Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENYUSUNAN LAPORAN

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Penelitian Tindakan Kelas

Disusun Oleh:
1. Neni Sumarni (4301415005)
2. Ulfa Fathul Janah (4301415009)
3. Reza Ayu Marcelia (4301415027)
4. Mirawati Effendi (4301415032)
5. Nur Fitriana Setiawan (4301415034)
6. Laksmita Firdaus (4301415035)

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
PENYUSUNAN LAPORAN

1. Pengertian Penyusunan
Penyusunan merupakan imbuhan dari kata dasar susun yang berarti: 1)
kelompok atau kumpulan yang tidak berapa banyak, tumpuk, 2) seperangkat barang
yang diatur atau bertingkat-tingkat, 3) rangkap yang tindih menindih. Namun dalam
referensi ini, yang dimaksud dengan penyusunan adalah proses pengaturan dengan
menumpuk dan mengelompok secara baik.
2. Pengertian Laporan
Laporan ialah keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau suatu
kegiatan berdasarkan fakta. Fakta yang diinformasikan itu berkaitan dengan tanggung
jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang dilaporkan berdasarkan keadaan
obyektif yang dialami sendiri si pelapor (dilihat, didengar, dirasakan sendiri) ketika si
pelapor melakukan kegiatan.
3. Pengertian penelitian
Penelitian diartikan sebagai 1) pemeriksaan yang teliti; penyelidikan; 2 kegiatan
pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis
dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk
mengembangkan prinsip-prinsip umum.
4. Pengertian Laporan Penelitian
Laporan penelitian merupakan suatu media atau dokumen komunikasi antara
peneliti dengan masyarakat umum terutama pembaca yang ditargetkan atau yang
berkepentingan dengan penelitian yang telah dilakukan tersebut.
5. Pengertian Penyusunan Laporan Hasil Penelitian
Penyusunan laporan hasil penelitian, adalah proses pengaturan dan
pengelompokan secara baik tentang informasi suatu kegiatan berdasarkan fakta melalui
usaha pikiran peneliti dalam mengolah dan menganalisa objek atau topik penelitian
secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu
hipotesis sehingga terbuat sebuah prinsip-prinsip umum atau teori. Secara garis besar
laporan penelitian terbagi atas.
Laporan penelitian ilmiah yang disebut juga laporan penelitian atau laporan
ilmiah. Laporan penelitian ilmiah ialah karya tulis ilmiah yang disusun melalui tahap–
tahap berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah
disepakati ole para ilmuwan. Laporan ilmiah pada hakikatnya menyajikan kebenaran
ilmiah hasil penelitian, pengamatan dan hasil analisis yang cermat.
Laporan bukan hasil penelitian ilmiah merupakan laporan tentang hal teknis
penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi seperti laporan keuangan,
inventaris dan lain-lain.
6. Jenis-jenis Laporan Hasil Penelitian
Adapun jenis-jenis laporan hasil penelitian adalah sebagai berikut:
1) Laporan lengkap
2) Catatan penelitian pendek untuk publikasi jurnal akademik
3) Monografi atau working paper dimana yang diutamakan adalah pengutaraan
interpretasi sementara
4) Makalah atau artikel jurnal akademik
5) Makalah atau artikel untuk press release untuk menarik perhatian membaca secara
lengkap
6) Buku di mana pengorganisasiannya disesuaikan dengan format buku.
7. Fungsi Laporan
1) Memberitahukan atau menjelaskan tanggung jawab tugas dan kegiatan
2) Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan
atau pemecahan masalah
3) Merupakan sumber informasi
4) Merupakan bahan untuk pendokumentasian.
8. Manfaat Laporan
Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk :
a. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan.
b. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya.
c. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan.
d. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.
9. Tujuan Laporan
1) Mengatasi suatu masalah
2) Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif
3) Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah
4) Mengadakan pengawasan dan perbaikan
5) Menemukan teknik–teknik baru.
10. Sistematika Penyusunan Laporan
Sistematika laporan hasil penelitian akan sangat dipengaruhi tingkat
pengetahuan, pengalaman dan perhatian dari para golongan pembaca atau konsumen,
artinya kepada siapa hasil penelitian diperuntukkan. Menurut Nurul Zuriah, terdapat
tiga kategori golongan audience laporan penelitian, yaitu; kalangan akademisi, sponsor
dari penelitian, dan masyarakat umum.
Sedangkan Menurut Imam Suprayogo, audience penelitian dapat
dikelompokkan dalam empat bagian, yaitu: 1) Kolega-kolega di lapangan yang sama,
2) Para pembuat kebijakan, prkatisi, pemimpin masyarakat dan profesional lainnya, 3)
Akademisi, 4) Penyandang dana penelitian.
Disamping itu, masing-masing lembaga memiliki pedoman penelitian sendiri-
sendiri, belum lagi pembimbing dan promotor yang terkadang memiliki style yang
berbeda-beda, sehingga tidak jarang terjadi perbedaan dan silang pendapat di antara
promotor. Karena itu, Bogdan dan Biklen mengemukakan secara umum bahwa
organisasi penelitian meliputi pendahuluan, inti dan kesimpulan.
Perbedaan dalam sistematika laporan hasil penelitian disebabkan jenis laporan
yang beraneka ragam dan audience (orang yang dilapori), maka referensi ini
memfokuskan pada sistematika hasil laporan penelitian dengan akademisi sebagai
audience-nya.
Secara umum sistematika penyusunan laporan hasil penelitian dapat
dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu: bagian awal, bagian isi dan bagian
akhir.
a. Bagian Awal
Bagian awal belum menyentuh pada proses dan hasil penelitian. sifatnya untuk
melengkapi saja yang meliputi: halaman judul. halaman pernyataan penulis, halaman
pengesahan promotor dan penguji, halaman pengantar (berisi tentang ucapan terima
kasih kepada berbagai pihak yang membantu, baik secara langsung maupun tidak
langsung), daftar Isi daftar tabel dan ilustrasi (jika ada), transliterasi, abstrak atau
summary (intisari dari tesis yang diajukan, biasanya terdiri dari 700-1.000 kata).
b. Isi
Bagian ini memuat tentang uraian-uraian tentang keseluruhan proses dan hasil
penelitian yang dapat dibagi dalam beberapa sub bab sesuai dengan kebutuhan,
namun secara umum, dibagi dalam tiga sub bab pembahasan, yaitu: pendahuluan,
yang meliputi, latar belakang masalah, identifikasi dan perumusan masalah, hipotesis,
definisi operasional dan ruang lingkup penelitian, tujuan penelitian, tujuan dan
kegunaan hasil penelitian
c. Kajian Teori, yang meliputi; tinjauan, landasan atau kajian pustaka, metodologi
penelitian.
d. Pembahasan, merupakan pembahasan dari temuan penelitian
e. Bagian Akhir, biasanya meliputi; penutup, daftar pustaka, lampiran (jika ada).
Secara rinci, unsur-unsur dari laporan penelitian terdiri dari:
a. Judul tulisan
b. Abstrak
c. Pendahuluan
d. Bahan dan metode penelitian
e. Hasil
f. Pembahasan
g. Simpulan dan saran
h. Daftar pustaka
Namun secara lebih lengkap, laporan penelitian terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu:
bagian pembuka, bagian inti, bagian penutup.
1. BAGIAN PEMBUKA
Menurut arifin (1987), bagian pembuka sebuah laporan penelitian lebih lengkap
harus mengandung komponen-komponen berikut ini: judul, halaman judul, halaman
pengesahan, halaman penerimaan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar
grafik, bagan, atau skema, daftar singkatan dan lambang.
Judul merupakan pintu atau muka dari sebuah karya ilmiah. Dalam judul karya
ilmiah harus menampilkan fakta yang ingin diungkapkan,jelas, positif, singkat, khas, serta
mampu menampilkan kata kunci dari sebuah tulisan.
Halaman judul diletakkan sesudah halamaan depan atau cover.pada halaman ini
umumnya terdapat judul,penuliis, dan penerbit. Selanjutnya halaman judul diikuti oleh
pengesahan.
Kata pengantar dituliskan untuk memberikan gambaran secara umum kepada
pembaca tentanng latar belakang konteks penelitian. Pada bagian ini penulis juga
menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis baik
dalam pelaksanaan penelitian maupun dalam penulisan laporannya.
Abstrak digunakan untuk menyampaikan gambaran singkat mengenai latar
belakang, metode, serta temuan hasil penelitian.
2. BAGIAN ISI
Pada bagian inti seluruh komponen pendahuluan, ka[enjelasastaka dan kerangka
teori, metodologi penelitian, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran disajikan
secara lengkap.

a. Pendahuluan
Secara umum bagian pendahuluan harus secara lengkap mengumakakan tentang
latar belakang, ruang lingkup/pembatasan dan rumusan masalah, tujuan dan pertanyaan
penelitian, serta anggapan dasar atau hipotesis.
Dalam latar belakang masalah yang baik harus mengandung tiga hal, yakni:
a. Penalaahan/pembahasan mengenai literatur maupun hasil penelitian lain yang relevan
dengan masalah yang ingin diteliti.
b. Penjelasan mengapa peneliti menganggap masalah/topik tersebut penting untuk
dipelajari.
c. Manfaat hasil penelitian bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan aplikasi dal
praktek.
Rumusan atau formulasi tujuan penelitian dapat beruupa pernyataan atau
hipotesis. Hipotesis adalah suatu pernyataan sementara mengenai ada tidaknya hubungan
antara 2 atau lebih variable/fenomena yang diteliti.

b. Kajian Pustaka dan Kerangka Teori


Kajian pustaka merupakan bagian penting ysng mengungkapkan teori-teori
serta hasil-hasil penelitian terdahulu yang pernah dilakukan pada topik yang sama atau
serupa. Dalam sebuah laporan penelitian, seperti tesis atau disertasi biasanya disusun suatu
kerangka teori berdasarkan hasil analisis atau tujuan pustaka yang telah dilakukan.
Kerangka teori merupakan dasar pemikiran yang menerangkan dari sudut mana
permasalahan ditinjau yang nantinya dijabarkan menjadi berbagai variable penelitian.

c. Metodologi Penelitian
Perbedaan utama antara karya ilmiah dengan bukan karya ilmiah adalah pada
motodologi. Pada bagian ini biasanya dijelaskan secara terperinci mengenai pendekatan
atau desain penelitian, populasi dan sampel penelitian, metode pengumpulan dan analisis
data, serta kelemahan-kelemahan penelitian.
Uraian mengenai pendekatan atau desain penelitian pada umumnya
menjelaskan tentang apakah, misalnya penelitian yang dilakukan merupakan penelitian
kualitatif atau kuantitatif, sensus/survey, cross-section atau time-series, eksplorasi atau
korelasional, eksperimen murni atau eksperimen buatan, atau pendekatan umum lainnya.
Populasi menerangkan mengenai kolompok target yang menjadi sasaran dalam
generalisasi temuan, sedangkan penjelasan mengenai sampel menjelaskan tentang
kelompok wakil populasi yang dijadikan sumber data penelitian.
Pembahasan tentang metode pengumpulan dan analisis data pada dasarnya
merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis harus menyajikan
bagaimana data dikumpulkan dari responden/sampel penelitian serta metode analisis.
Misalnya, apakah data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner/daftar pertanyaan,
wawancara atau observasi langsung.
Hal yang tidak kalah penting lagi dalam bagian metodologi penelitian adalah
uraian tentang kelemahan-kelemahan yang membatasi penelitian yang telah dilakukan.
Misalnya: keterbatasan jumlah sampel, kemungkinan kontaminasi data (apabila penelitian
eksperimental), serta keterbatasan waktu dan dana penelitian.

d. Hasil dan Pembahasan


Hasil dan pembahasan merupakan inti dari sebuah laporan penelitian. Pada
bagian ini penulis harus menyajikan secara cermat dan jelas mengenai analisis data serta
pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan
sebelumnya. Secara umum, bagian ini menekankan tiga hal, yaitu:
1) Hasil analisis lengkap
2) Hasil analisis pokoknyang berhubungan dengan tujuan dan
pernyataan/hipotesis penelitian
3) Pembahasan mengenai hasil tersebut dihubungkan dengan teori dan penelitian
terdahulu yang di sajikan dalam bagian kajian pustaka dan kerangka teori.
e. Simpulan dan Saran
Bagian ini merupakan bagian akhir dalam dari laporan penelitian. Effendi
(1991) mengemukakan bahwa simpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan
relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang di lakukan. Penulisan simpulan dapat
dilakukan dengan menggunakan penomoran (1,2,3,4,5 dan seterusnya) ataupun secara
naratif. tapi untuk lebih baiknya, penulisan simpulan dipaparkan dalam bentuk kalimat
dan paragraf,
Setelah simpulan, pada bagian ini juga dipaparkan pula saran-saran yang
berkaitan dengan jenis penelitian lanjutan yang dapat dilakukan serta saran-saran lain yang
terkait dengan hasil penelitian atau bagaimana mengatasi hambatan-hambatan yang telah
dialami ooleh penulisdalam penelitian yang telah dilakukan.

3. BAGIAN PENUTUP
Bagian ini tidak kalah penting dalam penulisan sebuah laporan penelitian
lengkap adalah bagian penutup. Bagian penutup pada umumnya, terdiri dari:
a. Daftar pustaka
Daftar pustaka merupakan komponen wajib yang harus dicantumkan oleh
penulis, sedangkan lampiran dan daftar indeks hanya di tulis jika diperlukan. Pada
umumnya, hal-hal yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1) Nama penulis
2) Tahun terbit
3) Judul pustaka
4) Tempat terbit
5) Nama penerbit
Pada umumnya urutan daftar pustaka mengacu pada urutan nama belakang
secara alpabetikel. Secara terperinci, tata cara penulisan daftar pustaka biasanya
mengikuti aturan yang berlaku secara internasional, yaitu standar dari association of
American phychology (APA). Contohnya:
Belawati, T. 2000. Prinsip-Prinsip Pengelolaan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh.
Jakarta: PAU-PPAI Universitas Terbuka.
b. Lampiran
Lampiran dapat berupa tabel, gambar, peta, bagan, instrument penelitian, seperti
kuesioner atau daftar checklist untuk observasi dan bentuk lain yang telah dipaparkan
dalam bagian inti laporan.
c. Daftar indeks atau glosarium.
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang terdapat dalam pada laporan. Effendi
(1991) mengemukakan bahwa penulisan daftar kata atau indeks harus berkelompok
berdasarkan abjad awal kata atau istilah yang akan dituliskan. Penulisan indeks pada
umumnya di tujukan agar pembaca cepat mencari istilah atau kata-kata khusus yang
terdapat dalam laporan tersebut. Penulisan indeks disusun berdasarkan nama atau
subjek secara alpabetikal.
DAFTAR PUSTAKA
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa
Departemen Pendidikan Nasional, 2008). Modul Belajar, Laporan Hasil Penelitian,
http://modul-bi.blogspot.com, Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, Metodologi Penelitian,
(Cet. III; Jakarta: Sinar Grafika, 2001)
Imam Suprayogo dan Tobroni, Metodologi Penelitian Sosial dan Agama, (Cet. II; Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2003). H. A. Qadir Gassing HT dan Wahyuddin Halim, Pedoman
Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Makalah, Skripsi, Tesis dan Disertasi, (Cet. I; Makassar:
Alauddin Press, 2008). H. Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian, (Cet. I; Malang: UIN-Malang
Press, 2008). Cholid Narbuko dan H. Abu Achmadi, Metodologi Penelitian, (Cet. III; Jakarta:
Bumi Aksara, 2001). H. M. Sayuthi Ali, Metodologi Penelitian Agama, (Cet. I; Jakarta:
RajaGrafindo Persada, 2002).