Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

STRESS

OLEH:

Kelompok 8

1. Ariyanto Y A Natonis (Kelas B)


2. Fidelis Lanmani (Kelas A)
3. Mira I Penu (Kelas B)
4. Marselina Moniz De Fatima (Kelas B)

SEKOLAH TIGGI ILMU KESEHATAN MARANATHA

KUPANG

2018
1.pengertian

Stress adalah segala situasi dimana tuntutan non specific mengharuskan seorang
individu untuk berespon atau melakukan tindakan (Selye, 1976). Lazarus dan Folkman
(1994) mendefinsikan stress psikologis sebagai hubungan khusus antara seseorang
dengan lingkungannya yang dihargai oleh orang lain tersebut sebagai pajak terhadap
sumber dayanya dan membahayakan kemapanannya. Stress dianggap sebagai faktor
predisposisi atau pencetus yang meningkatkan kepekaaan individu terhadap penyakit
(Rahe, 1975).
Menurut Hans Selye, “Stress adalah respons manusia yang bersifat nonspesifik
terhadap setiap tuntutan kebutuhan yang ada dalam dirinya” (Pusdiknakes,
Dep.Kes.RI,1989).
Stress adalah reaksi atau respons tubuh terhadap stressor psikososial (tekanan mental
atau beban kehidupan)” (Dadang Hawari, 2001).
Stress adalah suatu kekuatan yang mendesak atau mencekam, yang menimbulkan suatu
ketegangan dalam diri seseorang” (Soeharto Heerdjan, 1987).
Secara umum, yang dimaksud “Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang
menimbulkan tekanan, perubahan, ketegangan emosi, dan lain-lain”.
“Stress adalah segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri, dan karena itu, sesuatu
yang mengganggu keseimbangan kita” (Maramis, 1999).
Menurut Vincent Cornelli, sebagaimana dikutip oleh Grant Brecht (2000) bahwa yang
dimaksud “Stress adalah gangguan pada tubuh dan pikiran yang disebabkan oleh
perubahan dan tuntutan kehidupan, yang dipengaruhi baik oleh lingkungan maupun
penampilan individu di dalam lingkungan tersebut”.
Stressor adalah stimuli yang mengawali atau mencetuskan perubahan. Stressor
menunjukkan suatu kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kebutuhan tersebut bisa
kebutuhan fisiologis, psikologis, sosial, lingkungan , perkembangan dan kebutuhan
cultural.

B. Jenis Jenis Stress


Ditinjau dari penyebabnya, stress dapat dibagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:
a) Stres fisik, merupakan stress yang disebabkan oleh keadaan fisik, seperti suhu yang
terlalu tinggin atau terlalu rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu
menyengat, dll.
b) Stress kimiawi, merupakan stress yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia
yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun asam, basa, faktor hormone atau gas,
dll.
c) Stress mikrobiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh kuman, seperti virus,
bakteri, atau parasit.
d) Stress fisiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ
tubuh, antara lain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, organ, dll.
e) Stress proses tumbuh kembang, merupakan stress yang disebabkan oleh proses
tumbuh kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan, dan pertambahan usia.
f) Stress psikologis dan emosional, merupakan stress yang disebabkan oleh
gangguan situasi psikologis atau ketidakmampuan kondisi psikologis untuk
menyesuaikan diri, misalnya dalam hubungan interpersonal, sosial budaya, atau
keagamaan.
C. TANDA DAN GEJALA
1. Tanda-tanda suasana hati (mood):

 Menjadi overexcited
 Cemas
 Merasa tidak pasti
 Sulit tidur pada malam hari
 Menjadi mudah bingung dan lupa
 Menjadi sangat tidak enak dan gelisah
 Menjadi gugup

2. Tanda-tanda otot kerangka

 Jari-jari dan tangan gemetar


 Tidak dapat duduk diam atau berdiri ditempat
 Mengembangkan gerakan tidak sengaja
 Kepala mulai sakit
 Merasa otot menjadi tegang atau kaku
 Menggagap jika berbicara
 Leher menjadi kaku
3. Tanda-tanda organ-organ dalam badan

 Perut terganggu
 Merasa jantung berdebar
 Banyak berkeringat
 Tangan berkeringat
 Kapala merasa ringan atau akan pingsan
 Mengalami kedinginan
 Wajah menjadi panas
 Mulut menjadi kering
 Mendengar bunyi bordering dalam telinga
 Mengalami rasa akan tenggelam dalam perut

Pohon masalah

Resiko terjadiya kurang nafsu makan


atau makan berlebihan Akibat

Kecemasan Core problem

Sakit kepala Penyebab


Format Perencanaan keperawatan
NO TUJUAN KRITERIA INTERVENSI RASIONAL
EVALUASI
1. Klien dapat menangani Pasien Luangkan waktu Untuk
berbagai masalah dalam mengungkapkan bersama pasien memfokuskan
kehidupan. perasaan tentang minimal 15 pengungkapan
perubahan status menit setiap perasaan
kesehatan pergantian tugas
jaga dan dorong
pasien untuk
mengungkapkan
pikiran dan
perasaannya
secara terbuka.

2. Klien dapat Pasien mencari Sampaikan Ketidakmampuan


mengembangkan bantuan dalam kepada pasien mengidentifikasi
kemampuan penyelesaian mengatasi emosi bahwa perasaan marah sebagai
masalah akibat stres marah dapat di suatu respon
terima, asalkan normal terhadap
tidak merusak. stres dapat
mengakibatkan
pasien

3. Klien menerima beberapa Pasien mulai Bantu pasien Untuk membantu


dukungan yang adekuat mengembangkan
berfokus secara pasien
mekanisme
koping yang realistis merencanakan
sehat seperti
terhadap masa depannya.
mengungkapkan
secara terbuka perubahan status
tentang
kesehatan
perasaannya.
karena stres.

4. Dorong pasien Untuk


untuk meningkatkan
menghubungi kekuatan
orang yang emosional akibat
dapat stres.
memberikan
dukungan,
seperti keluarga,
teman, dan
rohaniawan.
5. Berikan Untuk
informasi memfasilitasi
kepada pasien respon adaptif
dan anggota terhadap stres.
keluarga tentang
sumber
dukungan
tambahan di RS
6. Rujuk pasien ke Untuk
psykolog, memulihkan
psikiater, atau kesehatan emosi,
pekerja sosial. mungkin perlu
bantuan dari ahli
kesehatan jiwa.