Anda di halaman 1dari 2

STROKE

UPTD Puskesmas
KWADUNGAN

No.Doku
:
men
No.
: 00
SOP Revisi
Tanggal
: 1 Oktober 2015
terbit
Halaman : 1 /2 Drg. Rika Wandansari
UPTD NIP. 19700308 200312 2 003
Puskesmas
KWADUNGAN ………..

1. Pengertian Stroke adalah defisit neurologis , lebih dari 24 jam yang terjadi mendadak
dan disebabkan oleh faktor vaskuler.
2. Tujuan Untuk mengurangi tingakat kecacatan yang diakibatkan oleh pecahnya pembuluh
darah.
3. Kebijakan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 5 tahun 2014
4. Referensi Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
5. Prosedur/ ANAMNESA
Langkah- Keluhan mendadak stroke berupa kelumpuhan anggota gerak satu
langkah sisi(hemiparese), hemianopia(buta mendadak), diplopia, vertigo, afasia, disfagia,
disathria, ataksia dan kejang atau penurunan kesadaran.
PEMERIKSAAN FISIK
a. Pemeriksaan tanda vital
b. Pemeriksaan jantung paru
c. Pemeriksaan bruitkarotis
d. Pemeriksaan abdomen
e. Pemeriksaan ekstremitas
f. Pemeriksaan neurologis (kesadaran, motorik, sensorik, tanda rangsang
meningeal)
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Diagnosis klinis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Klasifikasi
Stroke dibedakan menjadi
a. Stroke hemoragik biasanya disertai dengan sakit kepala hebat, muntah,
penurunan kesadaran, tekanan darah tinggi.
b. Stroke iskemik biasanya tidak disertai dengan sakit kepala hebat, muntah,
penurunan kesadaran dan tekanan darah tinggi.

1/2
RENCANA PENATALAKSANAAN
a. Stabilisasi pasien dengan tindakan ABC
b. Pertimbangkan intubasi jika kesadaran stupor atau koma atau gagal nafas.
c. Pasang jalur infus IV dengan larutan NaCl 0.9% dengan kecepatan 20 ml/jam
d. Berikan O2 (2-4 lt/mnt)
e. Jangan memberikan makanan atau minuman lewat mulut.
RUJUKAN
Semua pasien stroke setelah ditegakkan diagnosis dan diberikan penanganan
awal selanjutnya dirujuk ke fasilitas pelayanan kesehatan sekunder yang
memiliki dokter spesialis syaraf.
6. Unit terkait Poli Umum,UGD,Rawat Inap

2/2