Anda di halaman 1dari 5

Nama : Nur Kifliansyah .

S
Nim : 1592141015
Prodi : Akuntansi S-1

PROFIL PERUSAHAAN

PT Malindo Feedmill Tbk (“Malindo” atau “Perseroan”) didirikan pada tahun 1997
sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 tahun 1970 tentang Penanaman Modal
Asing (UU PMA) dan berdasarkan Akta Notaris No. 17 tanggal 10 Juni 1997 yang dibuat di
hadapan Mirah Dewi Ruslim Sukmadjaya, S.H, Notaris Publik. Perseroan bergerak dalam
bisnis produksi pakan ternak, khususnya pakan ternak ayam ras pedaging induk, pakan ternak
ayam ras pedaging komersial, pakan ternak ayam ras petelur, dan anak ayam berusia satu hari
(DOC). Perseroan pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (“BEI”,
dahulu Bursa Efek Jakarta) pada tanggal 10 Februari 2006. Pada tanggal 10 Maret 2008,
Perseroan menerbitkan Obligasi I Malindo Tahun 2008 (“Obligasi I Malindo”) dengan suku
bunga tetap 11,8% per tahun, dengan nilai total Rp300 miliar. Perseroan telah melunasi
Obligasi I Malindo pada saat jatuh tempo tanggal 6 Maret 2013. Credit Rating Agency
Pefindo (PT Pemeringkat Efek Indonesia) memberikan peringkat “idAAA” untuk Obligasi I
Malindo, mencerminkan peringkat PT Bank CIMB Niaga Tbk sebagai penjamin Obligasi
tersebut. Peringkat ini berlaku sampai 6 Maret 2013. Di tahun 2011 Pefindo memberikan
peringkat korporasi Auntuk Malindo, suatu peningkatan dari peringkat BBB+ di tahun
sebelumnya. Pefindo juga memberikan peringkat yang sama di tahun 2012. Hal ini
menunjukkan bahwa Perseroan telah memperkuat posisi pasarnya, menerapkan langkah
proteksi arus kas yang kuat dan meningkatkan permintaan pasar yang potensial akan unggas.
Pada bulan November 2012, Malindo masuk dalam MSCI Global Small Cap Index, salah
satu index yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan dijadikan
acuan para investor internasional dalam pertimbangan investasi. Selama 3 tahun berturut-
turut sejak 2011 hingga 2013, Perseroan menerima “Best of The Best Top 50 Award” dari
majalah bisnis dan keuangan Forbes Indonesia. Malindo juga meraih “Runner-up of Asian
Feedmiller Award 2012” dari Asian Feed Magazine yang diterbitkan oleh Asian Agribusiness
Media Pte Ltd. Pada bulan Februari 2013 saham Perseroan dimasukkan dalam LQ45 (Liquid
45) Index BEI. Index ini terdiri dari 45 saham emiten dengan kondisi keuangan yang baik,
prospek pertumbuhan yang menjanjikan, serta nilai saham dan frekuensi transaksi saham
yang tinggi. . Pada tahun 2013 Perseroan dimasukkan dalam Daftar Efek Syariah Bursa Efek
Indonesia, yang mencakup tidak hanya efek syariah yang terdapat di pasar modal Indonesia,
melainkan juga efek-efek lainnya yang diatur dalam Undang-Undang Pasar Modal dengan
menambahkan kriteria tambahan mengenai pemenuhan terhadap prinsip-prinsip syariah di
pasar modal. Semua pengakuan yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa dalam
kiprahnya selama lebih dari enam belas tahun, Malindo telah berhasil meletakkan landasan
yang kokoh untuk terus berkembang secara pesat dan berkelanjutan selaras dengan ekspansi
bisnisnya di tahun-tahun yang akan datang

 ASPEK AKUNTANSI

Laporan keuangan konsolidasian Grup telah di susun dan di sajikan sesuai dengan
Standart Akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia
1. Laporan Neraca
Debet Kredit

Aset Lancar RP 1.856.386.969 Liabilitas Jangka pendek Rp 1.522.735.302


Aset Tidak lancar RP 2.180.690.170 Liabilitas jangka panjang Rp 2.174.648.651
Ekuitas Rp 1.862.428.488

Jumlah Aset RP 4.037.077.139 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Rp 4.037.077.139

2. Laporan Laba/Rugi
Penjualan neto Rp 1.268.744.624
Beban Pokok Penjualan (Rp 1.103.177.698)
Laba Kotor Rp 165.566.926

Jumlah Laba bersih Rp 24.853.063

3. Laporan Perubahan Ekuitas


Saldo per-31 Maret 2016 Rp 1.600.915.692
Saldo per-31 Maret 2017 Rp 1.862.428.488

 ASPEK MANAJEMEN OPERASIONAL DAN TEKNOLOGI


Kinerja operasional masing-masing divisi akan diuraikan dalam paragraf-paragraf di bawah
ini.
1. Divisi Pakan Ternak Divisi Pakan Ternak dijalankan oleh PT Malindo
Feedmill Tbk. Saat ini Divisi Pakan Ternak memiliki tiga pabrik pakan di
Cakung - Jakarta Timur, Gresik - Jawa Timur, dan Cikande - Serang Banten.
Divisi Pakan Ternak Perseroan memberikan kontribusi terbesar sejumlah
71% terhadap total penjualan kotor Perseroan. Total penjualan Divisi Pakan
di tahun 2013 sebesar Rp2,97 triliun meningkat sebesar 28% dibandingkan
tahun 2012 sebesar Rp2,33 triliun.
2. Divisi Pembibitan Ayam Perseroan memproduksi dan memasarkan bibit
ayam niaga broiler dan layer. Divisi ini m emiliki peternakan pembibitan
broiler dan layer yang tersebar di beberapa wilayah yaitu di Sumatra, Jawa,
Kalimantan dan Sulawesi. Divisi Pembibitan Ayam di tahun 2013 mencatat
total penjualan sebesar Rp778 miliar, meningkat sebesar Rp157 miliar atau
sebesar 25% dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp620 miliar. Divisi ini
memberikan kontribusi sebesar 19% dari nilai penjualan Perseroan pada
tahun 2013. Untuk mengantisipasi pertumbuhan dalam permintaan DOC di
pasar, Divisi Pembibitan Ayam akan terus meningkatkan kapasitas
produksinya melalui penambahan sarana pembibitan baru di berbagai lokasi
di Indonesia, untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumen di berbagai
lokasi di Indonesia.
3. Divisi Peternakan Ayam Pedaging Perseroan dijalankan oleh PT Prima Fajar
dan PT Leong Ayamsatu Primadona, berlokasi di Jawa Barat dan Sumatra.
Divisi ini mencatat total penjualan sebesar Rp323 miliar di tahun 2013,
meningkat sebesar Rp11 miliar atau 4% dibandingkan Rp312 miliar pada
tahun 2012. Divisi ini memberikan kontribusi sebesar 8% dari total penjualan
Perseroan.
4. Divisi pengolahan makanan dijalankan oleh PT Malindo Food Delight,
dengan pabrik berlokasi di Cikarang, Jawa Barat dengan kapasitas produksi
9.000 MT per tahun. Di tahun pertama operasinya, Divisi Pengolahan
Makanan mencatat total penjualan sebesar Rp8,9 miliar.

 ASPEK KEUANGAN

Modal Awal Usaha ini adalah Rp58.586.816.000 (2.929.340.800 saham)


Posisi rasio keuangan yang dipersyaratkan dalam perjanjian pinjaman adalah
memiliki current ratio minimal 1,0x (satu kali), memiliki interest bearing debt/adjusted
equity yang disesuaikan maksimum 2,8x (dua koma delapan kali) ekuitas yang
disesuaikan adalah total ekuitas, tidak termasuk selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas pengendali dan memiliki interest coverage ratio (EBITDA/interest expense)
minimum 2,5x (dua koma lima kali).

RASIO LIKUIDITAS
Sumber likuiditas utama Perseroan selama ini adalah arus kas yang dihasilkan dari
kegiatan operasional Perseroan yang dapat dilihat dari arus kas bersih dari aktivitas
operasional Perseroan yang positif setiap tahunnya. Likuiditas merupakan kemampuan
Perseroan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang diukur dengan
perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan utang lancar. Likuiditas perseroan pada
tanggal 31 Desember 2016, 2015 dan 2014 masing-masing sebesar 1,3 kali, 1,3 kali, dan
1,1 kali.

RASIO SOLVABILITAS
Solvabilitas merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitasnya
yang diukur dengan perbandingan antara jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas
(solvabilitas ekuitas) maupun jumlah liabilitas dengan jumlah aset (solvabilitas aset).
Solvabilitas ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2016, 2015 dan 2014. masing-
masing adalah sebesar 1,1 kali, 1,6 kali, dan 2,3 kali. sedangkan solvabilitas aset Perseroan
pada tanggal 31 Desember 2016, 2015 dan 2014. masing-masing adalah sebesar 0,5 kali,
0,6 kali dan 0,7 kali
\
 ASPEK HUKUM
Perusahaan ini sudah termasuk perusahaan besar yang memiliki surat izin untuk
beroperasi dari pihak-pihak yg terkait sebagai berikut:
- Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia nomor C2
12.560.HT.01.01.TH.97
- Akta Notaris Mirah Dewi Ruslim Sukmadjaya, S.H., Notaris Publik, No. 17 tanggal 10
Juni 1997
- Mendapat sertifikat ISO 9001 Tentang “Quality Management System”
- Mendapat Sertifikat ISO 22000 Tentang “Food Safety Management System”
- Mendapat Sertifikat Halal Dari “Majelis Ulama Indonesia”
- Sertifikat Nomor Merek Dagang dari Ditjen Penilaian Keamanan Pangan BPOM untuk
produk-produk makanan yang dihasilkan oleh MFD
- Sertifikat GMP (Good Manufacturing Practices) atau Cara Pengolahan Makanan yang
Baik dari BPOM
- Sertifikat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) dari Dinas Peternakan Jawa Barat.

 ASPEK POLITIK, EKONOMI, SOSIAL DAN LINGKUNGAN HIDUP


- Aspek Sosial dan Lingkungan Hidup
 Masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dalam hubungan interaksi
sosial dengan Perseroan. Karena itu, Malindo tidak menutup mata akan
pentingnya menjaga keselarasan interaksi dengan masyarakat di sekitar,
utamanya sekitar pabrik-pabrik yang kami miliki. Terkait hal ini, sepanjang
tahun 2016 Perseroan melakukan kegiatan-kegiatan yang menunjang
diantararanya kampanye gizi ayam dan telur. Kami juga melakukan kegiatan
buaka puasa di bulan Ranadhan bersama anak-anak panti asuhan yang
dilaksanakan di sejumlah kota yaitu Mojokerto, Yogyakarta dan Depok. Kami
juga turut berpartisipasi dalam program bedah rumah tidak layak huni bersama
Pemda Majalengka.
 Sepanjang tahun 2016, Perseroan telah melakukan sejumlah inisiatif dan
kegiatan dalam rangka turut serta menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
Kegiatan yang telah kami laksanakan pada tahun 2016 adalah upayaupaya
dalam rangka mewujudkan Green Office and Plant. Kami terus berupaya
menjaga agara tercipta lingkungan kantor dan tempat kerja yang bersih, rapi,
dan hijau. Demikian juga pabrik-pabrik yang kami miliki, tidak memberikan
dampak kerusakan lingkungan seperti limbah berbahaya. Selain itu, karakter
industri yang kami geluti, sangatlah minim limbah yang dihasilkan dari proses
produksinya. Beberapa kegiatan yang telah dilakukan adalah: (1) Penanaman
pohon dan tanaman hias di lingkungan pabrik dan kantor; (2) Penghematan
listrik dan air; (3) Pemanfaatan kertas bekas

- Aspek Ekonomi Dan Politik


Tahun 2016 perekonomian Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan ke arah positif
ditengah kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan pertumbuhan
akibat berbagai faktor antara lain pemulihan ekonomi negara maju yang belum solid
dan pertumbuhan ekonomi negara berkembang umumnya yang cenderung menurun.
Sebagaimana dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada 2016 tercatat sebesar 5,02%, lebih tinggi dari 4,88% pada 2015.
Demikian pula, realisasi pertumbuhan pada 2016 ini lebih tinggi dari 5,01% yang
tercatat pada 2014, meski masih lebih rendah dari 5,56% pada 2013. Sebagai negara
yang besar dengan penduduk 250 juta jiwa merupakan pasar potensial yang
menjadikan ayam dan telur sebagai protein terjangkau untuk dikonsumsi. Mengingat
bahwa tingkat konsumsi masih rendah dibanding dengan negara-negara lain dan
keyakinan akan meningkatnya kesadaran untuk mengkonsumsi lebih banyak protein
diyakini akan meningkatkan permintaan terhadap produk unggas di masa yang akan
datang.