Anda di halaman 1dari 13

SMK NEGERI 6 PADANG KEGIATAN PEMBELAJARAN 7

Jurusan : Teknik Komputer dan Jaringan Mapel : Teknologi Layanan Jaringan


Waktu : 6 X 45 Menit Topik : Memahami Konsep Kerja Protokoler Server
Softswitch.
Kelas : XI Judul : Konsep Kerja Protokoler Server Softswitch.
A. Tujuan Pembelajaran.
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini diharapkan bahwa :
1. Melalui observasi Siswa dapat menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch
dengan tepat
2. Melalui observasi Siswa dapat menganalisis softswitch dengan tepat
3. Melalui observasi Siswa dapat menganalisis Elemen dari jaringan berbasis softswitch
dengan tepat
4. Melalui observasi Siswa dapat menganalisis Fungsional Entitas Softswitchdengan tepat
5. Melalui observasi Siswa dapat menganalisis protocol dari jaringan berbasis softswitch
dengan tepat

B. Indikator pencapaian kompetensi


1. Peserta mampu menganalisis konsep kerja protokoler server softswitch
2. Peserta mampu menganalisis elemen jaringan berbasis softswitch

C. Uraian Materi
VOIP singkatan dari (Voice Over Internet Protocol) atau biasa disebut digital phone
merupakan salah satu bagian dari teknologi transmisi untuk mentransmisikan komunikasi
suara melalui IP, seperti internet ataupun packet-switched networks. Dengan menggunakan
VoIP, kita dapat melakukan panggilan telepon melalui koneksi internet, tidak lagi
menggunakan saluran telepon konvensional yang melakukan transmisi secara analog.
Beberapa layanan VoIP hanya bisa di gunakan untuk melakukan panggilan ke orang lain yang
menggunakan layanan yang sama. Tetapi ada juga layanan VoIP yang dapat melakukan
panggilan kepada siapa saja melalui nomor telepon, lokal, jarak jauh, mobile phone bahkan
nomor internasional.
VoIP mengkonversikan atau mengubah suara anda yang merupakan sinyal analog
menjadi sinyal digital yang ditransmisikan melalui internet. Tidak seperti telepon konvensional
yang mentransmisikan suara anda menggunkan sinyal listrik melalui kabel. VoIP dapat
digunakan langsung melalui komputer, telepon khusus VoIP ataupun pesawat telepon
konvensional yang tersambung menggunakan alat khusus yang dinamakan VoIP adapter.
VoIP (Voice over Internet Protocol) merupakan nama lain internet telephony. Internet
telephony adalah hardware dan software yang memungkinkan pengguna Internet untuk media
transmisi panggilan telepon. Kualitas Internet telephony ini belum sebaik kualitas koneksi
telepon langsung. Namun VoIP menawarkan system komunikasi yang lebih murah, feature
tambahan, dan transparansi terhadap data komputer.
VoIP atau voice over internet protocol adalah teknologi yang menjadikan media internet
untuk bisa melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. Teknologi VoIP ini
Created by Bulhadi, S.Pd
mengubah data suara menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan
paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. kelebihan dari layanan ini
dibandingkan dengan teknologi komunikasi suara biasa adalah tarif telepon yang dapat ditekan
sehingga lebih murah.
Hal ini dimungkinkan karena suara diubah menjadi data dan dikompres sehingga dengan
besar saluran yang sama dapat dilewatkan lebih banyak pembicaraan pararel. Jika misalnya
dalam format suara saluran tersebut hanya dapat digunakan oleh satu pembicaraan, maka
dengan format data dapat digunakan delapan pembicaraan pararel. VoIPmerupakan teknologi
yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet dalam proses
komunikasinya suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang
mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa, dengan arti lain
VoIP dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol internet (IP).
Dalam penggunaannya VoIP membutuhkan perangkat hub/switch, router, adsl modem
dan VoIP phone adaptor. Konsep kerja server softswitch softswitch adalah suatu alat yang
mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya
adalah jaringan telpon tetap (pstn), internet yang berbasis IP, kabel tv dan juga jaringan seluler
yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan sebuah sistem telekomunikasi masa depan
yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu memberikan layanan triple play
sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh sistem dengan jaringan yang maju
seperti teknologi yang berbasis IP.
Bagian yang paling kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang
mengatur call processing. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan
menciptakan suatu alat yang dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk
paket maupun circuit. Industri pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah
dengan memisahkan fungsi call processing dari fungsi switching secara fisik dan
menghubungkan keduanya elaui suatu protocol standar tersendiri, tetapi softswitch lebih
dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu : media gateway controller
(mgc) yang sering disebut dengan perangkat call agent aplication / fitur server media server.

1. Fungsional plane softswitch


Fungsional plane menunjukkan pemisahan fungsional entitas secara garis besar
pada jaringanVoice over IP (VoIP). Fungsional (plane) Softswitch terdapat empat bagian yaitu
Transport Plane, Call Control & Signaling Plane, Service & Application Plane, dan Management
Plane.
 Transport Plane berfungsi sebagai pembawa pesan di sepanjang jaringan VoIP, seperti
pengiriman pesan pensinyalan dalam panggilan, pembangunan hubungan media dalam
panggilan, atau menyediakan transportasi untuk pengiriman media.

Created by Bulhadi, S.Pd


 Call Control & Signaling Plane berfungsi sebagai pengendali sebagian besar elemen pada
jaringan VoIP, khususnya Transport Plane. Plane ini melakukan fungsi kontrol panggilan
berdasarkan pesan pensinyalan yang diterimanya dari Transport Plane untuk membangun dan
membubarkan koneksi media pada jaringan VoIP. Perangkat pada Plane ini adalah Media
Gateway Controller (Call Agent atau Call Controller), Gatekeeper, dan server LDAP.
 Service & Application Plane memberikan fungsi kontrol, logika, dan eksekusi terhadap berbagai
layanan dan aplikasi di dalam jaringan VoIP. Perangkat yang melakukan fungsi ini terdiri dari
Application atau Feature Server dan Media Server.
Management Plane memberikan fungsi Operation Support System (OSS), yaitu penyediaan
layanan pelanggan dan layanan baru, pendukung sistem operasi, sistem billing, dan
pemeliharaan jaringan

2. Fungsional Entitas Softswitch


Fungsional entitas merupakan entitas secara logika dalam jaringan VoIP. Fungsional
entitas menggambarkan fungsi logika komponen-komponen dalam arsitektur Softswitch.
 Media Gateway Controller Function (MGC-F) menyediakan logika panggilan dan
pensinyalan untuk control panggilan pada satu atau lebih media gateway.
 Call Agent Function (CA-F) dan Interworking Function (IW-F) CA-F dan IW-F merupakan
subset dari MGC-F. CA-F berfungsipada saat MGC-F menangani kontrol panggilan dan
pemeliharaan kondisi panggilan. Sedangkan IW-F berfungsi pada saat MGC-F melakukan
interaksi pensinyalan dengan jaringan yang menggunakan protokol berbeda.
 Routing Function (R-F) dan Accounting Function (A-F), R-F menyediakan informasi ruting
panggilan untuk MGC-F, sedangkan A-F mengumpulkan informasi accounting panggilan
untuk tujuan billing. A-F juga mempunyai peran yang lebih luas, yaitu melakukan fungsi
authentication, authorization dan accounting (AAA functionality) dalam
remote accessnetwork. Peran utama dari kedua fungsi tersebut adalah untuk memberi
respon atas permintaan dari MGC-F, menyampaikan panggilan atau informasi accounting
kepada terminalendpoint (MGC-F lain) atau layanan (AS-F).
 SIP Proxy Server Function (SPS-F), Kebanyakan implementasi dari R-F dan A-F adalah
berupa SIP Proxy server. Oleh karena itu, ISC mengakui pemisahan SPS-F.
 Signaling Gateway Function (SG-F) dan Access Gateway Signaling Function SG-F
menyediakan gateway untuk pensinyalan antara jaringan VoIP denganPSTN. Peran utama
dari SG-F adalah untuk melakukan enkapsulasi dan
mentransportasikan protokol pensinyalan PSTN (ISUP atau INAP) atau PLMN, (MAP dan
CAP) pada jaringan IP. AGS-F menyediakan gateway untuk pensinyalan
antara jaringan VoIP dengan jaringan access yang berbasis circuit switch. Peran utama
dari AGS-F adalah untuk melakukan enkapsulasi dan

Created by Bulhadi, S.Pd


mentransportasikan protokol pensinyalan V5 atau ISDN (wireline), atau BSSAP atau
RANAP (wireless) pada jaringan IP.
 Application Server Function (AS-F) merupakan entitas pengeksekusi aplikasi. Peran utama
AS-F adalah untuk menyediakan logika layanan dan eksekusi untuk beberapa aplikasi dan
layanan.
 Service Control Function (SC-F) berfungsi ketika AS-F melakukan fungsinya mengontrol
logika layanan. Oleh karena itu, ISC mengakui pemisahan SC-F.
 Media Gateway Function (MG-F) menjembatani jaringan IP dengan endpoint akses atau
jaringan trunk. Misalnya MG-F dapat menyediakan gateway
antara jaringan IP danjaringan circuit (seperti IP ke PSTN) atau antara
dua jaringan paket (seperti IP ke 3G atau ATM). Peran utama MG-F adalah untuk
transformasi media dari satu format ke format lain yang sesuai.
 Media Server Function (MS-F) menyediakan manipulasi media dan melakukan paketisasi
media stream untuk keperluan beberapa aplikasi. Peran utama MS-F adalah untuk
beroperasi sebagai server yang mengatur permintaan dari AS-F atau MGC-F untuk
memproses media dengan paketisasi media stream.
 Implementasi Jaringan Berbasis Softswitch
 Menurut Sun Microsystem, jaringan berbasis Softswitch merupakan kumpulan dari
beberapa product, protocol, dan aplikasi yang memungkinkan beberapa device untuk
mengakses layanan suara, data, dan video melalui jaringan IP. arsitektur Softswitch ke
dalam komponen secara fisik serta protokol yang digunakan antar elemen jaringan.

3. Elemen Jaringan softswitch


Elemen dari jaringan berbasis Softswitch terdiri dari :
 Media Gateway Controller (MGC), MGC merupakan komponen utama dari arsitektur
Softswitch yang bertanggung jawab dalam pemrosesan panggilan melalui pengendalian
atau pengkoordinasian komponen-komponen lainnya, seperti SG (dalam melakukan fungsi
pembentukan atau pembubaran panggilan), MG (dalam penyediaan bearer untuk
penyaluran media atau suara), AS (dalam penanganan fitur-fitur layanan atau aplikasi).
 Signaling Gateway (SG), SG merupakan komponen jaringan yang mengkonversikan atau
menterjemahkan pesan protokol berbasis IP seperti SIP ke protokol yang berbasis SS7
seperti Transaction Capability User Part (TCAP), ISDN User Part (ISUP) dan lain-lain.
 Media Gateway (MG), MG merupakan elemen jaringan yang bertindak sebagai gerbang
keluar atau masuk ke jaringan lain (eksternal). MG mengkonversi protokol atau media
masukan menjadi protokol atau media keluaran yang sesuai dengan jaringan transportnya.
MG dapat berupa Trunk Gateway (TG) yaitu Media gateway yang menjembatani jaringan
trunk (PSTN) yang berbasis circuit switch dengan jaringan backbone IP atau ATM yang
berbasis packet switch. Dalam hal ini TG merupakan implementaasi Softswitch Class 4
Created by Bulhadi, S.Pd
dimana sentral-sentral lokal pada PSTN dihubungkan pada TG. Implementasi Softswitch
Class 4 merupakan tahap awal atau transisi dalam migrasi jaringan PSTN atau PLMN
menuju NGN.
Access Gateway (AG) merupakan MG yang menjembatani jaringan akses circuit switch
dengan jaringan paketberbasis IP atau ATM. AG merupakan service node dalam
implementasi Softswitch Class 5 atau merupakan service node pengganti switch tradisional
Class 5 (sentral lokal). Implementasi AG merupakan transisi tahap berikutnya setelah
implementasi Softswitch Class 4 dalam migrasi menuju NGN.
 Application atau Feature Server (AP/FS), AP/FS merupakan server yang berfungsi untuk
melakukan pengaturan aplikasi. Server ini memungkinkan untuk layanan (service)
pelanggan, penyediaan aplikasi baru (service provisioning), dan pengadministrasian
pelanggan (administration). Perbedaan anatara kedua server ini yaitu AS mengatur layanan
padajaringan yang lebih luas (umum), sedangkan FS bersifat lokal (khusus). Kedua server
ini secara fisik hampir sama dan pada banyak kasus kegunaannya dapat saling
dipertukarkan.
 Media Server (MS), MS merupakan sever yang diklasifikasikan sebagai server khusus
dalam pemrosesan media (Digital Signal Processing/DSP) seperti kemampuan pengenalan
suara (voice recognition), video conferencing, dan lainnya, yang menuntut spesifikasi
perangkat keras secara khusus. Karena itu server ini biasanya dibuat terpisah dari AS/FS

4. Protokol pada Jaringan Softswitch


Terdapat 4 kategori protokol pada jaringan Softswitch yaitu :
a. Protokol pengontrol panggilan
 H.323 merupakan protokol umbrella yang direkomendasikan oleh ITU – T,dimana
spesifikasi dan prosedurnya ditujukan untuk komunikasi multimedia pada jaringan IP.
 Session Initiation Protocol (SIP) adalah protokol pada layer aplikasi yang dapat
membangun,memodifikasi, dan mengakhiri sesi komunikasi multimedia pada jaringan
IP, yaitu dalam hal mengirim dan menerima message.
 SIP for Telephony (SIP-T) merupakan protokol standar SIP yang dikenal sebagai
pembawa payload untuk mentransportasikan pesan ISUP PSTN.
b. Protokol pengontrol Media Gateway
 Media Gateway Control Protocol (MGCP)merupakan protokol komunikasi antara
MGC dan MG. Dengan menggunakan protokol master atau slave ini, MG dapat
mengeksekusi command yang dikirim oleh MGC.
 MEdia GAteway COntrol protocol (MEGACO atau H.248) Megaco
merupakan protokol yang didefinisikan oleh IETF dan ITU-T (direkomendasikan oleh
ITU-T sebagai H.248). Megaco memiliki arsitektur master atau slave. MGC bertindak
sebagai master server yang bertanggung jawab untuk melakukan fungsi kontrol
Created by Bulhadi, S.Pd
panggilan dan MG bertindak sebagai slave client yang bertanggung jawab untuk
mencampur media. Komunikasi antara MGC dan MG dengan menggunakan protocol
MEGACO berfungsi untuk mengatur koneksi dari media stream.
c. Protokol transport
 Real-time Transport Protocol (RTP) menyediakan fungsi transportasi jaringan end-to-
end yang sesuai untuk aplikasi pengiriman data real time, seperti suara
atau video lewat layanan jaringan multicast atau unicast.
 Real-Time Control Protocol (RTCP) merupakan bagian dari RTP, yang menyediakan
feedback kualitas jaringan untuk pengirim RTP.
d. Protokol Signaling Gateway
Signaling TRANsport (SIGTRAN) merupakan protokol transport pensinyalan yang
diformulasikan oleh IETF dan digunakan pada SG untuk mentransmisikan pensinyalan
SS7 melalui jaringan IP. Selain keempat kategori di atas, terdapat juga protokol lain
yang digunakan untuk koneksi ke PSTN, yaitu SS7.
SS7 merupakan sistem common channel signaling (CCS) yang dikembangkan oleh
ITU-T dalam merespon permintaan berbagai fitur dan penggabungan layanan (suara
dan data). SS7 dirancang untuk mendukung pembangunan pang panggilan, ruting,
billing, informasi database, dan fungsi layanan khusus untuk PSTN.
Untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi sibuk, mengup-
date bandwidth TG (B), dan mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) melakukan
hal yang sama dengan MGC (B), yaitu memerintahkan TG (A) untuk mengaktifkan port
RTP, mengubah status user (A) ke kondisi sibuk, meng-update bandwidth TG (A), dan
mengirimkan informasi jawaban user (B) ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format TDM untuk selanjutkan dikirim ke PSTN (A).
PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi sibuk. Setelah terjadi pembangunan
hubungan, terjadi sesi bicara antara user (A) dan user (B). Pembubaran hubungan
terjadi pada saat salah satu pihak misalnya user (A) menutup hand set. Penutupan hand
set dideteksi oleh PSTN (A) dan mengirimkan informasi tersebut ke SG (A). SG (A)
memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (A).
MGC (A) memerintahkan TG (A) untuk menonaktifkan port RTP, mengubah status
user (A) ke kondisi bebas, dan mengirimkan informasi pembubaran ke MGC (B). MGC
(B) melakukan hal yang sama dengan MGC (A), yaitu memerintahkan TG (B) untuk
menon-aktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi bebas, dan mengirimkan
informasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan
mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengubah status user (B) ke kondisi bebas
dan mengirimkan informasi konfirmasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya
ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (B).

Created by Bulhadi, S.Pd


MGC (B) meng-up-date bandwidth TG (B) dan mengirimkan informasi ke MGC (A).
MGC (A) juga meng-up-date bandwidth TG (A) dan mengirimkan informasi ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (A). PSTN (A)
mengubah status user (A) ke kondisi bebas. Untuk menjelaskan proses komunikasi,
digunakan contoh pemrosesan panggilan telepon antar pelanggan analog melalui
jaringan IP. Dalam proses panggilan diasumsikan tidak ada pembatasan panggilan
untuk kelas layanan user (A), semua sumber daya (kanal atau bandwidth) tersedia, dan
ketika dipanggil, user (B) dalam keadaan bebas. Selesai sesi bicara, user (A) terlebih
dahulu yang meletakkan handset.
Pembangunan hubungan dimulai pada saat user (A) mengangkat hand set dan
mendial nomor telepon user (B). PSTN (A) menerima nomor telepon user (A) dan
mengirimkannya ke SG (A) untuk dimapingkan ke format IP. Setelah dimapingkan, SG
(A) mengirimkannya ke MGC (A). MGC (A) menentukan MGC (B) dan mengirimkan
nomor telepon user (B) ke MGC (B), serta memerintahkan TG (A) untuk menyiapkan
port RTP.
MGC (B) mengecek di data base tentang zone tujuan, kategori tujuan,
menentukan user (A) boleh menghubungi user (B) atau tidak, dan ketersediaan
bandwidth. Jika semuanya tersedia, MGC (B) memerintahkan TG (B) untuk menyiapkan
port RTP, serta mengirimkan nomor telepon (B) ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke
format TDM dan mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengecek status user (B)
dalam keadaan bebas atau sibuk.
Jika bebas, selanjutnya mengirimkan ringing current ke user (B) dan
mengirimkan informasi kondisi user (B) ke PSTN (A) melalui SG (B), MGC (B), MGC (A),
dan SG (A). Setelah informasi kondisi user (B) sampai di PSTN (A), dikirimkan ringing
tone ke user (A). Pada saat user (B) mengangkat hand set untuk menjawab panggilan
telepon, PSTN (B) mengirimkan informasi tersebut ke SG (B) dan mengubah status user
(B) ke kondisi sibuk.
SG (B) memapingkan informasi jawaban user (B) ke format IP dan
mengirimkannya ke MGC (B). MGC (B) memerintahkan TG (B) untuk mengaktifkan port
RTP, mengubah status user (B) ke kondisi sibuk, mengup- date bandwidth TG (B), dan
mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) melakukan hal yang sama dengan MGC
(B), yaitu memerintahkan TG (A) untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user
(A) ke kondisi sibuk, meng-update bandwidth TG (A), dan mengirimkan informasi
jawaban user (B) ke SG (A).
SG (A) memapingkannya ke format TDM untuk selanjutkan dikirim ke PSTN (A).
PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi sibuk. Setelah terjadi pembangunan
hubungan, terjadi sesi bicara antara user (A) dan user (B). Pembubaran hubungan
terjadi pada saat salah satu pihak misalnya user (A) menutup hand set. Penutupan hand
Created by Bulhadi, S.Pd
set dideteksi oleh PSTN (A) dan mengirimkan informasi tersebut ke SG (A). SG (A)
memapingkannya ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (A). MGC (A)
memerintahkan TG (A) untuk menonaktifkan port RTP, mengubah status user (A) ke
kondisi bebas, dan mengirimkan informasi pembubaran ke MGC (B). MGC (B)
melakukan hal yang sama dengan MGC (A), yaitu memerintahkan TG (B) untuk menon-
aktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi bebas, dan mengirimkan
informasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya ke format TDM dan
mengirimkannya ke PSTN (B). PSTN (B) mengubah status user (B) ke kondisi bebas
dan mengirimkan informasi konfirmasi pembubaran ke SG (B). SG (B) memapingkannya
ke format IP dan mengirimkannya ke MGC (B). MGC (B) meng-up-date bandwidth TG
(B) dan mengirimkan informasi ke MGC (A). MGC (A) juga meng-up-date bandwidth TG
(A) dan mengirimkan informasi ke SG (A). SG (A) memapingkannya ke format TDM dan
mengirimkannya ke PSTN (A). PSTN (A) mengubah status user (A) ke kondisi bebas.

Gambar1. VoIP

Secara garis besar layanan VoIP dapat dibagi menjadi 4, yaitu :


1. Computer to Computer
Layanan ini merupakan layanan voice call yang menggunakan komputer sebagai
alat komunikasi. Dengan menggunakan layanan khusus di internet kita bisa menggunakan
komputer kita yang telah terhubung dengan internet untuk melakukan panggilan ke
komputer lain yang menggunakan layanan yang sama. Banyak penyedia layanan VoIP di
internet. Salah satu layanan yang mendukung panggilan suara melalui internet adalah
Yahoo messenger.
Dengan menggunakan Yahoo messenger kita bisa melakukan voice call dengan
sesama user. Begitu juga penyedia layanan lainnya, seperti MSN messenger ataupun
Skype. Layanan VoIP computer to computer dapat dilakukan secara gratis, anda hanya
cukup menyediakan koneksi internet pada komputer anda.

Created by Bulhadi, S.Pd


2. Computer to Phone
Layanan ini merupakan layanan yang memungkinkan kita melakukan panggilan dari
komputer ke telepon, baik itu telepon tetap (PSTN) ataupun mobile phone (handphone).
Layanan ini juga membutuhkan penyedia layanan di internet.
Salah satu penyedia layanan ini adalah Skype. Layanan ini juga tidak gratis seperti layanan
computer to computer VoIP, layanan ini membutuhkan biaya yang harus dibeli terlebih
dahulu (sistem prabayar).
Cara menggunakan layanan ini juga tidak sulit. Pertama, kita harus memiliki
account di penyedia layanan terkait, biasanya membuat account tidak di pungut biaya. Lalu
kita membeli credit atau bisa juga disebut pulsa, yang nantinya akan digunakan untuk
melakukan panggilan ke telepon. Panggilan yang dilakukan tidak hanya ke nomor telepon
lokal, namun panggilan dapat dilakukan untuk menghubungi nomor internasional di seluruh
dunia. Dan juga, kita dapat melakukan panggilan baik ke telepon tetap ataupun handphone.
Tarif yang digunakan mengacu pada penyedia layanan.

3. Phone to Computer
Layanan VoIP call ini merupakan layanan yang memungkinkan anda melakukan
panggilan dari telepon ke komputer. Lagi-lagi penyedia layanan yang mendukung layanan
ini salah satunya adalah Skype. Saat kita mempunyai account skype, kita juga dapat
mempunyai apa yang di sebut Online Number. Online number inilah yang nantinya dapat di
hubungi dari telepon manapun.

4. Phone to Phone
Layanan dilakukan dengan menggunakan pesawat telepon khusus atau telepon
konvensional yang di hubungkan dengan VoIP adapter. Untuk menggunakan layanan ini
kita harus menggunakan penyedia layanan phone to phone VoIP. Salah satu penyedia
layanan ini adalah Phone Power. Dengan layanan ini kita dapat melakukan panggilan
kemana pun diseluruh dunia yang menggunakan alat yang mendukung.

D. Latihan Soal
1. Apakah yang dimaksud dengan pengertian VoIP?
2. Apakah fungsi dari Real-time Transport Protocol (RTP) ?
3. Apakah Fungsi dari Real-Time Control Protocol (RTCP)?
4. Sebutkan perangkat yang dipergunakan dalam sistem VoIP!
5. Jelaskan bagaimana cara kerja Softswitch?
6. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan Media Gateway Control Protocol (MGCP)?

Created by Bulhadi, S.Pd


E. Rangkuman

VoIP adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media
internet dalam proses komunikasinya suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui
jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa,
dengan arti lain VoIP dapat didefinisikan suara yang dikirim melalui protokol internet (IP).
Kebutuhan perangkat VoIP dalam penggunaannya VoIP mebutuhkan perangkat HUB/Switch,
router, ADSL modem dan VoIP phone Adaptor. Konsep kerja server softswitch adalah suatu
alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di
dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga
jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch merupakan sebuah sistem
telekomunikasi masa depan yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yaitu mampu
memberikan layanan triple play sekaligus dimana layanan ini hanya mungkin dilakukan oleh
sistem dengan jaringan yang maju seperti teknologi yang berbasis IP. Bagian yang paling
kompleks dalam suatu sentral lokal adalah bagian software yang mengatur call processing.
Salah satu solusi untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menciptakan suatu alat yang
dapat menyambungkan komunikasi suara (voice) dalam bentuk paket maupun circuit. Industri
pertelekomunikasian menyimpulkan cara yang terbaik adalah dengan memisahkan fungsi call
processing dari fungsi switching secara fisik dan menghubungkan keduanya elaui suatu
protocol standar tersendiri. Tetapi Softswitch lebih dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat
perangkat dalam sofswitch yaitu : Media Gateway Controller (MGC) yang sering disebut
dengan perangkat call agent Aplication / fitur server Media server Lalu Bagaimana cara kerja
Softswitch? Cara Kerja Softswicth dan MGC Disini MGC akan bekerja pada tataran pengaturan
panggilannya (call control) serta call processing. lalu MGC akan mengontrol panggilan yang
masuk untuk mengetahui jenis media penggilan dan tujuannya sehingga MGC akan
mengirikan sinyal ke MG untuk melakukan koneksi, baik intrakoneksi jaringan sirkuit ke sirkuit
atau paket ke paket maupun interkoneksi jaringan sirkuit ke paket dan sebaliknya. Jika
diperlukan, MGC kan meminta MG melakukan konversi media yang sesuai dengan
permintaan, atau langsung meneruskan panggilan jika tidak diperlukan konversi. Antara MGC
dan MG sendiri akan saling berhubungan dengan protokol Megaco atau MGCP (Media
Gateway Control Protocol). Sementara itu, satu MGC akan berhubungan dengan MGC yang
lain, baik itu yang berada di jaringan yang sama maupun berbeda, dengan mengirimkan
protokol sinyal tertentu. Untuk jaringan sirkit, MGC akan mengirimkan SS7 (Signalling System
7), sementara jika berhubungan dengan jaringan paket, maka MGC akan menggunakan H.323
atau SIP (Season Initiation Protocol). Sedangkan MG sendiri hanya akan bekerja sebagai
converter antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket. Di sini fungsi softswitch menjadi hanya
setara dengan switch analog dan tidak memberikan layanan yang lain. MG juga bisa bekerja di

Created by Bulhadi, S.Pd


sisi pelanggan maupun penyedia layanan, dimana softwitch bukan hanya berfungsi sebagai
converter, namun juga memberikan feature lebih, termasuk dial-tone tentunya.
Pada posisi ini, maka softswitch akan bekerja lebih kompleks. Softswitch sendiri memiliki
fitur : Abreviated Dialing Call Forwarding Call WaitingCancel Call Waiting Calling Line
Indetification Presentase (CCIP) Clip On Call Waiting Conterence Call Confrex .VoIP atau
voice over internet protocol adalah teknologi yang menjadikan media internet untuk bisa
melakukan komunikasi suara jarak jauh secara langsung. teknologi VoIP ini mengubah data
suara menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data,
dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa. kelebihan dari layanan ini dibandingkan dengan
teknologi komunikasi suara biasa adalah tarif telepon yang dapat ditekan sehingga lebih
murah. hal ini dimungkinkan karena suara diubah menjadi data dan dikompres sehingga
dengan besar saluran yang sama dapat dilewatkan lebih banyak pembicaraan pararel. jika
misalnya dalam format suara saluran tersebut hanya dapat digunakan oleh satu pembicaraan,
maka dengan format data dapat digunakan delapan pembicaraan pararel.
Fungsional plane menunjukkan pemisahan fungsional entitas secara garis besar
pada jaringanVoice over IP (VoIP). Fungsional (plane) Softswitch terdapat empat bagian yaitu
Transport Plane, Call Control & Signaling Plane, Service & Application Plane, dan
Management Plane.Media Gateway Controller (MGC), MGC merupakan komponen utama dari
arsitektur Softswitch yang bertanggung jawab dalam pemrosesan panggilan melalui
pengendalian atau pengkoordinasian komponen-komponen lainnya, seperti SG (dalam
melakukan fungsi pembentukan atau pembubaran panggilan), MG (dalam penyediaan bearer
untuk penyaluran media atau suara), AS (dalam penanganan fitur-fitur layanan atau
aplikasi).Signaling Transport (SIGTRAN) merupakan protokol transport pensinyalan yang
diformulasikan oleh IETF dan digunakan pada SG untuk mentransmisikan pensinyalan SS7
melalui jaringan IP. Selain keempat kategori di atas, terdapat juga protokol lain yang digunakan
untuk koneksi ke PSTN, yaitu SS7. SS7 merupakan sistem common channel signaling (CCS)
yang dikembangkan oleh ITU-T dalam merespon permintaan berbagai fitur dan penggabungan
layanan (suara dan data). SS7 dirancang untuk mendukung pembangunan pang panggilan,
ruting, billing, informasi database, dan fungsi layanan khusus untuk PSTN.
Untuk mengaktifkan port RTP, mengubah status user (B) ke kondisi sibuk, mengup- date
bandwidth TG (B), dan mengirimkan informasi ke MGC (A).

Created by Bulhadi, S.Pd


F. Umpan Balikdan Tindak Lanjut

Hasil Yang di
Indikator Pencapaian Kompetensi Capai Rencana
YA TIDAK Tindak
Lanjut
Apakah saudara sudah memahami fungsi Transport Plane
Apakah saudara sudah memahami Media Gateway (MG)
Apakah saudara sudah memahami Signaling TRANsport
(SIGTRAN)
Apakah saudara sudah memahami konsep kerja
protokoler server softswitch
Apakah saudara sudah memahami softswitch
Apakah saudara sudah memahami Elemen dari jaringan
berbasis softswitch
Apakah saudara sudah memahami Fungsional Entitas
Softswitch
Apakah saudara sudah memahami protocol dari jaringan
berbasis softswitch
Apakah saudara sudah memahami fungsional plane
softswitch
Apakah saudara sudah memahami Media Server Function
(MS-F)

Created by Bulhadi, S.Pd


G. Kunci Jawaban
1. VoIP adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media
internet.
2. RTP digunakan sebagai penghubung dengan RTP Control Protocol (RTCP). Ketika RTP
membawa media stream (cth : audio dan video), RTCP berfungsi untuk memonitor statistik
dari transmisi dan Quality of Service (QoS) dan membantu sinkronisasi multiple stream-
Ketika kedua protokol digunakan dalam conjunction, FTP dihasilkan dan diterima pada
nomor port genap dan komunikasi RTCP yang menghubungkannya memggunakan nomor
port ganjil yang lebih tinggi.
3. RTCP berfungsi seiringan dengan RTP. RTP melaksanakan pengangkutan data sebenar,
manakala RTCP digunakan untuk menghantar paket kawalan kepada peserta dalam
panggilan. Fungsi utamanya adalah untuk menyediakan maklumbalas mengenai kualiti
perkhidmatan yang diberikan oleh RTP
4. X-Lite -> Sebagai softphone untuk memanggil/menerima telepon.
IP Phone -> Sebagai hardphone untuk memanggil/menerima telepon.
Briker -> Sebagai operating sistem Voip.
Server -> Sebagai pusat pengolahan data pada jaringan voip.
Modem -> sebagai koneksi apabila server voip ada di jaringan internet
5. Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan
jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap (PSTN), internet yang
berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini. Softswitch lebih
dikenal sebagai IP-PBX. Perangkat perangkat dalam sofswitch yaitu : (a). Media Gateway
Controller (MGC) yang sering disebut dengan perangkat call agent (b). Aplication / fitur
server (c) Media server .Selain memiliki berbagai perangkat, Softswitch juga memiliki
kapsitas yaitu harus mampu trafik panggilan minimal 4 juta BHC dan dapat pula ditambah
kapasitasnya sesuai kebutuhan. Kapsitas sistem ini juga harus disdesain secara modular.
6. adalah elemen utama softswitch, berfungsi untuk mengontrol semua sesi layanan dan
komunikasi, mengatur interaksi elemen-elemen jaringan yang lain, dan menjembatani
jaringan dengan karakteristik yang berbeda, yakni termasuk PSTN, SS7, dan jaringan IP.
Antara MGC saling berhubungan dengan protocol SIP-T.

Created by Bulhadi, S.Pd