Anda di halaman 1dari 6

PELAPORAN HASIL KRISTIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


1/3

Tanggal Terbit: Ditetapkan :


31 Januari 2018 Direktur RS Selaguri

STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)

dr.Hj.Hafleziani M.Kes

1. Proses penyampaian hasil kritis kepada dokter yang merawat pasien.


2. Nilai Hasil Kritis adalah hasil pemeriksaan diagnostic penunjang yang
PENGERTIAN memerlukan penanganan segera.
3. Pelaporan Hasil Kritis adalah proses penyampaian nilai hasil
pemeriksaan yang memerlukan penanganan segera dan harus
dilaporkan ke DPJP dalam waktu kurang dari 1 (satu) jam.
1. Terlaksananya proses pelaporan nilai-nilai yang perlu di waspadai
(alert values interpretasi laboratorium, kardiologi, dan radiologi untuk
TUJUAN tenaga kesehatan).
2. Mencegah keterlambatan penatalaksanaan pasien dengan hasil kritis.
3. Hasil kritis dapat diterima oleh DPJP yang merawat dan
diinformasikan pada pasien sesuai waktu
1. Peraturan Menteri Kesehatan Rl Nomor 1691/Menkes/Per/VIII/2011
tanggal 24 Agustus 2011 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
KEBIJAKAN 2. Surat Keputusan Direktur RS Selaguri tentang Penilaian Hasil Kritis
3. Semua hasil yang perlu di waspadai dipastikan harus diterima oleh
dokter yang akan mengambil tindakan terhadap hasil kritis tersebut

1. Dokter/ petugas laboratorium, radiologi dan perawatan yang


melakukan perekaman EKG menyampaikan hasil kritis ke DPJP.
2. Bila DPJP tidak bisa dihubungi, dokter/ petugas laboratorium,
radiologi dan perawatan yang melakukan perekaman EKG langsung
menghubungi dokter/ perawat unit rawat inap, rawat jalan dan unit
PROSEDUR
gawat darurat.
3. Dokter/ petugas yang melaporkan hasil kritis mencatat TANGGAL
dan WAKTU menelpon, NAMA LENGKAP PETUGAS
PELAPORAN HASIL KRISTIS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


2/3

KESEHATAN YANG DIHUBUNGI dan NAMA LENGKAP


YANG MENELEPON.
4. Dokter/ perawat ruangan yang menerima hasil kritis menggunakan
teknik komunikasi verbal Tulis (write back)/ Baca (read back)
Konfirmasi (Confirmation), proses pelaporan ini ditulis di dalam
rekam medis (form catatan perkembangan terintegrasi).
5. Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan hasil kritis langsung
menghubungi DPJP yang merawat pasien.
6. Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan hasil kritis dan
menghubungi DPJP yang merawat pasien harus mencatat tindakan
yang diambil untuk pasien atau informasi lain terkait klinis
7. Untuk pasien rawat jalan, hasil kritis harus dilaporkan kepada dokter
yang meminta pemeriksaan dan harus menyampaikan hasil kritis ke
pasien.
8. Dokter/ perawat di ruangan yang menerima hasil kritis menerapkan
mekanisme pelaporan hasil kritis sebagai berikut:
a. 15 menit pertama: harus segera melaporkan pada DPJP, bila belum
berhasil menghubungi, ke langkah berikut:
b. 15 menit ke dua: harus melaporkan pada DPJP, bila belum berhasil
menghubungi, ke langkah berikut:
c. 15 menit ke tiga: Bila hari kerja dapat menghubungi: dokter
(internsip) jaga bangsal yang bertugas, bila belum berhasil
menghubungi ke langkah berikut:
d. 15 menit ke empat: menghubungi dokter jaga IGD yang bertugas,
bila belum berhasil juga maka dapat menghubungi urutan pimpinan
sebagai berikut:
1. Kepala Ruangan yang bersangkutan, jika tidak dapat
dihubungi,
2. Kepala IGD, jika tidak dapat dihubungi,
3. Kepala ICU, jika tidak dapat dihubungi
e. Dokter yang dilaporkan tentang hasil kritis yang perlu diwaspadai
tersebut, bertanggungjawab terhadap interpretasi hasil dan
pengambilan tindakan terhadap pasien.
PELAPORAN HASIL KRISTIS
No. Dokumen No. Revisi Halaman
3/3

1. Instalasi Laboratorium
2. Instalasi Radiologi
3. Instalasi Rawat Inap
UNIT TERKAIT
4. Instalasi Gawat Darurat
5. Instalasi UGD
DAFTAR NILAI KRITIS YANG WAJIB DI LAPORKAN SEGERA

JENIS NILAI NILAI


NO PEMERIKSAAN RENDAH TINGGI SATUAN
LABORATORIUM

HEMATOLOGI

1 Hemoglobin <5 >20 g/dl


2 Leukosit < 100 >50.000 /ul (kasus baru )
3 Trombosit < 20.000 > 800.000 /ul (kasus baru )

HEMOSTATIS

1 Waktu Pendarahan ( BT ) - >15 Menit


2 Protombine Time ( PT ) - >30 Detik
3 INR - >3,6 -
4 APTT - >70 Detik
5 Fibrinogen < 100 - mg/dl

KIMIA KLINIK

1 Ureum - >214 mg/dl


2 Creatinin - >10 mg/dl
3 Bilirubin ( Bayi ) - >15 mg/dl
4 Glukosa Darah (Dewasa) < 40 >500 mg/dl
5 Glukosa Darah ( Bayi) < 40 >325 mg/dl
6 Calcium Total darah <6 >13 mg/dl
7 Calcium ion < 0,78 >1,58 mmol/l
8 Natrium/Na < 120 >160 meq/l
9 Kalium/K < 2,5 >6 meq/l
10 Chlorida/Cl < 80 >115 meq/l
11 Magnesium/Mg <1 >4 meq/l
12 Phospat/P <1 meq/l
13 Laktat (Anak) - >4,1 mmol/l
14 Laktat (Dewasa) - > 3,4 mmol/l
15 Troponin T - Positif -

ASTRUP/ANALISA
GAS DARAH

1 pH < 7,25 > 2,25 mmHg


2 pCO2 < 20 > 60 mmHg
3 pO2 < 40 - mmHg
DAFTAR NILAI KRITIS PEMERIKSAAN RADIOLOGI

YANG WAJIB DI LAPORKAN SEGERA

Area Kondisi Kategori Kritis


Anatomi/ Red Category Condition*
Anatomical Area Laporkan Secara Lengkap Dalam Waktu 1 Jam
Sistem saraf pusat Perdarahan serebral / hematoma
Tumor otak (efek massa)
Stroke akut
Fraktur depresi pada tengkorak
Trauma/ Fraktur tulang belakang servikal
Kompresi sumsum tulang belakang
Leher Epiglotitis
Diseksi arteri karotis
Critical carotid stenosis
Payudara Ca Mammae stadium lanjut
Dada Tension pneumothorax
Diseksi aorta
Emboli paru
Aneurisma pecah atau impending rupture
Emfisema mediastinum / pneumomediastinum
Efusi pleura
Abdomen Udara bebas di abdomen (bila tanpa riwayat pembedahan dalam
waktu dekat)
Ischemic bowel
Appendicitis
Emboli vena porta
Volvulus
Perlukaan organ dalam traumatic
Perdarahan retroperitoneal
Obstruksi usus
Urogenital Kehamilan ektopik
Abruptio placentae
Placental Previa menjelang aterm
Torsio testis atau ovarium
Kematian vetus
Vaskuler DVT atau oklusi vaskuler
Tulang Fraktur terutama fraktur terbuka
Umum Kesalahan lokasi pemasangan selang / infuse (misalnya selang
makan pada saluran napas)
Area Kondisi Kategori Kritis
Anatomi/ Orange Category Condition*
Anatomical Area Laporkan Secara Lengkap Dalam Waktu 24 Jam Katagori
Kepala Brain tumor ( mass effect )
Spine HNP, Tumor
Abdomen Tumor Abdomen
Ekstremitas OA, Dislokasi sendi
Breast Benjolan/ massa payudara
Thorax KP, TB Paru, Massa
DAFTAR NILAI KRITIS KARDIOLOGI

YANG WAJIB DI LAPORKAN

Testing Red Category Conditions


Test
Area Complete Alert Within 1 Hour
Cardiology EKG" Acute ST segment elevation of 1mm or more in 2 more
contiguous leads, first instance only*
Acute ST depresssion of 2 mm or more in 2 or more
contiguous leads, first instance only*
High Grade AV block (no pacemaker), first instance
only*
Sustained VT
Torsadesdespoints
Adult Tamponade
echocardiogram Acute VSD,s/pMl
Aortic dissection
Obstructive( clotted) prosthetic heart valve
Pseudoaneursym
Papillary muscle rupture, s/pMl
Adult Exercise Unexpected very positive test, positive within the first
ToleranceTest stage of the Bruce protocol. Very positive maybe defined
by marked ST depression or ST elevation.
Substantial hypotension developing during the exercise
test.
Substantial ventricular ectopy developing during any
stage of the exercise test.
Substantial bradycardia either sinus or related to AV
block during or immediately post exercise.
Symptomatic hypotension with or without arrhythmia
during or at the completion of exercise
Any other abnormality that in the cardiologist's opinion
is a Critical Test Result (a test result indicating a life
threatening condition requiring immediate medical
intervention).

*First instance = No critical resultof the same kind in the past 24 hours.