Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH BUKU PENUNJANG PKN TERHADAP

PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER I

SMPN 2 KAUMAN KABUPATEN PONOROGO

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Pryo Sularso** Lucky Putri Utami*

Abstrak

P enelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksananaan buku penunjang PKn, prestasi belajar serta untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara buku penunjang PKn dengan prestasi belajar siswa kelas VII SMPN

2 Kauman Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kauman Kabupaten Ponorogo di Desa Demalang Kecamatan Kauman. Dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, yaitu teknik pengambilan. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan metode Angket atau Kuesioner dan nilai ulangan siswa. Hasil analisis data yaitu “Ada Pengaruh Buku Penunjang PKn terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMPN 2 Kauman Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2013-2014”, diterima. Artinya, Buku Penunjang PKn mempunyai hubungan yang positif dengan Prestasi Belajar siswa kelas VII SMPN 2 Kauman Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan hasil r hitung > r tabel atau 0,340 > 0,312. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis penelitian ini diterima.

Kata Kunci :Buku Penunjang PKn, Prestasi Belajar.

*Mahasiswa PPKn IKIP PGRI Madiun ** Dosen PPKn IKIP PGRI Madiun

172

172

PENDAHULUAN Buku penunjang merupakan media atau alat penunjang mengajar selain untuk menyebarluaskan informasi juga dapat bermanfaat dalam proses belajar mengajar sehingga dapat dicapai hasil yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan sangat penting untuk penunjang pendidikan siswa dalam prosesnya. Pendidikan merupakan usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Wina Sanjaya (2006: 2). Pendidikan Kewarganegaraan adalah usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga Negara dan Negara serta Pendidikan

Pendahuluan Bela Negara (PPBN) yang membuahkan sikap mental yang cerdas serta penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Tim Dosen PKn IKIP PGRI Madiun (2010: 1).

Interaksi antara guru (pendidik) dengan peserta didik (siswa) untuk mencapai tujuan- tujuan pendidikan yang ditentukan. Pendidik, peserta didik dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan, ketiganya membentuk suatu kesatuan (triangle), yang kalau hilang atau kurang dari salah satunya maka hilang pula hakekat dari pendidikan. Dalam proses pembelajaran guru sangat diperlukan, yaitu untuk menyelenggarakan proses kegiatan pembelajaran sejak mulai merencanakan, melaksanakan, penilaian dan pelaporan. Kelancaran dan kelangsungan pelaksanaan tugas

pokok

dalam

guru

menyelenggarakan proses pembelajaran di kelas sangat ditentukan oleh kemampuan guru untuk memimpin dan mengendalikan

173

suasana kelas tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Dalam proses pendidikan di sekolah, belajar merupakan kegiatan paling pokok. Hal ini berarti berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung bagaimana proses belajar yang dialami sebagai peserta didik.

Belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana perubahanperubahan tersebut akan terlihat dalam tingkah lakunya (Slameto, 2010: 2). Proses perubahan dalam belajar di pengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor interent) dan faktor yang berasal dari luar diri siswa(faktor eksterent). Faktor interent terdiri dari faktor jasmani, psikologis, dan faktor kelelahan. Sedang faktor eksterent yang berpengaruh terhadap hasil belajar, misalnya faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat / lingkungan (Slameto, 2010: 54-60).

Dalam penelitian ini penulis membatasi penelitian dengan mengambil mata pelajaran atau bidang studi PKn khususnya di SMP N 02 Kauman Kabupaten Ponorogo. Dalam dunia pendidikan, Bidang studi merupakan salah satu mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa sebagai peserta didik. Agar dapat tercapainya hasil belajar yang di harapkan salah satunya adalah dengan dipenuhinya penggunaan buku penunjang. Media Sumber Belajar (buku penunjang) adalah alat bantu yang berguna dalam kegiatan belajar mengajar, alat bantu dapat mewakili sesuatu yang tidak bisa disampaikan oleh guru via kata-kata atau kalimat. Djamarah (2006: 2-3). Dalam penelitian ini pula penulis ingin mengetahui seberapa efektifnya penggunaan buku penunjang terhadap hasil belajar PKn. Dewasa ini di tiap-tiap sekolah yang ada, hanya berpatok pada satu buku / buku paket yang memiliki keterbatasan dalam penyajian materi dan hanya dari satu sumber. penunjang pembelajaran yang utama adalah buku paket dan buku

174

penunjang, ditambah media lain yang berkaitan dengan pembelajaran yang dapat menarik minat siswa, agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara efektif sehingga dapat tercapai hasil yang diharapkan. Dalam pembelajaran, peran guru sangat mutlak, guru harus mengetahui apa yang menjadi motivasi dan minat anak didik itu sendiri sehingga tercipta suasana yang dapat mempengaruhi psikologi yang positif terhadap perkembangan anak didik. Untuk setingkat murid SMP. Penggunaan buku penunjang belajar seperti media yang dapat dilihat langsung sangat menarik perhatian siswa bahkan sangat efektif untuk memancing perhatian siswa sehingga terfokus pada bahan dan materi pembelajaran yang disampaikan. Dengan keterbatasan penyajian dan isi pada buku paket menyebabkan peran buku penunjang sangat dirasakan dalam kelancaran proses belajar mengajar dan buku dan alat penunjang bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan lebih luas bagi perkembangan siswa, khususnya siswa kelas VII semester

ganjil SMPN 02 Kauman, Kabupaten Ponorogo.

METODELOGI Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, yang menggunakan rumusan masalah penelitian digunakan sebagai acuan untuk menetukan kajian teori, hipotesis, instrumen serta teknik dalam analisis data yang diperoleh. Populasi menurut Sugiyono (2012:80) adalah wilayah yang generalisasi yang terdiri atas:

obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2010: 173) populasi adalah keseluruhan obyek penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Dalam metode penelitian kata populasi amat populer, digunakan untuk menyebutkan serumpun atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian merupakan

175

keseluruhan (universum) dari objek penelitian yang dapat berupa manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa, sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data penelitian. Di dalam penelitian ini peneliti mengambil populasi dari seluruh siswa kelas VII A- VII G, sedangkan total populasi berjumlah 210 siswa. Sampel menurut Suharsimi Arikunto (2010: 174) adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Dinamakan penelitian sampel apabila kita bermaksud menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Hal ini diperkuat dengan pendapat Sugiyono (2012: 81) sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Dalam penelitian sosial, dikenal hukum kemungkinan hukum probabilitas yaitu kesimpulan yang ditarik dari populasi dapat digeneralisasikan kepada seluruh populasi”Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah 20% dari yang mempunyai buku

penunjang PKn SMP N 02 Kauman adalah sebanyak 40 responden. Sugiyono (2012: 81) teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Teknik pengambilan sampel disebut juga dengan teknik sampling. Terdapat berbagai teknik sampling yang dapat digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah random sampling. Menurut Sugiyono (2012: 82) pengambilan anggota sampel dikatakan simple atau sederhana karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Teknik menggunakan system undian dari kertas yang diberi nomer acak. Teknik sampling ini mempunyai hak yang sama untuk menjadi sampel. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian adalah sebanyak 7 kelas dengan jumlah 210 siswa. Penggunaan metode dokumentasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti. Dalam Suharsimi Arikunto (2010: 274)

176

metode dokumentasi, yaitu peneliti menyelidiki atau mencari data mengenai hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, lengger dan sebagainya. Dokumen biasanya berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Suharsimi Arikunto (2010:

194) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Keuntungan menggunakan angket menurut Zainal Arifin (2012:

228) sebagai berikut:

Responden dapat menjawab dengan bebas tanpa dipengaruhi oleh hubungan dengan peneliti atau penilai dan waktu relatif lama, sehingga objektivitas dapat terjamin. Informasi atau data terkumpul lebih mudah karena itemnya homogen. Dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari responden yang jumlahnya cukup banyak. Tujuan dari analisis data dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyimpulkan

apakah terdapat pengaruh buku penunjang PKn terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP 2 Kauman Ponorogo Tahun Ajaran 2013/2014. Jika ada maka selanjutnya adalah pengujian terhadap data tersebut. Data-data yang telah dikumpulkan, kemudian data-data tersebut dianalisa melalui teknik koefisien korelasi product moment. Koefisien korelasi adalah suatu alat statistik, yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel ini” (Suharsimi Arikunto, 2010: 313). “Teknik korelasi ini digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama” (Sugiyono, 2011: 228).

PEMBAHASAN Berdasarkan data hasil penelitian tentang hubungan buku penunjang PKn dengan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri

177

2 Kauman Kabupaten Ponorogo dapat dikatakan ada buku penunjang PKn dengan prestasi belajar siswa hal ini berdasarkan hasil hitung statistik korelasi. Penelitian ini juga menghasilkan data tentang penggunaan buku penunjang dengan melihat hasil angket buku penunjang PKn maka dapat dikatakan bahwa buku penunjang PKn siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kauman Kabupaten Ponorogo dikatakan cukup positif dan baik melihat indikator-indikator mengenai buku penunjang PKn dapat terjawab dan terpenuhi diantaranya mengenai tujuan dan manfaat, fungsi dan kegunaan buku penunjang PKn ,terhadap prestasi belajar, kepuasan menggunakan buku penunjang PKn. Serta Prestasi belajar siswa SMP Negeri 2 Kauman Kabupaten Ponorogo. Dari sampel yang diambil oleh peneliti secara random, peneliti menghasilkan data dengan melihat tentang hasil nilai prestasi belajar, maka siswa dikatakan membutuhkan buku penuunjang PKn untuk membantu menungkatkan prestasi belajar siswa. Penggunaan buku

penunjang PKn sebagai alternatif peningkatan prestasi belajar. Oleh karena itu sulit dipisahkan antara buku penunjang PKn dengan peningkatan prestasi siswa karena tanpa adanya buku penunjang PKn prestasi belajar siswa kurang meningkat. Hasil analisis data penelitian diketahui bahwa harga r-hitung lebih besar dibandingkan dengan harga r- tabel, sehingga dinyatakan signifikan. Dengan demikian dapat dilaporkan bahwa ada pengaruh buku penunjang PKn terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kauman Kabupaten Ponorogo Tahun Ajaran 2013/2014. Hasil penelitian yang sangat signifikan tersebut menurut Peneliti dapat dipahami dan bahkan telah dapat di duga sebelumnya. Hal ini mengingat buku penunjang PKn pada hakikatnya merupakan proses membantu siswa dalam mengatasi masalah kesulitan belajar. Masalah yang dihadapi siswa disekolah.

178

KESIMPULAN Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan ada pengaruh buku penunjang PKn terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran PKn siswa kelas VII semester I tahun pelajaran 2013/2014. Penggunaan buku penunjang PKn siswa kelas VII SMP N 2 Kauman Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2013/2014 cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari tanggapan positif siswa melalui angket tentang buku penunjang PKn. Ada hubungan buku penunjang PKn dengan prestasi belajar siswa kelas VII semester I SMP Negeri 2 kauman Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014. Hasil perhitungan data menunjukkan bahwa nilai r hitung telah memenuhi syarat r hitung > r tabel dengan hasil 0,340 > 0,312. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis penelitian ini diterima. maka Ho di tolak dan Ha diterima. Dengan demikian, hipotesis penelitian, yaitu “Ada Hubungan Antara Buku Penunjang PKn dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII Semester I SMPN 2 Kauman Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014”, diterima.

179

DAFTAR PUSTAKA

Praktik).

Jakarta:

PT

Rineke

Cipta.

Aunurrahman.

2009.

Belajar

Dan

Pembelajaran.

Bandung:

Suyono.

2011.

Belajar Dan

Alfabeta CV

Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhibbin Syah. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Muhibbin Syah. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nana Syaodih Sukmadinata. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Oemar Hamalik. 2009. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Saifudin Azwar. 2012. Tes Prestasi (Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Sardiaman A.M. 2007. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-

Yang

Faktor

Syaiful

Bahri

Djamarah.

Belajar

2006.

Mengajar.

Strategi

Jakarta: PT Rineka Cipta.

Tim Dosen PKn IKIP PGRI Madiun. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi. Madiun:

IKIP PGRI Madiun

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa Indonesia. 2007. Kanus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta: PT Persero Dan Penerbitan Balai Pustaka

Tulus Tu’u. 2008. Peran Disiplin Pada Prilaku Dan Prestasi Siswa. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Tulus Winarsunu. 2010. Statistik dalam penelitian psikologi dan pendidikan. Malang: UMM Press.

Wina

Sanjaya.

2011.

Strategi

Berorientasi

Pembelajaran

Standar Proses Pendidikan.

Mempengaruhinya. Jakarta: PT

Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur

Jakarta:

Kencana

Prenada

Rineka Cipta.

Media.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Penelitian (Suatu Pendekatan

 

180