Anda di halaman 1dari 2

Perkmbangan kognitif

Apabila kita bicara mengenai inteligensi anak, maka kita akan membicarakan
Gerakan-gerakan atau tindakan-tindakan yang memperlihatkan anak yang disebut
oleh pieget sebagai tindakan sensormotorik. Perkembangan intelegensi anak belum
mempergunakan simbol-simbol. Berfikir menmpergunakan simbol-simbol belumlah
berkembang samapai anak berumur dua tahun.
Intelegensi pada masa anak merupakan pemahaman melalui biologis yaitu
melalui gerakan dan pengindaraan, melalui gerkan-gerakan dan pengindraannya anak
memehami lingkungannya, oleh karena itu untuk mengembangkan kemampuan
intelegensinya, anak perlu dirangsang agar melakukan berbagai gerakan dan
menuggunakan panca indranya , perkenalan anak dengan berbagai benda disekitarnya
dengan menyebutkan nama benda disekitarnya, berilah ia contoh untuk memanfaatkan
dan mempermainkan benda-benda tersebut, sehingga ia mengerti dan timbul kesan
bahwa benda-benda sektarnya menyenangkan dan menimbulkan keasyikan. Janganlah
anak banyak dilarangan mempermainkan benda disekitarnya yang dapat menjadi ia
tarik dengan benda-benda disekitarnya dan tidak dapat memnfaatkan untuk dirinya
( Standrock & yassen, 1987:80)

Seorang anak yang diberi alat bermain yang baru, seperti bola maka
pertama-tama yang dilakukannya adalah meneliti bola dengan berbagai cara seperti
menyentuh, menjilat, mengigit, memukul, mengangkat dan menyantukan. Dengan
demikian ia menjadi paham tentang sifat-sifat benda itu. Maw-Maw (1965:81)
mengemukakan bahwa informasi yang dimiki anak melalui bermain dapat
meningkatkan kognitif anak. Sebagai bukti menurut Maw & Maw, kita dapat melihat
bahwa dalam masyarakat yang modren dan komplek jenis permainan lebih banyak
dari pada dalam masyarakat yang sederhana dan primitif.

Perkembangan kognitif
Perkembangan kognitif terutama terkait dengan proses berfikir seperti memecahkan
masalah, pemahaman, evaluasi dan kreaktif.
Jean piaget salah seorng tokoh psikologi anak memberikan penekanan pentingnya
gerakan dan bermain dalam menstimulasi prilak kognitif, khususnya pada usia-usia
dini. Eksplorasi, diskoveri dan pemecahan masalah, semua tersedia didalam
pendidikan jasmani dan merupakan salah satu cara yang paling tepat untuk
menstimulasi perkembangan kognitif.
Terjadi interaksi kuat antara gerakan dan stimulasi kognitif : anak-anak ‘belajar
untuk gerak” sedangkan melalui guru pendidikan jasmani adalah “belajar melalui
gerakan”. mekanisme belajar keterampilan motorik merupakan salah satu bagian dari
proses kognitif. Keberhasilan sangat ditentukan oleh pemahamannya(kesadaran)
terhadap lingkungan sekitarnya, bagaimana mereflkeksikan hasilnya. Gerakan dan
bermain adalah salah satu alat yang dapat menstimulasi dan motivasi serta memiliki
dimensi yang begitu luas terhadap lingkungan pembelajaran si anak. Belajar melalui
gerakan itu sendiri akan selalu diiringi berfikir dan pemahaman mengenai “mengapa”
dan bagaimana”
Gallahhue (1982:10) mencatat adanya dua aspekutama dalam perkembangan
kognitif, saat si anak akan melakukan gerakan melalui: “konsep persepsi motorik” dan
perkembangan serta penguatan “konsep akademik”. sejumlah bukti menyebutkan
bahwa penguasaan kedua konsep diatas dapat ditingkatkan melalui pemilihan
pengalaman gerkan tertentu( zaichkowsky, zaichkowky, dan martinek, 1980:10).
Mereka adalah para ahli pendidikan yang dianggap paling memperoleh dukungan
serta dikenal karena beberapa eksperimen yang terkait dengan bidang ini yang disebut
dengan eksperimen vanves ( Mac Kenzie, 1974; Bailey1976).