Anda di halaman 1dari 3

B.

Masa Dewasa Akhir

Batasan usia dewasa akhir ialah usia 45-65 tahun dengan perubahan
fisik yang menonjol di bandingkan dengan perubahan psikologis. Bagi pria yang
memasuki periode ini di tandai dengan memasuki fase klimakterium, sedangkan
wanita ditandai dengan fase menopause. Ketidakseimbangan fisiologis akan
berdampak pada terganggunya keseimbangan emosi, seperti stress dan depresi.

a. Perubahan pada masa dewasa akhir

1. Perubahan fisik pada masa dewasa akhir


Perubahan fisik yang terjadi pada masa dewasa akhir adalah bertambahnya
berat badan, rontoknya rambut dan beruban, kulir wajah, leher, lengan dan tangan
makin keriput, mengendurnya otot sekitar dagu, lengan dan perut, gigi mulai
copot dan berwarna kuning, mata kurang bersinar dan mengeluarkan kotoran
mata.
2. Menurunnya fungsi fisiologis
Perubahan tubuh bagian kuar terjadi seiring perubahan tubuh bagian dalam,
seperti pada dinding saluran arteri menjadi rapuh, naiknnya tekanan darah,
komplikasi penyakit jantung. Fungsi kelenjar tubuh lamban sehingga semakin
bau. Gerakan tubuh dan fungsi pencernaan makin lamban sehingga men galami
konstifasi.
3. Menurunnya kesehatan
Usia dewasa akhir ditandai dengan menurunnya kesegaran fisik secara umum
dan memburuknya kondisi kesehatan. Mulai usia pertengahan 40-an tahun
peningkatan ketidakmampuan fisik semakin cepat. Masalah-masalah kesehatan
yang sering muncul yaitu mudah lelah dan telinga mendengung, sakit otot, sangat
peka pada kulit, sering mengalami pusing, konstifasi, sendawa, asam lambung,
berkurangnya selera makan, dan sulit tidur.
4. Menurunnya kemampuan indra
Seperti penurunan pada fungsi penglihatan diikiti dengan katarak, menjadi
tuli, daya penciuman, dan daya rasa makin turun.

5. Menurunnya daya seksual


Kemunduran daya seksual sebagian besar adalah akibat kondisi kesehatan
yang semakin buruk dan defisiensi gonad. Pada usia 50-an tahun secara
berangsur-angsur aktifitas dari gonad akan mengalami kemunduran. Namun, pada
usia 70-an sampai 80-an tahun pria masih mampu membuahi. Awal masa
menopause rata-rata terjadi pada usia 49 tahun. Sementara pada pria akan muncul
sindrom klimakterium, namun kondisi ini muncul pada usia 50 sampai 70 tahun.
6. Munculnya sindrom-sindrom menjelang menopause
Sindrom terhadap berhentinya haid. Berhentinya menstruasi dapat terjadi
tiba-tiba atau periodic. Iregularitas bertambah dengan jarak periode yang lebih
jauh atau siklus yang pendek dengan arus yang lancar dan deras.
Sindrom pada system reproduksi yang menurun dan berhenti. Ditandai
dengan terhentinya reproduksi ovarium, hormon ovarium dan hormone
progesterone.
Sindrom pada ketidak nyamanan fisik. Ketidaknyamanan fisik yang dialami
masa menopause ialah rasa tegang dan linu yang tiba-tiba di sekujur tubuh,
termasuk pada leher, pada bagian atas dan keringat, gejala panas, tegang, pening,
lelah, jengkel, cepat marah, dan jantung berdebar-debar.
Sindrom terhadap bertambahnya berat badan. Bertambahnya berat badan
selama menopause akibat banyaknya lemak yan g menumpuk, terutama pada
bagian perut dan paha sehingga wanita kelihatan lebih berat daripada sebenarnya.
Penampilan kewanitaan menurun. Hormone ovarium dan seks sekunder
berkurang, namun bulu di wajah bertambah kasar, suara menjadi mendalam, lekuk
tubuh rata, payu dara lembek, bulu kemaluan dan aksial semakin tipis. Sindrom
perubahan emosi, cepar marah dan suka mengkritik.

b. Perubahan psikologis masa dewasa akhir


Meskipun kemunduran fungsi seks, namun sebagai pria dan wanita
menganggap periode ini ialah puber kedua. Mereka bertingklah laku seperti anak
puber, membuat lucu, aneh, janggal atau tak sesuai dengan tempatnya. Perilaku
seperti ini adalah bukti pengingkaran diri menjadi tua dan mengulangi lagi masa
muda. Perub ahan psikologis masa dewasa akhir yaitu depresi menstrual, naiknya
gairah seks, penurunan fungsi intelektual, perilaku aneh, obsesi melahirkan,
menurunnya higenis personal, dan instabilitas emosi.