafis.
Information windows ialah kolom informasi yang berisikan:
1. Massagge berisikan berbgai informasi tentang peristiwa sesi COMSOL
saat ini ditampilkan dalam jendela ini.
2. Prores: kemajuan informasi dari solver selain untuk berhenti tombol.
3. Log: informasi dari solver seperti jumlah derajat kebebasan, waktu solusi
dan data interasi solver.
4. Table: data numeric dalam format table sebagai mana di defenisikan
dalam cabang hasil.
5. External process: Menyediakan panel control untuk cluster, awan dan bets
pekerjaan. Otherwindows atau windows lainnya.
6. Add material and material browser: akses perpustakaan property material.
Browser bahan memungkinkan editing sifat material.
7. Selection list: daftar geometri objek, domain, batas-batas, tepid an poin
yang saat ini tersedia untuk seleksi.

2.4.2 langkah-langkah dalam menganalisa kelelahan pada material suatu objek


menggunakan aplikasi comsol.

Berikut ini akan di jelaskan langkah-langkah dalam menganalisa objek


dengan menggunakan aplikasi comsol multiphysics.

1. Menentukan dimensi. Dalam menentukan dimensi kita harus menentukan


jenis dimensi objek yang akan di analisa. Bias berupa 3D, 2D dan jenis
gambar tampilan lainnya.
2. Menentukan atau menggambar geometri objek. Menentukan geometrid dan
ukuran dimensi objek yang akan dianalisa. Atau dapat mengimpor gamabar
dari hasil gambar dengan aplikasi CAD atau sejenisnya sebagai hasil dari
pemodelan.
3. Membuat parameter. Dalam membuat parameter bisa dilakukan dengan
mengisi manual angka pada table parameter, seperti menentukan ukuran
jenis rumus yang di gunakan dan total pembebanan.
4. Menentukan jenis material objek. Dalam menentukan jenis material kita
dapat memilih material yang sesuai dengan objek yang kita analisa, dalam
comsol multiphysics terdapat banyak pilihan material.
5. Menentukan fisika. Dalam menentukan fisika kita dapat memilih jenis atau
fisik dari objek apakah dalam bentuk solit atau beam bahkan bentuk lainnya.
Dan juga kita menetukan bagian penekanan yang akan terjadi.
6. Menentukan jenis studi. Dalam menentukan jenis studi kita dapat memilih
jenis analisa yang akan di tampilkan pada akhir analisa apakah berupa
tegangan,regangan, kelelahan atau sebagainya.
7. Membuat mesh gambar.
8. Komput atau mulai menganalisa.
9. Ojeck akan di tampilkan dengan orientasi warna dan nilai akhir dari objeck
yang di analisa berupa warna yang menjelaskan titik terendah dan tertinggi
dari objek saat bekerja. (introduction comsol multiphysics terjemahan,2015).
BAB III
METODE PENELITIN
3.1 Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan februari 2017 hingga selesai dan akan
bertempat di laboratorium Teknologi Mekanik dan laboratorium Komputasi
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo di Kendari. Selain
itu, tempat pengolahan data-data penelitian dapat di lakukan pula di Perpustakaan
Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo dan ruangan kerja lain yang bersifat
fleksibel.
3.2 Alat Dan Bahan
A. Alat
Alat yang di gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.Alat tulis
Alat tulis di gunakan untuk mencatat langsung dari data yang di butuhkan
seperti ukuran dimensi dan lain-lain.
2.Mistar baja
Merupakan alat ukur panjang yang terbuat dari baja tahan karat yang
memiliki dua permukaan sisi yang lurus. Pada satu sisinya terdapat satuan
ukuran sistim S.I yaitu centi meter dan mili meter dan sisi yang lain
memiliki ukuran sistim metric yaitu inchi. Selain itu, kedua sisi mistar ini
dapat pula di gunakan sebagai alat bantu penggoresan garis atau ukuran.
3.Satu unit computer dengan aplikasi comsol multiphysics
Computer inilah yang akan di gunakan untuk mengolah dan menganalisa
data untuk menentukan titik yang paling besar ataupun kecil mendapatkan
pembebanan pada alat angkat kapasitas 500 kg.
B. Bahan
Bahan pada penelitian ini adalah
3.3 Prosedur Penelitian
Adapun prosedur penelitian yaitu:
a. Menyiapkan alat dan bahan.
b.
3.4 Bagan Alir Penelitian