Anda di halaman 1dari 3

Peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat

No. Dokumen : 440.454/ /SOP/SMM/IV/2018


No. Revisi : 00
SOP TanggalTerbit : April 2018
Halaman : 1-3

PUSKESMAS dr. Buha MB. Purba


SIMARMATA NIP. 19810905 201412 1 001

1.Pengertian 1. Peresepan adalah proses pengambilan keputusan pengobatan oleh dokter berupa
terapi obat yang di terima pasien dengan memperhatikan ketepatan pasien, jenis
obet, dosis, waktu dan durasi pengobatan
2. Pengelolaaan Obat adalah suatu proses yang merupakan siklus kegiatan yang
dimulai dari perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan dan penyerahan
3. Perencanaan adalah proses kegiatan seleksi sediaan farmasi untuk menentukan
sediaan farmasi sesuai dengan jumlah, jenis obat
4. Pengadaan/Pemesanan adalah proses kegiatan pengelola obat untuk mengajukan
pemesanan/ permintaan obat ke GFK sesuai dengan jumlah dan jenis obat yang
telah direncanakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan obat Puskesmas
2.Tujuan Sebagai acuan bagi petugas dalam hal peresepan, pemesanan dan pengelolaan obat

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas nomor tahun 2018 tentang Penanggungjawab pelayanan


Obat Puskesmas Simarmata

4.Referensi Buku Pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan di Puskesmas,
Direktorat Jenderal Bina pelayanan Kefarmasian dan Alat Kesehatan Departemen
Kesehatan RI ,2006

5.Prosedur 1. Alat
 ATK
2. Bahan
 Resep
 LPLPO
6.Langkah-  Peresepan
langkah 1. Petugas medis menegakkan diagnosis berdasarkan gejala klinis , data
laboratorium dan pencitraan yang khas untuk masing-masing penyakit
2. Petugas medis menentukan waktu peresepan
3. Jika petugas medis memberikan resep obat yang tidak tercantum dalam
formularium, maka diresepkan kepada pasien atau keluarganya untuk membeli
obat di apotek luar
4. Petugas medis menuliskan terapi obat dalam rekam medis untuk setiap obat
yang diresepkan

 Pengadaan/Pemesanan
1. Petugas obat menentukan Jumlah permintaan/kebutuhan obat
2. Petugas obat mengajukan permintaan obat kepada Kepala Dinas kesehatan
kabupaten

 Pengelolaan Obat
1. Petugas obat menyediakan data dan informasi mutasi obat serta kasus penyakit
dengan baik dan akurat
2. Petugas obat setiap akhir bulan menyampaikan laporan pemakaian obat kepada
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
3. Petugas obat membahas rencana kebutuhan obat puskesmas
4. Petugas obat mengajukan permintaan obat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten
sesuai dengan jadwal yang yang sudah ditentukan
5. Petugas obat melaporkan dan mengirim kembali semua jenis obat yang rusak
atau kadaluarsa kepada Dinas Kesehatan kabupaten
6. Petugas obat melaporkan kejadian obat yang hilang kepada Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten
7.Bagan Alir
Peresepan Pemesanan

Pengelolaan Obat

8.Hal-hal yang 1) Setiap Obat Keluar Dicatat


perlu diperhatikan 2) Obat –Obat yang dibutuhkan
3) Obat-Obat Kosong
9.Unit Terkait 1) UGD
2) Poli Umum
3) KIA
4) Gudang Farmasi Kabupaten

10.Dokumen 1) Resep
Terkait 2) Catatan Pengeluaran Harian Obat
3) LPLPO
11.Rekaman
historis No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai
perubahan Diberlakukan