Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANA PROGRAM PHBS

(PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SEKOLAH


DASAR DAN PAUD DI DESA KEMUNINGSARI LOR
KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER

OLEH
Mahasiswa Profesi Ners Universitas Jember
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PELAKSANAAN PROGRAM PENYULUHAN TERKAIT PHBS
(PERILAKU HIDUP BERSIH dan SEHAT)

A. PENDAHULUAN
PHBS merupakan singkatan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kesehatan adalah
keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktifnsecara sosial dan ekonomis (Richo, 2009). Derajat kesehatan anak pada saat ini
belum dapat dikatakan baik, karena masih ada permasalahan kesehatan khususnya pada anak
usia sekolah (Gobel, 2010).Peningkatan kualitas hidup anak salah satunya ditentukan oleh
penanaman perilaku kesehatan dan perawatan diri sejak dini (Hendra, 2007). Kualitas
Perawatan diri atau kebersihan diri (personal hygiene) merupakan perawatan diri sendiri yang
dilakukan untuk mempertahankan kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Pemenuhan
perawatan diri di pengaruhi beberapa faktor, di antaranya adalah budaya, Nilai sosial pada
individu atau keluarga, Pengetahuan terhadap perawatan diri, Persepsi terhadap perawatan diri.
(Tarwoto,Wartonah. 2006). Tujuan perawatan diri adalah untuk mempertahankan perawatan
diri, baik secara sendiri maupun dengan menggunakan bantuan, dapat melatih hidup
sehat/bersih dengan cara memperbaiki gambaran atau persepsi terhadap kesehatan dan
kebersihan, serta menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan. Membuat
rasa nyaman dan relaksasi dapat dilakukan untuk menghilangkan kelelahan serta mencegah
infeksi, mencegah gangguan sirkulasi darah, dan mempertahankan integritas pada jaringan
tubuh.

B. LATAR BELAKANG
Salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat adalah dengan menjaga kebersihan
diri. Budiman (2009) menyatakan bahwa sehat berkaitan dengan lingkungan sekitar dimana
seseorang hidup, pola hidup sehari–hari, dan kebiasaan menjaga kebersihan diri. Menjaga
kebersihan tangan merupakan pertahanan awal menjaga kebersihan diri. Upaya untuk menjaga
kebersihan tangan salah satunya yaitu dengan mencuci tangan (Kementrian Kesehatan RI,
2011). Penelitian mengenai cuci tangan pakai sabun (CTPS) dapat mencegah infeksi cacingan
(Mustika 2011). Jika tidak mencuci tangan menggunakan sabun, hal ini dapat menginfeksi
diri-sendiri terhadap kuman dengan menyentuh mata, hidung atau mulut. Selain itu juga dapat
menyebarkan kuman ke orang lain. Penyakit infeksi umumnya menyebar melalui kontak
tangan ke tangan termasuk common cold, flu, dan diare. Kebersihan tangan yang kurang juga
menyebabkan penyakit terkait infeksi Salmonella dan E.coli (Lestari, 2008). Mencuci tangan
dengan sabun telah terbukti secara ilmiah untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit
seperti diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang dapat menyebabkan kematian
jutaan anak setiap tahunnya khususnya di negara-negara berkembang (Depkes, 2010 dalam
Zulaicha, 2013). Data primer puskesmas Panti dari Januari 2018 – April 2018 menunjukkan
bahwa ISPA merupakan penyakit nomor 2 terbanyak di wilayah Desa Kemuningsari Lor
sebanyak 20,9% (36 orang) sedangkan diare merupakan penyakit terbanyak ke-5 yang terjadi
di wilayah Desa Kemuningsari Lor yaitu sebanyak 5,2% (9 orang). Berdasarkan data tersebut
dapat diperincikan sebagai berikut: kurangnya pengetahuan masyarakat terkait PHBS, kurang
pedulinya masyarakat terkait kebersihan diri, dan masih banyaknya penyakit yang terjadi
karena kurangnya perawatan diri pada setiap individu maupun lingkungan.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Menurunkan angka kesakitan karena ISPA dan diare dengan cara meningkatkan perilaku
hidup sehat untuk mengatasi masalah kesehatan masyrakat.
2. Tujuan Khusus :
 Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS
 Meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terkait kebersihan diri
 Tercapainya hidup bersih dan sehat di kalangan masyarakat sehingga terhindar
dari wabah penyakit

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Kegiatan Pokok
 Mengundang peserta penyuluhan
 Pelaksana program sebagai pemimpin pertemuan
 Peserta yang telah menerima penyuluhan terkait PHBS diharapkan dapat menyampaikan
informasi ini ke masyarakat melalui pengajian, arisan dan pertemuan lainnya

2. Rincian Kegiatan
No Materi Pelaksana Sumber Dana Keterangan
1 PHBS (Perilaku Hidup Bersih Mahasiswa Profesi Ners -
dan Sehat) XX

3. Rincian Rencana Pembiayaan Dan Anggaran


-
E. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

F. SASARAN
1. Siswa siswi Al-Kautsar
2. Siswa siswi paud di wilayah desa Kemuningsari Lor

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN DAN LOKASI KEGIATAN

NO KEGIATAN BULAN LOKASI


MEI JUNI JULI AGUST SEPTEM
KEGIATAN
BER
1 Penyuluhan Paut di wilayah
PHBS xX desa
X kemuningsari
lor
Keterangan : ( X ) jadwal pelaksanaan kegiatan

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


1. Evaluasi terhadap jadwal dan hasil pelaksanaan kegiatan akan dilakukan oleh Kepala
Puskesmas dan Pelaksana program
2. Laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan disusun setelah kegiatan selesai dilaksanakan
3. Hasil pelaksanaan evaluasi kegiatan ditujukan kepada Kepala Puskesmas Panti

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan hasil kegiatan berisi rencana tindak lanjut hasil kesepakatan bersama dan
dokumentasi kegiatan
2. Pelaporan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan disusun berdasarkan sistematika
penyusunan Kerangka Acuan Kegiatan (KAK / TOR) dan laporan evaluasi disusun
setelah kegiatan selesai dilaksanakan
3. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara melihat jumlah peserta yang hadir melalui daftar
absen, antusias peserta dalam tanya jawab dan hasil kegiatan secara keseluruhan. Hasil
laporan evaluasi pelaksanaan kegiatan diserahkan kepada Kepala Puskesmas Panti

Jember, 21 Mei 218


Mengetahui Pembuat KAK
Plt. Kepala Upt. Puskesmas Panti Pelaksana Program

dr. Dian Retno Safitri Karina Diana S, S.Kep


NIP. 19790217 2005501 2 011 NIM.132311101019