Anda di halaman 1dari 5

perpindahan,kecepatan danpercepatan pada gerak lurus dengan menggunakan faktor

1. POSISI PARTIKEL PADA SUATU BIDANG

Sewaktu Anda berangkat sekolah, Anda makin jauh dari rumah. Artinya, Anda bergerak di
atas bidang tanah menuju ke sekolah. Arah Anda menuju ke sekolah merupakan vektor.
Vektor jika terdapat pada bidang dua dimensi, dinyatakan dengan i dan j. i merupakan
vektor satuan yang searah dengan sumbu X dan j merupakan vektor satuan yang searah
dengan sumbu Y. Karena i dan j merupakan vektor satuan, maka besar dari vektor ini sama
dengan satu.

i besarnya 1 dan j besarnya 1

Jika Anda diibaratkan sebagai partikel yang bergerak pada bidang dua dimensi, maka posisi
Anda dapat dinyatakan sebagai r. Misalkan titik asal O ditetapkan sebagai titik acuan, maka
posisi sebuah partikel yang bergerak pada bidang XY pada saat t memiliki koordinat (x,y)
(perhatikan Gambar 1.1) adalah sebagai berikut.

r = xi + yj

Dalam selang waktu tertentu, partikel telah berpindah dari kedudukan awal sampai
kedudukan akhir, yaitu dari rumah sampai sekolah. Perpindahan posisi partikel dinyatakan
sebagai berikut.

Berpindahnya partikel dari kedudukan awal hingga kedudukan akhir disebut dengan
perpindahan. Perhatikan Gambar 1.2! Titik Q1 merupakan titik awal dan titik Q2 merupakan
titik akhir, sedangkan vektor perpindahannya adalah .Telah Anda ketahui di kelas X bahwa
perpindahan dalam suatu garis lurus diberi lambang Secara matematis dapat dinyatakan
dan .

1. KECEPATAN

Kecepatan dan posisi partikel yang bergerak dapat ditentukan melalui tiga cara, yaitu
diturunkan dari fungsi posisi, kecepatan sesaat sebagai turunan fungsi posisi, dan menentukan
posisi dari kecepatan.

1. Kecepatan Rata-Rata Diturunkan dari Fungsi Posisi


Perpindahan partikel dari satu posisi ke posisi lain dalam selang waktu tertentu disebut
dengan kecepatan rata-rata. Kecepatan rata-rata pada bidang dua dimensi dinyatakan sebagai

berikut.

Bentuk komponen dari kecepatan rata-rata adalah sebagai berikut.

Dengan dan karena maka kecepatan rata-rata searah


dengan arah perpindahan

2. Kecepatan Sesaat

Besarnya kecepatan sesaat ditentukan dari harga limit vektor perpindahannya dibagi selang
waktu, yang merupakan titik potong/ singgung pada titik tersebut. Jika adalah perpindahan
dalam waktu setelah t sekon, maka kecepatan pada saat t adalah sebagai berikut.

Dalam notasi matematika (lihat pelajar- an matematika kelas XI tentang diferensial),harga

limit ditulis sebagai yang disebut turunan r terhadap t. Dengan demikian dapat dikatakan
bahwa kecepatan sesaat adalah turunan dari fungsi posisinya terhadap waktu. Secara

matematis ditulis sebagai berikut

Bentuk komponen dari kecepatan sesaat v adalah :

Dengan dan . Persamaan diatas menunjukan bahwa posisi (koordinat


horizontal x dan vertikal y diberikan dalam fungsi waktu t, maka Anda dapat menentukan
komponen sesaat vx dan vy dengan menggunakan turunan.
3. Menentukan Posisi dari Kecepatan

Jika komponen-komponen kecepatan vx dan vy sebagai fungsi waktu diketahui, maka posisi
horisontal (mendatar) x dan posisi vertikal (tegak) y dari partikel dapat ditentukan dengan
cara pengintegralan. a. Posisi x Ingat, aturan pengintegralan.

1. Posisi x

1. Posisi y

Nilai (x0, y0) merupakan koordinat posisi awal partikel. Dengan demikian posisi awal dapat
ditentukan dengan cara pengintegralan kecepatan dari partikel atau benda yang bergerak.

1. PERCEPATAN

Jika sebuah mobil bergerak dengan kecepatan selalu bertambah dalam selang waktu tertentu,
maka mobil tersebut di katakan mengalami percepa- tan. Perubahan kecepatan dalam selang
waktu tertentu disebut percepatan. Percepatan ini yang disebut dengan percepatan rata-rata
yang dapat ditulis sebagai berikut.

Dengan kecepatan v2 adalah kecepatan pada saat t=t2 dan v1 adalah kecepatan pada saat t =
t1.

Bentuk komponen percepatan rata-rata pada bidang dua dimensi adalah sebagai berikut

dengan dan .Dikatakan percepatan rata-rata, karena tidak


memedulikan perubahan percepatan pada saat tertentu. Misalnya, saat mobil melintasi
tikungan atau tanjakan.

Percepatan suatu benda yang bergerak dalam waktu tertentu disebut dengan percepatan
sesaat. Secara matematis dapat yang dinyatakan dalam persamaan berikut.
Jika digambar dalam bidang XY, maka kecepatan sesaat merupakan kemiringan garis
singgung dari grafik v – t pada saat t = t1 . Perhatikan Gambar berikut!

Untuk menentukan percepatan sesaat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain, sebagai
berikut.

1. Percepatan Sesaat Dapat Diturunkan dari Fungsi Kecepatan dan Posisi

Percepatan sesaat merupakan percepatan pada waktu tertentu (t = t 1). Pada pelajaran

matematika nilai limit dari percepatan sesaat adalah sebagai berikut.

Persamaan di atas disebut turunan v terhadap t. Artinya, percepatan sesaat merupakan turunan
pertama dari fungsi kecepatan v terhadap waktu atau turunan kedua dari fungsi posisi
terhadap t. Bentuk vektor komponen dari percepatan sesaat a adalah sebagai berikut.

Dengan dan . Karena dan , maka persamaannya menjadi


seperti berikut :

dan

Persamaan di atas merupakan percepatan sesaat yang diperoleh dari turunan kedua dari posisi
partikel atau benda yang bergerak.

2. Menentukan Posisi dan Kecepatan dari Fungsi Percepatan

Ketika Anda ingin menentukan posisi dan kecepatan berdasarkan fungsi percepatan, maka
Anda harus mengintegralkan fungsi percepatan. Hal ini merupakan kebalikan saat Anda ingin
menentukan percepatan dari fungsi posisi dan kecepatan dengan menurunkannya terhadap t.
Dalam bidang dua dimensi, percepatan dinyatakan sebagai berikut.
Jika kedua ruas dari persamaan di atas diintegralkan, maka diperoleh persamaan seperti
berikut.

Persamaan di atas menunjukkan bahwa perubahan kecepatan dalam selang waktu tertentu
sama dengan luas daerah di bawah grafik a(t) dengan batas bawah t = 0 dan batas atas t = t.
Perhatikan Gambar 1.5!

Karena , maka persamaan dapat ditulis sebagai berikut.

Dengan cara yang sama, untuk koordinat y diperoleh persamaan sebagai berikut.

Persamaan , merupakan
posisi partikel yang telah bergerak dalam selang waktu tertentu dan diperoleh dari integrasi
kedua fungsi percepatan.