Anda di halaman 1dari 2

PUSKESMAS KETAWANG No.

Dokumen PROTAP-RTD-09
No. Revisi. 00
PROTAP
Tanggal 01 FEBRUARI 2009
RESUSITASI JANTUNG PARU Halaman 1 / 2
UNIT KERJA : RTD/ UGD PETUGAS : DOKTER/PERAWAT/BIDAN

1. Nama Pekerjaan : RESUSITASI JANTUNG PARU

2. Tujuan
Petunjuk kerja ini sebagai acuan untuk melakukan Resusitasi Jantung Paru dengan benar
dan memberikan bantuan hidup dasar.

3. Ruang Lingkup
Meliputi pelayanan di UGD dan Kamar Bersalin di Puskesmas Ketawang

4. Ketrampilan Petugas
4.1 Dokter
4.2 Perawat terampil
4.3 Bidan terampil

5. Peralatan
5.1 Resusitasi Bag
5.2 Tong spatel
5.3 Sarung tangan

6. Instruksi Kerja
6.1 Periksa keadaan pasien → Airway (Jalan Nafas), Breathing (Pernapasan), Circulation
(Sirkulasi) + tingkat kesadaran dari pasien
6.2 Posisikan penolong di sebelah kiri pasien dan tegak lurus terhadap pasien
6.3 Bebaskan jalan nafas.
6.3.1 Kepala pada posisi ekstensi
6.3.2 Dorong mandibula
6.3.3 Keluarkan benda asing dengan
6.4 menggunakan jari-jari tangan untuk benda asing yang padat
6.5 menggunakan suction untuk benda asing yang berupa cair
6.6 Beri bantuan pernapasan dan sirkulasi dengan cara
6.6.1 Bantuan pernapasan dengan menggunakan ambu bag (membagging)
6.6.2 Bantuan sirkulasi : lakukan penekanan (kompressi) dada luar dengan menekan
daerah bawah sternum (4-5 jari / cm) di atas processus xyphoideus. Penekanan
dilakukan dengan tangan penolong tegak lurus terhadap dada / sternum pasien
6.6.3 Bantuan pernapasan dan sirkulasi dilakukan dengan perbandingan 1 : 5, yaitu 1 kali
pemberian inspirasi pernapasan dan 5 kali kompressi dada luar.
6.7 Dilakukan berulang-ulang sampai pasien ada nafas.
6.8 Cuci tangan petugas
6.9 Rapikan alat
6.10 Dokumentasikan pada catatan mutu
PUSKESMAS KETAWANG No.Dokumen PROTAP-RTD-09
No. Revisi. 00
PROTAP
Tanggal 01 FEBRUARI 2009
RESUSITASI JANTUNG PARU Halaman 2 / 2
UNIT KERJA : RTD/ UGD PETUGAS : DOKTER/PERAWAT/BIDAN

7. Dokumen Terkait
7.1 Buku status pasien
7.2 Buku register UGD
7.3 Buku register loket
7.4 Buku register BP
7.5 Form resep

8. Indikator Kinerja
8.1 Tidak terjadi fraktur atau trauma pada daerah sternum
8.2 Pasien dapat bernafas kembali

9. Kontra Indikasi

10. Referensi

Disahkan Oleh

Drg. Budi Lestariati


Kepala Puskesmas