Anda di halaman 1dari 11

Psikososial dan Budaya Dalam Keperawatan

“Asuhan Keperawatan Transkultural”

Disusun oleh :
Angelina Siwu 17061078
Gita Karundeng 17061102
Kelas D, Semester II

Universitas Katolik De La Salle Manado


Fakultas Keperawatan
2018
Asuhan Keperawatan Transkultural Nursing

A. Kasus :
Ny.F umur 25 tahun, agama Kristen Protestan, pendidikan SMP, pekerjaan sebagai ibu
rumah tangga, klien menikah dengan Tn. A 26 tahun, agama Kristen Protestan, pendidikan
SMA, pekerjaan wiraswasta (penjaga toko), suku Sunda dan tinggal bersama mertuanya.
Kehamilan ini merupakan kehamilan yang pertama. Usia kehamilan 8 minggu. Ny.F
mendapat informasi tentang kehamilan dari mertuanya. Ny.F merasa pusing, lemas dan pucat
selama 3 hari. Kemudian Ny.F memeriksakan keadaan dan kehamilannnya di rumah sakit.
Setelah diperiksa keadaannnya, seperti tensi, berat badan, tinggi badan, lingkar panggul, USG
dan lain-lain. Lalu, dokter memberi advis untuk cek darah yang dapat menunjang diagnosis
Ny.F. Dari hasil, pemeriksaan tersebut didapatkan bahwa kadar Hemoglobin (Hb)nya 8 mg/dl
dan dari hasil USG tersebut didapatkan bahwa bayi Ny.F adalah seorang perempuan dan
sungsang. Dokter menyimpulkan bahwa Ny.F menderita anemia. Kemudian Dokter mengkaji
pola makan, istirahat, pola aktivitas dan lain-lainnya.
Dari hasil pengkajian tersebut, di daerahnya masih percaya pada sihir dan hal-hal
gaib. Pada saat istrinya hamil, suaminya maupun semua anggota keluarganya tidak boleh
membunuh binatang yang mengakibatkan nantinya anaknya lahir cacat dan didapatkan
pantangan makanan pada ibu hamil yang di yakini di daerahnya yaitu ibu hamil tidak boleh
makan ikan laut karena bisa menyebabkan Asinya menjadi Asin. Ny.F sering mengkonsumsi
jamu yang dianjurkan mertuanya agar setelah bayinya lahir tidak amis. Kepercayaan tersebut
diyakini dan dipatuhi oleh mertua dan semua anggota keluarganya dari pihak laki-laki.
Dokter menganjurkan Ny.F untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan, sering berolahraga
(jalan-jalan), dianjurkan untuk melakukan senam hamil, istirahat yang cukup dan diberi obat/
vitamin penambah darah (Zat Besi). Dari hasil USG menyatakan bahwa bayi Ny.F sungsang
kemudian Ny.F dan mertuanya membawa ke dukun bayi untuk dipijatkan perutnya. Setelah
beberapa hari, keadaan Ny.F tidak membaik karena Ny.F tidak bisa atau jarang minum obat
yang diberikan oleh dokter. Akhirnya, ibu di rawat inap di RS. Lasalle.

B. Pengkajian
1. Faktor Teknologi
Klien memeriksakan kehamilannya di dokter dan berencana akan melahirkan di
sana, Klien mendapat informasi tentang kehamilan dari mertua, Klien mengeluh
mengalami pusing, lemas dan pucat selama 3 hari. Klien biasa berobat ke dokter,
Klien masih percaya pada sihir dan hal-hal gaib pada saat wanita itu hamil.

2. Faktor agama dan filsafah hidup


a. Agama yang dianut yaitu agama Kristen Protestan
b. Kebiasaan agama yang berdampak positif terhadap kesehatan menurut aturan
yang menyatahkan bahwa bagi para laki-laki yang istrinya hamil dilarang
membunuh binatang.
c. Klien dan keluarga percaya bahwa membunuh binatang pada saat hamil bisa
membuat nantinya anaknya cacat (lahir tidak sempurna) klien merencanakan
akan berobat ke dokter. Klien masih mempercayai adanya hal-hal mistik,
seperti tidak boleh memakan ikan laut, sedangkan suaminya pantang untuk
membunuh binatang.

3. Faktor sosial dan keterikatan kekeluargaan


a. Nama lengkap : Ny. Fine Potalangi
b. Nama panggilan : Ny.F
c. Umur : 25 tahun
d. Jenis kelamin : perempuan
e. Status : sudah menikah
f. Tipe keluarga : intim (tinggal sekeluarga tanpa ada keluarga lain)
g. Pengambilan keputusan dalam anggota keluarga : ada pada pihak laki-laki

4. Faktor nilai-nilai budaya dan gaya hidup


a. Makanan pantangan yaitu ikan laut. Ny.F makan habis dengan 1 porsi 3x
sehari. Ibu jarang makan buah. Ibu sesekali minum jamu agar anaknya tidak
bau amis pada saat melahirkan. Ny.F pergi ke dukun bayi untuk membenahkan
keadaan kehamilannya yang letak sungsang. Suaminya tidak boleh membunuh
binatang yang mengakibatkan anaknya lahir cacat (tidak sempurna)
b. Persepsi sehat sakit berhubungan dengan aktifitas sehari-hari, yaitu:
1) Pasien memeriksakan kehamilannya di dokter dan berencana akan
melahirkan disana. Pasien jarang minum vitamin, pasien jarang
berolahraga.
2) Pasien mengeluh mengalami pusing, lemas dan pucat selama 3 hari, pasien
dianjurkan untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan, sering berolahraga
(jalan-jalan), dianjurkan untuk melakukan senam hamil, istirahat yang
cukup dan diberi obat/ vitamin penambah darah (Zat Besi).

5. Faktor politik
Kebijakan dan peraturan RS Lasalle, yaitu:
a. Alasan mereka datang ke RS Lasalle
Karena pasien mengeluh pusing, lemas, dan pucat selama 3 hari.
b. Kebijakan yang didapat di RS Lasalle
Klien di periksa keadaannnya seperti tensi, berat badan, tinggi badan, lingkar
panggul, USG, cek darah dan disuruh untuk mengurangi aktivitas yang
berlebihan, sering berolahraga (jalan-jalan), dianjurkan untuk melakukan
senam hamil, istirahat yang cukup dan diberi obat/ vitamin penambah darah
(Zat Besi).

6. Faktor ekonomi
a. Pekerjaan
Klien bekerja sebagai ibu rumah tangga.
b. Sumber biaya pengobatan
Klien dan keluarga telah menyiapkan tabungan untuk persalinan klien
c. Sumber ekonomi yang dimanfaatkan klien
Klien menggunakan tabungannya untuk biaya bersalin

7. Faktor pendidikan
a. Pendidikan Ny.F adalah SMP dan suaminya adalah SMA. Pekerjaan Ny.F
adalah sebagai ibu rumah tangga dan suaminya sebagai wiraswasta (penjaga
toko).
b. Setelah di diagnosis anemia dan keadaan bayinya sungsang. Klien tidak
menerima dan merencanakan akan pergi ke dukun bayi. Kemampuan klien
masih minim karena masih percaya hal-hal gaib daripada medis.
C. Diagnosa
No Diagnosa
1. Ketidakpatuhan dalam pengobatan berhubungan dengan sistem nilai yang
diyakini.
2. Gangguan interaksi sosial berhubungan dengan disorientasi sosiokultur
3. Kurang penngetahuan berhubungan dengan kepercayaan dan sistem nilai yang
dianut klien tentang kehamilan.

D. Rencana Keperawatan
No Diagnosis Keperawatan Rencana Kegiatan
1. Ketidakpatuhan dalam pengobatan Melakukan pendekatan dengan cara
berhubungan dengan sistem nilai yang Mempertahankan Budaya :
diyakini.  Memelihara komunikasi yang
sedang terjalin dengan baik (tanpa
ada masalah karena budaya) antara
klien dengan perawat maupun
klien dengan dokter atau klien
dengan tenaga kesehatan lain.
 Identifikas perbedaan konsep
perawat dan Ny.F terletak pada
kepercayaan Ny.F yang masih
percaya pada sihir dan hal-hal
gaib.
 Perawat harus tenang dan tidak
terburu-buru berinteraksi dengan
Ny.F. Perawat bisa perlahan-lahan
untuk berkomunikasi dengan Ny.F.
 Lalu perawat bisa mendiskusikan
perbedaan budaya yang
dimilikinya dengan Ny.F yang
masih percaya kepada dukun serta
sihir dan hal-hal gaib.
2. Gangguan interaksi sosial berhubungan Melakukan pendekatan dengan cara
dengan disorientasi sosiokultur. Negotiation :
 Bersikap tenang dan tidak terburu-
buru saat interaksi dengan klien,
mencoba memahami kebudayaan
klien sepanjang tidak
memperburuk proses intra natal
klien.
 Perawat bisa menggunakan bahasa
yang mudah di pahami oleh Ny.F
seperti bahasa sehari-harinya.
 Kemudian dalam perencanaan
perawatan, perawat bisa
melibatkan keluarga Ny.F seperti
suami, ibunya atau mertua Ny.F.
 Jika konflik tidak terselesaikan,
lakukanlah negosiasi dengan Ny.F
berdasarkan pengetahuan biomedis
perawat tersebut. Misalnya :
 Ikan Laut yang kaya akan Zat
besi yang berguna untuk
pembentukan mioglobin, yang
membawa oksigen ke jaringan
otot dan hemoglobin yang
memberi oksigen ke darah dan
menjaga asupan yang cukup.
 Pergi ke dukun bayi, hal ini tidak
di benarkan karena memijat
perut pada saat kehamilan dapat
mengakibatkan hal yang
membahayakan bayi yang ada di
dalam perutnya.
 Minum jamu, hal ini tidak
dibenarkan karena jamu
mengandung campuran-
campuran / ramuan-ramuan yang
berbahaya yang bisa
mengakibatkan bayi menjadi
kuning bahkan meninggal dalam
kandungan.
3. Kurang pengetahuan berhubungan Melakukan pendekatan dengan cara
dengan kepercayaan dan sistem nilai Reconstruction:
yang dianut klien tentang kehamilan.  Berikan informasi mengenai
kondisi klien dengan membantu
klien memilih serta menyarankan
hal-hal yang dapat meningkatkan
derajat kesehatan klien. Sebagai
contoh klien mempunyai
pantangan untuk mengkonsumsi
makanan ikan laut dimana ikan
laut itu sangat baik dikonsumsi
karena mengandng zat besi yang
dibutuhkan oleh wanita hamil. Kita
bisa menyarankan klien untuk
lebih banyak makan daging,
buncis, sayuran hijau, kacang,
kerang dan produk padi yang
diperkaya zat besi. Sedangkan
jamu bisa kita ganti dengan
vitamin dari buah-buahan maupun
resep dokter.
 Libatkan keluarga untuk turut serta
memberikan pengertian kepada
klien bahwa makanan yang bergizi
membantu meningkatkan kondisi
kesehatannya.
 Selanjutnya perawat bisa
memberikan kesempatan pada
Ny.F untuk memahami informasi
yang telah diberikan dan
melakukannya.
 Lalu tentukan tingkat perbedaan
Ny.F melihat dirinya dari budaya
kelompoknya sendiri.
 Kemudian gunakan pihak ketiga
bila perlu,seperti tetangga atau
kerabat dekat Ny.F.
 Dan terjemahkan terminologi
gejala Ny.F tersebut ke dalam
bahasa kesehatan yang mudah
dipahami Ny.F dan orang tuanya.
 Terakhir berikan informasi pada
Ny.F tentang sistem pelayanan
kesehatan.

E. Implementasi
No Diagnosis Implementasi
1 Ketidakpatuhan dalam pengobatan Mempertahankan Budaya :
berhubungan dengan sistem nilai yang  Melakukan komunikasi yang
diyakini. sedang terjalin dengan baik (tanpa
ada masalah karena budaya) antara
klien dengan perawat maupun
klien dengan dokter atau klien
dengan tenaga kesehatan lain.
 Mengidentifikasi perbedaan
konsep perawat dan Ny.F terletak
pada kepercayaan Ny.F yang
masih percaya pada sihir dan hal-
hal gaib.
 Melakukan komunikasi dengan
Ny. F dengan tidak terburu-buru
dalam hal berinteraksi
 mendiskusikan perbedaan budaya
yang dimilikinya dengan Ny.F
yang masih percaya kepada dukun
serta sihir dan hal-hal gaib.
2 Gangguan interaksi sosial berhubungan Negotiation :
dengan disorientasi sosiokultur  Melakukan Interaksi dengan klien
dan bersikap tenang dan tidak
terburu-buru, mencoba memahami
kebudayaan klien sepanjang tidak
memperburuk proses intra natal
klien.
 Perawat bisa menggunakan bahasa
yang mudah di pahami oleh Ny.F
seperti bahasa sehari-harinya.
 Perawat melibatkan keluarga Ny.F
seperti suami,ibunya atau mertua
Ny.F.
 Melakukan negosiasi dengan Ny.F
berdasarkan pengetahuan biomedis
perawat tersebut.
3 Kurang pengetahuan berhubungan dengan Reconstruction:
kepercayaan dan sistem nilai yang dianut  Memberikan informasi mengenai
klien tentang kehamilan.
kondisi klien dengan membantu
klien memilih serta menyarankan
hal-hal yang dapat meningkatkan
derajat kesehatan klien. Sebagai
contoh klien mempunyai
pantangan untuk mengkonsumsi
makanan ikan laut dimana ikan
laut itu sangat baik dikonsumsi
karena mengandng zat besi yang
dibutuhkan oleh wanita hamil.
Kita bisa menyarankan klien untuk
lebih banyak makan daging,
buncis, sayuran hijau, kacang,
kerang dan produk padi yang
diperkaya zat besi. Sedangkan
jamu bisa kita ganti dengan
vitamin dari buah-buahan maupun
resep dokter.
 Melibatkan keluarga untuk turut
serta memberikan pengertian
kepada klien bahwa makanan yang
bergizi membantu meningkatkan
kondisi kesehatannya.
 Mentukan tingkat perbedaan Ny.F
melihat dirinya dari budaya
kelompoknya sendiri.
 Menggunakan pihak ketiga bila
perlu,seperti tetangga atau kerabat
dekat Ny.F.
 Menerjemahkan terminologi gejala
Ny.F tersebut ke dalam bahasa
kesehatan yang mudah dipahami
Ny.F dan orang tuanya.
 Memberikan informasi pada Ny.F
tentang sistem pelayanan
kesehatan.

F. Evaluasi
No Diagnosis Evaluasi
1 Ketidakpatuhan dalam pengobatan S:Klien mengatahkan ingin
berhubungan dengan sistem nilai yang melakukan perubahan untuk
diyakini. kelancaran persalinnya.
O:Klien menerima pengobatan yang
dilakukan tenaga medis demi anak
dalam kandungannya.
A:Ketidakpatuhan dalam pengobatan
teratasi.
P : Hentikan Intervensi.
2 Gangguan interaksi sosial berhubungan S : Klien mengatahkan tidak akan
dengan disorientasi sosiokultur melakukan hal yang dilarang oleh
tenaga dalam proses pengobatan.
O: Klien terlihat tidak melakukan
aktivitas berbahaya yang dilarang oleh
tenaga medis.
A: Gangguan interaksi sosial
berhubungan dengan disorientasi
sosiokultur teratasi.
P : Hentikan Intervensi.
3 Kurang pengetahuan berhubungan S:Klien mengatahkan akan
dengan kepercayaan dan sistem nilai mengkomsumsi berbagai vitamin
yang dianut klien tentang kehamilan. ataupun makan makanan yang bergizi.
O: Klien patuh dalam meminum obat
atau vitamin yang diberikan oleh
dokter atau ahli gizi dan memakan
buah-buahan dan makanan yang sehat
A: sistem nilai yang dianut klien
tentang kehamilan teratasi.
P : Hentikan Intervensi